NovelToon NovelToon
Di Ujung Peluru 2 & 3 (Hati Sang Prajurit)

Di Ujung Peluru 2 & 3 (Hati Sang Prajurit)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Kala cinta tak dapat memilih kepada siapa akan berlabuh. Namun takdir Tuhan memilihkanmu menjadi pujaan hatiku.

Aku tak bisa berkata-kata.. Tapi aku yakin kamu yang terbaik.

Pendamping seorang prajurit.. bukan hal mudah.
...
"Siapa yang akan melirik gadis ingusan macam kamu" kataku dengan gengsi

"Jangan kegeeran ya om. Seleraku juga bukan om yang umurnya sudah melebihi Abangku" kata perempuan itu.

"Haahh.. itu namanya pria matang. Kamu pasti bucin kalau jatuh cinta sama saya" ledek Lettu Rinto.

"Matang di pohon.." ledek Anyelir..

"Jangan macam-macam sama om-om kalau nggak mau celaka" ancam Rinto.

Seketika itu juga Anyelir terdiam. Tak berani menjawab ucapan pria di hadapannya.
#
Banyak rintangan menghadang. Apa yang akan terjadi dengan mereka???

DUP 3

Aku Erzaldi Gharial Alba tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun di dunia ini kecuali ibu. Ayahku sudah tidak ada saat aku masih berusia tiga tahun.

Hingga aku dewasa, duniaku hanya dunia laki-laki saja. Kaku, dingin dan penuh kekerasan. Aku setia kawan.. hanya saja aku tidak tau bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Sampai suatu ketika aku bertemu takdir dariNya.

Aku tidak ingin mengenal wanita. Wanita hanya bisa membuat diriku hancur. Sahabatku.. semua merasakan sakitnya perlakuan dan sikap wanita tapi ternyata tidak dengan dia. Dia.. mengajarkanku bersikap lembut dan penyayang dan pada akhirnya.. kujatuh cinta padanya.. Diajeng Arnesia Ken Kaniraras yang baru ku tau dia.. putri Komandanku yang terkenal begitu sulit di taklukan.

Happy reading 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Ini Om Rinto mu.

WARNING...!!!!!!!

🌹🌹🌹

"Setelah ini..semua bisa mandi di sungai. Yang merasa wanita bisa mengambil tempat terpisah" Kata Brian memberi himbauan.

Sebagian besar pria disana sudah masuk ke dalam aliran sumber air panas. Ivana memilih pergi mencari sumber air yang jauh dari lokasi mereka. Bintang sedang berbincang dengan salah satu mahasiswa disana.

"Hei.. Anye.. mau mandi di sungai nggak?" Fury tiba-tiba muncul dan mengajak Anye.

"Terima kasih, nanti saja Anye mandi sama Bintang" tolak Anyelir.

"Ayolah, sama aku.. Nggak ada orang lain lagi, lagipula Bintang masih sibuk"

"Terima kasih" Anye berpindah duduk lumayan jauh dari Fury.

"Gimana? Berhasil nggak?" tanya rekan Fury.

"Anye masih jual mahal. Lihat saja.. kalau dia sudah kudapatkan, pasti Anye akan bertekuk lutut dan tidak akan menolakku lagi" ucap Fury dengan sombong.

Rinto menguping di balik pepohonan. Mendengar ada yang mau mengajak Anye dengan niat buruk. Emosinya langsung meluap begitu saja.

"Saya minta mulai hari ini juga, kalian tidak menggangu Anye lagi..!!" pinta Rinto dengan tegas.

"Nggak pelatih.. saya hanya main-main saja" jawab Fury dengan ketakutan melihat wajah Rinto nampak tidak sangat serius.

"Apalagi untuk main-main, sekali lagi kamu dekati dia. Saya patahkan tulang ekormu...!!!!" ancam Rinto sungguh-sungguh.

...

Melihat istrinya duduk sendiri, Bang Rinto menghampiri Anyelir.

"Kamu nggak mandi?"

"Anye pengen mandi. Tapi disini terlalu terbuka. Anye nggak nyaman" jawab Anye memang terlihat kurang nyaman.

"Hmm... ini acara bebas. Kamu mau Abang antar mandi ke sumber air di bawah sana?? Disana ada ruang pribadi" kata Bang Rinto.

"Ayo Bang, badan Anye sudah lengket" Anye menyetujui tawaran Rinto.

Anyelir dan Bang Rinto mengambil perlengkapan mereka kemudian segera menuju tempat mandi.

***

"Benar ini tempatnya Bang?? Bagus sekali"

Pikiran Rinto masih melayang memikirkan kejadian semalam, juga ucapan Fury. Tak terukur lagi bagaimana beratnya ia menahan segala beban batinnya. Cemburu, tapi tak bisa mengungkapkan. Rindu, tapi tak bisa menguraikan. Ia meneguk minuman kalengnya. Udara disana begitu dingin meskipun matahari masih tinggi. Sebelum menyewa kamar. Rinto sengaja membeli minuman yang mengandung sedikit alkohol.

"Kamu suka??" tanya Bang Rinto.

"Suka sekali" jawab Anye sambil tersenyum manis. Senyuman itu semakin menyiksa batin.

"Kalau mau mau mandi.. cepatlah mandi. Abang mau berenang" ucapnya tidak bersemangat. Isi kepalanya sudah terlalu kusut memikirkan Anye saja. Ia segera menghabiskan minuman nya lalu segera melepas pakaiannya dan meluncur masuk ke dalam kolam.

"Sepertinya segar Bang?" tanya Anye saat Bang Rinto menepi ke pinggir kolam. Tangan Anye menyentuh sisi lengan Bang Rinto.

"Kena air ya segar. Airnya juga hangat nih" jawab Bang Rinto.

"Masuk sini..!! Bisa berenang nggak??"

"Bisa lah..!!" Anye langsung melepas jaketnya meninggalkan dress tipis tepat di depan mata Rinto. Pria itu kelabakan harus memalingkan wajahnya tak tentu arah.

Rinto gugup tak beraturan saat Anye mulai menginjakan kaki menuruni anak tangga menuju ke arahnya. Saat air sudah setinggi lututnya, Anye mulai agak takut. Rinto pun membantunya.

"Katanya bisa renang??"

"Anye bohong" jawabnya tersenyum kecil.

Rinto berhadapan dengan Anye hingga dadanya tepat di hadapannya. Ujian teramat sangat berat untuk seorang pria beristri. Rinto menurunkan tubuh Anye perlahan. Begitu dress yang berwarna putih itu menyentuh air, nampaklah dengan jelas keindahan tubuh istri tercinta nya. Rinto kelabakan sampai pegangannya pada Anye terlepas.

"Abaaaanngg.." Anye tercebur masuk ke dalam air. Rinto pun segera menyusul Anye masuk ke dalam air lalu menariknya hingga ke tepi.

"Kamu beneran nggak bisa renang??" Rinto menanyai Anye yang masih terbatuk mengatur nafasnya.

"Anye sudah bilang nggak bisa. Kenapa Abang lepas??" jawab Anye.

"Makanya kalau mau bohong lihat situasi" nada Rinto gak kalah kesal.

"Aahh... naik ke atas jadi dingin" rengek Anye begitu menggelitik telinga Rinto. Posisi saat itu, tangan Bang Rinto masih setengah memeluk Anye. Kini mata Rinto melihat dengan sangat jelas lekuk tubuh istrinya, nalurinya kembali berlari ke puncak.

"Abang juga kedinginan" perlahan tapi pasti, Rinto mengulang segala yang ia rasakan semalam. Kali ini batinnya dua kali lebih tersiksa.

Kecupan yang dalam kembali membuat Rinto terhanyut. Suara lenguhan kecil terdengar dari bibir Anye, tapi jari lentiknya menepis tangan Rinto yang m*****s dadanya. Rinto tetap memaksanya, akal pikirannya seolah kalah dengan perasaannya.

"Apa niatmu memakai pakaian setipis ini di depan Abang?"

"Bukannya Anye nggak ada menariknya untuk Abang" tanya Anye dengan wajah tanpa dosanya.

Senjata makan tuan. Nafsu Rinto langsung naik ke ubun-ubun membuatnya ingin mati saja melihat penampakan Anyelir yang membangkitkan kejantanan nya. Rinto langsung membawa Anye ke dalam kamar dari penginapan yang ia sewa itu.

...

"Jangan Bang" ucap Anye mulai menangis saat Rinto menguncinya dengan satu tangan. Tangan satu lagi sudah menyidak lokasi. Mereka berdua sudah berada di bawah selimut.

"Kenapa?? Abang kurang sabar apa dek?" Rinto pun mulai frustasi dengan keadaannya. Ia sangat membutuhkan Anye saat ini.

"Anye nggak siap"

"Kamu istri Abang, siap tidak siap.. kamu harus melakukan nya"

"Nggak mau..!!!" Anye menutup kakinya rapat.

"Lebih baik kamu bunuh Abang aja. Pakai pakaian seperti ini..sama aja kamu nantang namanya..!! Om Rinto mu ini nggak kuat kalau kamu seperti ini" ucap Rinto dengan jujur.

"Abang janji sama Anye.........."

"Kamu rasakan dulu jadi istri Bang Rinto..!!!!!!" bentakan Rinto begitu kuat.

Anye sangat takut sampai Rinto harus mengecup bibir Anye sekilas dan melonggarkan seluruh sendi Anye.

Rinto mengarahkan dirinya meskipun sedikit memaksa. Anye berontak tidak karuan tapi tenaganya tidak akan sanggup melawan suaminya. Rinto menggenggam tangan Anye. Imannya sudah kuat, pertahanannya runtuh. Dengan sekali hentakan kuat.. membuat Anye menjerit dalam tangisnya.

...

#

...

Rinto ambruk di atas tubuh Anye saat tak sanggup lagi merasakan lelahnya tubuhnya sesaat setelah menitipkan benih cintanya pada Anye. Sampai lutut dan pahanya terasa kram. Rinto sangat kalap sampai sempat melupakan kalau ini pertama kalinya untuk Anye. Hatinya merasa sangat bersalah tak karuan.

"Sakit sekali Bang" ucap Anye sesenggukan tapi terdengar manja di telinga Rinto.

Rinto terharu saat berhasil membuka 'pintu' Anye. Istrinya ini begitu sulit ia taklukan. Rinto sedikit bergeser dari tubuh Anye.

"Maafin Abang ya dek.. Jujur Abang nggak kuat lagi, sedangkan Abang sudah punya istri, dan tingkahmu terus menggoda Abang"

"Sekarang Abang sudah puas??" tanya Anye dengan suara serak.

Rinto tersenyum sekilas lalu mengecup kening Anye.

"Terima kasih banyak kamu bersedia melayani suamimu dengan baik" Rinto membujuk Anye karena istrinya masih memercing menahan rasa sakit.

"Sini Abang lihat..!!"

"Jangan.. Malu" tolak Anye menarik selimutnya lebih tinggi.

"Apa yang ditutupi? Abang sudah lihat semua"

Anye pun pasrah saat Rinto membukanya. Bercak noda menghiasi sprei. Senyum kaku Rinto berubah menjadi senyum bangga dan tentu saja senyum bahagia. Ia mengusap kening Anye.

"Anye mau ke kamar mandi dulu" ucapnya karena menahan malu.

Saat menurunkan kakinya, Anye merasakan sakit sekali pada bagian tubuhnya. Hingga ia kembali duduk lagi.

"Abang khan sudah bilang, biar Abang lihat dulu"

...

"Maaf Abang kasar" sesal Rinto setelah membantu Anye.

"Abang nggak mau berhenti" Sampai saat ini Anye belum berhenti menangis.

"Maaf..!!"

"Kok Abang bilang maaf terus sih???????" Anye mulai kesal pada Rinto.

"Terus Abang harus gimana?? Memang semua karena Abang"

ddrrrtttt.. ddrrttt....

Panggilan telepon dari Brian.

"Dimana??"

"Di hotel bawah bendungan rawa sama Anye" jawab Rinto.

"Kapan naik??" tanya Brian.

"Nggak bisa... Gue habis perang tambur. Anye nggak enak badan" bisik Rinto.

"Aahh.. ada aja. Lagi tugas malah kabur nyicil. Ya sudah lanjut..!!" ucap Brian mematikan panggilan teleponnya.

...

"Maafin Abang.. kamu bukan yang pertama untuk Abang, tapi kamu pasti menjadi satu-satunya wanita di hati Abang" Rinto menghapus air mata Anye.

"Benar Bang??" tanya Anye belum yakin.

"Demi Allah dek"

"Hmm..dek..!! Lain kali jangan tanya 'sudah puas'. Nggak baik dek. Rumah tangga itu untuk kedua belah pihak. Suami dan istri... bukan hanya Abang saja atau kamu saja yang nyaman. Tapi kita berdua. paham??"

Anye mengangguk menurut.

Rinto melirik heran pada Anye yang kini berada dalam pelukannya. Tidak biasanya Anye sepatuh ini padanya.

.

.

.

1
Rusma Yulida
bang ezzar mana thorrrr
NaraY_Kamanatha: Bang Ezzarnya belum nampak kak. 🤭
total 1 replies
EembuL
seharusx nyawa di bayar nyawa. tapi apalah daya thoor yg berkuasa.. tpi syukur Alhamdulillah lah anakx seruni tdk sempurna. 😊😁😁
EembuL
😃😃😃😃😂😂😂😂😂 sungguh gk kuat baca ceritax
Atip Suryana
ahhhhhh gokilll dasar prajurit kamprett semua niii😂😂😂😂
Atip Suryana
om rintooooo gemes aku pingin meluk juga pingin nabokk 🤣🤣🤣
Atip Suryana
ampunnn dah dua kali melamar anyelir selalu saja cincinnya ketinggalan 😂😂😂😂🙈
Atip Suryana
🤣🤣🤣🤣 ampun dah ni novel komplit banget ya ada sedih gembira kocak nya jugaaa
Atip Suryana
😭😭😭😭😭😭😭 sedihh banget yaaa
Atip Suryana
🤣🤣🤣🤣🙈🙈
Atip Suryana
🤣🤣🤣🤣🤣🙈
Tutik Rahmawati
lanjut mbk aku suka dengan karya2mu
Si Memeh
luar biasa thor 👍👍👍
Akun SG2
Luar biasa
Nina Maryanie
lah papa Rama mencak2 rupanya punya ma Dinda..ayo Lo pa
Rusma Yulida
kangen sama author 🥰🥰🥰
Nina Maryanie
perepisode gakak Mulu aku
Nina Maryanie
apa ada yang pecah
Rahma Lia
Luar biasa
Lala Kusumah
😭😭😭😭😭
Lala Kusumah
🤣🤣🤣🤣🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!