Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.
Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?
Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊
Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.
Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana jika bayimu ?
Arthur dan Maureen pergi ke apartemen Arthur setelah keduanya bangun tanpa memberitahu keluarga masing-masing.
"Kau termasuk pecinta kebersihan ya," kata Maureen memperhatikan sekelilingnya yang tampak tapi.
"Tidak juga. Setiap dua hari sekali akan ada orang yang datang untuk membersihkannya," jawab Arthur. Ia mengambil dua buah minuman kaleng dan membukanya lalu menyerahkan satu pada Maureen.
"Terima kasih," kata Maureen lalu keduanya bersulang.
"Kau boleh melakukan apapun disini. Kau bisa menata ulang jika tidak menyukai dekorasi nya," kata Arthur. Ia memberikan akses pada Maureen agar Maureen merasa nyaman tinggal di tempatnya.
"Kurasa tidak ada yang perlu diubah. Aku menyukainya. Tapi mungkin nanti akan ada beberapa foto kita yang harus tergantung di dinding. Dan juga aku menyukai bunga. Apa kau tidak keberatan jika setiap hari aku membeli bunga segar dan meletakkannya di dalam vas ?" tanya Maureen.
"Tidak. Aku tidak keberatan. Lakukan semua yang kau sukai," balas Arthur tersenyum meskipun ada sesuatu dalam hatinya yang aneh setelah mendengar Maureen menyukai bunga.
"Aku pergi kebawah dulu untuk membeli makanan ringan. Kau beristirahatlah dan menonton televisi," kata Arthur bangkit dari sofa. Maureen mengangguk dan tersenyum.
Setelah Arthur keluar, Maureen mulai berkeliling. Ia ingin melihat ada apa saja di apartemen Arthur ini. Apa ada jejak dari kisah masa lalu Arthur yang masih tertinggal.
Arthur turun ke lantai dasar dengan menaiki lift. Sepanjang perjalanan benaknya mengingat tentang Rose lagi yang juga menyukai bunga. Sama seperti Maureen.
Arthur segera memasuki supermarket dan mengambil keranjang untuk membeli makanan ringan. Ia sibuk memilih kira-kira makanan apa yang disukai oleh Maureen.
"Kenapa aku tadi tidak bertanya dulu Maureen suka apa ?" gumam Arthur.
Tanpa sadar ia menyenggol seseorang yang sedang memilih Snack disebelahnya. Dan begitu ia melihat siapa itu Arthur yang tadinya membungkuk segera menegakkan tubuhnya.
"Arthur, aku tidak menyangka kita bertemu disini," seorang wanita hamil itu menyapa Arthur dengan senyum manisnya yang mirip senyum kerinduan.
"Hem," balas Arthur pada Rose. Ia tidak mau berlama-lama bersama dengan mantan kekasihnya itu hingga dengan segera Arthur segera meninggalkan tempat itu untuk berpindah ke rak lainnya.
"Arthur, tunggu..." kata Rose dengan cepat menarik tangan Arthur. Arthur menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
"Bisakah kita bicara sebentar," kata Rose dengan gugup. Belum pernah ia bicara seperti itu pada orang lain. Biasanya Rose akan bicara dengan nada tegas dan sorot mata tajam.
"Bicara apa ? kurasa diantara kita tidak ada yang perlu dibicarakan," balas Arthur dingin tanpa menoleh. Ia bahkan melepaskan tangan Rose yang menyentuh lengannya dengan kasar. Meskipun beberapa detik kemudian ia sesali mengapa berbuat seperti itu pada Rose.
"Sebentar saja, Arthur. Baiklah kalau kau tidak mau pergi kita bisa disini saja. Kau cukup dengarkan aku," kata Rose memohon.
Arthur terdiam sejenak. Lagi-lagi ini bukan Rose yang dikenalnya. Rose tidak pernah memohon walau ia dalam keadaan terdesak.
"Tolong aku, Arthur. Tolong bebaskan aku dari jeratan Carlos," kata Rose lirih. Suaranya terdengar pilu dan itu terasa sampai ke hari Arthur.
Arthur berbalik badan dan melihat Rose yang sudah berurai air mata menatapnya dengan tatapan terluka.
"Aku menyesal meninggalkan mu demi sesuatu yang ku anggap lebih baik. Aku menyesal melakukan itu dan aku bersumpah sesal ini tidak akan habis sampai aku mati," kata Rose lalu menggigit bibirnya untuk meredam tangis nya sendiri.
"Aku tidak bahagia bersama Carlos. Dia menyiksaku dan merendahkan ku. Dia hanya membutuhkan ku untuk dipamerkan pada banyak orang. Bukan sebagai kekasih yang dicintainya," lanjut Rose berharap agar Arthur mau membalas ucapannya walau hanya sepatah kata.
"Itu bukan urusan ku. Itu adalah pilihan mu. Dengan sadar kau meninggalkanku yang tidak memiliki harta dan keluarga. Kau membuang ku yang sudah menemani mu selama bertahun-tahun. Padahal kau tau bagaimana aku mencintaimu, Rose. Tapi kau mencampakkan aku demi alasan hidup yang lebih baik. Ketahuilah bahwa apapun yang terjadi padamu saat ini, aku sama sekali tidak peduli," kata Arthur pelan dan tegas.
Rose masih menangis dan menggelengkan kepalanya. Suaranya tenggelam dalam penyesalan hingga tidak bisa tersampaikan.
Arthur lalu berbalik hendak pergi sebelum ia luluh dengan air mata yang Rose keluarkan. Dalam hati ia meyakinkan dirinya sendiri jika Rose lah yang meninggalkan nya. Dan lagi, di rumahnya ada Maureen yang menunggu nya.
Baru saja Arthur berjalan beberapa langkah, namun langkahnya terhenti ketika sebuah kalimat terlontar dari mulut Rose.
"Bagaimana jika anak ini adalah milikmu ? Apa kau masih tidak mau peduli pada kami ?"
"Tidak mungkin," balas Arthur pelan kemudian ia segera pergi meninggalkan Rose yang masih menangis.
Arthur pergi ke kasir setelah itu segera keluar dari minimarket itu tanpa melihat kearah Rose lagi.
Di tempat yang sama, Rose masih menangis bahkan ia merasa dadanya sesak karena berusaha menghentikan tangisnya sendiri. Ia tidak mau Carlos mengetahui jika ia menangis atau hal buruk akan terjadi padanya dan kandungannya.
Dulu Rose adalah anggota mafia yang tegas dan terlatih. Ucapannya adalah perintah mutlak bagi anak buahnya. Dan tidak ada yang berani membantah.
Lalu Carlos berhasil mengubahnya menjadi wanita rumahan yang hanya menuruti kata-katanya saja tanpa berani melawan.
Carlos sangat pandai memanipulasi. Ia bisa mengubah karakter seseorang dan menciptakan situasi yang membuat lawan bicaranya merasa tertekan hingga akhirnya menurut. Dan itulah yang terjadi pada Rose.
Carlos menyukai Rose karena ia memang sangat cantik dan pemberani. Tapi Carlos tidak suka wanita pemberani biasanya suka memberontak. Hingga akhirnya pelan-pelan ia mengubah karakter Rose dan jadilah seperti saat ini.
"Apa kau sudah selesai berbelanja ?" suara Carlos mengejutkan Rose yang masih mengusap air matanya.
"Ada apa ? Kau terlihat bersedih," tanya Carlos melihat wajah Rose yang sembab. Sebelah tangannya mengelus pipi Rose hingga membuat Rose menahan nafasnya. Seringkali Carlos melakukan itu dan berakhir dengan tamparan atau cekikan di lehernya.
"Tidak apa-apa, sayang. Tadi aku melihat seorang wanita bersama anaknya ingin membeli makanan itu. Tapi sepertinya si wanita itu tidak memiliki cukup uang. Aku jadi merasa kasihan," kata Rose mencoba menjelaskan dengan tenang.
Carlos tidak langsung percaya. Ia menatap lama wajah Rose bahkan tatapannya terasa tajam menusuk hati Rose.
"Tidak apa-apa, itu tidak akan terjadi padamu dan anak kita jika kau selalu patuh padaku. Ayo kita membayar," ajak Carlos dengan senyumnya yang khas.
'Kau fikir bisa membohongi ku ? Dasar rubah kecil tidak tahu diri,' gumam Carlos mengepalkan tangannya sembari memeluk pinggang Rose.
Mereka berjalan bersama kearah kasir kemudian Carlos membayar nya dan pergi.
....
kejutan besar..
pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo
😍😍👍👍💪
🤣😍😍🙏💪
😍😍🙏💪💪
❤❤❤💪💪😍😍😍
😍😍❤❤💪💪
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
😍😍❤💪💪💪💪
😄😄😍❤❤💪