NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Kayla meregangkan tubuhnya ketika sinar matahari menyeruak masuk dari sela-sela pintu tenda. Gadis itu pun terduduk, lalu mengucap kedua matanya yang sebenarnya teras seberat untuk dibuka. Begitu dia menoleh, ia dikejutkan dengan sosok Sarah yang sedang duduk sambil memeluk kedua kakinya, kedua matanya tengah menatap kosong ke arah depan. Matanya yang merah dengan kantung mata yang terlihat jelas di sana.

"Sar, Lo gak tidur semalaman ya?" tanya Kayla segan wajah panik, takut jika Sarah dirasuki makhluk halus atau semacamnya.

Sarah tidak menjawab, gadis itu masih diam sambil menatap kosong objek di depannya.

"Tam,,Tamara, bangun!" Kayla memukul-mukul tubuh Tamara supaya gadis itu segera bangun.

Tamara membuka matanya seraya melenguh." Apaan si Kay? Gue masih ngantuk nih!" Jawab Tamara dengan suara serak khas bangun tidur, mata yang sempat terbuka tadi kembali tertutup.

"Bangun gak Lo!" Kayla memukul Tamara cukup keras sehingga membuat gadis itu langsung terduduk.

"Sakit Kayla, ih jahat banget si!" Ujar Tamara kesal sembari mengelus lengangnya yang di pukul oleh Kayla.

"Tuh liat, Sarah kenapa si? Dia gak kesurupan kan?" Bisi Kayla sembari menunjuk ke arah Sarah yang masih diam.

Segera Tamara menoleh ke arah Sarah yang terlihat seperti mayat hidup." Sar, Lo kenapa?"

Tidak ada jawaban gadis itu masih terdiam.

"Woy! Sarah!" Teriakan Tamara yang cukup kencang ternyata mampu membuat syarat terperanjat." Lu kenapa sih?"

Sarah sontak menetap kedua temannya itu kalau dia menoleh ke arah. Kedua tangannya mencengkram tangan bahu Kayla dan kedua matanya menatap lurus ke arah gadis itu.

Kayla yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Sarah hanya bisa terdiam, ia juga membalas catatan Sarah meskipun sedikit takut.

"Sar, Lo gak kesurupan kan?"

"Kayla Lo..." Sarah menggantung ucapannya," gak jadi."

Sarah pun melepas cengkramannya, ia lalu menggosok wajahnya dengan kedua tangannya berharap dirinya segera.

"Lu kenapa sih? Kesambet setan ya lo?!"

"Ya ampun, mulutnya," ujar Kayla memperingati, Tamara pun menutup bibirnya rapat-rapat.

"Maaf, semalam gue nggak bisa tidur."

"Kenapa?" tanya Tamara.

"Gak apa-apa, gue cuma gak terbiasa aja."

"Ya udah Lo tidur di dalam aja gih, nanti tenda ini biar gue sama Tamara yang beresin," tawar Kayla.

Mengangguk menurut, ia pun bangkit dan berjalan menuju kamar. Setelah sampai di kamar, ia membaringkan tubuhnya di atas kasur.

Saraj menghela nafas panjang, pikirannya mana rawa ke percakapannya semalam bersama Marvin.

.

.

"Kayla itu adik kandung gue."

"Hah?" Sarah menatap wajah Marvin dengan tetapan tidak percaya. Ia menggosok telinganya, takut jika pendengarannya salah.

"Gue sama Kayla terpaut 2 tahun, lo udah tahu kan kalau Kayla itu anak akselerasi?"

Sarah mengangguk, fakta mengenai Kayla yang merupakan anak akselerasi sudah dia dengar dari Tamara. " Tapi kok usia kalian beda 2 tahun, harusnya satu tahun kan?"

"Usia gue lebih tua 1 tahun dari Lo."

"Oh-hah? Lo gak bercanda kan?"

Marvin menatap Sarah yang terlihat syok." Emangnya gue kelihatan lagi bercanda ya?"

Bener juga, sampai hari ini pun Sarah tidak pernah melihat laki-laki di depannya ini bercanda.

"Yang lain tau?"

Marvin menggeleng,

"Bahkan Tamara?"

"Gue udah nyuruh Kayla buat diam. Lo tau sendiri kan kalau Kayla itu penurut."

"Tapi kenapa? Kenapa lu milih membunyikan fakta ini dari yang lain?"

Marvin terdiam sesaat, tangannya ia lipat di depan dada lalu matanya menatap lurus ke arah sana.

Marvin kemudian tersenyum miring." Kita belum sedekat itu, jadi gue nggak bisa ceritain semuanya."

"Tapi emangnya kita udah sedikit itu Ya sampai rahasia sebesar ini lo kasih tahu ke gua?"balas Sarah tidak mau kalah.

Lagi-lagi Marvin hanya tersenyum." Ya menurut lo aja."

Sarah berdecak kesal, ia lalu berdiri dan langsung meninggalkan Marvin sendiri.

.

.

Sarah berteriak frustasi. Sumpah seumur hidupnya, Baru kali ini ia melihat Marvin sangat menyebalkan di matanya. Laki-laki itu sangat sulit ditebak. Entahlah apa yang ada di pikiran laki-laki itu, yang jelas Sarah paling tidak suka bermain tebak-tebakan seperti ini.

Tapi jika dipikir lagi, baik di kehidupan sebelumnya atau sekarang, Sarah tidak pernah mendengar Marvin mengatakan cinta atau mengatakan bahwa Kayla adalah pacarnya. Sarah selalu saja mendengar berbagai kabar mengenai keduanya dari omongan orang-orang. Lalu ketika ia datang meminta penjelasan dari keduanya, mereka sama-sama dia tidak memberikan penjelasan apapun mengenai hubungan keduanya.

Yang mereka lakukan hanya diam, dan hal itulah yang membuat Sarah menyimpulkan semuanya sendiri. Berpikir bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Tidak ada satupun yang menunjukkan bahwa mereka adalah saudara kandung. Tapi tidak ada juga hal yang memperjelas bahwa mereka adalah pasangan.

Sarah juga mengingat sesuatu, di kehidupan sebelumnya Marvin selalu bilang...

Lo udah gugurin anak yang dikandung Kayla.

Seharusnya jika memang mereka pasangan pasti Marvin akan mengakui juga anak yang dikandung Kayla saat itu.

Mengingat hal itu, semuanya terasa jadi masuk akal. Lalu Siapa ayah dari anak yang dikandung Kayla saat itu? Terserah bahkan ingat, di kehidupan sebelumnya Kayla mengandung di usianya yang masih 20 tahun. Sarah menghela napasnya, ia semakin merasa bersalah pada Kayla setelah mengetahui fakta ini.

....

Daffa dan Alvian menikmati waktu mereka dengan berenang di kolam outdoor yang cukup luas. Sinar matahari yang tidak terlalu terik menjadikan berenang adalah pilihan terbaik saat ini.

Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Tamara ikut bergabung dengan kedua laki-laki itu. " Hei, Bian kita lomba yuk!" Teriak Tamara.

"Daffa, mau liat gorila betina teriak gak?"bisik Alvian pada Daffa.

"Gorila?"

Alvian mengangguk. " Satu,,,dua,,tiga."

"Alvian kampret! Gue malah dicuekin!" Teriak Tamara sambil berjalan mendekati Alvian.

"Tuh, denger kan?" Ucap Alvian tersenyum puas.

Daffa memasang wajah datar seakan lelah dengan candaan laki-laki itu." Tamara, enggak dikatain gorila sama Alvian tuh." Adu Daffa.

Alvian gelagapan karena bisa-bisanya Daffa mengadu pada Tamara. Ia langsung menoleh ke arah Tamara, bisa dilihat gadis itu Tengah menatap tajam ke arahnya.

"Alvian! Awas Lo ya!"

Tamara berlari menghampiri Alvian, hingga terjadilah aksi kejar-kejaran di antara keduanya. Kayla yang dari tadi berlebihan di samping kolam hanya tertawa melihat tingkah keduanya.

"Gue gak ngerti la-" ucapan Kayla teropotong karena gadis itu hampir saja terjungkal ke belakang Jika saja Sarah tidak memegang tangannya.

"Lo ngagetin gue aja, Sar." Ucap Kayla sambil mengelus dadanya karena terkejut.

"Kay, ikut gue ke dapur sebentar." Ajak Sarah lalu menarik tangan Kayla menuju dapur.

"Kenapa,Sar?" Tanya Kayla sesampainya di dapur.

"Lo harus jujur ya sama gue."

Kayla mengernyit bingung." Jujur soal apa?"

"Lo,,punya pacar?" Sarah memicingkan matanya berusaha membaca gerak-gerik Kayla.

"Hah? Tiba-tiba banget nanyain soal itu." Kayla bingung dengan pertanyaan Sarah yang sangat mendadak ini." Gue pacaran sama siapa?"

"Mana gue tau, makanya itu gue tanya sama lo."

Kayla kemudian melipat kedua tangannya di depan dada." Kenapa kok tiba-tiba nanya kayak gini?" Tanya Kayla.

Sarah mencebikkan bibirnya, tidak tahu harus menjawab apa.

"Ah! Lo pasti mikir gue pacaran sama Marvin karena dia antar gue ke sini kemarin kan?" Tebak Kayla dan tidak dijawab oleh salah. Melihat Sarah yang diam membuat Kayla yakin jika Sarah bertanya karena hal itu.

"Sar, gue bener-bener mau bilang ini sama lo." Kayla menjeda kalimatnya lalu mencengkram erat kedua bahu Sarah." Hubungan gue sama Marvin nggak seperti yang lo bayangin. Hubungan gue sama dia lebih rumit dari apa yang lo bayangin, gue tahu kalau lo suka banget sama-"

"Gak, gue udah gak suka sama dia," cara segera memotong ucapan Kayla dengan tegas, matanya berkilat menunjukkan bahwa ia bersungguh-sungguh.

"Oke, dulu Lo suka banget sama Marvin sampai-sampai lo benci sama gue. Tapi lo harus tahu dan percaya bahwa gue sama Marvin nggak punya hubungan kayak gitu."

Gue tahu kalau lu saudara kandungnya, Kayla.

"Masih ada lagi?" tanya Sarah.

"Lu beneran nggak suka sama siapa gitu atau lo punya gebetan lain?"

"Gak ada," jawab Kayla dengan tegas.

"Atau Lo,,punya langganan club'?"

Kayla mencubit pipi Sarah setelah gadis itu selesai bertanya. Bisa-bisanya gadis itu berpikiran sampai ke arah sana."sebenarnya lo ini kenapa sih? Tiba-tiba banget lu kepikiran sampai sana? Dari pagi lo jadi aneh kayak gini."

Salah bungkam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Hal itu membuat Kayla semakin curiga, belum sempat Kayla melayangkan pertanyaan lagi suara bariton menginterupsi percakapan mereka.

"Intan. Lo di cariin Tamara di luar." Marvin berjalan ke arah kulkas selalu mengalir sebuah kaleng soda di sana.

"Oh ya? Kenapa?" tanya Kayla.

"Gak tau."

"Gue keluar dulu ya, urusan kita belum selesai,"ucap Kayla kemudian pergi meninggalkan dapur.

Setelah Kayla pergi, Marvin berjalan mendekati Sarah. Laki-laki itu bersandar pada meja pantry dengan tangan kanan memegang soda dan tangan lainnya dimasukkan ke dalam kantong celana.

"Lo masih berpikir gue pacaran sama adik gue sendiri?"tanya Marvin kemudian meneguk sodanya.

Sarah tidak menjawab, gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada dan tidak mau menetap ke arah Marvin sama sekali.

Maafin lalu meletakkan kaleng sodanya di atas meja, ia kemudian melangkah lagi mendekat ke arah Sarah. Melihat mesin yang terus mendekat membuat Sarah otomatis mundur perlahan, gadis itu terus mundur tanpa menatap makin sama sekali hingga punggungnya membentur lemari.

"Lo marah? Kenapa?" tanya laki-laki itu penasaran.

Sarah berusaha mengatur nafasnya. Ini pertama kalinya ia dan Marvin begitu dekat.

Melihat Sarah yang masih bungkam membuat Marvin kembali mendekatkan diri ke arah gadis itu. " Kalau Lo mau tau semuanya,," laki-laki itu menjeda ucapannya." Gue akan kasih tau setelah.."

Mendengar ucapan dari Marvin membuat Sarah menatap laki-lakinitu yang juga tengah memandanginya.

"Akhirnya Lo natap gue." Ucap Martin kemudian mengambil sebuah gelas dari rak yang berada di belakang Sarah, setelah itu dia pergi begitu saja meninggalkan Sarah.

Sarah bengong melihat Marvin yang pergi begitu saja tanpa melanjutkan ucapannya. " Setelah apa? Woy Mervin kampret! Sial gue dikerjakan sama dia!"

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!