Rahasia Suamiku
Sinopsis
Anindita (35 thn) dan Niko (37 thn) adalah pasangan yang romantis dan di lengkapi seorang anak laki-laki Angga (12 thn) pasangan yang telah 10 tahun menikah apakah bisa bertahan dengan Rahasia dari suaminya.
Rahasia yang tidak terduga yang diketahui oleh Dita membuatnya memutuskan berpisah dari keluarga maupun sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfiah Anggini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darah yang sia-sia?
Walaupun bukan luka yang sangat serius Dita di haruskan Dirawat di rumah sakit untuk semalam karena kehilangan darah tapi hanya membutuhkan beberapa cairan infus.
Dokter membolehkan Dita pulang besok jika luka nya tidak menimbulkan masalah yang serius.
'' Kamu bisa tidur sekarang nak, ibu mu akan baik-baik saja besok''
Dokter yang menangani Dita mencoba menghibur Angga yang terlihat sangat khawatir.
Mendengar perkataan dokter membuat Angga sedikit lega dan membalas perkataan dokter dengan senyum yang ramah.
Setelah menjelaskan semua nya Dokter pergi meninggalkan mereka beristirahat di tengah malam ini.
Angga pun mendekati Dita yang terlihat terbaring lemah, Dia memegang lembut tangan Dita yang luka dan menatap nya sedih.
Dita yang tersadar membalas memegang tangan Angga dan mengatakan sesuatu dengan suara nya yang lemah.
" Mamah harap kau selalu dekat mamah, hanya kamu yang aku punya sekarang sayang''.
Dita memalingkan wajahnya ke samping karena tidak mau terlihat menetaskan air mata nya di depan Angga yang akan terlihat lemah.
'' Iya mah, mamah tidak perlu khawatir soal itu Angga tidak akan pernah meninggalkan mamah''
Tangan Angga meraih wajah Dita dan mengusap air mata nya.
Karena malam sudah sangat larut Dita menyuruh nya segera tidur.
'' Kamu bisa tidur di samping mamah, kita muat berdua di sini sayang''.
'' Tidak mah, mamah harus beristirahat supaya besok bisa sembuh total, Angga bisa tidur di sofa yang panjang itu''
Angga menunjuk sofa yang berada di samping kanan ranjang pasien.
Dita yang melihat nya terlihat sedih.
'' Maaf sayang, kamu harus melalui ini semua''.
'' Tidak mah, mamah tidak perlu mengkhawatirkan ku''
Dita pun tersenyum dan tidur menghadap ke arah Angga terus memperhatikan nya sampai mereka tertidur karena terlalu lelah untuk malam yang panjang ini.
Niko dan Dini yang baru mengetahui keberadaan Dita dan Angga akhirnya menemui nya di ruangan mereka.
Mereka mendapati nya tertidur, Niko berniat mengecek keadaan Dita tapi di hentikan oleh Dini.
'' Mereka baik-baik saja, buktinya mereka bisa tertidur tuh''.
Mendengar perkataan Dini, Niko mengurungkan niat nya untuk mengecek keadaan Dita dan memutuskan kembali lagi ke rumah dengan raut dan perasaan yang tidak terlihat terlalu khawatir.
Niko berusaha menutup pelan pintu ruangan Dita dan beranjak pulang.
Dita yang berpura-pura tidur mendengar kedatangan mereka.
Mendengar perkataan Dini adiknya sendiri membuat Dita tidak habis pikir dan memutuskan keluar dan ingin menemui nya.
Dita melepas kan jarum infus nya dengan menahan sakit yang iya rasakan saat melepas nya.
Dita berjalan pelan dan mengikuti mereka keluar menuju ke mobil.
Dita melihat mereka bergandengan tangan dengan mesra seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
Dita mengepalkan ke dua tangan nya dengan kuat sampai urat di pergelangan tangannya terlihat jelas sampai bekas sayatan nya tadi berdarah lagi.
Dita melihat mereka sampai pergi meninggalkan rumah sakit.
Dita berjalan dengan penuh emosi dan bayangan mereka berdua yang seperti telah melakukan hal yang lebih dari berpegangan tangan.
Dita berniat untuk kembali ke rumah sakit dan ingin menemui mereka berdua ke apartemennya.
Tapi di halang oleh sekuriti yang berdinas malam.
'' Maaf ibu baik-baik saja, ibu masih di rawat kan di rumah sakit ini, ibu pasti tidak lihat tangan ibu berdarah, mohon segera masuk Bu saya akan memanggil perawat untuk menolong ibu sekarang ''.
Sekuriti terlihat heran melihat Dita yang memakai pakaian pasien yang memandang ke arah jalanan besar dengan tangan yang berdarah menembus perban nya.
Sekuriti itu menuntun Dita masuk ke rumah sakit dan hendak di bawah ke ruangan nya.
Dita menghentikan sekuriti itu dan memohon ke perawat yang menemuinya untuk di rawat di ruangan lain.
Karena takut Angga akan terbangun dan melihat keadaan nya sekarang.
Setelah mengganti perban nya Dita masuk dengan pelan dengan perawat ke ruangan nya dengan pelan sesuai dengan permintaan Dita.
Perawat itu memasang kan kembali infus Dita dan meninggal kan nya untuk istirahat.
Dita berterima kasih atas pengertian perawat nya.
Dita terlihat sangat gelisah dengan memikirkan hal-hal aneh yang akan dilakukan Dini dan Niko di rumah berdua.
Pikiran Dita terfokus ke kamar nya di apartemen memikirkan mereka berdua melakukan hal-hal yang najis di tempat nya.
pikiran Dita berkecamuk dan membuat nya berteriak kencang hampir membangunkan Angga yang berada di samping nya.
Dita langsung membungkam mulut nya dan mencoba untuk tenang dan mengatur nafas nya tapi tidak berhasil karena melihat kedekatan mereka berdua tadi bergandengan tangan seperti layaknya pasangan.
Dengan penuh amarah Dita memendamnya dengan keinginan balasan yang harus setimpal dengan rasa sakit yang iya rasakan saat ini.
Di lain sisi Niko dan Dini yang sudah berada di apartemen beranjak kembali ke kamar nya masing-masing untuk beristirahat.
Tapi Dini mengurungkan niat nya dan mengikuti Niko ke kamar nya.
Niko yang melihat Dini masuk ke kamar nya kaget dan hendak mencegah nya.
Tapi Dini terlanjur masuk dan melihat sekeliling kamar Dita dan Niko.
'' Dari awal aku ke rumah ini ruangan ini yang belum pernah aku lihat, setelah melihat nya aku menginginkan nya, tapi bukan malam ini saja tapi setiap malam''
Mendengar perkataan Dini, Niko mencoba melarang nya dan menyuruh nya kembali ke kamar nya.
'' Dini apa yang kau katakan, jangan berkata tidak-tidak dan kembali lah ke kamar mu''.
'' Sayang, harus nya aku yang bilang apa yang kau katakan, sekarang tinggal kita berdua di rumah ini dan tidak ada yang dapat menganggu kita untuk melakukan hal apapun''
Niko terdiam mendengar perkataan Dini karena memikirkan ada benar nya juga tapi dia masih tetap memikirkan Dita dan Angga yang berada di rumah sakit.
'' Jangan berjaya sembarangan Dini, kakak mu sekarang berada di rumah sakit baru hanya Angga yang menemani nya''.
'' Apa ini salahku? itu kan salah Dita sendiri yang tiba-tiba melakukan hal gila di depan kita''
Belum sempat Niko membalas perkataan Dini tangan Dini meraih kerah baju Niko seolah-olah menggoda nya.
Niko yang seperti termakan dengan belaian Dini hanya terdiam seperti menerima belaian tersebut.
Dini yang tidak membelai Niko saja tapi mendorong nya sampai di kasur dan memulai berjoget tidak jelas yang terlihat sangat bahagia.
Dini terus berjoget dan melompat tertawa dengan sangat bahagia membuat Niko keheranan.
Tetapi Niko juga ikut berdiri dan mengikuti tawa Dini dan memeluknya erat dari belakang.
Yang membuat Dini berhenti berjoget menghadap ke Niko dan memulai kemesraan nya.