Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
Alya di masukan ke IGD dengan cepat, semua keluarga Alya menunggu dirinya di luar IGD.
Semua tampak gelisah menunggu Alya di periksa dokter.
15 Menit Kemudian
Dokter keluar dari ruang IGD dengan wajah yang lesu, dengan tangan terkepal di depan dokter menghampiri keluarga Alya.
"Selamat malam, apa ini keluarga dari korban kecelakaan?" tanya dokter
"Ya bener dok. bagimana keadaan putri saya?" tanya Rumi
Dokter hanya terdiam sembari menundukkan kepala, melihat raut wajah Rumi yang seperti ingin mendengar berita baik membuat dokter tidak kuat untuk memberi tahukan hal yang sangat buruk kepada Rumi.
"Dok kenapa? Anak saya gak papa kan, hanya luka kecil saja kan, dok" lirih Rumi
"Maaf anak ibu sudah tiada" ucap dokter dengan perlahan
Rumi melangkah mundur tidak percaya dengan ucapan dokter, semua keluarga Alya tidak bisa mengucapkan sepatah katapun karena terkejut.
"Gak mungkin dok gak mungkin, anak saya masih hidup kan. lukanya cuma di kepala dok gak parah dokkkk" histeris Rumi menggema di seluruh lorong IGD
Semua orang melihat ke arahnya, bagaimana kehancuran hidupnya.
"Akhhhhhh gak anakku masih hidup gakkkkk" teriak Rumi
"Mamah" lirih Lisa
"Gak mungkin kan adek kamu gak mungkin" ucap Rumi kepada Lisa sembari Lisa memeluk Rumi.
Brak.....
Rumi pingsan, Andreas hanya bisa diam terkejut dengan fakta jika anak bungsunya sudah tidak perlahan air matanya tumpah dia seperti orang kehilangan arah.
"Bang" lirih Surya sembari memeluk Andreas
"Gak. Ini cuma mimpi" ucap datar Andreas sembari air matanya terus turun.
Plakkk.... Plak....
"Stop bang stop" ucap Surya yang melihat Andreas menampar dirinya sendiri.
"Ini semua salah gue, salah gue akhhhh" amuk Andreas
Tangis Andreas pecah kaki nya lesu seperti tidak ada tulang untuk menopang badanya.
"Gak mungkin kan sur, Al masih hidup kan. Dokter itu bohong kan sur" lirih Andreas.
Surya hanya diam dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, Andreas terlihat hancur.
"Bang udah bang" Surya hanya membalas nya dengan memeluk Andreas.
Semua orang menangis Rumi di bopong dan di bawa ke bad pasien.
Semua menangis tidak ada yang bisa di ucapkan dengan kata - kata kesedihan yang mereka dapatkan.
1 Jam Kemudian
Rumi sadar, di sebelahnya sudah ada keluarga yang menemani nya kecuali Surya dan lion mereka mengurus kematian Alya.
"Papah" lirih Rumi memeluk Andreas
Andreas hanya menangis dan memeluk Rumi dan Lisa dengan erat.
2 Jam Kemudian
Alya sudah di masukan ke dalam peti dan di bawa ke rumah.
Di dalam ambulance Rumi hanya bisa memeluk peti jen*zah dia menangis tanpa henti dan terus meminta Alya untuk bangun kembali.
20 Menit Mereka Sudah Sampai Di Rumah.
Peti jen*zah pun di keluarkan di masukan ke dalam rumah Andreas seluruh keluarga sudah hadir di rumah Andreas mereka menangisi kematian Alya yang secara tiba - tiba.
Peti di buka, mereka semua melihat Alya yang sangat cantik dengan gaun yang dulu Rumi berikan untuknya di pakai di saat - saat terakhir nya.
"Bangun nak bangun, mamah gak mau kamu pulang dengan keadaan ini nak bangun. Mamah udah dekor kamar kamu lebih bagus dan nyaman untuk kamu nak bangun. Mamah janji akan lebih baik sama kamu nak bangun ayo nak" lirih Rumi
Rumi terus menangis dan dia pingsan beberapa kali membuat dia sangat lemah badanya terasa lemas dan terus jatuh saat melihat peti Alya.
1 Jam Kemudian
Para pelayat pun sudah mulai sepi dan terasa kesunyian yang ada di rumah ini sekarang, biasanya jika Alya kembali ke rumah banyak hal yang dia inginkan dan dia tanyakan kepada mereka membuat suasana rumah yang sepi kembali hangat.
Tok... Tok..
Pintu di ketuk oleh Yuri.
"Yuri" lirih Lisa
Yuri langsung memeluk Lisa dengan erat, walupun dirinya sangat sangat sedih dia harus terlihat tegar di hadapan keluarga Alya.
2 Jam Kemudian
Yuri berpamitan pulang, besok acara penguburan jen*zah Alya membuat dia harus kembali pulang untuk menyiapkan barang - barang Alya.
Keesokan Harinya
Penguburan jen*zah Alya pun di laksanakan hari ini, seluruh keluarga Alya sudah ada di pemakaman, Yuri dan ibunya pun sudah ada di sana bersama keluarga Alya..
Isak tangis mengiringi kepergian Alya dan beberapa rekan kerja Alya pun hadir di sana menemani Alya di saat saat terakhirnya.
Rumi, Lisa dan Andreas saling berpelukan saat peti Alya di kebumikan dengan di iringi kesedihan yang mendalam.
1 Jam Kemudian
Acara pemakaman Alya Selasa, keluarga alya pulang ke rumah.
Dan Setalah mereka beristirahat di rumah Yuri datang ke rumah dengan membawa 1 koper itu adalah barang barang Alya.
"Permisi kak" ujar Yuri
"Eh Yuri mari masuk nak" ucap tante Bunga
"Ya Tante" balas Yuri
Yuri masuk ke dalam rumah tamu dan duduk di sana.
"Maaf Tante saya mau mengantarkan barang - barang Alya" ujar Yuri
Bunga hanya diam, melihat bukan Alya yang pulang dengan kopernya tapi hanya kopernya yang pulang tanpa pemiliknya.
"Huhhh.... Terima kasih Yuri, jika bukan karena kamu mungkin Alya hidup menderita di luar sana" ujar Bunga
"Tidak perlu berterima kasih Tante. Yuri sudah menganggap Alya sudah seperti sodara Yuri sendiri jadi tidak perlu berterima kasih. Apa orangtua Alya bisa saya temui Tante? Ada hal yang ingin saya sampaikan kepada mereka" tanya Yuri
"Emang gak bisa di bicarakan sama Tante aja?" tanya Bunga
"Bukan aku gak percaya sama Tante tapi lebih bagusnya ada keluarga inti, kalau misal orangtua Alya gak bisa. Bisa di wakilin sama kak Lisa" jawab Yuri
"Yasudah kalo gitu. Tante masuk dulu ke dalam ya, bicara sama orangtua Alya" balas Bunga
"Baik Tante" ucap Yuri
20 menit Yuri menunggu entah apa yang mereka bicarakan Yuri pun tak tau dan dia pun tidak ada niatan untuk menyusul karena takut tidak sopan.
5 Menit Kemudian
Orangtua Alya dan keluarga Alya yang lain pun ikut menemani Yuri di ruang tamu.
"Maaf Tante, Yuri mengganggu waktunya" ucap Yuri sopan.
"Tak apa nak. Katanya Yuri ada yang di bicarakan sama Tante dan om?" tanya Rumi dengan lesu
"Iya Tante. Ini barang - barang Alya yang ada di kontrakan Yuri dan ini kartu ATM Alya, dan di sini ada uang sebanyak 20 juta Tante" jawab Yuri
"20 juta? Alya dapet uang dari mana sebanyak itu?" tanya Rumi kaget
"Ini adalah uang hasil kerja Alya Tante, Alya bekerja dari siang sampai malam. Dia bertekad ingin mengganti uang yang dia ambil dari tante dan om, namun saat uangnya belum sepenuhnya ada Alya sudah pergi" jawab Yuri dan memberikan koper dan kartu ATM Alya kepada Rumi.
dsr ppb.....🤮🤮🤮
tapi kayaknya aku bakalan nabung bab nya soalnya kalo baca per update nya kan cuma 1bab jadi mendingan di tabung bab nya. makasih thor aku suka ceritanya, sehat selalu ya author yang baik. ❤❤❤
s neng blm sdar sm kkuatannya sndri....pdhl,slain jd holang kaya dia jg jd sakti mndragunawati.....🤣🤣🤣
kl holang kaya mh gt ya....pas dngr btuh apa,sat set beli....tau2 udh nmpuk aja....tp indah bruntung bgt ktmu alya,jd dia bs bbas dr kluarga gila...trs prgi jauh....