" Gue suka sama lo, gamau tau jawaban lo apa. Mulai sekarang lo pacar gue.".
" G.. Ga.. Ga bisa! Apa apansih lo, gue ga mau.. Gue ga suka sama lo!"
" Suka ga suka, mau ga mau.. Pokoknya lo milik gue Pamela irshadi yantoro. Ga ada penolakan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Juan khawatir ciyeee..
" Melaaa!" Seru asya dan kedua sahabatnya yang di perbolehkan masuk.
Begitupun Smith dan panitia OSIS disana, mereka langsung menghampiri Mela untuk memastikan keadaan mela sekarang.
Sedangkan dari kejauhan ada jewo dan hary yg turut merasa khawatir. Mereka melirik ke juan yang terlihat biasa saja saat melihat kekasihnya itu mengalami kecelakaan.
" Kayaknya sakit itu.. " Ucap jewo meringis membayangkan rasa sakitnya.
Sedangkan hary langsung menyikutnya. " Lo ngapain dateng sih wan..? Liat kan, jadi jatuh tuh si Mela. Cewek lo itu." Bisiknya menggoda, namun hary hanya mendengus dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
Entah apa yang yang membuat juan setega itu melihat kekasihnya kesakitan, ia tampak tak peduli, namun di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia sungguh sugguh mengkhawatirkan mela loh.
Mengkhatirkannya dan menunggu kabar, hingga akhirnya setelah perpanjangan waktu dalam menangani cedera Mela, terpaksa pertandingan di lanjut tanpa kehadirannya.
"Loh.. Diganti erika?" Ucap arin terkaget.
" Kayaknya parah deh." Bisik jewo pada hary.
" Lo masih berlagak cuek wan? Liat noh cewek lo cedera. Jangan sampe lo nyesel kalo si mela di perhatiin cowok lain." Ucap hary melirik juan yg cuma diam.
" Susah mah ngomonng sama batu." Ucap jewo.
.
Oke skip. 3 jam kemudian~
Mela harusnya pulang lebih awal karena cedera yang dialaminya, namun mobil jemputannya sedang di service hingga ia memilih untuk menunggu saja. meski sudah ditawari antar pulang oleh guru, maupun asya sendiri.
Dengan sedikit tertatih Mela berjalan dengan bantuan dari Erika dan asya, mereka sangat telaten membantu sahabatnya dikala sedang mengalami kesulitan. Namanya saja bestie ya gesya.
" Sakit mel?" Tanya erika.
" Nggak kok, cuma aduh dikit." Jawab Mela cengengesan
" Mela mah kocak! Dikasih kecengklak biar ga pecicilan sana sini ya, tapi masih aja bisa cengengesan. Cewek aneh emang dia, cowok mana yang bakal ngadepin sikapnya? Pasti ikutan tantrum tuh cowok." Ledek yona membuat mela tertawa.
" Cowok gue? Gabakal tantrum karena gue milih yang pas sama sifat gue, yang bisa memahami gue. Kalo dalam hal memahami aja ga bisa, mana mau gue. " Ledek Pamela balik.
Asya dan Erika tertawa bersama mendengarnya, " Eh, kita duduk nungguin dimana nih?" Tanyanya.
Yona pun menunjuk ke suatu tempat, " Di depan sana aja yuk, kayaknya ga rame rame amat" Ajaknya.
Disaat mau lanjut jalan, pamela terhenti tatkala melihat adanya pertandingan disana, " Masih ada pertandingan yeon?" Tanyanya.
Yona pun mengangguk. " Yoi, basket coy... Tim Juan cs vs tim Arjuna satya Krisna abadi"
Merasa geli dengan ucapan sahabatnya itu, Erika langsung menjitak pala yona sampai sang empu meringis dan mengaduh.
" Sakit co'!" Pekik yona.
Asya pun tergelak. " Lo kira PT? Panjang amat tuh nama tim" Celetuknya.
Oke, lanjut jalan ke tempat dimana yona tunjuk tadi, kini mereka sudah berada tribun lama di pojok, Sekalian neduh disana lah para cewek anti matahari itu.
Menunggu jumputan, teman temannya itu dengan santai duduk rumpi disana. Tak lupa juga untuk membicarakan tim basket mereka.
Begitu pula dengan pamela, sejak awal duduk ia tak luput memusatkan perhatiannya dengan seksama, disetiap pergerakan gesit sang kapten tim.
" Buset dah, tuh cewek cewek histeris amat tiap liat Juan yg giring bolanya." Ucap Erika heran.
Asya hanya berdehem dan turut memperhatikan dengan seksama, di lain sisi kemusuhan mereka, menurutnya lumayan oke juga si kapten itu.
Sementara itu, setelah berhasil memasukkan bola ke ring lawan, Juan langsung menoleh tepat di kebedaraan Pamela saat ini.
Cukup lama Juan menautkan pandangan pada cewek menye nan cantik itu, namun segera ia akhiri untuk melanjutkan pertandingan karena hari semakin sore.
Menyadari juan memandang ke arah mereka sejak tadi, erika oun terbesit pertanyaan dan melontarkan pada ketiga bestienya itu.
" Eh .. Btw, ada yg tau ga pacar Juan sekarang siapa?" Tanyanya
Asya hanya menggedikkan kedua pundaknya tanda tak tau, namun ada satu fakta yang membuatnya tersenyum jijik.
" Dia tuh playboy gila, cewenya ada dimana mana, kemarin aja gue ketemu dia sama adek kelas yg tobrut tuh .." Ucap asya
" Siapa woy? Gila bisa bisanya si juan?" Kata yona menggeleng heran.
Erika pun turut mengernyit. " Tobrut? Si chika pastinya kan?" Asya menganggukinya.
" Anjayy.. Pantes aja si chika kek ngerasa wah banget di sekolah. Ternyata udah dipacarin sama si Juan." Celetuk yona tertawa remeh.
Pamela turut tertawa, sebenarnya dia sudah tau rumor jelek tentang Juan. Cuma sekarang sudah tak ada hubungan kan? Ngapain dipikir kalau memang Juan ada hubungan sama banyak cewek? Seharusnya itu sudah menjadi hal niasa di kalangan cowok bada boy kan?
Pukul 22.24 wib~
..
Malam harinya, Juan mengadakan perkumpulan dengan klub nya seperti biasa, kegiatan seperti biasa di malam sabtu mereka melakukan kegiatan balapan di sirkuit berbayar. Anti balapan liar juan mah. Tiap balapan dia yang membayar sewa sirkuitnya.
Dan disaat semuanya sibuk menyemangati temannya yang bertanding. Juan sendiri hanya diam duduk di tempat pimpinannya, ia masih kepikiran dengan cedera kaki yg dialami Pamela, sangking kepikirannya sampai Juan lupa dengan anggota nya yang baru saja menang balapan.
" Woy bos.. Ngelamun aja nih, ini laporan kemenangan aggota treasure sejak awal bulan ini."
Juan mengamati laptop anggotanya itu, namun pikirannya masih saja tertuju pada kekasihnya itu, hingga membuatnya stress sendiri.
Selang tak berapa lama kemudian hary datang membawakan wine untuknya. Ia tau kebiasaan temannya dikala sedang banyak pikiran.
" Nih.. Gue tau lo lagi mikirin siapa" Ucap hary menuangkan segelas kecil wine untuk Juan.
" Thanks har .. " Balas Juan sambil meneguk habis gelas berisi wine itu.
Inilah dunia kenakalan Juan, umur masih belasan dan masih sekolah. Akan tetapi dunia malamnya sudah diluar batas, sangat diluar jangkauan jika diingat dia masih remaja.
Orang tuanya tidak tahu karena mereka juga sangat disibukkan dengan pekerjaannya. Mungkin hanya sekelibat laporan dari guru bk yang membuat mereka cukup maklum.
Mereka sudah sering menasihati anak bungsunya itu, namun mau bagaimana lagi jika masih saja terus melakukan hal yang sama.
Untungnya juan adalah anak keturunan konglomerat di indonesia, hal apapun yang dapat merugikan orang lain, dapat dengan mudah ia ganti dengan uang.
Untuk aib yg pernah Pamela adukan, itu benar-benar membuat juan terkejut, pasalnya selama ini tak kalangan teman temannya di sekolah maupun di luar sekolah, tidak ada yang berani mengadukan perbuatan buruknya itu pada mama papanya.
Sedangkan si mela malah dengan centilnya mengadukan hal itu tanpa takut konsekuensi yang akan ia dapat setelahnya? Juan sampai bergeleng keheranan mengingat kelakuan centil si cewek yang kini sudah menjadi kekasihnya itu.
Darimana mela tau? Pasal Juan yg main perempuan. Main judi dan balapan? Padahal kan itu sudah ia sembunyikan selama berbalapan dengan geng cewek manapun.
Namun, kenakalan juan masih bisa di toleril karena tidak sampai ke ranah kriminal kok, hanya kenakalan remaja seperti umumnya, cuma ini juan sedikit ga ngotak aja kelakuannya.

" Masih belum dibaca juga Mel? Harusnya gue yg marah." Gumam Juan di tengah keheningan malam.
Sudah 3 harian Pamela tak masuk sekolah, begitupun dengan pesan Juan yg masih belum dibaca olehnya, membuat juan semakin kepikiran dan merasa bersalah.
" Kuy bro! Udah ditungguin di markas sama bang jeje." Ucap jewo di balik telfon.
" Oke gue jalan." Jawab Juan, ia langsung bergegas memakai perlengkapan berkendaranya.
Malam ini sedang ada acara pertemuan dengan para ketua klub gabungan treasure, Juan salah satunya yg menjadi ketua klub TREASURE 'SHARK KING' yang sudah beroperasi sejak lama.
Pertemuan berlangsung 1,5 jam lamanya. Begitupun jewo sebagai seksi perhubungan yg selalu hadir saat pertemuan, tak pernah absen jikalau Juan turut hadir.
Setelah pertemuan usai, Kini mereka berdua beralih pindah ke cafe yg lebih kecilan lagi, pastinya cafe langganan khusus teman yang paling dekat.
Usai memesan makanan, jewo kembali diam memperhatikan juan yang asik diam sedari tak bertegur sapa dengan pacarnya itu.
" Gimana lo sama pamela wan?" Tanya jewo.
Juan menghela nafasnya. " Masih belum dibaca."
" Ya positif aja deh wan, mungkin hapenya rusak." Ucapannya cukup mengundang tatapan sinis dari Juan, untung bestie, kalau nggak? Bisa dihajar tuh si jewo.
Oke~
Setelah sekian lama duduk sambil mantengin ponsel masing-masing, diam-diam jewo merasa ada yg janggal di depan matanya.
"Bukannya itu daniel?" Tanya jewo menunjuk dengan sudut matanya.
Juan menoleh ke arah yang ditunjuk. Kemudian balik melihat pada jewo. " Kenapa lo tegang begitu?" Tanyanya.
" Kurang ajar!"