NovelToon NovelToon
Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Sudah Terbit / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:48.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka Pradita

"Derajat kita berbeda, hidup kita tidaklah sama, aku tak pantas untukmu, walau aku mencintaimu"

Pada awalnya Nisa lebih dulu mengenal Ryan, saat ia menggantikan posisi bibinya sebagai seorang baby sitter untuk menjaga Viona, gadis kecil anak dari seorang Ryan Brawster.

Semakin hari Viona mulai merasa nyaman saat berada didekat Nisa, hingga membuat Viona ingin menjadikan Nisa sebagai ibu sambungnya. Namun, ternyata keinginan itu ditentang oleh Katty yang sudah menjodohkan Ryan anaknya dengan seorang wanita yang bernama Merry.

Akankah takdir menyatukan Nisa dan Ryan?
Apa keinginan Viona bisa terwujud?

Ikuti kisah mereka yang berliku dan penuh haru dalam menuju kebahagiaan.

Terima kasih semua.
Jangan lupa vote dan like ya.

Selamat membaca!
Terima kasih ya all.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkhayal

Selamat membaca!

Tepat pukul 10.00 pagi, Nisa, Viona, dan Ryan telah bersiap untuk pergi menemui Bella. Ryan masih merahasiakan tempat yang akan ditujunya, walau Viona begitu penasaran dengan terus bertanya padanya.

Kini ketiganya melangkah keluar rumah, menuju mobil yang sudah terparkir di halaman rumah. Mobil itu akan dikendarai oleh sopir pribadi Ryan, yang bernama Thomas.

Nisa sengaja berjalan di belakang, membiarkan Ryan dan Viona berada di depannya. Rasa canggung masih terpaut di dalam diri Nisa, hingga ia sangat terlihat gugup setiap kali Ryan bertanya padanya.

"Nisa, kemarilah. Kenapa kamu berjalan di belakang?" tanya Ryan sembari menoleh ke arah belakang, saat melihat Nisa semakin tertinggal jauh dengannya.

Nisa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, sampai akhirnya ia berhasil memberanikan diri untuk menjawab perkataan Ryan.

"Tidak apa-apa Tuan. Biar saya menjaga Nona Viona dari belakang saja." Nisa kembali mencoba tenang dan tidak gugup untuk menjawab pertanyaan Ryan.

"Kemarilah, berjalan bersama kami. Memangnya kamu bodyguard jalan di belakang," ucap Ryan coba mencairkan ketegangan antara dirinya dan Nisa. Pria itu sangat mengerti tentang perasaan Nisa saat ini, terlebih setelah kejadian yang mereka alami di dalam kamarnya.

"Baik Tuan," jawab Nisa singkat, diikuti langkah kaki yang penuh keraguan.

Nisa hanya tertunduk, tak membalas pandangan mata Ryan yang selalu tertuju padanya. Namun, tiba-tiba suara menggemaskan itu terdengar memanggilnya.

"Aunty, sini. Pegang tanganku, kita akan pergi sama-sama untuk bertemu dengan Ibuku," ucap Viona yang tak mampu ditolak oleh Nisa yang saat ini sudah menampilkan senyum manis di wajahnya.

Nisa mempercepat langkah kakinya, hingga berdiri sejajar dengan Ryan dan Viona.

"Aunty, aku sudah terlihat cantik sepertimu belum?" tanya Viona dengan begitu polosnya, membuat Ryan tertawa kecil.

Nisa semakin menyunggingkan senyum di wajahnya. Wanita itu kini berlutut, hingga membuat wajahnya dengan Viona menjadi sejajar.

"Kamu sangat cantik, jauh lebih cantik dariku. Kamu juga sangat wangi, pakai parfum apa sih?" puji Nisa sambil mengusap wajah Viona dengan lembut.

"Oh tentu, Aunty. Aku pakai parfum yang sudah disediakan Ibu di laci lemari hello kitty. Aku sengaja menumpahkan setengah botol di gaun ini, supaya Ibu mau memelukku dan ikut pulang ke rumah bersama-sama." Viona mencubit gaunnya bagian kanan dan kiri, lalu ia berputar-putar layaknya seorang princess.

Hati Ryan terasa begitu sakit, tercabik-cabik dengan semua perkataan bahagia yang terlontar dari mulut putrinya. Terlebih saat ini, kedua bola matanya melihat Viona begitu bahagia. Kebahagiaan yang tercipta karena gadis kecil itu ingin bertemu dengan ibunya. Ryan tak sanggup lagi membayangkan, betapa sedihnya Viona saat nanti yang dilihatnya bukanlah sosok ibunya, melainkan hanya sebuah makam.

Kesedihan Ryan dibaca dengan sangat baik oleh Nisa yang kebetulan saja berhasil menangkap raut sendu di wajah Ryan, dengan kelopak mata yang sudah menganak bulir kesedihan.

"Kenapa ya Tuan Ryan tampak begitu sedih? Dia bukannya bahagia melihat putrinya bahagia, tapi malah sebaliknya. Apa jangan-jangan semua yang dikatakannya sewaktu di apartemenku itu benar adanya? Berarti saat ini, tujuan kemana kita pergi adalah," gumam Nisa membulatkan kedua matanya.

"Tapi tidak mungkin, ini pasti hanya pikiranku saja. Dasar bodoh, bicara apa aku ini?" sambung Nisa dalam hatinya, merutuki segala pikiran yang menurutnya sangatlah tak beralasan.

Ryan coba menguatkan hatinya, yang sering sekali menjadi rapuh bila menyangkut kebahagiaan atau kesedihan putri kecilnya itu. Setelah mengusap air mata yang hampir saja jatuh berlinang di wajah tampannya, pria tampan itu ikut berlutut di samping Nisa, membuat Nisa yang sedari tadi hanya termangu menatap Ryan, kini beringsut mundur memberikan ruang pada Ryan untuk menggantikan posisinya di hadapan Viona.

"Gadis kecil Ayah memang sangat cantik. Kamu itu sangatlah mirip dengan Ibumu," ucap Ryan mendekap tubuh Viona dan tanpa Viona sadari bulir kesedihan itu dengan cepat menetes, hingga mengenai gaun yang Viona kenakan.

Untung saja saat itu, posisi wajah Ryan tidak terlihat oleh Nisa yang sudah bangkit dan berdiri di belakang tubuhnya.

Ryan melepas pelukannya, lalu mengajak Viona untuk masuk ke dalam mobil, karena memang sinar matahari yang terik mulai tampak gagah, setelah tadi tertutup oleh awan.

Viona pun mengangguk patuh, gadis kecil itu memang anak yang sangat penurut dengan semua perintah Ryan, tak pernah satu kali pun Viona berani membantah perkataan orangtuanya. Viona langsung menggenggam tangan ayahnya dengan erat kemudian tangan Nisa di tangannya yang satunya lagi. Kini mereka melangkah bersama-sama menuju mobil yang sudah sejak tadi menunggu mereka, dengan kondisi mesin mobil yang sudah menyala.

Setelah pintu belakang dibukakan oleh Thomas, Ryan dan Viona pun masuk ke dalam mobil. Sementara Nisa duduk di kursi depan samping kemudi.

"Ayah, Vio mau duduk sama Aunty!" pinta Viona merengek.

Ryan pun membagi pandangannya ke arah Viona dan gadis pujaan hatinya yang sudah duduk di kursi depan.

"Oke, kamu duduk di belakang dengan Aunty, biar Ayah duduk di depan ya."

"Hore, makasih Ayah." Sebuah ciuman mendarat mulus di pipi kiri Ryan, membuat pria tampan itu benar-benar sangat bahagia dengan kebahagiaan yang saat ini Viona rasakan. Walaupun di tujuan mereka nanti, sudah menanti kesedihan yang tak bisa Ryan bayangkan sama sekali.

Setelah bertukar tempat duduk, kini Ryan sudah duduk di kursi depan. Mobil pun mulai melaju meninggalkan pelataran rumah kediaman Ryan yang teramat luas.

Di dalam perjalanan, Viona tak pernah berhenti berceloteh manja untuk terus berbagi cerita tentang mainan kesukaannya pada Nisa. Gadis kecil itu tak canggung memeluk tubuh wanita yang berstatus sebagai pengasuhnya, karena Viona saat ini sudah merasa nyaman bila berada didekat Nisa.

"Aku tidak menyangka, Viona bisa sedekat ini dengan Nisa. Kira-kira putriku setuju tidak ya, jika suatu saat nanti aku menjadikan Nisa sebagai ibu sambung untuknya." Ryan berkhayal dalam hatinya yang sesekali menatap ke arah belakang, untuk sekedar melihat wajah cantik dari gadis pujaan hatinya itu.

Bersambung✍️

1
Uus Sumartini
smoga mery org baik mau bantu Ryan balikan ma Nisa
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
Uus Sumartini
waah hebat merry brjiwa lugas gak kya ibunya Ryan pikasebeleun
Uus Sumartini
yg kuat nesa km pasti akan bahagia dgn viona jg tuan Ryan
Uus Sumartini
tenang bisa kamu lah pemenang hati Ryan
Uus Sumartini
nah ini yg aku suka ahirnya nisa mau jg 👍💪😍
Uus Sumartini
bibit jahat ada aja.. wong ke telu
Uus Sumartini
nisa jgn sedih ya kan cma bercanda oke
Uus Sumartini
😍😍😍😍💪💪💪💪suka sy Thor ma ceritanya👍💪
Anonim
iya, aku cari juga ga nemu channelnya
Juniartii Marpaung
mantap
Juniartii Marpaung
Apa Nisa sdh sembuh ya Thir?
Juniartii Marpaung
thor jangan bikin Nisa lumpuh, kasihan Viona
Rafika Sari
Luar biasa
Juniartii Marpaung
nyonya Katty terlalu kejam, masa.datang2 langsung bisa menampar Nisa
Juniartii Marpaung
janji adalah hutang nisa...
Raudhatul Ulfah
Lumayan
Syifa
si nisa tidur nya kayak bangke ,tidur apa metong
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
✹⃝⃝⃝s̊SAngeL🍁🧚
oh my god ... bilang iya saya mau jadi istri kmu tuan Ryan 😎😎😎😎😎😎
✹⃝⃝⃝s̊SAngeL🍁🧚
Dih Nisa coba buka hatimu untuk Ryan ... ku rasa dia tidak terlalu buruk juga malah sempurna
Puji Utami
kok bikin gedeekkk si Nisa itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!