NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Nisya berdiri dengan ragu, matanya yang polos menatap Ardiansyah dengan cemas. Ia tidak mengerti mengapa tunangannya begitu emosional, padahal biasanya Ardiansyah sangat tenang.

"Kak Ardi, apa Kakak baik-baik saja? Wajah Kakak sangat merah." tanya Nisya ragu-ragu, namun ia penasaran sekaligus takut kalau Ardiansyah sakit. Namun ia tetap berjalan di belakang Ardiansyah.

Ardiansyah tidak menjawab. Ia justru melangkah melewati meja Ratu. Saat tepat berada di samping Ratu, ia berhenti sejenak, tubuhnya condong ke arah Ratu tanpa mempedulikan pengusaha laki-laki yang bingung itu. Sementara Nisya yang tidak memiliki prasangka buruk pada Ardiansyah mengira hal itu sudah biasa, mungkin wanita yang ia kira sedang bersama kekasihnya itu mungkin , teman Ardiansyah atau rekan kerjanya, tapi saat melihat dari dekat, rasanya tidak asing dengan matanya yang biasa tertutup oleh kacamata.tapi ia hanya diam, tidak berani bertanya.

Ardiansyah berbisik tajam "Jangan lupakan laporan lapangan yang harus selesai sore ini, Asisten. Jangan terlalu asyik bermain-main sampai lupa tugas utamamu."

Ratu mendongak, menatap mata tajam Ardiansyah dengan keberanian yang sama. "Tugas saya terkendali, Pak CEO. Mungkin Anda yang harus lebih fokus pada tunangan Anda yang sedari tadi terlihat... tidak nyaman."

Angga memperhatikan interaksi itu dengan senyum penuh kemenangan. Ia tahu sekarang , Ardiansyah tidak sepenuhnya mencintai Nisya. Hati Ardiansyah sedang terbagi, dan itu adalah celah sempurna bagi Angga untuk menarik kembali Nisya ke pelukannya.

Ardiansyah berjalan kembali dengan langkah cepat, ia menatap tajam Angga yang masih duduk di tempat yang tadi, serta beralih menatap Nisya sejenak.

Saat mereka berjalan menuju mobil, Nisya hanya bisa meremas jemarinya. Nisya menyadari tatapan Ardiansyah pada Angga tidak biasa, padahal tadi Ardiansyah tidak sengaja melihat senyum ejekan dari Angga, maka dari itu,ia kembali menatapnya dengan tajam.

Nisya bergumam dalam hati "Kenapa semuanya jadi rumit? Bang Angga kembali, dan kak Ardi seolah-olah memiliki dunia sendiri yang tidak bisa aku jangkau...

Ardiansyah membukakan pintu mobil untuk Nisya dengan kasar, matanya masih melirik ke pintu keluar restoran, berharap Ratu keluar dan mengejarnya untuk berdebat seperti biasanya. Namun Ratu tetap di dalam, tetap tertawa, dan tetap membuat Ardiansyah merasa kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Sementara, Nisya menganggap, Ardiansyah menatap ke dalam karena menunggu Angga yang tidak kunjung keluar juga.

__

Suasana di dalam mobil dalam perjalanan kembali ke kantor terasa sangat hening dan kaku. Ardiansyah mencengkeram kemudi dengan buku-buku jari yang memutih, sementara Nisya duduk menyamping, menatap keluar jendela dengan perasaan campur aduk.

Nisya menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya. Ia melirik Ardiansyah yang rahangnya masih mengeras. Dalam benaknya, Nisya merasa yakin bahwa kemarahan Ardiansyah dipicu oleh sikap Angga yang terus-menerus mencoba berinteraksi dengannya tadi.

Nisya membuka percakapan, Suaranya lembut, mencoba mencairkan suasana" Kak Ardi... Kakak jangan marah ya soal tadi. Tuan Angga mungkin hanya ingin bersikap ramah karena kami mitra bisnis baru. Nisya janji akan tetap profesional dan membatasi diri kalau harus bertemu beliau lagi."

Ardiansyah tersentak dari lamunannya tentang Ratu. Ia melirik Nisya sekilas, merasa bersalah karena sebenarnya pikirannya sama sekali tidak tertuju pada Angga, melainkan pada pria yang duduk bersama Ratu di restoran tadi.

"Saya tidak suka cara dia menatapmu, Nisya. Tapi sudahlah, tidak perlu dibahas lagi." sahut Ardiansyah .

Nisya tersenyum tipis, merasa diperhatikan "Terima kasih sudah peduli, Kak. Nisya tahu Kakak sangat menjaga kehormatan pernikahan kita nanti. Nisya juga akan fokus menyiapkan mental dan urusan pernikahan sore ini sama mama Monica."

Ardiansyah hanya mengangguk kaku. Ia merasa seperti seorang pembohong besar. Di saat Nisya berusaha menepis kenangan masa lalunya demi dirinya, Ardiansyah justru sedang bergelut dengan rasa cemburu yang membara untuk wanita lain.

Sesampainya di meja kerjanya, Nisya mencoba mengalihkan pikirannya. Ia membuka ponselnya untuk memeriksa daftar tamu undangan. Nama Angga sempat terlintas di benaknya, namun ia segera menggelengkan kepala dengan kuat.

Nisya bergumam dalam hati"Astagfirullah, Nisya. Angga itu masa lalu. kak Ardi adalah masa depanmu. Jangan biarkan setan merusak niat baik ibadah pernikahan ini.

Ia mengambil sebotol kecil minyak aromaterapi, lalu mengoleskannya ke ujung jari-jarinya yang mulai terasa dingin karena cemas. Aroma mawar yang menenangkan membantunya sedikit lebih fokus. Ia harus tetap terlihat sebagai calon pengantin yang bahagia, meski bayang-bayang janji Angga di masa SMP tadi sempat membuatnya goyah.

Nisya merapikan Jilbabnya di depan cermin kecil. Ia memastikan tidak ada helai rambut yang keluar, seolah itu adalah simbol bahwa ia juga sedang merapikan hatinya agar tidak ada masa lalu yang merembes keluar.

Nisya berbicara pada dirinya sendiri di cermin "Fokus, Nisya. Dua bulan lagi. Kamu akan menjadi istri Ardiansyah Suhadi. Titik."

Namun, di ruangan sebelah, Ardiansyah justru sedang melempar pulpennya ke atas meja dengan frustrasi. Ia mengambil ponselnya, hendak mengirim pesan pada Asisten Vanessa untuk menanyakan siapa pria di restoran tadi, tapi ia segera mengurungkan niatnya. Melempar kembali ponselnya di atas meja yang penuh berkas-berkas penting.

"Apa peduliku? Dia cuma asisten. Dia berhak bertemu siapa saja. Tapi... kenapa dia harus tertawa selebar itu di depan pria itu?".

brakkkkk...

Ardiansyah menggebrak meja nya, bayang-bayang ratu saat tertawa lepas terus saja menari-nari di dalam pikirannya.

Sementara di luar sana, Angga sudah mulai menyusun rencana. Ia baru saja mengirimkan buket bunga mawar putih tanpa nama ke alamat rumah Nisya, sebuah tes kecil untuk melihat seberapa kuat benteng pertahanan calon istri Ardiansyah tersebut.

___

Suasana sore di rumah sederhana itu mendadak heboh. Pramuji, yang baru saja kembali dari teras depan, membawa sebuah buket besar mawar putih yang tampak sangat mahal. Aroma harum bunga itu langsung memenuhi ruang tamu yang sempit, membuat Siska menghentikan kegiatannya melipat pakaian.

Pramuji tertawa lebar, matanya berbinar melihat kartu ucapan kecil yang terselip di antara kelopak bunga, meski ia belum membacanya secara detail.

"Bu!...! Lihat ini! Menantu kita memang tidak ada tandingannya. Sudah kaya, royal, romantis pula! Ardiansyah benar-benar tahu cara memperlakukan calon istrinya."

Siska mendekat dengan wajah takjub "Masya Allah, Pak. Besar sekali bunganya. Ini pasti harganya mahal. Tumben sekali Nak Ardi mengirim bunga , biasanya hanya makanan dari restoran atau uang tunai." sahut Siska merasa heran,namun ia sendiri merasa senang, berarti hubungan anak dan calon menantunya semakin dekat.

"Ya itulah namanya kejutan, Bu! Dia ingin Nisya merasa spesial. Ini pasti sebagai tanda permintaan maaf karena akhir-akhir ini mereka berdua sibuk di kantor. Duh, makin mantap saja hati Bapak kalau begini."

Pramuji segera meletakkan buket itu di atas meja makan, tepat di samping cermin kecil tempat Nisya biasa merapikan jilbabnya.

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!