NovelToon NovelToon
Sisi Gelap Istri Pendiam

Sisi Gelap Istri Pendiam

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Poligami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nanaxu

Tiara adalah istri pendiam yang selalu dihina Bima karena hanya memiliki toko roti kecil dan belum bisa memberi anak. Saat Bima berselingkuh dan merendahkannya, Tiara diam-diam bangkit membangun usaha hingga sukses besar. Ketika hidup berbalik—Tiara naik, Bima jatuh—lelaki itu menyesal dan ingin kembali.
Namun Tiara yang sekarang bukan lagi wanita yang bisa diinjak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanaxu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 20 Terserah

Siang itu, Pasar ramai seperti biasa. Aroma bumbu dapur, ikan segar, dan tawa penjual bercampur baur menciptakan hiruk pikuk khas. Di tengah keramaian itu, Bima duduk di tokonya yang menjual kebutuhan pokok, pandangannya kosong menatap tumpukan karung beras.

Walaupun pembeli silih berganti datang, pikirannya jauh melayang entah ke mana. Wajahnya yang tampak keruh dan lesu tidak luput dari perhatian salah satu pelanggannya.

​"Mas Bima kenapa melamun, wajahnya kusut amat," tegur Dona, karyawati rumah makan soto yang letaknya persis di samping toko Bima. Dona, dengan senyum menggoda khasnya, sudah sering memperhatikan Bima.

​Bima tersentak dari lamunannya, kemudian menyunggingkan senyum kaku yang tak sampai ke matanya. Entah dorongan dari mana, tanpa sadar tangannya bergerak cepat dan menoel bagian intim tubuh Dona. Tindakan spontan dan berani itu bukannya membuat Dona marah, justru ia tertawa genit. Matanya berbinar, memberikan tatapan menantang yang membuat adrenalin Bima terpacu.

​"Kok cuma di sini, Mas? Di sini banyak mata," bisik Dona dengan suara yang dibuat manja, bibirnya sedikit manyun.

​Seketika, lamunan Bima berganti menjadi sebuah ide liar. "Setelah tutup toko, kita ke hotel. Bagaimana?" tawar Bima, nadanya berubah serius.

​Dona tersenyum penuh kemenangan. "Janji, ya, Mas. Jangan sampai aku pulang dengan tangan hampa," balasnya, lalu melanjutkan langkahnya menuju warung soto tempatnya bekerja.

​Bima terdiam, melihat punggung Dona yang menjauh. Keputusan itu sudah terucap. Dasarnya laki-laki, terlebih Bima, yang belakangan ini seperti ketagihan selingkuh. Hasrat untuk "kuda-kudaan" menjadi candu yang sulit sekali dihilangkan, bahkan jika itu bukan dengan pasangannya. Perasaan bersalah selalu datang, tetapi kenikmatan sesaat itu selalu berhasil menenggelamkannya. Dia tahu, ini adalah sebuah lubang hitam yang semakin dalam ia masuki.

​Sementara itu, di tempat yang berbeda, sepasang kekasih sedang diselimuti kebahagiaan. Farrel dan Tiara, yang mulanya hanya partner bisnis di toko roti mereka, kini telah resmi berpacaran. Mereka telah menemukan kenyamanan dalam gaya hidup yang mereka ciptakan sendiri, di mana tawa dan canda tak pernah absen. Siang ini, keduanya menikmati makan siang di sebuah restoran mewah tak jauh dari toko roti mereka, "Sweet Temptation".

​"Yank, kalau punya bebi dulu baru menikah, mau nggak?" ujar Farrel iseng, tersenyum jahil.

​Plak! Sebuah toyoran ringan mendarat di bahu Farrel.

​"Aduh, sakit tahu!" Farrel mengaduh, meskipun sebenarnya tidak sakit.

​"Kalau kamu mau punya anak, ya harus menikah! Enak saja mau bikin bayi baru tidak menikah!" Omel Tiara panjang lebar, wajahnya tampak kesal, tetapi matanya memancarkan kehangatan.

​Farrel tertawa terbahak-bahak melihat reaksi kekasihnya. "Jangan begitulah, saya penasaran tahu. Kalau jago bikin adonan roti, jago juga nggak ya ngadon bayi," ledek Farrel, sambil cekikan.

​Wajah Tiara memerah seketika, antara malu dan jengkel. "Ih, dasar mesum!" Dumel Tiara, mencoba menyembunyikan senyum yang hampir lolos.

​Bukannya berhenti, Farrel semakin gencar meledek. Akhirnya, suasana romantis itu berubah menjadi permainan usil. Saus tomat di piring kecil mendadak menjadi "bedak" di wajah mereka. Bukan saus sambal, untungnya, karena keduanya memang tidak kuat makan pedas. Wajah yang belepotan saus itu menjadi tontonan menarik bagi pelanggan lain. Ini bukan lagi makan siang romantis, melainkan adu usil seperti anak kecil.

​Selesai makan, mereka kembali ke pekerjaan masing-masing. Namun, Tiara, yang merasa kalah dalam adu ledek tadi, menjadi bete. Ia mendiamkan Farrel, membuat Farrel kelabakan.

​"Yank, jangan marah, saya bercanda," bujuk Farrel. Tiara tetap tidak merespons.

​"Yank, beli es krim dulu, ya?" ajak Farrel, mencoba merayu dengan makanan favorit Tiara.

​"Terserah," jawab Tiara singkat, bibirnya manyun, membuatnya tampak menggemaskan di mata Farrel.

​Farrel semakin gemas melihat tingkah Tiara. Ingin rasanya ia melahap bibir mungil berwarna pink muda itu, tetapi ia tahu jika melakukannya sekarang, Tiara akan semakin marah. Ia harus sabar.

​Farrel langsung melajukan mobilnya ke sebuah outlet es krim berlogo merah. Ia membukakan pintu untuk Tiara dengan gaya cool-nya yang selalu berhasil menarik perhatian. Gaya Farrel yang seperti model itu sukses membuat beberapa gadis SMA di sekitar sana tebar pesona.

​Tiara, yang tadinya berjalan di belakang dan menolak saat tangannya hendak digandeng, tiba-tiba bereaksi. Ketika salah satu anak SMA menghampiri Farrel dan meminta nomor ponselnya, Tiara langsung bergerak cepat. Ia segera menggandeng erat lengan Farrel, menunjukkan bahwa pria itu adalah pasangannya.

​Farrel tersenyum tipis, merasa terhibur melihat Tiara cemburu pada anak SMA. Setelah mendapatkan es krim kesukaan mereka, mereka kembali masuk ke dalam mobil.

​"Yank, jalan-jalan yuk, jangan kerja lagi, besok saja," ajak Farrel, karena melihat Tiara masih cemberut, meskipun sudah memegang es krim.

​"Terserah," lagi-lagi jawaban yang sama. Farrel menghela napas. Dia menyadari, sepertinya semua wanita memang sulit ditebak, terutama saat sedang marah.

​Akhirnya, mereka menuju ke sebuah mal. Pengalaman Farrel mengajarkannya bahwa biasanya, kemarahan wanita bisa mereda dengan dibelikan tas baru.

​"Kamu mau beli apa?" tanya Farrel saat mereka sudah berada di dalam mal.

​"Terserah," jawab Tiara lagi, membuat Farrel frustrasi. Biasanya, wanita akan langsung bersemangat ketika diajak ke mal. Tiara hanya mengikuti ke mana Farrel melangkah, sama sekali tidak berminat melihat-lihat barang.

​"Beli tas yuk," ajak Farrel. Jawaban yang didapatkannya tetap "Terserah."

​Farrel menghela napas panjang. Ia memutuskan untuk singgah di sebuah outlet kopi. Ia butuh minuman berkafein untuk berpikir jernih menghadapi teka-teki "terserah" dari Tiara.

​"Kita ngopi dulu, baru beli kebutuhan dapur," ucap Farrel, menyerah dengan urusan belanja tas.

​"Emang kamu bisa masak?" tanya Tiara, penasaran. Setahu Tiara, laki-laki—terutama mantan suaminya—kebanyakan tidak mau berurusan dengan dapur.

​Farrel tersenyum lebar. "Bisa dong! Saya koki hebat," ujarnya, memuji diri sendiri dengan bangga.

​Tiara menatap Farrel. Senyum tipis mulai mengembang di bibirnya. Mungkin, terserah Tiara memang berarti terserah kamu, yang penting aku bersamamu. Dan Farrel, dengan segala upayanya meredakan kekesalan kecil itu, telah membuktikan bahwa ia siap menjadi pahlawan di setiap drama kecil mereka. Hubungan mereka memang selalu penuh kejutan, sehangat adonan roti yang siap dipanggang. Mereka duduk di sudut kedai kopi, Tiara meminum kopi pesanannya, sambil menikmati es krimnya, dan wajah Farrel yang lega karena terserah itu perlahan hilang. Jelas, Farrel harus banyak belajar lagi membaca kode-kode perempuan.

1
Suci Dava
Penulisannya banyak yg typo, tanda baca perlu di perhatikan lgi
Wa Ode Afsheen Diyah Muktamiroh
Cerita nya bagus, menceritakan tentang kisah nyata 👍
Nana Xu: Terimakasih kak. Baca juga ceritaku yang lain ya🙏
total 1 replies
Wanita Aries
ya ampun farel gemesin
Wanita Aries
seru thor
Wanita Aries
maaf thor koreksi penulisan salam, yg benar Assalammualaikum. krna salah tulis artinya pun beda
Suci Dava: Iyaa thor penulisan salamnya hrs di revisi, yg benar Assalamu'alaikum 🙏
total 2 replies
Wanita Aries
ihh bodohnya jd wanita mau aj dipanggil mandul. gk enak thor bacanya kl ada kata saya dan anda gtu kyk aneh
Nana Xu: terimakasih kak. 🙏
total 1 replies
Ipah
dlanjut
Nana Xu: iya kak. sudah update kembali ya🙏
total 1 replies
Ipah
lanjut lagi seru seru nya ni
Ipah
seharus nya laki-laki seperti itu d sunat lagi sampai habis greget🤭
Nana Xu: seharusnya iya yah Kak🙏😄.
total 1 replies
Lisa Yacoub
thor, ma'af ...rasaya kaku benerkok pake " saya"?
Nana Xu: iya say 🙏🙏🙏
total 2 replies
SHAIDDY STHEFANÍA AGUIRRE
Bagus banget, jadi mau baca ulang dari awal lagi🙂
Nana Xu: Terimakasih🙏🙏
total 1 replies
Kiyo Takamine and Zatch Bell
Lanjutin dong, penasaran banget!
Tsumugi Kotobuki
Mesti dibaca ulang!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!