NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Mati

Bruaaaaaaaaaak.

Pukulan keras membuat Lue Ang terlempar jauh ke belakang, tubuh lemahnya setelah di hajar dipaksa bangkit berdiri, darah yang menetes di bibirnya diusapnya menggunakan satu jarinya.

Walau tidak bisa berkultivasi Lue Ang tidak mau hanya diam, Lue Ang menatap tajam ke arah belasan pembunuh bayaran yang menyeringai meremehkannya.

"Siapa kalian?" Tanya Lue Ang.

Lue Ang berlari ke arah salah satu pembunuh bayaran dengan sebatang kayu di tangannya, sebelum pembunuh bayaran menjawab pertanyaannya Lue Ang menyerang secara asal hingga membuatnya di tendang hingga terlempar.

Bruuuuuuuuaaaak.

"Setelah yang terjadi padamu seharusnya kamu sudah mengetahuinya," ucap salah satu pembunuh bayaran.

"Berhentilah melawan karena kamu akan mati," sambung pembunuh bayaran lainnya.

"Aku mengerti sekarang, ternyata kalian di suruh oleh keluarga ku sendiri untuk membunuhku, aku cukup puas mengetahui keluarga yang aku anggap bisa menerima kekurangan ku malah menginginkan nyawaku, Hahahaha." sahut Lue Ang tiba-tiba tertawa keras.

Lue Ang sadar memang dirinya tidak akan bisa menang dan mengalahkan para pembunuh bayaran terlatih, tapi dari pada mati di tangan mereka Lue Ang lebih memilih mati dengan cara berbeda.

Lue Ang yang sejak tadi sudah menyadari ada jurang di belakangnya perlahan mundur.

"Tidak perlu bersusah payah membunuhku, kalian harus ingat jika kesempatan datang padaku aku akan membunuh kalian semua dan seluruh anggota keluarga Ang!" Sambung Lue Ang yang dipenuhi dendam.

Semua pembunuh bayaran yang ingin membunuh Lue Ang terdiam tidak sempat bergerak, target yang seharusnya mati di tangan mereka saat ini malah terjatuh ke jurang yang tidak mereka ketahui kedalamannya.

"Sekarang bagaimana?" Tanya salah satu pembunuh bayaran yang terlihat kebingungan.

"Katakan saja kita sudah membunuhnya," sahut ketua pembunuh bayaran sembari berjalan pergi.

***

Beberapa jam setelahnya Lue Ang yang baru sadarkan diri mendengar suara seseorang, mengira para pembunuh bayaran mengejarnya Lue Ang mencoba bangkit walau semua tulang di tubuhnya terasa seperti hancur lebur.

"Menyesal memang selalu datang terakhir Nak," suara seseorang yang terdengar mengejutkan Lue Ang.

Mendengar suara yang tidak tahu dari mana asalnya Lue Ang bergegas mencari asal suara, Lue Ang yang saat itu mau bangkit berdiri kembali merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

"Siapa kamu?" Tanya Lue Ang penuh waspada.

Saat ini Lue Ang baru menyadari kalau saat ini dirinya berada di dalam rumah seseorang, orang yang saat ini berjalan ke arahnya pasti orang yang membawanya keluar dari jurang dirinya terjatuh.

"Nak siapa aku tidaklah penting, luka di tubuh mu sangat parah bagaimana jika kamu mengobatinya lebih dulu," sahut wanita tua yang berjalan mendekat ke arah Lue Ang.

Lue Ang hanya diam melihat wanita tua yang mendekatinya dan berdiri di sampingnya, Lue Ang terus memperhatikan wanita tua itu yang perlahan duduk di sampingnya.

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, aku membawa mu karena melihat mu berada di dasar jurang tapi kamu masih hidup," ucap wanita tua yang melihat Lue Ang hanya diam.

Wanita tua yang melihat Lue Ang masih terdiam hanya menggelengkan kepalanya, wanita tua itu memperhatikan tubuh Lue Ang dengan sangat teliti dan menggelengkan kepalanya.

"Pemilik spirit bagaimana bisa sangat lemah sepertimu Nak," ucap wanita tua itu membuat Lue Ang mengernyitkan dahi kebingungan.

"Aku hanya sampah yang tidak bisa berkulivasi, tidak mungkin aku memiliki spirit di tubuhku," sahut Lue Ang cepat.

"Kenapa kamu yakin seperti itu? Apa kamu tidak percaya kalau spirit di tubuh mu itu ada dan bukan hanya satu?" ucap wanita tua.

"Tidak mungkin, sejak kecil bahkan sejak lahir aku sudah diberi garis takdir tidak memiliki spirit seperti manusia lainnya, itu juga yang membuat ku di buang oleh keluarga ku hingga hampir mati di tangan para pembunuh bayaran," sahut Lue Ang.

"Haaaaah, Baiklah tidak masalah jika kamu tidak mempercayainya, aku hanya memberitahu mu apa yang aku lihat," ucap wanita tua.

"Aku beritahu padamu, karena spirit di tubuhmu bukan spirit biasa seseorang sengaja menghancurkannya, kamu beruntung spirit mu bukan spirit biasa saat ini hanya tersegel dan masih bisa terlepas," sambung wanita tua.

"Hahahaha, hahahaha."

Lue Ang tiba-tiba tertawa sangat keras menertawakan semua yang sudah terjadi padanya selama ini, kalau benar dirinya memiliki spirit lalu kenapa orangtuanya membuang nya.

Dan yang membuat Lue Ang berpikir dirinya lebih bodoh lagi dirinya baru mengetahui itu setelah terpuruk diantara hidup dan mati saat ini, dan mengetahui semuanya dari orang asing yang tidak dikenalnya sama sekali.

"Kenapa? Apa saat ini kamu masih berpikir untuk mati? Dan berharap reinkarnasi untuk balasan dendam," ucapan wanita tua menyadarkan Lue Ang.

Lue Ang berpikir memang seperti itu karena saat ini dirinya tidak berbeda dari orang mati yang terluka sangat parah, dan dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalas dendam pada semua yang membuatnya sampai seperti ini.

"Jika menunggu semua itu sangat lama, kamu reinkarnasi juga belum tentu mengingat semuanya. Kenapa kamu tidak mencoba membalas mereka di kehidupan ini saja," ucap wanita tua.

"Memangnya apa yang bisa aku lakukan saat ini? Lihat sendiri saja bagaimana keadaan ku sekarang," sahut Lue Ang.

"Aku berkata seperti itu sudah jelas karena aku ingin membantumu, tenang saja semua sangat mudah bagiku asal kamu mau menjadi anak angkatku," ucap wanita tua.

"Jangankan hanya anak angkat jadi pesuruh mu seumur hidup aku juga bersedia," sahut Lue Ang sambil mengepalkan tangannya.

"Tidak perlu sampai seperti itu, aku yang tua ini hanya menginginkan mu menjadi anak angkatku," ucap wanita tua

"Kalau begitu aku harus memanggil mu apa?" Tanya Lue Ang.

"Nama tidak penting Nak, tapi kamu bisa memanggilku Mak Nung mulai sekarang," ucap wanita tua.

"Baiklah aku akan memanggil mu Mak Nung, dan kamu adalah ibu angkatku," sahut Lue Ang.

Lue Ang bisa melihat wanita tua di depannya tersenyum puas, saat ini Lue Ang sendiri tidak peduli jika wanita yang menjadi ibu angkatnya itu memiliki niat tersembunyi padanya, Lue Ang hanya ingin menjadi kuat dan membalas semua orang yang sudah menyakiti dirinya.

Tentu saja terutama keluarganya yang bahkan sampai membayar banyak pembunuh bayaran untuk membunuhnya.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!