NovelToon NovelToon
ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:254k
Nilai: 5
Nama Author: Aleena Marsainta Sunting

Folow my IG : aleena.marsainta_sunting

Yuki, gadis yang dibesarkan di panti asuhan suatu hari kedatangan seseorang di pantinya. Membuatnya terpilih menjadi pelayan rumah. Mau tak mau dia meninggalkan panti asuhan yang sangat dicintainya.

Bertemu dengan Tuan Besar Haga yang dingin dan ketus. lalu Tuan Muda Cakra yang begitu menyebalkan, membuat mereka sering bertengkar.

Haga yang diam-diam memendam perasaan terhadap Yuki. Yuki yang tak mengira dan dia dijodohkan dengan salah satu anggota keluarga, sedangkan hatinya sudah terpaut pada cinta pertama yang selalu dicarinya.

Cinta segitiga tercipta, siapa yang akhirnya dipilih oleh Yuki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aleena Marsainta Sunting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandaran Hati

Haga hanya menatap mataku ketika mendengar ucapan tadi.

Tidak ada senyum.

Tidak bilang boleh apa tidak. Namun dari sorot matanya dia tidak keberatan dengan panggilan ku.

Malam ini aku menikmati semua permainan.

Aku terus tersenyum bahagia. Haga menolak ketika kuajak bermain, cukup dengan melihat senyumku sudah membuat hatinya tenang.

Tuhan, terimakasih karena engkau telah memberikanku seseorang yang dapat kujadikan sebagai sandaran dikala aku bersedih, dia ada disampingku juga menopangku. Walaupun aku mendapatkan semua itu disaatku sedang menangis. Aku tidak perduli. Asalkan aku dapat merasakan sesaat saja. Seperti terselimuti awan yang berwarna biru muda, berayun-ayun, berkilauan, seperti melihat pemandangan dalam air, walau hanya sesaat aku tetap bahagia

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Aku meminta Haga jangan pulang dulu.

Masih ingin menikmati suasana malam, lagian kesempatan langka begini nggak mungkin kulewatkan.

Mobil kami berhenti di sebuah jalan yang sepi, hampir sudah tidak ada kendaraan yang lewat.

Hanya diterangi lampu jalanan,

aku hirup dalam-dalam udara dingin tersebut.

Yaa.. walaupun kesejukannya sangat berbeda dengan diperkebunan yang masih sangat asri.

Aku keluar dari mobil, duduk di trotoar.

Tanganku merogoh celana, kukeluarkan benda yang selalu kubawa,

ya.. harmonikaku.

Kutatap harmonika tadi, Sekilas muncul sosok bayangan yang selalu kerinduankan.

Wajahku berubah muram.

Haga melihat gelagatku yang sedari tadi tidak turun dari mobil.

Dia hanya mengamatiku diam-diam dari dalam mobil.

Haga keluar dari mobilnya,

duduk disebelahku.

Masih melihatku menatap harmonika tadi.

Tangannya langsung merebut harmonika tadi, berdiri, berjalan kearah tembok tangannya seakan mau melempar harmonika tadi.

"Jangan di buang kak, itu milik seseorang, suatu hari nanti aku pasti mengembalikannya"

pekik ku panik.

Mencegah Haga membuang harmonikaku.

Ia menatapku yang hampir menangis, lalu memasukkan harmonikaku ke dalam saku celananya.

"Ah, jangan disimpan sama kaka dong, sini, kembalikan"

renggekku.

Sepertinya Haga sengaja tidak memperdulikan ku, sekuat tenaga aku berusaha merebutnya tetap nggak bisa.

Wajahku sudah ditekuk, merenggut, manyun menundukkan kepala, karena nggak berhasil merebutnya.

Haga menghampiri dan berdiri dihadapanku.

Tiba-tiba tangan Haga menyentuh pipi-ku, dengan tangannya ia mengangkat wajah cemberutku.

Menatapku tanpa ekspresi.

Tetap dingin.

Tapi tatapan sorot matanya terlihat berbeda. Membelai pipiku, nengusap rambutku lalu merengkuhku kedalam pelukannya.

What, apa ini, kenapa tatapan kakak aneh ya.

tapi otakku berfikir ke arah lain, saat tanganku berada dibelakangnya punggungnya akibat pelukannya, tanganku perlahan memasuki kantong celananya.

Dan bertapa terkejutnya saat tanganku ditahan olehnya.

Aih, ketahuan. Malu, aku tiba-tiba membenamkan wajahku ke dadanya.

Sekilas sebelum membenamkan wajahku kedadanya, ia tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Haga menarik tanganku keluar dari sakunya.

Menarik tanganku masuk ke mobil.

Waktu Cinderella kami sampai di parkiran halaman rumah. Pintu tampak terbuka ketika tau yang datang si empunya rumah.

Sedangkan aku seperti biasa sudah terlelap tidur di mobil.

Tak berapa lama, pintu gerbang terbuka kembali.

Cakra pulang.

Hari ini pun masih dalam keadaan mabuk. Dan dua pengawal selalu sigap membawanya.

Haga yang sudah memapahku, hanya mengedarkan pandangannya sesaat, lalu fokus lagi membawaku masuk.

Suara gaduh, jadi ciri khas Cakra ketika mabukk. Masih teriak-teriak nggak jelas. Aku yang terbangun.

"Kak, ada apa? Kok berisik banget"

Haga nggak menjawabnya, terus membawaku masuk ke kamar.

Meletakkan tubuhku perlahan, membukakan sepatuku, lalu menarik selimut tidurku.

Lalu ia keluar kamarku.

Aku yang sudah kebangun, mana bisa tidur tenang, walaupun kasurnya nyaman dan empuk.

Aku bolak-balik, gulang-guling sendiri dibalik selimut. Nggak tenang.

Akhirnya aku putuskan keluar kamar. Turun perlahan mengambil Perlengkapan kompres.

Aku masih ingat kalau pagi ini Cakra masih demam.

Aku masuk ke kamar Cakra pelan-pelan, takut Haga tiba-tiba nonggol, dia kan kek siluman, tau-tau nonggol dibelakangku.

Tepat seperti dugaanku, saat kusentuh keningnya, Cakra memang masih demam.

Apa sih yang dipikirin kepala udang ini, udah tau sakit, malah mabuk, kenapa nggak kedokter atau dia panggil dokter keluarga. Orang kaya memang aneh.

Sepanjang malam aku menjaga Cakra, menggantikan kompresnya. Sampai aku ketiduran di dekat ranjangnya.

Pagi itu Cakra terbangun, tangannya terasa berat. Diliriknya ternyata Aku masih tertidur sambil memegangi tangannya.

Hati Cakra seakan membuncah keluar, ada perasaan senang, senyum tipis penuh arti terpancar diwajahnya.

Saat tangan satunya mau menyentuh rambutku, dia sadar aku akan bangun lalu pura-pura memejamkan matanya lagi.

Aku terbangun, kaget, buru-buru kabur dari ruangan, membawa keluar alat kompres yang kupakai untuk Cakra semalam.

Aku takut Cakra keburu bangun.

Tadinya aku mau lanjut tidur karena masih mengantuk, cuma kuurungkan, kulihat jam dikamar sebentar lagi waktu sarapan.

Akubergegas mandi dan mengganti bajuku.

Aku duduk bersandar di tembok kamar, tanganku meraih lagi buku yang sudah terisi oleh beberapa lukisanku.

Membuka lagi setiap lembar lukisan tadi, setiap lukisan yang selalu membangkitkan kenanganku.

Tak berapa lama, pintu kamarku di ketuk, Pelayanan memberitahu sarapan...

. . . .

...Bersambung...

Hallo semua Aku Aleena ,

baca cerita lainku yang berjudul :

✔ Dua Hati

✔ Billionaire Master Love Prison

✔ Silence

dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

Terimakasih dan selamat membaca.

1
Pariyem Unnes
bagus
Supri
walaupun udah tamat masih ada rasa kesedihan dihatiku,,karena aku berharap besar kalo cuma Haga laki satu2nya yg dicintai
Nani Sumarni
Pantes, baca judulnya kok aneh ya. 😂
A_young
keren thor

Takdir Cinta CEO hadir ❤️❤️❤️
Siti Ruqoyah
semangat 💪💪💪
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊: Terima kasih bude😍
total 1 replies
Siti Ruqoyah
mm jnn aku mampir nih. kulonuwun💃💃💃
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊: Terima kasih bude😍
total 1 replies
EsKobok
waw
EsKobok
jiwa misqueenku meronta 🥺


kalo di rumahku ga ada kamar mandi di dalam kamar 🥺
EsKobok
bunuh diri?🥺
Nura Ningsih
penasaran,,,,ada apa sebenarnya
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊: Terima kasih atas dukungannya kaka😍😍
total 1 replies
Nura Ningsih
mampir
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊: Terima kasih atas dukungannya kaka😍😍
total 1 replies
Nan jabar
setuju dua duanya aja
Nan jabar
cinta dibawa sampai mati
Nan jabar
jadi Judith anak siapa yah
Nan jabar
haga kasian banget kamu ganteng2 cinta bertepuk sebelah tangan.
Ih Thor tega banget Haga gitu baik dianggep keset doang .....
Nan jabar
wah Yuki mending sama Haga deh daripada jadi pelakor. Kamu nolak Barat harusnya prinsip yang sama tetap dipegang.
Ayo jangan plin plan yah Neng.
Kalau kamu plin plan tar Ema gerus kamu juga lho 🤣
Nan jabar
Yuki udah tahu jadi gimana ayo cas cis cus kembang kuncup siapa yang mau di cus.....
ayo udah gak tahan nih pengen di cus thor
Nan jabar
duh bikin semua broken heart tega banget deh kamu neng
Nan jabar
punya mulut buat ngomong. Dasar cewe suka bikin bingung pengen apa sih ngomong dong neng bikin bingung melulu
Nan jabar
betul pemerkosa mah kudu dihukum biar kapok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!