Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 20 : Dendam seo-joon
Seo-joon menyaksikan jasad nenek nya yang berada di peti mati, luka tembak di kepala yang nyata menghantui rasa bersalahnya, ia tentu tau siapa yang melakukan ini.
"Tuan? anda bisa menyelesaikan administrasi nya, setelahnya kita akan menyiapkan pembakaran jenazah" Ucap salah satu petugas rumah duka.
"Aku akan menyelesaikan nya segera" Balas seo-joon.
"Baik, Ada beberapa hari sebelum prosesi di laksanakan, anda bisa melakukan nya"
"Terimakasih"
"Kakak" Yuna mendekat, gadis itu tampak pucat dengan air mata yang tak kunjung berhenti.
"Yuna ini bukan salahmu"
"Aku sudah berjanji untuk menjaganya" Isak Yuna.
"Ini salah kakak, dia meninggal karena ku" Jawab seo-joon.
"K-kenapa Ada orang sekejam mereka"
Ucapan Yuna semakin membuat seo-joon merasa bersalah, sejak awal ia seharusnya tidak pernah berurusan dengan dunia gelap itu.
"Ini salahku, ini semua karena aku masuk dan jatuh cinta" Kata seo-joon lirih.
"Mana mungkin Ada cinta yang begini" Yuna menjawab.
Seo-joon menoleh pada gadis berusia 18 tahun itu, ia mengusap rambut Yuna sekilas.
"Kau benar, tidak ada cinta yang seperti ini, dia benar benar menipuku"
"Dia siapa?"
"Lee eunbi" Jawab seo-joon dalam hati.
"Yuna, kau tidak perlu tau sekarang, jagalah dirimu baik baik, jangan mengakuiku atau kau akan bernasib sama seperti nenek, jangan pernah menyebut namaku, aku akan menyelesaikan ini semuanya"
"Kenapa kita tidak melapor ke kantor polisi saja?"
"Itu percuma, mereka sangat kuat"
"Kakak juga kuat, bukankah begitu?"
"Ya, karena itulah kakak akan menyelesaikan ini sendiri, jaga dirimu baik baik"
"Baiklah"
"Lee eunbi tunggu Pembalasanku"
...****************...
"Lee eunbi?"
Eunbi menoleh pada hyunjin yang baru saja masuk kamarnya.
"Aku memanggilmu sayang" Katanya.
"Ada apa?" Tanya nya singkat.
"Hanya memberi sedikit kabar buruk, mungkin" Balasnya.
Eunbi menatap tajam pada hyunjin, sejak beberapa hari yang lalu hubungan mereka tak pernah membaik, lebih tepatnya eunbi enggan berpura pura seperti biasanya.
"Kau tau kan aku sedang memburu seo-joon?"
"Apa kau mendapatkan nya?"
"Belum, dia cukup pengecut dan bersembunyi seperti tikus kecil"
"Dia tidak selemah itu"
"Ya mungkin, setidaknya aku berhasil membunuh neneknya, kau tau?"
"Apa?"
"Membunuh neneknya" Ulang hyunjin.
Jantung eunbi berdetak semakin cepat, perasaan nya campur aduk, dia terdiam duduk di tepi ranjang dan mencerna segalanya
"Aku ingin kau tau bahwa aku tidak main main dengan ucapanku, wanita tua kehilangan nyawa karenamu sayang, dia tidak berdosa" Kata hyunjin.
"Kau tau dia tidak berdosa dan kau masih membunuh nya? apa kau gila?!" Tanyanya membentak.
"Aku sudah bilang bahwa aku tidak main main, aku akan melakukan segala hal yang mengangguku, menganggu milikku dan juga melenyapkan nya, dia berhubungan dengan seo-joon karena itulah aku membunuhnya, jadi jangan main main denganku Lee eunbi! aku tidak segan untuk membunuh siapapun di dunia ini, untukmu! untuk kita! untuk kelangsungan hubungan ini!" Ancamnya.
"Kau benar benar gila"
"Kalau kau sudah tau maka berfikirlah sebelum bertindak, ini adalah ancaman!"
Hyunjin berjalan keluar dari kamarnya setelah melakukan perdebatan dengan sang kekasih.
Eunbi menghela napasnya kasar, ia mengusap rambutnya frustasi, seo-joon pasti sangat membencinya sekarang.
"Ini gila" Gumamnya.
...****************...
Jaeyi memberikan penghormatan terakhirnya pada nenek seo-joon, ia datang dengan pakaian serba hitam sebagai tanda bela sungkawa pada anggota baru ayahnya itu.
"Seo-joon aku mengerti, aku akan membantumu menyelesaikan biayanya" kata jaeyi.
"Kau terlalu banyak membantuku"
"Aku tidak masalah, lupakan saja"
"Bagaimana seseorang bisa melupakan kebaikan begitu saja, aku pasti akan membalasnya lain kali" Balas seo-joon.
"Lakukan lah dan setia mengabdi pada ayahku, itu sudah cukup" Katanya.
"Terima kasih jaeyi"
"Jadi aku mengambil kesimpulan sekarang, masalahmu dengan hwang sangat besar ya sampai mereka berani membunuh nenekmu begini?" Tanyanya.
"Aku tidak bisa menceritakan detailnya, tapi kau benar"
"Aku turut berdukacita, aku tau bahwa pekerjaan ayahku tidak baik, tapi aku juga hanya manusia biasa yang memiliki rasa kasihan dan empati, aku tidak merasa suci, aku berduka untukmu"
"Aku mengerti"
"Datang pada ayahku adalah pilihan yang tepat, kita bisa bekerja sama untuk menghancurkan hwang, kau memilih jalan yang tepat"
"Aku juga berfikir begitu, tapi jangan pernah berfikir bahwa aku hanya memanfaatkan mu atau ayahmu saja, aku benar benar butuh bantuannya"
"Tenang saja, kami pasti akan membantumu"
"Terimakasih jaeyi"
...****************...
"Bagaimana jika seo-joon hanya di bayar oleh hwang untuk memata matai kami tuan?" Tanya siwan
"Apa menurutmu seo-joon akan melakukan itu dan mengorbankan neneknya?"
"Neneknya?"
"Ya aku dengar dari jaeyi bahwa kemarin malam neneknya tewas terbunuh, dan aku meyakini bahwa hwang lah yang membunuhnya"
"Jadi anda berfikir bahwa seo-joon benar benar berada dalam masalah dengan keluarga hwang"
"Ya begitu" jawab tuan hwang
"Saya hanya takut dia datang pada anda hanya untuk mengincar sangho" Ungkap siwan.
"Siwan apa kau berfikir aku benar benar melindungi pria itu? kita sudah dapat banyak informasi darinya, aku rasa jika dia mati sekalipun tidak akan berpengaruh apapun padaku"
"Anda benar tuan"
"Dimana pria itu sekarang?"
"Dia selalu bangun terlambat seperti biasanya" Balas siwan.
"Benar benar tidak berguna, dia hanya pesta mabuk dan juga seks dengan wanita sepanjang hari" Keluh tuan han.
"Haruskah kita mengeksekusinya?"
"Tidak sekarang, seo-joon baru bergabung, mungkin saja anak itu akan memiliki pikiran buruk pada kita jika kita mengeksekusinya, bisa saja seo-joon berfikir bahwa kita hanya memanfaatkan nya saja, walau kenyataan nya memang begitu"
"Baik tuan, lalu dengan seo-joon? apakah anda benar benar akan menerimanya?"
"Untuk putriku jaeyi, aku melakukan nya untuk jaeyi, putriku menyukainya"
Siwan mengangguk mengerti.
"Lagipula kita tidak tau apa yang dia simpan dalam pikiran nya, mungkin itu bisa membantu kita di masa depan"
"Anda benar tuan"
...****************...
"Apa kau merasa lebih baik?" Tanya jaeyi.
"Ya begitulah, setidaknya aku tidak memikirkan biaya yang baru saja kau bayar, Terima kasih jaeyi"
"Lupakanlah itu tidak seberapa"
"Jadi ayahmu sangat berambisi untuk menghancurkan bisnis tuan hwang?"
"Ya begitulah, aku mendengar dari mereka yang selalu tinggal di rumahku" Balas jaeyi.
"Sebenarnya itu terlihat mudah bagiku , karena aku pernah tinggal bersama dengan mereka" Kata seo-joon.
"Huh?" Jaeyi menoleh dengan alis berkerut, ia menyimpan banyak pertanyaan untuk seo-joon.
"Bagaimana?"
"Ada seorang wanita yang hidup dan tinggal di sana" Ungkapnya.
"Siapa wanita itu?"
"Kekasih hwang hyunjin, maksudku mungkin mereka akan menikah sebentar lagi" Katanya.
"Jadi apa maksud mu?"
"Hwang hyunjin sangat terobsesi padanya, jika dia pergi maka hidupnya mungkin akan hancur seketika"