NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Saat keluarganya menjualnya demi uang, Lin Qingyan diselamatkan oleh pria misterius bernama Gu Beichen dan dipaksa menikah dengannya.
Ia mengira itu hanya pernikahan palsu.
Sampai ia tahu suaminya adalah pria paling berbahaya di dunia.
Ketika putri mereka lahir membawa darah kuno yang diincar seluruh dunia, perang besar pun dimulai.
Dan siapa pun yang berani menyentuh keluarganya... akan lenyap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelum Gudang Ini Meledak

📖 BAB 25: Sebelum Gudang Ini Meledak

Alarm meraung memekakkan telinga.

Lampu kuning di langit-langit Gudang 19 berubah merah berkedip cepat. Suara mekanis berulang memenuhi ruangan:

Evakuasi. Evakuasi. Sistem penghancuran aktif.

Qingyan berdiri membeku di antara dua pria yang sama-sama membawa potongan masa lalunya.

Di depannya, Adrian Vale tersenyum seolah sedang menikmati makan malam.

Di balkon baja atas, Gu Beichen menodongkan pistol dengan wajah sedingin musim dingin.

Dan di telinganya, suara Han hampir pecah karena panik.

“Lima menit! Ulangi, lima menit sebelum seluruh struktur jadi kembang api!”

“Sedikit dramatis,” gumam Adrian.

“Diam!” bentak Qingyan.

Untuk pertama kali malam itu, dua pria itu sama-sama menoleh padanya.

---

“Apa maksud foto itu?” suara Qingyan tajam.

Adrian menunduk mengambil map dari lantai.

“Maksudnya sederhana. Elena Qin bukan milik satu pria.”

Beichen turun dari tangga samping tanpa menurunkan pistol.

“Kalimat berikutnya akan menentukan apakah kau masih punya lutut.”

Adrian tertawa pelan.

“Kau memang putra Zhengyuan.”

Qingyan melangkah maju.

“Jawab aku.”

Adrian menatapnya lama.

“Dua puluh lima tahun lalu, ibumu bekerja dengan ayah Beichen... dan denganku.”

“Bekerja atau tidur dengan?” tanya Qingyan dingin.

Adrian tampak senang.

“Kau punya bakat langsung ke luka.”

“Jawab.”

“Kadang keduanya.”

Ruangan mendadak lebih dingin.

---

Beichen memukul wajah Adrian tanpa peringatan.

Satu pukulan lurus.

Keras.

Adrian terhuyung ke meja logam dan darah mengalir dari bibirnya.

Han bersorak lewat earpiece.

“Akhirnya!”

Qingyan menatap Beichen.

“Kau meninju orang tua di tengah bom aktif?”

“Aku multitasking.”

Adrian tertawa sambil menyeka darah.

“Temperamen itu sama persis.”

“Diam,” kata Beichen.

Ia mengokang pistol lagi.

“Berhenti bicara teka-teki. Apa hubunganmu dengan Elena.”

Adrian memiringkan kepala.

“Aku mencintainya.”

“Dan dia?”

Sunyi sepersekian detik.

“Dia mencintai masa depan.”

---

Alarm berbunyi makin cepat.

Qingyan menyambar map dari tangan Adrian dan membukanya.

Di dalamnya ada dokumen medis, catatan genetik, grafik perkembangan janin, dan beberapa foto laboratorium.

Salah satu halaman bertuliskan:

SUBJEK A-01

Maternal Carrier: Elena Qin

Primary Genetic Source: A.V.

Tangannya gemetar.

“A.V... Adrian Vale?”

“Ya.”

Halaman lain bertuliskan:

Secondary Stability Key: G.Z.

Qingyan menoleh cepat ke Beichen.

“G.Z?”

Beichen menjawab pelan.

“Gu Zhengyuan.”

Qingyan merasa lantai bergeser.

“Apa artinya ini?”

Adrian tersenyum puas.

“Artinya, kau tidak diciptakan dari satu garis darah.”

---

“Bahasa manusia!” bentak Qingyan.

Adrian menatapnya penuh minat.

“Kau adalah proyek gabungan. Materi genetik utamaku, penstabil dari keluarga Gu, dibawa oleh tubuh Elena.”

Han hening beberapa detik di earpiece.

Lalu berkata,

“Maaf, saya perlu waktu memproses kebusukan itu.”

Qingyan merasa mual.

“Aku... eksperimen tabung?”

“Kau adalah pencapaian.”

“Aku bukan benda!”

“Benar. Kau hasil terbaikku.”

Beichen menembak dekat kaki Adrian.

Peluru menghantam lantai logam.

“Kalimat berikutnya pilih dengan bijak.”

---

Qingyan mundur satu langkah.

Semua hidupnya terasa seperti rumah yang dibangun di atas kebohongan.

Ia bukan anak tak diakui.

Bukan pewaris tersembunyi.

Bukan bayi hilang.

Ia dirancang.

Dibuat.

Disusun.

Dan keluarga Gu terlibat.

Ia menatap Beichen.

“Kau tahu?”

“Tidak semuanya.”

“Berapa banyak?”

“Cukup untuk curiga.”

“Dan kau diam.”

“Aku ingin bukti dulu.”

“Jangan pakai nada logis sekarang!”

Untuk pertama kali, Beichen tampak kehilangan jawaban.

---

Alarm berubah menjadi hitungan mundur digital di layar dinding.

03:59

Han berteriak,

“KALAU KALIAN MAU DRAMA KELUARGA, LAKUKAN DI LUAR!”

Adrian berjalan ke panel kontrol.

“Sudah terlambat.”

Beichen mengarahkan pistol.

“Berhenti.”

“Kalau aku mati, sistem tetap jalan.”

“Bagus. Mati saja.”

“Aku suka dia,” kata Adrian pada Qingyan. “Sayang terlalu mirip ayahnya.”

“Dia bukan ayahku,” kata Beichen dingin.

“Kadang darah tak penting.”

Qingyan tertawa pahit.

“Lucu sekali mendengarnya malam ini.”

---

“Matikan bomnya,” kata Qingyan.

Adrian menatapnya.

“Datang denganku.”

“Apa?”

“Kau ikut sekarang. Aku matikan semuanya.”

“Tidak,” kata Beichen langsung.

Adrian mengangkat bahu.

“Kalau begitu kita semua belajar meledak bersama.”

Beichen bergerak maju, tapi Qingyan menahan lengannya.

“Diam.”

Ia menatap Adrian.

“Kenapa kau menginginkanku?”

“Karena dunia akan memburumu saat mereka tahu apa dirimu.”

“Aku sudah diburu.”

“Bukan seperti nanti.”

Adrian mendekat satu langkah.

“Kau bisa memilih bersamaku... atau dipakai semua orang lain.”

---

Qingyan menatap pria itu.

Ada kegilaan di matanya.

Ada obsesi.

Ada bentuk cinta paling rusak yang pernah ia lihat.

Lalu ia tersenyum tipis.

“Baik.”

Beichen menoleh tajam.

“Qingyan.”

“Percaya aku.”

“Aku sedang berusaha tidak menghancurkan ruangan.”

“Itu hobi buruk.”

Ia berjalan mendekat ke Adrian.

Pria itu tampak puas.

“Tepat seperti ibumu. Selalu memilih cerdas.”

Qingyan berdiri di depannya.

“Ya.”

Lalu mengangkat lutut sekuat tenaga ke selangkangannya.

Adrian terlipat sambil tercekik suara.

Han menjerit kagum di earpiece.

“LEGENDA!”

Qingyan merebut remote dari tangannya.

“Dan aku juga mewarisi sisi kasarnya.”

---

Beichen nyaris tersenyum.

Nyaris.

“Han.”

“Saya ambil alih sistem!”

Qingyan melempar remote ke Beichen.

Adrian masih jatuh berlutut sambil memaki dalam tiga bahasa.

Beichen menendang tubuhnya ke samping dan menempelkan pistol ke kepala pria itu.

“Di mana override manual.”

Adrian menyeringai kesakitan.

“Pergi ke neraka.”

Beichen mengokang pistol.

“Bisa setelah jawab.”

Qingyan melihat panel samping dengan penutup kaca.

Ia menghantamnya memakai batang besi.

Kaca pecah.

Di dalam ada tuas merah.

“Ini?”

Adrian memucat untuk pertama kali.

“Jangan sentuh itu!”

“Berarti benar.”

Ia menarik tuas.

Alarm mati.

Seluruh gudang hening.

---

Sunyi itu terasa lebih keras dari ledakan.

Han bersorak di telinga mereka.

“Sistem batal! Kalian hidup! Dan saya pantas bonus!”

Qingyan terengah.

Tangannya berdarah karena kaca.

Beichen langsung menangkap pergelangannya.

“Luka.”

“Sedikit.”

“Kau selalu menilai buruk.”

Ia membuka saputangan dan membalut tangannya cepat.

Gerakannya cekatan. Terbiasa.

Lembut.

Qingyan menatap wajahnya tanpa sadar.

“Kenapa kau selalu datang?”

Beichen tak mengangkat kepala.

“Karena kau selalu lari ke masalah.”

“Bukan itu.”

Ia berhenti sejenak.

Lalu menatapnya lurus.

“Karena kalau kau hilang... tempat ini jadi terlalu sepi.”

Jantung Qingyan berhenti bekerja normal.

Han mengerang di earpiece.

“Saya mendengar itu dan saya jomblo.”

---

Suara sirene baru terdengar dari luar.

Bukan alarm bom.

Polisi.

Tim Qin.

Tim Gu.

Semua datang.

Adrian tertawa dari lantai.

“Bagus. Sekarang semua pemain hadir.”

Ia menatap Qingyan.

“Kau pikir malam ini selesai?”

“Semoga.”

“Baru mulai.”

Ia mengangguk ke arah map di tangan Qingyan.

“Halaman terakhir.”

Qingyan membuka bagian belakang map.

Satu lembar foto jatuh.

Foto USG lama.

Di bawahnya tulisan tangan Elena Qin:

Jika aku mati, lindungi anak keduaku. Mereka tidak tahu aku menyembunyikannya.

Qingyan membeku.

“Anak... kedua?”

Beichen merebut kertas itu.

Tatapannya berubah gelap.

Adrian tersenyum puas meski berdarah.

“Selamat.”

Ia berbisik.

“Kau baru tahu... kau punya saudara kandung asli yang belum pernah ditemukan.”

BERSAMBUNG

1
Karo Karo
terus Madan gu itu siapa Thor ahhhhhhh pusing pala Barbie 🫨
Karo Karo
kamu asisten di mna2 Han 🤣
Karo Karo
lah aku kira dah mati
Karo Karo
🤣 kurang romantis Han
Karo Karo
🤣🤣🤣 antrian kemana alam baka 🤭
Karo Karo
kau membuat pembaca seperti ku mumet thor belum selesai Maslah 1 muncul lagi untung di selingi tawa 😭 serah lu lah Thor 🫰🏻
Karo Karo
sabar Han 🤣
Karo Karo
aku kira benci dulu nanti cinta 🤣🤣🤭
Karo Karo
aku juga baiming 🤣🤣🤣🤣
Karo Karo
mantap aku suka gayamu 🤭🤣
Karo Karo
🤣 gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!