Caca adalah gadis yang cantik periang tapi tomboi abis, dia memiliki sahabat yang cantik jelita, dia primadona SMA Harapan, entah bagaimana awal mulanya seorang caca yang notabene nya tomboi dan urakan bisa bersahabat dengan primadona sekolah, dia adalah sisilia andhara, lebih dikenal dengan sisi.
Tak jarang caca jadi bodyguard di kala ada cowok buaya yang godain sisi, seperti halnya beberapa hari yang lalu, sisi sedang asik di taman, kemudian datang beberapa cowok yang entah dari mana asalnya mendekati sisi, mencoba menggoda, minta nomer hp nya ada juga yang colek-colek lengannya nah di dalam keadaan seperti inilah caca bertindak.
siapa sangka jika nanti Caca akan bertemu dengan siswa populer di sekolah. tapi sebelum dia mendapatkan cinta itu banyak sekali lika-likunya.
banyak siswi yang juga menyukai Lexi sang ketua osis. tapi ada juga siswa yang begitu menyukai Caca.
mau tau kelanjutannya, baca yuk..pasti seru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah habibi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berwisata ria namun....
Mereka merencanakan perjalanan wisata hari ini, sisi sebagai guide kali ini.
"Kita mau kemana aja si? "Tanya caca
"Ke kebun raya Bogor aja ya? Atau situ gede kita bisa naik sampan."
"Kebun raya aja kali ya, kalo waktunya cukup baru kita naik sampan. Gimana?"
"Boleh dech, yuk jalan!"
"Si pamit dulu ma nenek lo, ntar nyariin lagi"
"Oke"
"Dah naik semua kan,?" tanya kevin.
Sisi didepan dengan Kevin, aldo dan caca di tengah sedangkan lexi dan dio di belakang.
"Kenapa mesti gue sih di belakang?" ucap lexi tidak terima, karena aldo yang selalu menempel pada caca saat di mobil.
Namun pertanyaan lexi tidak ada yang menjawab, mereka berada dalam pikiran masing-masing.
"Udah vin, ayo buruan jalan, dah siang ni!" Perintah Caca.
Saat mobil mulai berjalan tiba tiba.
"Stop Stop!"ada yang menghadang di depan mobil lexi.
"Siapa tu bocah?"ucap Kevin.
"Ada apa vin?"tanya aldo.
"Tuh ada yang berdiri tengah jalan, untung aja gak ketabrak."
"Itu fabian vin, tadi pagi ketemu kalian kan."Jawab sisi.
"Terus dia ngapain ngalangin jalannya kita.?"
"Tau, mending lo tanya dah si."
"Ih kok gue, lo aja ca!"
"HEDEEHHH. Oke oke"
Saat caca hendak keluar mobil fabian sudah mendekat di depan kaca mobil caca." Gue ikut dong ca, gue gabut sendirian di rumah?"
"Gimana guys... Boleh gak nie bian ikut?"
"Boleh lah ca.. Lagian masih longgar kan, duduk aja di sebelah lo."
"Oke.. Masuk bi."
Caca di apit oleh dua cowok ganteng sedangkan lexi cuma melihat dengan kesal, harusnya dia yang di dekat caca, bukan malah anak baru itu. Huh lexi menarik napas menahan kesal.
"Idih kenapa lo kesel gitu lex," tanya dio.
Tidak ada jawaban, lexi cuma melirik kearah dio dan membuang muka. Caca tidak berani berkomentar, karena setiap dia akan berbicara dengan lexi jantung gak bisa di ajak kompromi.
Mobil Kevin melaju dengan kecepatan sedang.
"Ca lo sudah punya cowok belom?"Tanya bian tanpa basa basi.
"Hah... E- emang kenapa? Jawab caca gagap, karena dia tidak menyangka akan pernyataan bian yang tiba tiba.
"Kalo belum gue daftar jadi cowok lo." Ucapnya dengan tenang.
Aldo dan lexi melotot mendengar pernyataan fabian pada caca. Mereka geram karena dengan santai nya nembak caca di depan orang banyak.
"Hah... Gila aja lo bi, baru ketemu tadi pagi sekarang lo nembak gue, di depan temen temen gue lagi."
"Ya kalo gue telat bilang ma lo pasti keduluan sama yang diam diam suka ma lo," fabian melirik aldo, karena dia tau sepanjang jalan pagi tadi aldo lebih posesif pada caca. Tapi caca sepertinya tidak merespon tindakan Aldo.
"Lo bisa aja bi. Dah ah males gue bahas hal gak jelas ma lo." Jawa caca asal.
"Siapa yang di maksud fabian ada yang diam diam suka ma gue? Apa itu lexi? Kalo iya berarti caca tidak bertepuk sebelah tangan dong. Batin caca
Sampai di kebun raya bogor
"Wah... Seger banget udaranya, beda dengan jakarta." Ucap caca
"Lo suka ca?" Tanya fabian.
"Emm.... Gue suka alam terbuka, rasanya bisa lepas tanpa tertahan."
"Apa hati lo sudah di tahan seseorang?"
"Deg... Apa iya hatinya sudah di tahan oleh lexi sejak kejadian tadi pagi ato kapan? Karena jika di lihat lihat fabian cakep, tapi caca tidak tertarik. Bahkan saat fabian mau daftar jadi cowoknya tidak ada rasa apa apa di hati caca.
"Maksudnya..?"
"Yah... Lo tau sendiri maksud gue."jawab bian," jalan yuk ca kesana!"Tiba tiba tangan caca di tarik fabian dan yang lain cuma memperhatikan, lexi dan aldo kaget melihat tingkah laku fabian, gimana dia bisa cepet sekali dekat dengan caca. Tanpa basa basi apa lagi ragu.
Di perhatiannya fabian dan caca sedang bercanda ria membuat sebaliknya lexi dan aldo.
Kevin dan sisi lebih memilih jalan sendiri,mereka menikmati kebersamaan karena sudah Beberapa hari mereka tidak bertemu,
Sedangkan lexi, aldo dan dio mengekor pada caca yang sudah di tarik duluan oleh fabian.
"Ca... Foto foto yuk..." Teriak dio.
"Boleh..."
Mereka berfoto ria, dengan posesif fabian merangkul. Caca biasa aja, namun aldo tiba tiba menurunkan lengan fabian dan kemudian mengambil posisi diantara keduanya. Lexi hanya melihat tingkah aldo. Lebih baik begitu, batin lexi
Puas berfoto ria mereka mencari tempat lain untuk berfoto
Taman Meksiko masih berada dalam kawasan kebun raya bogor
"Seru tuh disana," ucap caca dan menarik tangan dio, karena dia tidak tau harus mengajak siapa, pada aldo dia mulai merasakan rasa cemburu pada dirinya, pada Lexi jantungnya masih belum terbiasa dengan rasa itu, pada fabian nanti di ke ge er an, lebih baik pada dio yang netral.
Yang lain mengikuti langkah dio dan caca. Dan asik ber swafoto
Sedangkan Kevin dan sisi entah lah, mereka asik memadu kasih, sisi bermanja manja pada Kevin bahkan mereka tidak malu untuk berciuman di depan umum.
Sisi marah saat Kevin melirik gadis lain
Kevin merayu sisi kembali agar tidak marah... "Oohhh... Mesranya mereka."
Dan di tempat lain caca masih dibuat bingung oleh tiga cowok yang selalu membuntutinya kemana dia pergi.
Lexi jelas sekali menatap caca penuh cinta, namun caca masih belum bisa mengatur detak jantungnya yang selalu berdendang ria saat caca menatap Lexi. Dan aldo menyadari hal itu, sehingga membuat aldo murka namun tak tau harus berbuat apa.
.
.
.
Bersambung
Happy reading
Maaf masih banyak typo
Beri dukungan author dengan vote, like and koment
Love you all😘😘😘
biar cepet dapet restu kayak caca