NovelToon NovelToon
CAHAYA JINGGA

CAHAYA JINGGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuriyyah

Kehidupan punya kenyataan, karena hidup terus mengikuti takdir. Seperti kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Jingga. Di saat usianya masih remaja, dia harus kehilangan ibunya.

Namun Jingga tak pernah menyerah untuk menjalani kehidupannya. Walaupun dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang tidak dia sukai.

Beruntung saat dia berusia dewasa, dia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Hingga tak butuh waktu lama untuk Jingga menyandang status sebagai istri dari seorang manager restoran bernama Ken. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat suaminya harus menikahi seorang gadis yang sedang mengandung anak dari suaminya.

Jingga berusaha mempertahankan rumah tangga yang baru dibangun, dia juga rela harus berbagi suami dengan wanita lain. Tetapi, kehidupan Jingga yang sebenarnya baru dimulai saat itu, saat dia harus rela melihat rumah tangganya yang hancur. Sampai dia berada dititik keputusasaan, hadirlah seorang laki-laki tampan bernama Ray Alfendra. Seorang pengusaha muda yang tampan, dengan ketulusannya dia bisa membawa Jingga pada kebahagiaan yang diimpikan Jingga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Ken, Jingga dan Resti sudah membeli peralatan yang dibutuhkan Resti untuk melahirkannya nanti. Ken berjalan ditengah dengan membawakan belanjaannya, tak lupa dia selalu merangkul pinggang ramping Jingga.

Sedangkan disampingnya Resti hanya bisa menatap iri perlakuan Ken pada Jingga. Namun saat mereka tengah berjalan, mereka berpapasan dengan Ray dan Dafa. Sontak saja membuat Resti kaget, bahkan dia membesarkan matanya. Kenapa harus bertemu lagi dengan Dafa, apalagi kini dia berjalan bersama suami dan juga madunya. Dia yakin Dafa pasti akan mengejeknya kalau Dafa sampai tahu Resti hanya istri kedua, pikir Resti kesal.

"Oh hai Jingga," sapa Dafa sambil tersenyum, tak lupa dia juga melirik tajam kearah Resti.

Sedangkan Ray hanya berkerut kening, kenapa adiknya itu seolah dia sudah akrab dengan Jingga.

"Hai Daf. Kamu pasti sedang belanja ya? Hm, itu kenapa kamu jalan bareng Ray?" tanya Jingga penasaran.

"Oh iya, Kak Ray ini adalah kakak aku," jawab Dafa sambil melirik kearah Ray yang hanya tersenyum tipis.

"Ha, benarkah?" tanya Jingga lagi dengan wajah kagetnya. Ternyata dunia sangat sempit ya, dua orang laki-laki yang sempat dikenalnya ternyata adalah kakak beradik.

"Siapa sayang?" tanya Ken penasaran kenapa istrinya itu kenal dengan laki-laki yang ada dihadapan mereka.

"Oh itu Mas, mereka temannya Citra," ucap Jingga pelan. Ken hanya ber o ria saja.

"Lama tidak berjumpa," ucap Dafa kini beralih pada Resti. Dafa tersenyum sinis menatap Resti.

"Ya," balas Resti malas. Bahkan dia membuang muka kearah lain.

"Maaf, apa kamu mengenal Resti?" tanya Ken juga penasaran.

"Ah iya. Saya sangat mengenalnya, karena dia adalah mantan kekasih saya yang baru putus beberapa waktu lalu, karena dia bilang dia harus menikah dengan laki-laki yang dicintainya yang juga membuat dia hamil," ucap Dafa santai sambil tersenyum tipis.

Sontak ucapan Dafa itu membuat semua orang kaget, bukan hanya Ken dan Jingga yang membesarkan mata mereka, Ray pun tak bisa menutupi wajah kagetnya, kenapa adiknya itu bicara seperti itu?

Resti pun sama kagetnya, dia segera berjalan kearah Dafa, tidak ada hujan dan tidak ada angin, tiba-tiba Resti langsung menampar pipi Dafa dengan sangat keras.

Jingga sampai membesarkan matanya dengan apa yang Resti lakukan.

"Sudah aku bilang, jangan pernah menemui aku lagi! Apakah kamu sengaja melakukan ini, karena kamu ingin balas dendam, huh!" tanya Resti dengan suara meninggi.

"Resti, sudah jangan seperti ini. Ini ditempat umum, lihatlah semua orang melihat kita!" ucap Jingga pelan pada Resti. Dia segera menarik tangan Resti, karena dia merasa tak enak dengan tatapan semua orang yang tertuju pada mereka.

Ken hanya diam mencoba mendengarkan semua, karena dia tak berminat ikut campur urusan mereka, walau Resti adalah istrinya.

"Kenapa? Kamu takut? Ah! Aku lupa, kamu mana mungkin takut, kamu hanya malu kan karena kini semua orang akhirnya tahu, bahwa kamu hanyalah benalu dalam rumah tangga orang lain, dan kamu sudah menghancurkan kebahagiaan wanita lain," ucap Dafa marah. Dia marah bukan karena tamparan Resti, lebih pada pelampiasan dan kekesalannya pada Resti yang telah meninggalkannya begitu saja.

"Cukup Dafa! Kali ini kamu sudah keterlaluan," ucap Ray dengan suara yang cukup membuat orang kaget.

"Aku cuma bicara yang sejujurnya, ak---" ucapan Dafa terpotong oleh Ray.

"Kakak bilang hentikan! Ayo pulang!" perintah Ray sambil menarik tangan adiknya.

"Maaf sudah membuat keributan, saya permisi," ucap Ray sebelum benar-benar pergi dari tempat itu. Ray dengan cepat menarik Dafa dengan wajah kesalnya. Walaupun Dafa belum puas, dia hanya menurut, takut membuat kakaknya bertambah marah.

Setelah kepergian Ray dan Dafa, dengan tatapan tajamnya, Ken segera meminta penjelasan dari Resti.

"Bisa kamu jelaskan semua ini!" ucap Ken dengan nada yang tak bersahabat.

"Mas sudah, jangan dibahas disini! Kita bahas dirumah saja, kamu gak liat semua orang menatap kita," ucap Jingga berusaha membujuk suaminya.

Ken melihat ke sekelilingnya, dan benar saja, semua orang menatap kearah mereka dengan pandangan beragam.

"Baiklah. Ayo pulang!" ucap Ken dengan nada dingin, namun dia tetap merangkul pinggang istrinya. Sedangkan Resti mengekorinya dari belakang.

...----------------...

"Kamu keterlaluan Daf!" ucap Ken dengan nada kesal, yang kini sudah berada didalam mobil.

Dafa tak berminat menggubris ucapan kakaknya, dia hanya menatap lurus kedepan, karena memang moodnya sedang tidak baik.

Kekesalannya pada Resti belum sempat dia lampiaskan semuanya, namun kakaknya ini sudah terlebih dahulu menghentikannya.

Ray melirik kearah Dafa yang hanya diam tak menjawab ucapannya. Ray mengerti perasaan adiknya jadi dia diam, tak mau membuat kekesalan adiknya semakin bertambah.

...----------------...

"Jadi sudah bisa menjelaskan semua yang terjadi?" tanya Ken dengan nada datarnya.

Setelah mereka sampai dirumah, Ken tak membiarkan Resti mencari alasan apapun untuk menghindarinya.

"Itu... A---aku," jawab Resti tergagap.

"Jawab yang benar. Saya butuh penjelasan kamu sekarang," ucap Ken kesal.

Resti menggigit bibirnya, dia tak tahu harus menjelaskan seperti apa. Dia tak mungkin menjelaskan pada Ken, bahwa dulu saat dia menjebak Ken, dia masih terikat hubungan dengan Dafa. Bisa-bisa Ken marah, pikir Resti bingung.

"Jawab!" ucap Ken dengan suara besarnya yang membuat Resti tersentak kaget.

"Mas, kamu tenang. Nih kamu minum dulu biar nenangin pikiran kamu!" ucap Jingga sambil menyodorkan air putih pada suaminya.

Ken hanya menghela nafasnya, dia hanya tenang jika Jingga ada disampingnya. Begitu disodorkan air oleh istrinya, Ken langsung menenggak habis air itu.

"Hmm, Res mending kamu coba ceritain dengan tenang, apa yang membuat Dafa sampai semarah itu," ucap Jingga lembut. Dia mengambil alih, karena kalau suaminya yang bertanya, Jingga takut suaminya itu lepas kontrol.

"Iya Kak. Sebenarnya Dafa itu mantan kekasih aku, sebelum aku menikah dengan Mas Ken. Aku juga enggak tahu kenapa tadi dia bisa semarah itu. Mungkin dia hanya belum terima karena aku menikah dengan orang lain," jelas Resti sambil menatap Jingga dan Ken bergantian.

"Apakah waktu kamu menjebak saya, kamu masih ada hubungan dengan dia?" tanya Ken setelah berhasil mengontrol emosinya.

"I--ya Mas. Tapi beneran, aku udah mengakhiri hubungan itu sebelum kita menikah Mas," jawab Resti meyakinkan suaminya.

Ken memicingkan matanya, menatap Resti dalam-dalam. Jika dia masih berhubungan dengan lelaki lain, tapi disaat bersamaan dia menjebak Ken dengan rencana liciknya, tidak menutup kemungkinan bahwa anak yang dikandung Resti bukan anaknya Ken.

Bisa saja Resti memanipulasi semuanya, hingga orang-orang percaya bahwa Ken yang membuat Resti hamil. Itu sangat mudah bukan bagi wanita licik seperti dia, pikir Ken sambil berkerut kening.

"Apa anak yang ada didalam kandungan mu itu bukan anak saya?" tanya Ken sambil menunjuk kearah perut Resti.

"Kamu gila Mas. Jelas-jelas kamu sudah tahu bahwa ini anak kamu. Kamu sendiri yang melakukan tes DNA nya dan kamu sendiri yang melihat hasilnya," ucap Resti kesal.

"Ya bisa aja kan, kamu menjebak saya supaya menikahi kamu yang sudah hamil anak laki-laki lain, dan memanipulasi hasil tes DNA nya," ucap Ken sambil tersenyum sinis menatap kearah Resti.

"Mas, kamu keterlaluan! Bisa-bisanya kamu nuduh aku seperti itu!" balas Resti dengan nada tinggi.

"Mas, sudah. Kamu jangan membuat Resti emosi. Kalau dia mengalami tekanan, kasihan bayi yang ada didalam kandungannya" ucap Jingga sebelum suaminya itu berbicara kasar lagi pada Resti.

"Res, mending sekarang kamu pergi istirahat kekamar. Kamu juga harus nenangin pikiran dan emosi kamu. Kamu harus menjaga kandungan kamu agar baik-baik aja," ucap Jingga yang dibalas anggukan oleh Resti.

Setelah Resti pergi kekamarnya kini giliran Jingga yang memenangkan suaminya. Dia terus mengelus lengan suaminya yang

terlihat sedang mengatur emosinya.

"Sayang, bagaimana jika anak yang dikandung Resti bukan anak aku," ucap Ken sambil melihat ke wajah cantik istrinya.

"Tenang Mas, kita cari tahu nanti. Sekarang kamu juga harus istirahat supaya pikiran kamu tenang," ucap Jingga. Ken pun mengangguki ucapan istrinya dan segera menggiring istrinya masuk kedalam kamar.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
kalo judul novelnya apa???
Nurriyah: Wah, terima kasih kak atas kunjungannya 😍😍😍
total 3 replies
Puan Harahap
nyicil 10 like thor
mampir ya
Puan Harahap
hadir dan salam daroi pria idola
Puan Harahap
hadir, salan pria idola
Puan Harahap
hadir
Puan Harahap
salken thor
Rochmah Yuliati
gak ada lanjutannya thor??
Nurriyah: Maaf ya kak, belum bisa up lagi. Tapi Author akan segera menyelesaikannya 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
dasar ken,,, gak punya urat malu,,,,kepedean banget,,, skrg ngakuin anak dulu loe kemana aja,,, malah gak mengakui anak dlm kandungan jingga sbgai darah dagingnya,,,,
Nurriyah: Sesal selalu di akhir, mungkin itu yang dia rasakan kak 😊 😊
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
wah...wah...wah ini lebih memalukan lagi istri baru seminggu meninggal dah ngejar mantan aja dengan tak tau malunya bahkan meremehkan orang lain kayak dia yang lebih baik baik aja ckckck
Nurriyah: Iya kak 😊 😊 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
urat malunya udah putus tu
Nurriyah: 😊😊😊 iya kak
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
awas klo ken bikin ulah dengan keadaan rey yg sekarang
Nurriyah: Kalo bikin ulah nanti ta getok kepalanya kak 😀
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
semoga cepet sadar dan pulih...dan semoga kecelakaan ini murni bukan rencana seseorang
Nur Aida Zhaafira
jgn sampe kenapa2 sama rey
Nafisa Hasan
heeh ada apa kk......
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
nah loh,,,,apa yg terjadi sampai jingga begitu kaget,,,,!?!?
Anissa Magfirah
jangan bikin terkejut juga lho thor jantung kita yang baca , dan buat kita penasaran,
lanjutan ceritanya harus dobel lho tho, kalian lama nggak up nya
Viorinne Chella
Semangat thor
semoga urusan real nya cpt kelar
dan bisa update lagi 💞
Nurriyah: Iya kak terima kasih 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
sehari sekali dong kk upnya
Nurriyah: Maaf kak kemarin ada acara keluarga jadi tidak bisa update 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
cara ken menemui anaknya yg salah,,,kenapa harus dgn cara tdk baik,, tentu saja jingga merasakan kesal dgn tindakan ken
Anissa Magfirah
saya senang saja sikap jingga , tapi saya juga muak melihat sikap ken yg terlalu angkuh, syukurlah kalau ken sadar, tapi, sebagai mantan suami, dia seharusnya secara baik baik dan jgn terlalu angkuh , jengkel ,kecewa sama ken ,
피롷: dri kmaren aku pgen bgt geplak palanya ken pke panci pink😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!