#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. melawan babi hutan
Song xinglan juga menemukan singkong, seperti ubi jalar ia juga mengambil pucuknya untuk ia jadikan sayur, lalu ia sisihkan untuk ia tanam di ruang.
"Kemana kelincinya mengapa tidak muncul juga!." Keluhnya kesabarannya hampir habis.
" Baihu keberuntungan tidak lagi berpihak padaku, apa kamu bisa merasakan ada sungai sekitar sini, lebih baik mencari ikan saja." Ucap sedikit lelah, ia duduk dekat batang pohon sudah tumbang.
"Tuan, aku tidak bisa mendeteksi dunia luar, kekuatanku belum pulih." Ucapnya lagi dengan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa Baihu! kita akan berusaha untuk mengembalikan energi spiritual ruang Bai Lian Hua, supaya energimu kembali pulih." Ucapnya menenangkan Baihu, kalau Baihu tidak bisa ia akan mencari sendiri dengan kemampuannya.
"Terimakasih tuan!" Ucapnya terharu ternyata song xinglan tidak memaksa dirinya, song xinglan memang lemah tetapi ia baik hati, memiliki tuan sepertinya tidaklah rugi pikirnya.
"Untuk apa berterimakasih! Oya seperti ini sangat bagus untuk kayu bakar, kebetulan dirumah kayu bakar sudah habis." Song xinglan menepuk kayu yang ia duduki lalu ia mengumpulkan kayu bakar.
"Baihu masukkan juga batang pohon besar yang aku duduki ini, kalau dipotong dan dibelah-belah pasti dapat banyak." Ucapnya lagi.
"Tuan jika begini ruang yang sempit ini bisa penuh, segel ruang juga belum dibuka." Ucapnya lagi sedikit putus asa melihat song Xinglan memasukkan semua barang yang dia lihat kedalam ruang.
"Ah! masak sih!, masih ada ruang kok, hanya kayu ini saja nanti sampai dirumah aku keluar kembali." Ucap song xinglan santai, Baihu hanya pasrah.
Tak lama setelah itu tugas mencari kayu bakar sudah selesai, tiba-tiba terdengar bunyi krasak krisuk disemak paling unjung sedikit jauh dari keberadaannya sekarang.
"Baihu apa kamu tahu apa yang dibalik semak itu, ayo kita lihat!." Ucapnya segera melangkahkan kakinya kearah sana.
"Tuan, aku merasakan sesuatu berbahaya jangan kesana kekuatanmu belum cukup." Ucap Bahui memperingatinya, tetapi sudah terlambat Song Xinglan sudah masuk dibalik semak-semak itu.
Mata song Xinglan terbelalak melihat sesuatu yang ada disana!
"Babi...!!! besar sekali, bagaimana ini aku belum sanggup melawan babi itu, dan aku juga tidak memiliki senjata." Gumamnya ia tubuhnya mematung, ia ingin melangkah tetapi tidak bisa.
"Tuan! Cepat lari sebelum babi itu menyadari keberadaan tuan.!" Ucap Baihu kedapa song xinglan.
" aku tidak bisa, tubuhku kaku!." Ucapnya sambil berusaha bergerak!, " aku belum pernah melalui situasi seperti ini," ucapnya lagi.
"Berusahalah tuan, masuk saja kedalam ruang." Ucapnya Baihu lagi, ia tahu tuannya dari dunia modern yang hidup damai tidak ada babi, tidak ada bandit yang menyerang dan tidak ada perperangan.
"Tuan, sepertinya mentalmu juga harus dilatih! adu tanding dengan hewan buas." Ucap Baihu santai.
"Apa kamu mau membunuhku." Ucapnya berteriak, sehingga keberadaannya diketahui oleh Babi yang asik makan itu.
"Ketahuan! Mati aku, ini semua gara-gara kamu Baihu, aku belum siap melawannya sekarang." Ucapnya lagi,
"Kalau begitu cepatlah masuk keruang." Ucap Baihu, tetapi didalam hati tekad kuat untuk melatih mental tuannya, kehidupan disini berbahaya, yang harus dihadapinya bukan hanya babi dipegunungan saja.
Karena di dunia ini meski pun tidak ada hukum rimba tetapi orang terkuat lah yang berkuasa, jika kuat kita pasti di hormati.
Babi hutan berlari sangat kencang kearahnya, sebelum ia masuk kedalam ruang, sebuah tangan menarik pinggang rampingnya, menghindari serangan Babi.
Song xinglan menutup matanya, nafas ngos-ngosan bukan karena berlari tapi karena cemas.
"Apa yang kau lakukan disini! Mau bunuh diri." Marah seseorang yang berada sangat dekat dengannya, tentu saja dekat orang itu masih memeluknya dan tangannya masih di pinggang song xinglan.
Mendengar suara familiar, song xinglan membuka matanya ia kira ia sudah meninggal.
"Kamu....ngapain disini!." Ucapnya melihat setelah melihat wajah orang.
"Seharus aku yang bertanya, disini bukan tempat anak perempuan manja sepertimu." Ucap orang itu.
"Wei Jingguo...aku tidak manja! Lihat saja setelah kuat aku akan melawanmu, lepaskan aku, kau menyentuhku lagi tanpa persetujuanku." Song xinglan memberontak dalam pelukan wei jingguo.
"Diamlah lihat kebawah! Jika ingin aku lepaskan, baiklah." Ucapnya lagi meminta song xinglan melihat kebawah.
"Aaaaaakkkh kau sengaja ya, wei Jingguo, aku takut ketinggian." Ucapnya berteriak secara refleks memeluk Wei Jingguo dengan erat membuat tubuh wei jingguo membeku.
Didalam ruang Baihu mengejeknya. " takut ketinggian tetapi ingin belajar qinggong." Ucapnya sambil mengejek tuannya.
"Rasa takut itu bisa di atasi, berbeda dengan sekarang tiba-tiba sudah melayang disini , tanpa persiapan apapun tentu aku ketakutan karena aku belum siap." Song memiliki alasan untuk membalas Baihu.
"Tenanglah! Aku tidak akan melepaskanmu." Ucap wei jingguo merasakan tubuh song xinglan gemetar, membuat tubuhnya yang kaku tadi kembali refleks, ia menepuk-nepuk punggung song xinglan.
Lalu ia meletakkan song xinglan di atas pohon, yang tidak bisa di jangkau oleh babi itu, ia bisa saja kabur disana membawa song xinglan dengan qinggong nya, tetapi ia butuh babi itu.
"tetap disini, jangan turun apapun yang terjadi." Ucapnya kepada song xinglan dengan nada yang berbeda dari biasanya, sedikit lebih lembut walau terdengar kaku,
ia memegang bahunya song xinglan untuk menenangkannya, setelah itu ia berdiri bersiap untuk turun dari pohon untuk segera melawan babi hutan kalau ditunggu lebih lama lagi babi itu akan kabur.
"kamu mau kemana, itu berbahaya!." song xinglan menahan tahan Wei Jingguo supaya tidak melawan babi itu sendirian.
melihat kecemasan dari song xinglan, wei jingguo tersenyum tetapi hanya sebentar wajah datarnya kembali.
"aku harus membunuh babi itu, jangan khawatir!." Ucapnya lagi, langsung melompat turun tanpa menunggu jawaban song xinglan.
"huh! siapa juga yang khawatir!" kata song xinglan pelan, tetapi pandangannya tidak lepas dari wei jingguo ia ingin memastikan jika terjadi sesuatu ia langsung membantunya.
wei jingguo melawan babi tersebut dengan mudah, entah kenapa ia sedikit lengah, melukai perutnya oleh taring babi yang runcing.
"Tiiidaak..! ucap Song Xinglan secara refleks ia ketakutan melihat Wei Jingguo terluka. " Mengapa dia terluka bukankah dia kuat." Ucap Song Xinglan cemas.
"Tuan, sepertinya dia sudah terluka sebelumnya." balas Baihu memberitahu tuannya.
"untuk apa dia senekat itu, dia bisa kabur dari sini, uang bisa dicari lagi sedangkan nyawa hanya satu." Ucapnya xinglan
"mungkin dia butuh uang untuk mengobati adik-adiknya." Ucapnya Baihu, ini hanya dugaan Bahui.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁