NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Tok tok tok

Pintuterbuka dan

terlihat wajah Aiden yang baru bangun tidur.

                “Hai,”

                “Oh Hai Eve,” seru

Aiden mengacak rambutnya.

                Evelyn di buat terpaku

di depan pintu melihat Aiden yang hanya memakai celana boxer putihnya saja dan

memperlihatkan tubuh telanjangnya yang sixpack

dan kekar. Rambutnya yang acak-acakan membuatnya terlihat begitu seksi.

                “Evelyn,” seruan itu

menyadarkan Evelyn dari keterpakuannya yang sangat terpesona.

                “Eh?”

                “Ada apa?” tanya Aiden

bersandar ke daun pintu dan terlihat sangat memukau dan begitu menggiurkan.

Rasanya tangan Evelyn ingin bermain di dada bidangnya yang kekar dan pastinya

begitu hangat saat berada di pelukannya.

                “Aku membuatkan

pancake untukmu sarapan,” ucap Evelyn. “Apa aku boleh masuk?”

                Aiden memberi jalan

Evelyn. “Masuklah Eve.”

                Evelyn berjalan masuk

ke dalam apartemen Aiden. Ia melihat sekeliling apartemen, terlihat begitu

rapi. Padahal Aiden seorang pria tetapi ia merawat rumahnya dengan sangat baik.

                “Duduklah, aku akan ke

kamar mandi sebentar,” ucap Aiden berjalan memasuki kamarnya.

                Evelyn berjalan

mendekati meja pantry dan membuka tas bekal yang ia bawa. Kemudian ia

menyiapkannya di atas meja pantry.

                Setelahnya Evelyn

berjalan ke dekat sofa ruang televisi dan melihat sekelilingnya. Di sana banyak sekali miniatur mobil sport yang

berada di etalase kecil.

                “Sepertinya Aiden

menyukai miniatur mobil seperti ini,” gumam Evelyn melihat miniatur milik

Aiden.

                “Mau kopi atau teh?”

pertanyaan itu membuatnya menoleh dan melihat Aiden sudah lebih segar dan

memakai kaos berwarna putih.

                “Teh hangat boleh,”

seru Evelyn berjalan mengikuti Aiden menuju pantry yang menjadi pembatas dapur

dan ruang televisi.

                Evelyn duduk di pantry

dan Aiden terlihat membuatkan teh untuknya dan segelas kopi untuk Aiden

sendiri.

                “Minumlah,” seru Aiden

menyimpan gelas teh di hadapan Evelyn. Kemudian ia duduk di hadapan Evelyn dan

menyeduh kopi nya.

                “Kamu tidak bersiap

untuk bekerja?” tanya Evelyn.

                “Hmm... aku sudah

berhenti bekerja,” jawab Aiden dengan santai.

                “Eh benarkah? Tapi

kenapa?” tanya Evelyn.

                “Sudah waktunya

pensiun,” kekeh Aiden.

                “Ck, enak sekali,”

seru Evelyn ikut terkekeh.

                Evelyn meneguk teh

miliknya. “Jadi apa rencana mu selanjutnya?” tanya Evelyn.

                “Entahlah. Mungkin

kembali ke Indonesia,” seru Aiden.

                “Kembali?” gumam

Evelyn merasa sangat tak rela.

                “Ini pancake buatanmu

sendiri?” tanya Aiden.

                “Iya, cobalah,” seru

Evelyn.

                “Baiklah aku coba

yah,” ucap Aiden menikmati pancake buatan Evelyn.

                “Enak,” puji Aiden

membuat Evelyn bersemu merah.

                “Kalau begitu

habiskanlah.”

                “Pasti. Kebetulan aku

belum membuat sarapan apapun,” ucap Aiden menikmati pancake nya.

                Evelyn sangat bahagia

bisa menyiapkan sarapan untuk Aiden. Ia semakin jatuh cinta pada sosok pahlawan

di depannya ini.Dulu saat keluarganya hancur karena kelakuan Ayahnya yang suka

sekali dengan judi. Bahkan dengan tega menjual Evelyn ke pria tua kaya raya.

Ibunya selalu di siksa dan di pukuli oleh ayahnya itu. Ayah yang merupakan Ayah

tirinya. Tetapi kedatangan Aiden sungguh menjadi pahlawan untuk hidup dirinya

dan Ibunya.

                Bukan hanya menolong

dirinya untuk tidak jadi di jual. Tetapi juga berhasil menjebloskan Ayah

tirinya ke balik jeruji besi dan mendapatkan hukuman yang berat. Saat itulah

Evelyn sudah menyimpan nama Aiden didalam hatinya.

                Kembalinya ia ke kota

ini pun karena ingin menggapai cintanya yang dulu sempat tertunda. Semoga kali

ini berjalan dengan lancar.

                “Sudah habis,” seru Aiden

menyadarkan lamunan Evelyn yang tengah memperhatikan Aiden.

                “Wah senangnya,” seru

Evelyn.

                “Kamu sendiri tidak

kerja?” tanya Aiden.

                “Emmm tidak. Oh iya

nanti malam jangan lupa untuk datang yah,” seru Evelyn seraya menyerahkan

sebuah undangan ke hadapannya.

                “Undangan apa ini?”

tanya Aiden.

                “Peragaan busana. Aku

baru merilis beberapa pakaian musim dingin. Ini peragaan busana pertamaku, jadi

aku sangat berharap kamu bisa datang,” seru Evelyn.

                “Baiklah.”

                Jasmine baru saja

keluar dari sekolahnya dan berlari bahagia saat melihat Catherine menjemputnya.

                “Mommyy....”

                “Mine...”

                Catherine membawa

Jasmine ke dalam gendongannya, “Mommy kangen banget sama kamu.”

                “Mine juga sangat

merindukan Mommy.”

                Catherine menurunkan

Jasmine kembali. “Ayo kita pulang.”

                “Aku nggak akan pulang

ke rumah Aunty Marinka lagi?” tanya Jasmine.

                “Tidak. Kali ini kita

pulang ke rumah kita,” ucap Catherine membawa Mine masuk ke dalam mobilnya.

                Tak jauh dari posisi

mereka, sepasang mata tajam terlihat mengawasi mereka berdua.

                “Aku tidak akan

melepaskan kalian berdua,” gumam seseorang itu yang merupakan Robert.

                Setelah kepergian

mobil Catherine, Robert kembali memakai kacamata hitamnya dan menjalankan

mobilnya meninggalkan tempat itu.

                Jasmine dan Catherine

sampai di rumah. Langkah mereka berhenti saat melihat Mr. William yang

merupakan Ayah Catherine duduk di sana.

                “Grandpa,” seru

Jasmine berlari menerjang tubuh William yang sudah merentangkan kedua tangannya

dan membawa Jasmine ke dalam gendongannya.

                “Anak pintar. Bagaimana

sekolahmu?” tanya William. William sangatlah menyayangi Jasmine, tidak perduli

siapapun Ayahnya.

                Sampai detik ini

Catherine masih bungkam dan tidak mengatakan siapa Ayah biologis Jasmine.

                “Sangat menyenangkan,

Grandpa.”

                “Bagus, kamu harus

rajin belajar yah,” serunya yang di angguki oleh Jasmine.

                “Baiklah. Sekarang

pergilah ke kamarmu. Grandpa harus berbicara dengan Mommy.”

                “Siap Grandpa.”

                Jasmine meloncat turun

dan berlari ke area dalam rumah menuju kamarnya.

                “Kita bicara di ruang

kerjamu,” seru William berjalan lebih dulu menuju ruang kerja Catherine.

                ---

                Saat ini William

berdiri memunggungi Catherine dengan keangkuhannya.

                “Katakan kenapa kamu

membatalkan begitu saja pertunanganmu dengan Robert?” tanya William yang kini

berbalik ke arah Catherine. “Siapa pria yang ada di foto itu?”

                “Aku tidak menyukai

Robert dan dia hanya ingin memanfaatkanku untuk merebut semua kekuasaan milik

keluarga kita.”

                “Benarkah? Bukankah

karena kamu berselingkuh?” tanya William. “Jaga sikapmu, Catherine. Kamu ini

seorang Nona dari SR Group. Jangan mempermalukan nama baik keluarga kita!”

                “Aku tidak

berselingkuh. Pria itu adalah orang yang menyelamatkanku dari penganiayaan

Robert,” seru Catherine.

                “Apa? Tapi Robert

berkata kalau kamu mencampakkannya karena pria itu.”

                Catherine menghela napasnya.

                “Ayah, selama ini aku

selalu menurutimu. Apapun yang anda katakan, selalu saya lakukan. Apa aku harus

menipumu seperti ini? Untuk apa, apa aku memiliki alasan untuk memberontak?”

tanya Catherine membuat William menghela napasnya.

                “Putriku, maafkan

Ayah.” William berjalan mendekati Catherine dan membawanya ke dalam pelukan

Ayahnya. “Maafkan Ayah karena meragukanmu. Seharusnya Ayah tidak mempercayai

bajingan sialan itu. Apa, apa dia melecehkanmu?” tanya William melepaskan

pelukannya dan menatap Catherine dengan sendu.

                “Hampir, tapi itu

tidak berhasil.” Jawab Catherine. “Ayah, bisakah anda tidak menjualku lagi

untuk bisnis?”

                Pertanyaan Catherine

membuat William terpaku.

                “Apa yang kamu

katakan. Ayah tidak pernah menjualmu, Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu.”

                “Ayah, kalau memang

seperti itu, maka mulai sekarang biarkan aku menjalani hidupku sesuai

keinginanku. Anda telah banyak menjodohkanku dengan beberapa pria dari kalangan

pebisnis tetapi akhirnya gagal juga. Aku sudah mendapatkan gelar sebagai wanita

yang gagal.” Wiliam masih diam mendengarkan perkataan Catherine.

                “Untuk saat ini aku

ingin hidup tenang bersama Jasmine. Tolong jangan jual aku lagi,” serunya.

                “Baiklah aku akan

menyetujuinya.  Tetapi ingatlah, kalau

kamu memiliki pria yang kamu cintai dan kamu ingin hidup dengannya. Aku yang tetap memutuskan apa pria itu

layak atau tidak.”

                “Jangan sampai

reputasi keluarga kita di permalukan.”

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!