Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diakui
Mia resmi menjadi pegawai negeri sipil di salah satu kabupaten di pegunungan bersama suaminya. Hal yang tidak perna Mia banyangkan dalam hidupnya. Karena dia berpikir mau bekerja tanpa ada seragam dan diikat dengan waktu. Namun rencana Tuhan berbeda dengan rencananya.
Dan sekarang di aula kantor bupati dia menerima surat keputusan menjadi pegawai negeri sipil langsung dengan pangkat tiga a. Setelah setahun mengabdi dia baru menyesuaikan pangkat dengan ijazah strata duanya. Hal ini disampaikan oleh Roy Denis Sem suaminya. Sem sudah menyiapkan hadiah buat istrinya. Hal biasa yang mereka lakukan ketika ada pencapaian keberhasilan atau pun syukuran hari ulang tahun.
Hari ini Roy datang bersama anak laki - lakinya Jared Hans Sem, bayi yang sudah berumur sebelas bulan ini, yang sudah berjalan membuat papinya kerepotan. Hal mengejutkan ketika nama maminya disebut, dan maminya maju kedepan dengan sekuat tenaga bayi mungil itu berlari ke arah maminya. Roy panik berlari mengejar anaknya. Namun oleh Bupati di tahan tangannya.
"Biarkan Roy."
Akhirnya Roy hanya bisa melihat, bagaimana anaknya digendong oleh maminya dan menerima SK pegawai negerinya. Tingkah gemas Hans membuat semua orang yang ada di aula ini.
"Opa gendong."
"Nanti ya sayang."
"Mia, sini biar papa gendong."
Bapak bupati, memberi sambutan sambil mengendong Hans anaknya Roy dan Mia. Roy sudah berada di samping panggung bersama, Musa ajudan bupati.
"Kak, Hans memang beda."
"Beda apa dek??"
"Dia ganteng. Anak adat juga. Maaf - maaf ya kak."
"Oke kaka mengerti."
Hans tertidur dalam gendongan Bupati. Roy yang melihat mau menghampiri.
"Roy, berdiri disitu. Ini pertama kali saya dipeluk oleh cucu saya. Jangan ganggu kesenangan saya."
Roy berdiri tegak, dan langsung menjadi bahan candaan Bupati. Semua orang tertawa. Mia hanya bisa tersenyum. Selesai memberi sambutan. Bapak kembali ke kursinya,sambil mengendong Hans. Selesai kegiatan Hans masih tertidur dalam pelukan opa bupati.
"Kenapa Ka Nic, ko iri to. Belum perna rasa di peluk cucu to."
Papa Nico hanya tersenyum melihat tingkah ade Bupati. Mia mendekat hendak mengendong anaknya yang masih pulas dalam gendongan bapak bupati.
"Bapak, biar Mia gendong cucu papa."
"Kamu menganggu kesenangan papa." Mia hanya tersenyum. Begitu mengangkat anaknya Hans menangis, namun ketika melihat maminya dia pun terdiam.
"Sayang, kaka bangga loh, punya kamu dan Hans,semua orang memuji kita."
"Jangan makan puji sayang."
"Mana ada kaka makan puji, kaka itu makan nasi paling aneh ya kaka makan kamu."
"Malu, kaka bicara begitu mama dengar."
"Laki - laki timur itu napsu sayang."
"Tetapi Mia suka yang napsu - napsu begitu."
"Sayang hanya kaka yang bisa napsu sama kamu."
"Tergantung???"
"Maria???!!!"
"Bercanda sayang."
Dalam perjalanan pulang, Hans kembali tertidur, sampai di rumah dia langsung membawa anaknya ke kamar. Kemudian di ke kamarnya. Mereka sudah tidak makan siang lagi, karena tadi sudah makan di luar bersama papa dan mama bupati. Papa Nico mau ikut namun oleh Roy melarang karena ada mama Sisca.
Di kamar suaminya hanya menggunakan celana dalam. Mia tahu apa yang suaminya mau.
"Sayang porno tau."
"Seksi kan sayang??" Roy sudah mendekati istrinya. Dia langsung melancarkan aksinya dengan membuat istrinya bergairah. Sehingga saat mau menyatu, dia sudah siap. Ya saat ini Roy dan Mia sedang memadu cinta mereka. Sore ini setidaknya ada tiga gaya yang Roy praktek bersama istrinya. Mia sangat dibuat lemas oleh suaminya. Roy tersenyum dia mencium istrinya.
"Terima kasih sayang, ini sangat indah. I love you."
"I love you more." Tubuh Mia penuh dengan peluh, sehingga dia terlihat sangat seksi.
"Kamu seksi sekali sayang. I love you." Roy menutup tubuh mereka dengan selimut dan memeluk istrinya.
"Sayang....."
"Ya......"
"Kamu cantik."
"Terima kasih."
"Kak, jangan nakal di belakang adek ya."
"Janji sayang. Hanya kamu sayang di hati kaka."