NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rizal POV 3

Hari ini aku akan menemaninya menghadiri undangan pernikahan. Aku mempersiapkan diri dengan berpenampilan sebaik mungkin. Dua hari sebelumnya dia menghubungiku dan menyuruhku untuk datang ke tempat kerjanya. Awalnya aku bingung, ada apa dia memanggilku, ternyata dia ingin memberikanku sebuah kemeja batik untuk dipakai saat menemaninya menghadiri undangan pernikahan sang mantan.

Aku menghentikan motorku di depan rumahnya. Aku mengetuk pintu dan seorang perempuan membukakan pintu dan mempersilakan duduk kepadaku. Mungkin perempuan itu adalah bibinya atau asisten rumah tangga, aku tidak tahu pasti.

Setelah beberapa menit menunggu, dia pun keluar menemuiku. Aku menatapnya tanpa berkedip. Dia terlihat anggun dengan gamis batik berwarna dasar hijau tosca dan jilbab dengan warna senada. Baru kali ini aku melihatnya mengenakan jilbab. Dia memakai gamis yang sama dengan kemeja batik yang kupakai. Rupanya dia memberikan kemeja batik kepadaku agar bisa couple dengan gamis yang dia pakai. Mengetahui hal ini, ada perasaan berbunga-bunga hadir di dalam hatiku.

Pesta pernikahan mantan kekasihnya terlihat meriah ditandai dengan banyaknya tamu yang datang dan menu makanan yang beraneka ragam. Pestanya dilaksanakan di gedung serba guna di kota ini.

"Teteh sudah siap mental kan?!" tanyaku padanya.

"Kamu pikir nanti aku mau nangis gegeluntungan gitu." Begitu jawabnya dengan penuh keyakinan. Aku sangat suka dengan jawaban yang keluar dari bibirnya, dia memang wanita yang kuat, bukan wanita lemah seperti dugaanku dulu saat awal bertemu.

Dia memang luar biasa, saat menyalami sang pengantin dia terlihat sangat tenang tidak terlihat raut kekecewaan atau kesedihan di wajahnya.

"Elo siapa nya Aya?!" tanya pria itu, terlihat dia sangat penasaran denganku.

"Calon Suami Aya," jawabku dengan santai. Entahlah jawaban itu keluar begitu saja dari bibirku, semoga saja dia tidak mendengarnya. Kalau menurutku pria itu memang tidak cocok bersanding dengannya. Pria itu jauh dari kata  tampan sedangkan dia wanita yang cantik dan manis menurutku. Sepertinya pria ini memang luar biasa, dengan wajah biasa saja tapi dengan mudah bisa menaklukan wanita cantik, buktinya istrinya ini pun sangat cantik.

Orang bilang bulan ini musim kawin karena banyak sekali orang yang mengadakan acara pernikahan di bulan ini. Hari ini adalah hari pernikahan Mas Sugiyanto, dia adalah sepupu dari almarhum ibuku. Aku ikut dalam rombongan iringan pengantin pria.

Prosesi akad nikah sebentar lagi akan dimulai. Tiba-tiba saja mataku menangkap sosok seorang wanita yang memakai baju gamis dengan motif dan warna sama seperti yang kupakai. Dia memilih duduk sendirian di bangku paling ujung. Aku merasa sinkronitas yang berulang itu hadir kembali.

Saat proses ijab kabul dilaksanakan. Aku melihat dia menundukkan kepala dan memejamkan matanya seperti sedang berdoa. Langsung saja aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kekhusyukan dia dalam berdoa. Aku jadi ingin tahu doa apa yang sedang dia panjatkan di tengah-tengah proses ijab kabul seperti ini.

"Amin," ucapku yang sudah duduk di sebelahnya. Dia langsung membuka matanya dan menoleh ke samping ke arahku. Dia nampak terkejut melihatku.

"Semoga Allah mengabulkan doa Teteh ya," kataku sambil tersenyum.

Aku baru tahu jika ternyata yang menjadi pengantin wanita adalah temannya yang bernama Iis Dahlia. Temannya yang dulu pernah bertemu saat dia menemaniku membelikan sepatu untuk adikku.

Setelah selesai proses akad nikah kami menghampiri pengantin untuk bersalaman dan memberikan selamat. Dia terlihat tersipu malu saat temannya itu menggoda kami karena memakai baju couple

"Semoga kalian cepat nyusul ya," kata temannya Itu membuat aku dan dia saling berpandangan.

Menjelang zuhur kami memutuskan untuk pulang. Aku meminta izin untuk ikut pulang bersamanya karena aku tidak membawa motor. Tadi pagi aku ikut dengan rombongan mempelai pria.

Dia mengajakku makan bakso Mas Sugeng di dekat Masjid Agung. Sebelumnya kami melaksanakan salat Zuhur terlebih dulu. Kami menikmati kelezatan bakso sambil berbincang-bincang. Awalnya dia menanyakan tentang Mas Sugiyanto. Dan aku bercerita jika dulu aku pernah bekerja di tempat Mas Sugiyanto.

"Rizal ... apa keinginan terbesar dalam hidupmu yang kamu merasa sulit untuk mewujudkannya?" Dia menanyakan itu kepadaku.

"Saya ingin mewujudkan mimpi almarhumah ibu saya ... ibu ingin ada anaknya yang bisa melanjutkan pendidikan minimal sampai S-1. Kakak perempuan saya hanya tamat SMP, saya ingin adik perempuan saya bisa kuliah ... tapi saya belum mampu untuk membiayai kuliahnya." Begitu jawabku. Memang itu adalah keinginan terbesarku saat ini.

Setelah obrolan seputar keinginan terbesar dalam hidupku. Aku melihatnya melamun seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Sampai-sampai ia sempat rersedak karena makan sambil melamun. Aku tidak tahu apa sebenarnya yang sedang dipikirkannya.

"Rizal setelah ini aku mau ngobrol penting sama kamu ya ... bisa, kan?" katanya. Obrolan penting apa ya. Aku bergumam sendiri dalam hati. Apa hal penting itukah yang membuat ia tersedak tadi.

Dia mengajakku ke Alun-alun kota untuk membicarakan hal penting tadi. Kami memilih duduk di bangku di bawah pohon rindang agar terlindung dari terik matahari.

"Rizal... kamu mau tidak menjadi suami aku?"

Deg...

Aku sangat terkejut mendengarnya.

"Tapi bukan suami sungguhan, hanya suami sandiwara... kita menjalin hubungan saling menguntungkan seperti simbiosis mutualisme ... kamu jadi suami aku dan aku akan membiayai pendidikan adikmu hingga lulus S-1. Aku mewujudkan cita-citamu dan kamu membantu masalahku." Begitu katanya.

Mengapa tiba-tiba ide gila itu muncul dari wanita semanis dia. Mengapa dia tidak menikah saja, bukankah pria tampan yang mirip artis Korea itu adalah kekasihnya. Atau mungkin mereka sudah putus. Ingin rasanya aku bertanya tentang pria tampan yang mirip artis Korea itu. Tapi tentu saja aku tidak berani.

"Karena aku percaya kamu ... karena aku yakin kamu laki-laki yang baik." Begitu jawabnya ketika aku bertanya kenapa harus aku yang ditawari menjadi suami sandiwara. Sebesar itu kah rasa percayanya padaku.

Pernikahan sandiwara ini tentu sangat besar risikonya. Bagaimana jika pria yang menjadi suami sandiwara itu adalah orang yang jahat yang justru akan mengancam harta, jiwa dan raga. Mengapa dia tidak berpikir sejauh itu.

"Rizal aku mohon..."

"Aku mohon bantuanmu ... kamu adalah orang yang tepat untuk melakukan pernikahan sandiwara ini... karena aku mempercayaimu" Begitu yang dia ucapkan. Aku hanya bisa memandangi wajahnya, menatap matanya lekat, tatapan mata memohonnya menembus hingga ke jantungku.

"A--aku tidak bisa memutuskannya sekarang. Berikan aku waktu untuk berpikir." Hanya jawaban itu yang bisa kuucapkan.

"Baiklah ... aku tunggu jawabannya tiga hari lagi ya." Begitu katanya.

Perasaan itu kembali hadir, perasaan ingin melindunginya. Apakah aku bisa membuat keputusan terbesar dalam hidupku dalam waktu tiga hari.

.

.

.

.

.

POV Rizal sudah habis, sekarang mari kita kawinin... Eh, maksudnya mari kita Nikah kan si Aya dan Rizal.

Nanti kalau sudah menikah gak seru dong...?!

Insyaallah seru dong.

Bagaimana mereka menjalani pernikahan sandiwara ini dan konflik apa yang akan terjadi dalam rumah tangga mereka. Ikuti terus ceritanya sampai habis ya.

Jangan lupa Like dan Komen nya.. Karena jejak Anda sangat berharga buat author agar lebih SEMANGAT.

Jangan lupa untuk vote juga ya.

Terima kasih.. Love U

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!