NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:540
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

"Mas itu ponselmu bunyi!"

Agung heboh saat mendengar suara ponsel mas Riyan yang tergeletak diatas meja berdering dengan layar menyala.

"Oh, paling itu Niya. Tolong ambilkan Gung," pinta Riyan sambil mengunyah buah salak yang baru digigitnya.

Agung menurut, dia mengambilkan ponsel mas Riyan sesuai perintah. "Ini Mas," Setelah mengambilkannya dia memberikan pada mas Riyan.

Riyan menerimanya. "Makasih,"

"Sama sama, Mas."

Karena pangilan dari Niya sudah berakhir, Riyan menelpon balik. Suara sambungan terdengar tapi lama tidak ada jawaban sampai pangilan berakhir. Riyan menyerah. tidak menelpon Niya lagi. mungkin Niya sedang beberes rumah dan panggilan dari dia tadi karena ingin mengingatkan Zona yang memang beberapa menit lagi selesai materi disekolah.

Riyan berdiri dari duduk sambil menyimpan ponselnya disaku celana. "Bu, Pak. Riyan pamit dulu, mau jemput Zona disekolah,"

"Nanti kesini lagi sama Zona?" tanya Bu Lena.

"Lain hari saja Bu. Niya kasihan dirumah sendirian. Riyan juga mau cari kerjaan baru biar tidak kelamaan nganggurnya,"

"Oh, ya sudah kalau begitu. Kau hati hati dijalan," Bu Lena menepuk bahu Riyan sesudah Riyan salim padanya.

"Riyan pamit Pak," salim sama Bapak.

"Hati hati. Itu bawa buah salaknya sama ketan gorengnya juga buat mantu sama cucu Bapak." ucap Pak Toyo.

"Ah tidak lah Pak. Lain kali saja. Gung, mas pulang dulu,"

"Iya Mas. Hati hati ya, salam buat dua keponakan aku yang lucu itu,"

Riyan tersenyum. "Oke, nanti Mas sampaikan,"

Setelah berpamitan, Riyan keluar dari rumah. Dia menaiki motornya dan melajukannya ke sekolah Zona. Begitu sampai disekolahan berjarak dua menit Zona keluar bersamaan dengan para teman temannya.

"Ayaaahhh...!" seru Zona, dia tersenyum lebar dan terlihat sangat ceria. Senyum bahagianya Zona membuat bibir Riyan tertular senyuman itu.

"Anak Ayah sudah selesai belajarnya?" tanya Riyan begitu Zona sudah ada didekatnya. Bocah itu naik ke motor bagian depan.

"Sudah Ayah kan ini sudah pukul...pukul berapa ya tadi," Zona kelupaan padahal dikelas tadi Ibu guru sudah mengatakannya.

Riyan tertawa melihat Zona yang lupa jam pulang sekolahnya sendiri. "Ya sudah kita pulang sekarang saja. Bunda dirumah sendirian kasihan dia."

"Siap Ayaaahhh.."

Riyan melajukan motornya meninggalkan pelataran sekolahan Zona. Dia berjalankan motornya dengan santai. Riyan ingin menikmati waktu bersama gadis kecilnya ini. Momen yang jarang sekali dia lakukan karena selama ini Riyan sibuk bekerja.

Dan didalam kesempatan ini karena Riyan tidak tahu akan kembali sibuk bekerjanya kapan. Riyan menyempatkan waktu untuk menjalani hari harinya dengan anak anaknya. Dan ternyata bersama mereka sangat menyenangkan bisa membuang stres yang ada didalam kepalanya saat ini.

"Ayah, Zona mau beli jajan disupermaket,"

"Apa Nak?"

"Zona mau beli jajan disupermaket, boleh kan Ayah?"

"Oh, boleh dong. Ayo Ayah belikan,"

"Horeee..."

Riyan melajukan motornya menuju supermaket yang terlewat jika ingin pulang ke rumah. Begitu sampai disupermaket Zona turun dari motor disusul oleh Riyan. Keduanya masuk kedalam supermaket bersamaan. Rasa dingin dari pendingin ruangan langsung terasa menyapu seluruh badan Zona dan Riyan ketika mereka sudah ada didalam supermaket itu.

"Ayah, Zona mau beli ice cream,"

"Boleh. Ambil saja,"

Riyan mengikuti Zona karena anak kecil itu menarik telunjuknya untuk mengikutinya. Dan Riyan tidak mempermasalahkannya.

"Ambil dua, sama buat kak Arfi juga Zon," ucap Riyan saat Zona hanya mengambil satu cup ice cream didalam freezer.

"Oh iya. Zona lupa,"

Bocah kecil ini pun mengambil dua sesuai permintaan Ayahnya. Setelahnya Zona menarik jari Ayah untuk menuju rak yang lain.

"Ayah, aku mau susu botol itu, boleh tidak?"

Zona mendongak dia menatap Ayah yang lebih tinggi darinya.

"Ambil dua sama buat kakak juga,"

"Yeeey...iya Ayah,"

Dengan senang hati Zona mengambil susu botol itu dua, sesuai perintah Ayah dong. Zona merasakan perbedaan antara Ayah dan Bunda saat dirinya meminta jajanan. Dalam hati Zona, dia mulai menyukai Ayah ketimbang Bunda.

Bunda pelit, Ayah tidak pelit, aku malas ah sama Bunda. Besok besok maunya diantar sekolah sama Ayah saja.

Zona tersenyum. Hatinya membuncah bahagia hari ini. "Ayah aku sudah selesai jajannya. Ayo kita pulang, keburu ice creamnya mencair,"

"Oke, kita bayar dulu. Ayo,"

Dengan hati gembira Zona berjalan mendahului sang Ayah. Zona menaruh jajannya diatas meja kasir.

"Semuanya enam puluh tiga ribu Mas," seru mbak kasir setelah menghitung semua belanjaannya Zona. Menaruh strok didalam kresek dan memberikannya pada Zona.

Setelah selesai membayar Riyan dan Zona keluar dari dalam supermaket. Mereka menuju motor dan mulai melajukan ketika sudah duduk nyaman di atas motor.

Tidak butuh waktu lama mereka kini sudah sampai di rumah. Zona turun setelah Ayah mematikan mesin motor dan parkir dengan benar di garasi.

Keduanya masuk ke dalam rumah bersamaan. Tapi Riyan sempat tercenung ketika pintu depan terbuka lebar. Apa Niya lupa menutupnya ya?

"Panggil Bunda Zon," pinta Riyan.

"Bundaaa, Zona sudah pulang...!"

Tidak ada sahutan tetap hening seperti tidak ada seseorang di rumah ini. Zona menarik lengan Ayah membuat Riyan menoleh pada gadis kecil itu.

"Zona mau duduk di ruang tv ya Ayah, aku mau makan jajannya,"

"Iya. Ayah ke kamar dulu,"

Setelah mendapat izin dari Ayah. Zona berlari senang menuju ruang tv. dia ingin memakan jajan dengan menonton kartun kesayangannya.

Riyan berjalan menuju kamar, dia masih penasaran kenapa pintu depan terbuka, padahal Niya biasanya selalu menutupnya jika tidak ada orang di sana. Riyan memegang knop pintu kamar. Samar dia mendengar suara dari dalam kamar sana.

"Ah!"

"Sakit,"

Tangan yang memegang knop pintu mengencang. Rahang Riyan mengeras, darahnya berdesir hebat menimbulkan sensasi panas emosi yang membakar hebat. Otaknya melanglang pada hal yang tidak tidak.

Riyan membuka paksa knop pintu dengan kasar. Setelah pintu terbuka lebar hingga menimbulkan suara yang keras. Riyan terkejut saat melihat Niya yang dalam keadaan terikat di atas tempat tidur.

"Ah!

"Sakit,"

"Niya?!"

Riyan mendekat. Bagai mimpi buruk melihat istrinya yang keadaannya sangat mengenaskan. Tangan dan kaki terikat dengan pakaian yang compang camping robek di mana mana. Wajahnya lebam seperti baru saja di keroyok orang.

"Niya kau kenapa, Yang? Apa yang terjadi?"

Panik, Riyan segera melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kaki Niya. Pikiran buruk yang ada di pikiran Riyan menguar begitu saja setelah melihat keadaan Niya yang buruk. Riyan pikir tadi Niya sedang membagi tubuh dengan pria lain.

Setelah ikatan semua terlepas. Niya menangis sesenggukan berhambur kedalam pelukan mas Riyan.

"Mas, aku takut. Aku tidak mau disini,"

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!