NovelToon NovelToon
Cerita Cinta

Cerita Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:386.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: faray_glad

Kisah keluarga besar Zaynard Orlando Mark dan Nadin Alia Syahir. Menceritakan tentang kedua anak lelaki Zayn.

Rafandra Orlando Mark
Alva Damianus Mark

Penasaran bagaimana kisahnya...
yuk buruan baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 2

Pagi ini Rafa dan Alva terlihat sudah rapi. Satu minggu lagi liburan mereka akan berakhir. Tinggal satu semester lagi Rafa akan menjalani sidang skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana. Sedangkan Alva masih baru akan masuk semester 4. Kedua orangtuanya tidak pernah mempermasalahkan akan hal itu.

Nadin terlihat duduk sambil menyuapi makanan pada queen. Rafa dan alva yang baru saja menuruni anak tangga segera menghampirinya.

"Pagi mam," sapa Rafa dan Alva secara bersamaan sambil mengecup pipi Nadin.

"Kalian ini," jawab Nadin sambil tersenyum.

"Dimana Dad, Mam?" tanya Alva.

"Sebentar lagi juga akan turun, dia sedang mengambil ponselnya."

Kedua putranya mengangguk sambil dudukdi kursi, kemudian mengambil roti isi yang ada di depannya.

"Hari ini aku akan ke kampus, Mam," ucap Alva sambil mengunyah makanan.

"Memangnya ada apa sayang? 'kan liburnya masih satu minggu lagi?"

"Iyah ... ada urusan apa kau ke kampus, Al?"

"Hari ini aku ingin meminjam buku di perpustakaan. Masih ada tugas yang harus ku selesaikan. Sekalian ingin bertemu Pak Arnold."

Nadin dan rafa mengangguk. Terdengar suara decitan kursi. Mereka semua mengalihkan pandangannya. Menatap Zayn yang baru saja datang dan duduk di kursinya, tempat ia biasa duduk setiap harinya.

"Sayang, hari ini aku akan pulang sedikit terlambat," ucap Zayn pada nadin setelah ia duduk di kursinya. Nadin yang kala itu mengambil roti isi untuk suaminya seketika memandang cukup lekat.

"Tidak biasanya kamu pulang telat. Apa ada masalah?" tanya Nadin. Nadin kembali menyuapi makanan pada queen setelah mengambil makanan untuk Zayn.

"Tidak ada, hanya sedikit perubahan rencana pertemuan dengan Client," jawab zayn sambil mengunyah makanannya.

Zayn menoleh ke arah Rafa dan Alva. Mereka berdua juga sedang memperhatikan Zayn.

"Kalian kenapa sudah rapi begitu?" tanya Zayn.

"Aku akan bermain skateboard bersama dengan James, Dad. Sekalian kita akan mengunjungi teman-teman."

Zayn mengalihkan pandangan matanya ke arah alva.

"Kalau aku akan ke kampus Dad," jawab Alva dengan hati-hati.

"Ke kampus? Ada apa Al? Bukankah masih ada libur semester?"

"Dia akan meminjam buku di perpustakaan, Sayang," sahut Nadin menjelaskan.

"Ehm ...." Zayn mengangguk dengan masih menikmati roti isi buatan istrinya.

Mereka bertiga sedang asyik makan. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara aneh.

terteertttttrrrrr.....

"Sayang, Queen sedang buang air?" tanya Nadin. Queen mengangguk sambil menunjukkan raut wajah sedang menahan sesuatu.

Zayn, Rafa dan Alva menatap queen dengan tatapan yang sulit. Ketiga lelaki itu seketika menghentikan aktivitas makannya.

"Bau sekali," ucap Rafa. Sontak mereka semua menatap kilas ke arah Rafa, sebelum menatap ke arah Queen.

"Sayang, aku berangkat dulu." Zayn dengan cepat mencium kening Nadin

"Kenapa terburu-buru, Sayang," tanya Nadin bingung.

Zayn memilih pergi tanpa menghiraukan pertanyaan istrinya. Kini kedua matanya menatap sosok kedua putranya.

"Mam ... Rafa juga berangkat."

"Alva juga mau berangkat, Mam."

Sambil mencium pipi Nadin mereka segera pergi meninggalkan Nadin dan Queen yang masih dengan keadaannya.

"Hei ... kalian belum menyelesaikan sarapannya," teriak Nadin Setelah melihat makanan yang masih ada di atas piring mereka.

Nadin menggeleng pelan sambil menggendong queen naik ke atas untuk mengajak queen ke kamar mandi .

"Dasar laki-laki," gumam Nadin.

******

Sore harinya terlihat Nadin yang sedang duduk dihalaman depan. Memainkan ponselnya sembari memperhatikan putrinya yang baru saja bisa menaiki sepeda. Wanita cantik itu tersenyum melihat tingkah dari bocah kecil itu.

"Bi Ela mau kemana?" Suara queen mengalihkan perhatian Nadin.

Bi Nela menghentikan langkah kaki. Ia tersenyum menatap queen yang juga sedang menatapnya.

"Bibi mau pergi ke supermarket Princess."

"Uin ikut, Bi." Segera queen turun dari sepedanya dan berlari menghampiri bi nela.

"Hei sayang ... jangan!" teriak Nadin sembari melangkah mendekati keduanya.

"Bibi ke sana naik apa? Pak Louis sedang mengantarkan paketan yang Zayn minta, apa saya antar saja?" tawar Nadin.

Bi Nela menggeleng dan berkata, "Tidak usah Nyonya, saya akan jalan kaki saja, 'kan tidak terlalu jauh."

"Mom ... Uin mau ikut Bi Ela," ucap Queen sambil memegang kaki bi nela.

"Yasudah kalau begitu mommy akan ikut juga, tunggu sebentar ya, Bi." Nadin segera berbalik dan masuk kedalam.

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Nadin keluar dengan memakai cardigan serta membawa tas kecilnya.

"Ayo Bi!" ajak Nadin sambil menarik tangan queen. Bi Nela mengangguk kecil menanggapinya.

Mereka akhirnya berjalan kaki menuju supermarket. Bi Nela memang sudah terbiasa begitu. Sebab waktu yang ditempuh dengan berjalan kaki tidak terlalu lama, mungkin hanya sekitar 10 menit.

Setelah sampai, bi nela membeli beberapa bahan yang memang ingin dibeli olehnya tadi. Nadin juga sedikit menambahi barang belanjaan sesuai yang dia inginkan.

Akhirnya mereka kembali pulang setelah acara belanjanya selesai. Kembali berjalan kaki sama seperti ketika mereka berangkat tadi.

"Mommy ... Uin ingin endong "

"Uuuhh cantiknya Mommy capek ya ...."

Bi nela segera mengambil alih barang belanjaan yang dibawa oleh Nadin.

"Sini biar saya yang bawa Nyonya," pinta Bi Nela.

"Iya ... makasih Bi."

"Bi ... kenapa Bibi tidak ajak saja Felicia kemari, Zayn 'kan kemarin sudah bilang jika akan menanggung biaya kuliahnya, sayang sekali jika Felicia tidak melanjutkan pendidikan. Dia gadia yang cukup pintar."

"Terimakasih, Nyonya. Felicia memang anaknya begitu. Dia tidak ingin merepotkan orang lain. Kemarin, dia sudah bilang jika akan membuka toko kue saja. Saya tidak ingin memaksakan kehendak saya, Nyonya."

"Iya ... tapi saya masih belum merasa puas Bi, apalagi Feli mendapatkan nilai kelulusan yang cukup tinggi."

"Ya ... Bibi tidak bisa berbuat banyak, Nyonya. Dia memang keras kepala."

"Iya ... saya hanya menyayangkan keputusannya." Sesekali Nadin melemparkan senyuman ramah pada bi nela.

"Saya sungguh bingung dengan anak itu, Nyonya. Dia bahkan lebih memilih tinggal sendiri daripada tinggal bersama dengan bibinya. Dia memang anak yang tidak mau merepotkan orang lain Nyonya."

Nadin mengangguk.

"Mommy ... kita main ke sana sebental ya ...." Queen menunjuk sebuah taman yang ada di seberang jalan. Dengan tersenyum Nadin mengangguk setuju.

"Bibi, kita mampir ke sana sebentar ya."

"Iya, Nyonya."

Mereka menyebrang jalan raya. Setelah sampai di taman itu, queen dengan riangnya berlari kesana-kemari. Nadin dan bi nela melanjutkan obrolan yang tadi sempat mereka bahas. Karena saking seriusnya mereka berdua melupakan queen yang yang bermain sendiri.

"Iya, Bibi juga sebenarnya sudah memaksa dia agar ikut Bibi tinggal di sini setelah lulus sekolah, tetapi dia tidak mau Nyonya."

"Sayang sekal, Bi."

Mereka terdiam dan saling memikirkan sesuatu yang menggangu kenyamanan. Sesaat setelah saling merenung, tiba-tiba Bi nela teringat sesuatu dan segera mengedarkan pandangannya untuk mencari queen. wanita itu terbelalak melihat queen yang berlarian di pinggir jalan untuk mengejar kupu-kupu. Dengan segera bi nela bangkit dari duduknya kemudian berlari menghampiri queen yang akan berjalan ke tengah jalan.

"Bibi ... ada apa?" tanya Nadin dengan suara keras dan terkejut. Ia masih belum menyadari sesuatu pada putrinya.

"Astaga ... queennnnnn." Nadin terkejut melihat pemandangan yang ada di depan matanya, setelah menyadari keadaan.

Sebuah mobil berwarna hitam dengan kecepatan tinggi melintas. Bi nela segera berlari untuk menyelamatkan queen. Nadin yang juga ikut berlari di belakang bi nela sudah mengeluarkan tangisan dan juga kepanikan. Kejadian itu sangatlah cepat sehingga Nadin tidak bisa berbuat apapun.

Brrrraaaaaaakkkkkk..

" Tidaaaakkkkkkkk "

Tbc.

1
Srii ajaa
Gituu yaa meskipun barangnya butut tp kalau yg pakai cantik pasti bagus 🥲
Alriani Hespiapi
lanjut
Alriani Hespiapi
saya mampir thor
Rini Haryati
ceritanya bagus
seru
sukses
semangat
Fransiska Siba
sebenar nya malas lihat Feli di sini suka ngatur segala padahal dia yg salah
Fa Rel
nadin meninggal jg apa thor
Fa Rel
bkin rafa suka gadis lain biar nyesel si fely heran sok jual mahal sok cantik sok merasa miskin bgt
Fa Rel
feli goblok nya sebel q
Fa Rel
kasian bgt hmmm ibunya alva jahat
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
kira² felisia jodohnya rava apa alva ya...
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
moga g terjadi apa ²
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
pengen ketawa takut dosa
🤭🤭🤭
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
q ngintip belakang nya dulu thor🙈🙈🙈
winter
orang tua egois, padahal dulu orang tua Nadin legowo Nadin balik ma suami walau udah dikhianati, lha ini kok malah maksa
novi 99
kemana Jova...
ngilang aja
Ana
Yg ni pa gk lnjut lg thor
Yg Queenara q udh bc smpe abis berharap msh da lnjutan'a yah crita tentang anak2 nya Queen sm edgar hehee
Ana: Baik
Selalu menunggu karya " terbaru mu thor 🙏
total 2 replies
Rohmah Nurlitasari
thor jgn diambil dong queen nya..
jgn rusak kebahagian mrk...sudah cukup kesedihan ini.
Rohmah Nurlitasari
air mata ku tak berhenti thor😭😭😭😭😭
Rohmah Nurlitasari
😭😭😭😭😭
Rohmah Nurlitasari
tak terasa aku ikut menangis thor😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!