NovelToon NovelToon
TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:488k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tina rifky

WARNING!!!
TOLONG JANGANi BOOM LIKE XXXX PLEAS

Area 21 +
Harap bijak dalam membaca

Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang berusia 22 tahun. Dia adalah anak tunggal, dari keluarga yang cukup berada. Namanya Asyafa Dorman, anak dari seorang Pengusaha yang bergerak dibidang Elektronik yang bernama Bernard Dorman, dan istrinya yang bernama Nurlaila.

Orang Tua Asyafa Dorman sudah menjodohkan dirinya sedari kecil, dengan anak dari teman kedua orang tuanya yang bernama Rayhan Darma. Namun Asyafa Dorman tidak tahu menahu soal perjodohannya saat itu. Hingga saat Dewasa dia baru tahu bahwa dirinya sudah dijodohkan, dan dia menolak untuk dijodohkan karena alasan ingin melanjutkan sekolah S2nya.

Banyak para pemuda yang menyukai gadis itu bahkan rela untuk menunggunya hingga kuliah S2nya. Ada juga cinta seorang pria yang selalu memghalalkan segala cara untuk mendapatkan cintanya.

Ayo saksikan kisah seru mereka disini.. selamat membaca jangan lupa bahagia selalu. Tina Rifky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rayhan Darma

Perlahan, Asyafa membuka matanya.

"Aku ingin mencoba mengenal Pria itu dulu, apakah boleh Ibu dan Ayah?" Tanya Asyafa, seraya menyatukan kedua tangannya.

"Aku mohon." Ucapnya dengan memasang muka memelas.

Ayah Bernad melirik kearah istrinya, dengan memberi anggukan kepala secara bersamaan.

"Oooh.. Ayah dan Ibu, aku sayang kalian." Cup... cup.. cup ... seraya mengecup pipi Ayah dan Ibunya bergantian. Dengan tersenyum lebar, melingkar dibibir Asyafa.

Ayah dan Ibu, akhirnya merasa sedikit lega. Setidaknya masih ada harapan, agar anaknya mau menerima perjodohan ini.

"Kalau boleh tahu, siapa Pria itu Ayah? Apa aku mengenalnya? Apa aku pernah bertemu dengannya? Atau... ! Kata-kata Asyafa terpotong oleh Ibunya.

"Aiish.. kamu ini kebiasaan sekali, Nak. Kalau bertanya itu satu-satu dulu, biar Ayahmu bisa menjawabnya." Omel Ibu kepada anaknya itu.

"Ha... ha... ha... !" Asyafa dan Ayah tertawa bersamaan.

"Ibu seperti baru kenal aku saja. Aiish... aku memang seperti ini bukan dari dulu!" Jelas Asyafa.

"Iya sudah, coba jelaskan Ayah sekarang, kepada anakmu yang cantik ini siapa calon suaminya itu." Sela Ibu, yang merasa kesal ditertawakan oleh suami dan anaknya itu.

Akhirnya, Ayahnya menjelaskan kalau Pria itu anak dari sahabat Ayah, sewaktu Ayah masih tinggal di Belanda. Tempat Ayah Bernad dilahirkan dan dibesarkan, juga tempat kelahiran anaknya Asyafa.

"Tetapi Ayah, kenapa Ayah sekarang tinggal di Indonesia? Kenapa tidak di Belanda?" Tanya Asyafa penasaran.

"Karena Ayah mencintai Ibumu, Nak." Ucapnya, seraya mengecup tangan istrinya yang telah Ayah Bernad genggam sedari tadi.

"Apa hubungannya? Ayah yang mencintai Ibu, dengan tinggal di Belanda?" Tanya Asyafa, seraya memiringkan kepalanya dan melirik kearah Ibu dan Ayahnya bergantian.

"Ceritanya panjang, Nak!" Suatu hari Ayah dan Ibu akan bercerita, tapi tidak untuk sekarang ini nak." Janjinya Ayah.

"Baiklah... ! Kalau begitu Ayah dan Ibu." Ucapnya pasrah, seraya menghela napas kecewa dari raut muka Asyafa terlihat jelas.

"Teruskan Ayah ceritanya." Ucap Asyafa mengingatkan.

"Seminggu yang lalu, mereka menghubungi Ayah, menayakan perihal perjodohan antara kamu dan anak nya." Jelas Ayahnya.

"Dan akhirnya, Ayah melanjutkan! Karena itu sudah direncanakan sedari kamu kecil, Nak! Sewaktu kita masih tinggal di Belanda, bahkan selama ini Ayah lihat, kamu tidak pernah mempunyai kekasih bukan?" Jelas Ayahnya.

Asyafa bergeming, sambil menarik napas dalam-dalam.

"Bukan seperti itu Ayah, bukannya aku tidak mau memiliki kekasih, tapi aku hanya ingin fokus belajar sampai aku lulus S2. Setelah itu, baru aku memikirkan kekasih. Lagian umurku masih muda." Ucap Asyafa menjelaskan.

"Iya.. Ayah tahu, anak Ayah sangat cantik, pintar, mandiri, tidak manja, dan... !" Ucapnya menggantung.

"Dan... Apa Ayah?" Tanya Asyafa.

"Dan sedikit egois juga garang! Ha... ha... ha.." Gelak tawa Ayah dan Ibu bersamaan.

"Aiish... Ayah dan Ibu menyebalkan!" Ucapnya sebal, seraya mengerucutkan bibirnya.

"Lantas, sekarang sahabat Ayah berada dimana? Di Belanda atau di Indonesia?" Tanya Asyafa.

"Sahabat Ayah itu sekarang ada di Indonesia, karena seminggu sebelum dia menghubungi Ayah, dia baru tiba di Indonesia, Nak'." Ucap Ayahnya.

"Jadi mereka ada di Indonesia Ayah?" Tanya Asyafa.

"Iya.. Nak! Dan minggu depan, mereka akan berkunjung kesini untuk bertemu dengan kamu. Apakah kamu mau menemuinya, Nak?" Ayah bertanya untuk kedua kalinya.

"Aku akan menemuinya, tapi bukan berarti langsung menikah?" Tanya Asyafa, seraya menyipitkan matanya kearah Ayah Bernad.

"Lebih baik sih langsung menikah, Nak!" Usul Ayah.

"Apaan sih Ayah... ! Jangan seperti itu. Aku tidak mau langsung menikah, kalau belum mengenalnya terlebih dahulu." Protes Asyafa, seraya mengerucutkan bibirnya.

"Kalau boleh tahu, siapa nama Pria itu Ayah? Yang mau dijodohkan dengan aku!" Tanya Asyafa.

"Ha... ha... ha..." Ayahnya tertawa, dan Ibu hanya tersenyum tipis.

"Bertemu saja belum, sudah menanyakan nama Pria itu! Kamu itu lucu, Nak." Ledek Ayahnya.

"Aiish... Ayah, cepat katakan! Jangan mengolok-olok aku Ayah." Ucap Asyafa sebal.

"Sebesar apa keingintahuan anak Ayah, kamu penasaran? Ingin tahu nama Pria yang mau dijodohkan denganmu itu?" Tanya Ayahnya.

"Biasa saja." Ucap Asyafa, terlihat pipi Asyafa merona kemerah-merahan yang tidak bisa menutupi keingintahuannya.

"Dia.. itu bernama Rayhan Darma, anak teman Ayah yang bernama Beni Darma. Teman Ayah itu, menikah dengan gadis Belanda yang bernama Jovanka, sahabat Ayah juga sewaktu kuliah dulu. Anak itu baru lulus sarjanah di University Of Amsterdam, dan meneruskan S2 di Indonesia. Dia mengambil jurusan hukum." Jelasnya Ayah panjang lebar.

"Ooh.. begitu!." Ucap Asyafa, seraya mengangguk lalu menyebut-nyebut namanya Rayhan Darma.

Seketika Ayah dan Ibu hanya tersenyum tipis.

Flash back off

"Rayhan Darma. Ooh.. iya, aku ingat. Baru semalam aku mendengar nama itu, pria yang dijodohkan dengan aku." Bathin Asyafa.

"Apa mungkin pria itu? " Sambil berpikir keras, Asyafa sampai melamun. Dan akhirnya dia tersadar, setelah sahabatnya Alya melambai-lambaikan tangannya didepan wajah nya.

Happy Reading

--BERSAMBUNG--

1
Meiriyana
Luar biasa
Kenzi Kenzi
cinta masa kecil rayhan di londo,neng oh eneng
MFay
calon mantu idaman itu neng, makanya si camer lngsng akrab 😁
MFay
wajar pak dos, dari mata turun kehati atau dari hati naik kemata tu jadi baper deh pk dosen 😁🤣
MFay
kejar terus pak dosen, sampai halal pokoknya
MFay
Ciee... yang sabar ya pak dosen justru yg macam asyafa ni yg bikin penasaran 😁
Nirma Irma
lumayan bagus ceritax
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di sini 🙏
deleted
hai kak.. aq mampir nih.. karya nya bagus bgt ..
mampir juga ya di cerita GELOMBANG SEGITIGA
menceritakan sebuah perjodohan yang tidak sesuai dengan harapan..
terimakasih
Ra Minat
nga lanjut.terpaksa menikah
Naylatul Maufiroh
seru
Echa Alfahrezy
MP Asyafa-Reyhan😍
Tn Satria
mantap
Tn Satria
kk cantik
Tutik Julianti
happy ending...akhir yg sangat bahagia...
Tutik Julianti
aduh damar amnesia...kasian Alya😔😔
Tutik Julianti
jujur saja Alya... kalau kau jg sudah mulai suka sama damar🤭🤭
Tutik Julianti
Alya udah mulai ada rasa sama damar kayaknya 🤭
Tutik Julianti
kayaknya damar dah mulai suka sama Alya
Tutik Julianti
sembuh...biar bisa insyaf...si Charles nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!