NovelToon NovelToon
TAKDIR 3 ( PENANTIAN )

TAKDIR 3 ( PENANTIAN )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:86.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ivan witami

Suatu kejadian yang tidak di inginkan membuat Ardan dan Laras bercerai. Namun, Perceraian dengan istri pertamanya tak lantas membuat Ardan memutuskan hubungan dengan mantan istrinya. Karena anak-anak mereka dari pasangan masing-masing rupanya menjalin kasih.

Saat istrinya meninggal Ardan berharap masih bisa kembali dengan Laras. Sebab diantara keduanya masih saling mencintai. Tetapi itu tidak mungkin terjadi, mengingat Laras masih bersuami.

disisa umur Ardan dan penantiannya mencari kebahagiaan, tak di sangka anak sahabatnya membuat warna dalam hidupnya. Perbedaan usia tidak menghalangi kisah cinta mereka.

Pada Akhirnya Cinta Ardan berlabuh pada sosok Neha Sharma Adam, anak sahabatnya.

Kisah pun beralih pada anak-anak mereka. Apakah kisah sang anak setragis kisah mereka yang berpisah karena sebuah kejadian yang tidak di inginkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 TERBAYANG

Dua manusia beda generasi tengah tidur berpelukan. Mereka juga tidak sadar sudah saling berpelukan. Rupanya Ardan menginap di apartemen Neha. Karena semalaman lampu di apartemennya tak kunjung menyala dan Ardan tertidur di sofa bersama Neha. 

Ardan membuka matanya dan merasakan kebas di lengan kirinya. Karena Neha tidur di lengannya. Ardan  melihat Neha yang masih tidur sambil memeluk dirinya.

“Neha! Neha bangun!”

“Hm…, jam berapa? Aku masih ngantuk!” lirihnya seraya mengeratkan pelukannya.

“Bangun! Sudah jam 5 pagi,” jawab Ardan dengan suara beratnya membuat Neha membulatkan matanya lalu melihat dada Ardan yang tepat di wajahnya.

“Hah…!” jerit Neha mendorong Ardan sampai terjatuh  dari sofa.

‘Brukk’

“Aduh..!”

“Om! Maaf.” Neha bangkit turun dari sofa mencoba membantu Ardan.

“Maaf om. Neha tidak sengaja. Neha reflek! Mana yang sakit Om!” tanya Neha memegang lengan Ardan.

''Tidak ada yang sakit!”

''Maaf Om! Neha bantu berdiri ya!" Neha mencoba  membantu Ardan berdiri. Namun saat sudah berdiri justru Neha kehilangan yang keseimbangan membuat keduanya terjatuh dengan posisi Neha di atas Ardan diiringi teriakan Neha.

''Aduh pinggangku'' pekik Ardan sambil memejamkan matanya begitu juga Neha. 

tak lama mereka sama sama membuka mata dan tatapan mereka saling bertemu, seketika Neha bangkit dan sedikit salah tingkah.

“Eum…! maaf Om.”

''Ya tidak apa-apa'' jawab Ardan menahan sakit pinggangnya dan  keduanya dan menjadi salah tingkah.

“Eum… Neha mau ke kamar!'' Neha  melangkah namun karena gugup membuat dirinya tidak  sengaja tersandung dan membuatnya hampir terjatuh beruntung Ardan sigap merengkuh nya.

“Hati-hati Neha!'' dan sekali lagi tatapan mereka  saling bertemu.

Cukup lama mereka saling memandang, jantung keduanya pun sudah tidak bisa lagi diajak kompromi. Deringan ponsel Ardan membuyarkan semuanya. Ardan melepaskan tangannya dari lengan Neha Kemudian mengambil ponselnya di atas meja.

“Arsy,” ucap Ardan saat melihat layar ponselnya. 

“Ya Sayang!” seru Ardan mengangkat sambungan ponselnya.

“Papa di mana?”

“Papa menginap di hotel, sebentar lagi Papa pulang!” balas Ardan yang tidak mungkin mengatakan jika menginap di apartemen Neha.

“Oh…! Ya sudah Pa, Papa hati-hati.” Ardan mematikan sambungan ponselnya lalu melihat Neha yang masih di depannya.

''Ya sudah. Om pulang. Arsy sudah  mencari Om,'' pamit Ardan yang juga sedikit gugup. Neha hanya mengangguk dan sekilas melihat wajah Ardan. 

“Sampai ketemu nanti di sekolah.” Ardan memasukkan ponselnya saku celananya lalu mengambil jasnya. Sebelum keluar Ardan menuju wastafel untuk mencuci wajahnya. 

''Hati-hati Om!'' ucap Neha saat Ardan membuka pintu. Ardan tersenyum lalu keluar dari apartemennya. 

Neha menutup pintunya dan bersandar di pintu, memegang dadanya yang masih berdegup tak menentu.

”Ya Tuhan! Kenapa dengan jantungku,” gumam Neha membayangkan Wajah Ardan yang masih awet muda dan masih terlihat tampan dibanding usianya. Neha bukan anak kecil lagi. Ia sudah 25 tahun. Cukup dewasa menilai laki-laki  matang seperti Ardan.

Ardan yang sudah sampai di rumahnya buru-buru mandi  membasahi seluruh tubuhnya dengan air.  Bayangan wajah Neha dan baju  tidur yang Neha kenakan membuat pikirannya kacau terlebih mengingat semalaman mereka tidur saling berpelukan.

Ardan pria dewasa dan matang dan masih mempunyai hasrat. Tidak heran saat berdekatan dengan Neha yang kini menjelma menjadi wanita dewasa hasratnya menjadi timbul. Mengingat saat Neha memeluknya dengan erat dan dadanya menempel di dadanya itu semakin membuat Ardan tidak tahan. 

”Astaga! Apa yang ada dalam pikiranmu Ardan! Dia anak sahabat mu sendiri,” batinnya merutuki dirinya sendiri di bawah shower yang masih mengalir.  Namun bayangan Neha tetap menari-nari di pelupuk matanya seakan bayangan Laras  perlahan sirna di dalam pikirannya dan teralihkan oleh Neha.

**

Kini Neha sedang berada di parkiran sekolah dan masih berada dalam mobil. Neha  juga melihat mobil Ardan dan itu membuatnya semakin gugup. Neha mencoba menguasai kegugupannya sebelum masuk ke dalam sekolah, entah gugup karena ingin interview atau gugup bertemu Ardan, entahlah.

''Ya Tuhan! Kenapa aku menjadi gugup seperti ini,” gumamnya seraya mengatur nafasnya.

''Neha! Dia itu om kamu! Sahabat Papa kamu, tidak lebih! Eng… Tapi kenapa aku semakin gugup! sial…!” gerutunya lagi seraya mengibas ngibaskan tangannya di wajahnya lalu menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya perlahan. Merasa gugupnya sedikit berkurang ia turun  dari mobil dan berkas untuk melamar menjadi guru di sekolah Ardan. 

Neha berjalan menuju ruangan Nadia dan tidak sengaja melihat Ardan sedang keluar dari ruangannya. Ardan berjalan sambil  sibuk dengan ponselnya sehingga tidak mengetahui Neha sedang memperhatikan dari kejauhan. 

“Jangan lihat kesini,” gumam Neha sambil berlari kecil menuju ruangan Nadia kemudian ia buru-buru mengetuk pintu ruangan Nadia. 

“Masuk!” seru Nadia.

“Neha?”

”Boleh saya masuk Tante!”

"Boleh!  Ayo masuk!” jawab Nadia lalu berdiri menyambut Neha  kemudian mereka duduk di sofa. 

“Apa kabar Neha?” tanya Nadia yang tidak mengetahui maksud kedatangan Neha.

“Baik Tante!”

“Kak! Neha sudah datang!” seru Ardan  tiba-tiba dan masih memainkan ponselnya dan tidak tahu jika Orang yang ia cari sudah duduk manis bersama Sang Kakak. 

''Sudah!” balas Nadia sedikit heran Kenapa tiba-tiba Ardan menanyakan Neha.

“Ouh! Om pikir kamu gak jadi datang?” ujar Ardan lalu duduk di sofa di seberang Neha. 

“kalian sudah janjian?” Ardan dan Neha tersenyum satu sama lain. 

''Begini kak. kelas TK kita membutuhkan guru.  Jadi aku menawarkan Neha untuk menjadi guru  TK  di sini, kebetulan Neha juga membutuhkan pekerjaan.'' jelas Ardan melihat Neha dan Nadia bergantian.

“Oh…! Begitu.”

“Iya Tante!” Neha tersenyum malu karena Ardan terus melihatnya. 

“Boleh! Memang kami sedang membutuhkan tenaga guru untuk kelas TK. Semoga kamu sabar menghadapi anak-anak kecil!” sambung Nadia. 

“Jadi Neha diterima Tante?”

“Iya!”

“Terima kasih Tante!” balas Neha bahagia akhirnya mendapatkan pekerjaan. 

“Mulai besok kamu sudah bisa mengajar!” ujar Nadia. 

“Oh ya! Untuk berkas-berkasnya, apa kamu sudah membawanya!”

“Oh iya Tante, tadi malam Om Ardan sudah memberitahu persyaratannya.” Neha memberikan map yang berisikan data pribadinya untuk persyaratan administrasi menjadi guru di sekolah. 

“Ok! Nanti saya periksa. Selamat bergabung di sekolah Mahendra!” Nadia menyalami Neha. 

“Terima kasih Tante! Kalau begitu Neha pamit!” 

Nadia tersenyum lalu Neha bangkit dari duduknya di ikuti Nadia dan Ardan. 

“Terima kasih Om! Om sudah memberi kesempatan Neha untuk menjadi pengajar di sini!” ucap Neha mengeluarkan tangan pada Ardan.

“Sama-Sama!" 

“Kalau begitu saya permisi!” 

“Mau Om antar sampai parkiran?” tanya Ardan tanpa sadar dan masih menjabat tangan Neha sedangkan Nadia menggelengkan kepalanya ingin sekali menepuk  wajah adiknya dengan map yang ia pegang.

“Tidak Om! Terima kasih!  Neha masih hafal jalan koridor sekolah sampai parkiran.” Neha melepaskan jabatan tangannya dan tersenyum malu karena Ardan begitu intens melihatnya. 

''Ah.. ! Iya…,hati-hati'' jawab Ardan lalu  Neha melangkah keluar ruangan Nadia. 

‘Plakkkk’ Nadia menepuk wajah adiknya dengan map. 

“Aduh..! Sakit kak!” cicitnya. 

“Sejak kapan mata duda Kamu itu genit?” selidik Nadia.

“Apa sih kak! Gak bisa lihat adiknya senang!” 

''Oh…!  Jadi kamu suka sama Neha?” goda Nadia melihat Wajah Ardan yang begitu bahagia melihat Neha. 

“Gak!"

''Jangan bohong!”

''Kalaupun iya! Kenapa? Kita berdua sama sama sendiri tidak terikat hubungan dengan siapapun, sah-sah saja. Neha juga batal menikah sama kekasihnya,” jawab enteng Ardan.

“Jadi kamu ngambil kesempatan?”

“Anggap saja begitu. Tua-tua begini adiknya masih bisa dapatin daun muda!” seloroh Ardan membuat Nadia jengah.

“Sudah tua makin jadi!” ujar Nadia kesal lalu meninggalkan Ardan begitu saja sedangkan Ardan hanya tertawa kecil mengingat Neha. 

1
Farhah Ali basebe
ceritanya seru Thor cuma karena penisirin baca selanjutnya jadi gak sempat KOMEN 🤭🤭, SEMANGATTTTT OTHOR CERITANYA SELALU KERENNNNNN
yantigothil
karena kangen, akhirnya mampir lagi di mari, cerita bagus ga berbelit², semangat kak
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: hallo kk apa kabar. mampir cerita baru ya kk. DERITA ISTRI KETIGA
total 1 replies
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Kayak nya Amara suka sama Pak Johan
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
apakah kisahnya Laras dan Adrean akan terulang lagi dengan Amara dan pak Johan ya
axelle
aku suka
⏤͟͟͞R◇Adist
hadewww beneran tamat nih???yakinnnn??????
ko g rela yakkk🥺🥺🥺🥺🥺🥺
udah bhagian semua yakk hadeewww ya udh lah manut otore ae🤣🤣..
sukses sellu buat karya2 nyaaa ...ditunggu ya next nopelnya🥰🥰🥰🥰🥰🥰
⏤͟͟͞R◇Adist: kirian SMA😅😅....udh fav
total 8 replies
⚞ል☈⚟ MymooN
bikin novel daren sm arsy donks
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: İnşallah y kk
total 1 replies
⚞ል☈⚟ MymooN
daren mksdnya
yuni kazandozi
waaaiiiit endingnya lsg hamil n sudah mau 7bulanan az nih,,kan baru ngidam ka,semoga ka othor n calon dedek bayi nya sehat selalu ya
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: Aamiin....makasih mbak Yuni
total 1 replies
Ara
loh loh koq tamat aja 😃
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: yuk kk mampir Judul baru Menjadi Istri Ketiga ceo
total 1 replies
Ithonk Imoetz
Extra part ya kaka thor ...😍😍
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: tunggu judul baru ya. NNT mau bikin cerita anak Abi si Tasya.
total 1 replies
N I A 🌺🌻🌹
wah tami lama ga absen sekalinya nongol langsung ending😂😂😂
tapi suka sama happy ending nya
penantian johan berbuah manis dan perjuangan amara juga berakhir bahagia, kalo daren arsy jng di tanya udah mati pajak dr kecil saling bucin😂😂😂😂😂
tq tami sukses selalu buat karya2 nya🙏🙏🙏
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: Tunggu cerita lainnya ya mbak. aku mau bikin cerita Tasya anak Abi. oh iya jgan lupa baca juga MENJADI ISTRI KETIGA CEO 😊
total 1 replies
⏤͟͟͞R◇Adist
kirian Arsy diculik ..ternyata wjwjkw
blendos
hadeeew Janjian lupa terus semis prang diajak panik, dasar daren
⚞ል☈⚟ MymooN
kk ketiknya jgn buru2 jd ada typo
delida
lanjuuuutttttt
N I A 🌺🌻🌹
yg satu somplak turunan bapak nya
yg satunya bucin maximal
btw daren kan ponakan tasya kok manggil kakak tami harusnya tante kan🤔🤔🤔 ato aku yg lupa ama silsilah klrg bueesarrr nya abi dan laras😂😂😂😂😂
⏤͟͟͞R◇Adist
si tasya paokkk ampun dahhh kombinasi antar utari dan abi jadinya geresk maksimal😀😂😂😂😂😂😂
N I A 🌺🌻🌹
si tasya beneran terbukti anak nya si abi😂😂😂😂
delida
lanjuuuuuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!