LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.
Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.
Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.
DIA SALAH BESAR.
Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.
kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.
Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: TAKHTA DI TENGAH BADAI DAN JANJI YANG TERUKIR
MENJELANG PERTEMPURAN: RUANG DEWAN DIREKSI
Pagi rapat dewan direksi luar biasa tiba dengan awan mendung menggantung di atas Jakarta, seolah mencerminkan suasana hati di dalam Hadiningrat Tower. Ruang rapat yang megah, biasanya menjadi saksi bisu keputusan-keputusan strategis, kini terasa seperti arena gladiator.
Para direktur duduk di kursi masing-masing, wajah mereka memancarkan campuran kekhawatiran, ketidakpercayaan, dan beberapa di antaranya, kepuasan tersembunyi.
Pak Wijaya, dengan raut wajahnya yang selalu tenang namun penuh perhitungan, duduk di ujung meja, sesekali melirik Rizky dengan tatapan menantang.
Rizky, ditemani Suryo yang duduk di sampingnya dengan ekspresi netral, merasakan tekanan yang luar biasa. Ini bukan hanya tentang mempertahankan proyek, tapi juga mempertahankan posisinya, dan yang lebih penting, mempertahankan visi yang telah ia yakini. Haryo duduk di belakang, siap dengan tumpukan data dan presentasi yang telah mereka siapkan semalaman.
Rapat dibuka dengan formalitas singkat. Pak Wijaya, tanpa basa-basi, langsung mengutarakan maksudnya.
"Bapak-bapak dan Ibu-ibu direksi yang terhormat, kita berkumpul hari ini untuk membahas situasi kritis yang dihadapi Hadiningrat Group, khususnya terkait proyek Nusantara Connect.
Penurunan harga drastis dari kompetitor, kampanye negatif yang masif, dan yang paling mengkhawatirkan, tuduhan korupsi yang mencoreng nama baik kita, telah menimbulkan kerugian finansial dan reputasi yang tidak sedikit.
Ia berhenti sejenak, melirik Rizky. "Beberapa dari kita merasa bahwa proyek ini, di bawah kepemimpinan Bapak Rizky Hadiningrat, telah terlalu ambisius dan berisiko tinggi, sehingga membahayakan stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Kami mengusulkan peninjauan ulang menyeluruh" terhadap proyek ini, bahkan jika perlu, penundaan atau pembatalan.
Bisikan-bisikan mulai terdengar. Beberapa direktur mengangguk setuju. Rizky menatap mereka satu per satu, wajahnya tenang.
RIZKY BERBICARA: DATA, HATI, DAN VISI
"Terima kasih, Pak Wijaya, atas keprihatinan Anda," Rizky memulai, suaranya mantap, memecah keheningan.
"Saya mengerti kekhawatiran yang ada. Namun, saya di sini bukan untuk membela diri, melainkan untuk menyajikan fakta, dan yang lebih penting, untuk mengingatkan kita semua tentang mengapa kita memulai proyek ini.
Haryo mulai menampilkan data di layar proyektor. Rizky tidak langsung membahas angka-angka kerugian. Ia memulai dengan peta Indonesia yang menyala, menunjukkan titik-titik gelap yang belum terjangkau internet.
"Nusantara Connect," Rizky menjelaskan, "bukan sekadar proyek bisnis. Ini adalah janji. Janji untuk menghubungkan setiap sudut negeri, untuk memberikan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kepada jutaan saudara kita yang selama ini terpinggirkan.
Ia kemudian menampilkan video singkat. Bukan video promosi yang mewah, melainkan rekaman-rekaman sederhana dari Tur Nusantara-nya. Wajah-wajah anak-anak yang tersenyum saat pertama kali melihat dunia melalui internet. Para ibu rumah tangga yang kini bisa menjual kerajinan tangan mereka secara daring. Para petani yang mendapatkan informasi cuaca dan harga pasar terbaru. Testimoni-testimoni tulus yang berbicara lebih keras daripada angka-angka kerugian.
"Ini adalah dampak nyata, Bapak-bapak dan Ibu-ibu," kata Rizky, suaranya bergetar namun penuh keyakinan. "Ini adalah investasi yang tidak bisa diukur hanya" dengan laporan keuangan triwulanan. Ini adalah investasi pada masa depan bangsa.
Kemudian, ia beralih ke data finansial. "Saya tidak akan menyangkal bahwa kita menghadapi tantangan. Penurunan harga GlobalNet memang menekan margin kita. Namun, kita telah mengantisipasi ini. Dana cadangan kita masih kuat, dan kita telah mengidentifikasi area-area efisiensi tanpa mengorbankan kualitas.
Rizky kemudian memaparkan strategi jangka panjang mereka: fokus pada layanan nilai tambah yang tidak bisa ditiru GlobalNet, pengembangan ekosistem digital lokal, dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. Ia juga secara transparan menjelaskan tentang kasus Bramantyo, tanpa menyebut nama, namun menegaskan bahwa Hadiningrat Group telah mengambil langkah hukum dan internal untuk memastikan integritas proyek.
"Tuduhan korupsi yang sempat mencoreng kita," Rizky melanjutkan, "telah terbukti sebagai rekayasa pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami telah menyerahkan semua bukti kepada pihak berwajib, dan proses hukum sedang berjalan. Hadiningrat Group berkomitmen penuh pada transparansi dan akuntabilitas.
Kami bahkan telah mengundang auditor independen untuk meninjau seluruh proses pengadaan dan operasional Nusantara Connect.
Ia mengakhiri presentasinya dengan sebuah janji. "Saya tahu, jalan ini tidak mudah. Akan ada badai yang lebih besar. Tapi saya, Rizky Hadiningrat, tidak akan pernah mundur. Saya akan mempertaruhkan segalanya untuk memastikan janji Nusantara Connect terpenuhi. Saya meminta kepercayaan dan dukungan Anda, bukan hanya untuk saya, tapi untuk jutaan rakyat Indonesia yang menaruh harapan pada kita.
PERDEBATAN DAN DUKUNGAN TAK TERDUGA
Ruang rapat hening sejenak. Beberapa direktur tampak terpengaruh oleh presentasi Rizky, terutama video testimoni dan ketegasannya dalam menghadapi tuduhan korupsi. Namun, Pak Wijaya masih belum menyerah.
"Visi memang penting, Bapak Rizky," kata Pak Wijaya, "tapi kita adalah perusahaan, bukan lembaga sosial. Kita punya tanggung jawab kepada pemegang saham. Risiko finansial yang Anda ambil terlalu besar. Bagaimana jika GlobalNet terus membakar uang? Sampai kapan kita bisa bertahan?"
"Kita akan bertahan selama yang dibutuhkan, Pak Wijaya," jawab Rizky, tatapannya tajam. "Karena kita tidak hanya menjual internet, kita menjual masa depan. Dan masa depan tidak bisa dibeli dengan harga murah.
Tiba-tiba, Suryo angkat bicara. Suaranya tenang, namun penuh bobot. "Saya telah menyaksikan perjalanan Rizky. Dari seorang pemuda yang hanya tahu cara membalas dendam, menjadi seorang pemimpin yang berani membangun. Nusantara Connect adalah bukti nyata dari perubahan itu. Saya percaya pada visi ini, dan saya percaya pada Rizky. Saya akan menggunakan hak veto saya sebagai pemegang saham mayoritas untuk mendukung penuh proyek ini, dan kepemimpinan Rizky.
Pernyataan Suryo mengejutkan semua orang, termasuk Rizky. Ini adalah dukungan penuh yang tak terduga, sebuah tameng yang melindungi Rizky dari serangan lebih lanjut. Pak Wijaya terdiam, menyadari bahwa pertempuran ini telah ia kalahkan.
Rapat diakhiri dengan keputusan untuk melanjutkan proyek Nusantara Connect, dengan beberapa penyesuaian minor pada strategi finansial, namun tanpa mengurangi esensi visi. Rizky telah memenangkan pertempuran internal.
KELEGAAN DAN BAYANGAN GLOBALNET
Setelah rapat, Rizky dan Suryo berjalan beriringan. "Terima kasih, Ayah," kata Rizky, tulus.
Suryo tersenyum. "Kau tidak perlu berterima kasih, Nak. Kau telah membuktikannya sendiri. Kau telah menunjukkan kekuatan sejati seorang pemimpin. Kau tidak hanya berbicara tentang membangun, kau melakukannya. Dan kau melakukannya dengan integritas.
Kata-kata Suryo menghangatkan hati Rizky. Ia telah melewati ujian ini. Ia telah memilih jalan yang benar. Namun, kelegaan itu hanya sesaat.
"GlobalNet tidak akan tinggal diam, Ayah," kata Rizky, menatap ke luar jendela. "Mereka akan mencari cara lain.
Dan benar saja. Malam itu, berita mengejutkan datang. GlobalNet mengumumkan akuisisi sebuah perusahaan telekomunikasi regional yang memiliki jaringan serat optik luas di wilayah timur Indonesia, tepat di area yang menjadi target ekspansi Nusantara Connect. Ini adalah langkah agresif, bukan hanya perang harga, melainkan perang infrastruktur. Mereka tidak hanya ingin menekan, mereka ingin memblokir.
"Mereka ingin memotong jalur kita, Tuan Muda," lapor Haryo, suaranya tegang. "Ini akan sangat memperlambat ekspansi kita di timur.
Rizky menatap peta digital yang menunjukkan jaringan GlobalNet yang kini semakin meluas, mengancam untuk mengepung Nusantara Connect. Badai kedua telah datang, lebih besar, lebih terencana.
BISIKAN MASA LALU YANG MENGGODA
Di tengah tekanan baru ini, Rizky kembali merasakan bisikan masa lalu. Bisikan tentang taktik kotor, tentang cara-cara licik untuk menghancurkan lawan. Ia tahu bagaimana cara membalas GlobalNet dengan cara yang sama kejamnya. Ia bisa mencari kelemahan mereka, membocorkan skandal, atau bahkan melakukan sabotase balik.
Namun, ia mengingat kata-kata Suryo: "Kekuatan sejati seorang pemimpin... pada kemampuannya untuk memaafkan, dan pada kemauannya untuk mengulurkan tangan, bahkan kepada mereka yang pernah menyakitinya." Dan juga, "Kau tidak hanya berbicara tentang membangun, kau melakukannya. Dan kau melakukannya dengan integritas.
Rizky menutup mata, menarik napas dalam. Ia telah memilih jalannya. Ia tidak akan kembali ke kegelapan itu. Ia akan menemukan cara untuk menghadapi GlobalNet, bukan dengan menghancurkan, melainkan dengan membangun.
"Haryo," perintah Rizky, matanya menyala dengan tekad baru. "Siapkan tim riset. Aku ingin tahu semua tentang perusahaan yang baru diakuisisi GlobalNet itu. Setiap detail, setiap kelemahan, setiap peluang. Dan hubungi tim pengembangan. Aku ingin kita mencari solusi teknologi baru untuk mengatasi blokade infrastruktur ini. Kita akan membangun jalan kita sendiri.
Pertempuran untuk Nusantara Connect, dan untuk jiwanya, memang masih jauh dari selesai. Namun, Rizky Hadiningrat, sang raja yang membangun, kini telah mengukir janji di hatinya. Janji untuk tidak pernah mundur, dan untuk selalu memilih jalan yang benar, bahkan di tengah badai terberat sekalipun.
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️