Semua berawal dari bangku SMP,Nita sebenar nya kelahiran sumatera,bapak dan ibu nya asli orang jawa,mereka transmigrasi ke sumatera tahun 1998,dan Nita pindah sekolah ke sini karna Nita mau menemani nenek nya yang tinggal sebatang kara,dialah cinta pertama dan terakhirku, aku baru berani menyatakan cintaku saat kami duduk di bangku SMK, dan cinta kami berakhir di pelaminan saat umur ku 22 tahun dan Nita 21 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon om rik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
antara senang dan takut
Aku pun mematikan telvon ku dan langsung menelvon Lisa,dan somoga orang tua Lisa enggak di rumah,jadi aku bisa agak tenang karna kedua orang tua Lisa enggak akan ngomong kalo Lisa suka sama aku seperti kemarin.
"Pagi Lisa."ucap ku
"Pagi juga kak Aldi,tumben kak Aldi telvon Lisa,ada apa kak." ucap Lisa
"Enggak ada apa apa kok Lis,oh iya Lis,bapak dan ibu kamu di rumah apa enggak." ucap ku
"Bapak dan ibu Lisa baru aja berangkat ke sawah Kak,emang kenapa kak." ucap Lisa
"Enggak apa apa Lis,aku mau kesana sama Roni." ucap ku
"Ya udah kak Aldi sama kak Roni kesini aja kak,enggak apa apa kok,nanti juga ibu dan bapak Lisa juga pulang." ucap Lisa
"Ya udah kalau gitu Lis,aku dan Roni kesana sekarang." ucap ku
"Baik kak,Lisa tunggu di rumah." ucap Lisa
Dan di saat yg bersama'an saat aku mematikan telvon ku,Roni pun tiba dan mengetok pintu rumah ku.
tok tok tok
"Asalualaikum." ucap salam dari Roni
"Wa'alaikum salam." jawab salam ku ke Roni
Lalu aku pun membuka pintu rumah ku
"Cepet banget kamu Ron." ucap ku
"Demi cinta aku akan datang secepat kilat Al." ucap Roni
"Lebai kamu Ron." ucap ku
"Biarin lebai,ya udah ayo vepetan kesana Al,takut nya ibu dan bapak nya Lisa udah pulang dari sawah,ntar malah aku enggak jadi nyata'in cinta ku ini." ucap Roni
"Lah emang kenapa kalau ada ibu dan bapak nya Lisa,kan malah sekalian ibu dan bapak nya Lisa tau kalo kamu itu laki laki yang pemberani." ucap ku
"Ya malu lah Al,kan masih kecil Al." ucap Roni
"Masih kecil kok main cinta cinta an Ron." ucap ku
"Lah kalau cinta mau gimana lagi Al." ucap Roni
"Terserah kamu deh kalau gitu." ucap ku
"Ya udah ayo kesana sekaranv mumpung bapak dan ibu Lisa ke sawah." ucap Roni
"Kamu tau dari mana kalau ibu dan bapak nya Lisa di sawah Ron." ucap ku
"Kalau ibu dan bapak nya Lisa punya sawah,jam segini pasti di sawah Al." ucap Roni
"Ya udah ayo lah." ucap ku
Lalu kami pun berangkat ke rumah Lisa sambil berharap ibu dan bapak nya Lisa enggak di rumah.
Di jalan aku pun ngobrol dengan Roni.
"Ron pokok nya apapum jawaban nya Lisa untuk mu,kamu jangan sampai marah dengan Lisa lho,pokok nya kamu harus tetap berteman dengan Lisa,aku enggak mau kalau sampai kamu bermusuhan dengan Lisa nanti nya kalau kamu di tolak." ucap ku
"Tenang aja Al,aku enggak akan marah kok sama Lisa,tapi aku akan tetap mengejar Lisa sampai dia mau menerima cinta ku ini." ucap Roni
"Ya udah kalau gitu,yang penting kamu bisa menerima kenyata'an nya."ucap ku
"Kok kamu dari kemarin ngomong nya gitu sih Al,kamu enggak seneng kalau aku jadian sama Lisa." ucap Roni sedikit curiga sama aku
"Aku enggak suka sama Lisa Ron,kamu kan tau sendiri kalau aku suka sama Nita,jadi enggak mungkin aku suka sama Lisa." ucap ku
"Tapi kok kamu dari kemarin ngomong nya gitu terus sama aku,se'akan akan kamu sudah tau jawaban dari Lisa untuk ku." ucap Roni masih curiga
"Lah aku tau dari mana jawaban nya Ron,emang nya aku tuhan Ron bisa tau apa yang belum di katakan sese'orang." ucap ku meyakin kan Roni
"Ya udah lah,apa pun jawaban dari Lisa akan aku terima,toh walau pun aku di tolak Lisa,aku akan tetap mengejar Lisa sampai dia mau menerima ku." ucap Roni
Setelah aku berbincang bincang berdua dengan Roni di jalanan,kami pun sampai di rumah Lisa,sebener nya aku sedikit Ragu mau masuk,tapi mau gimana lagi,kami sudah sampai di rumah nya,dan Roni juga memaksa ku kesini sekarang,lalu aku pun mengetok pintu rumah Lisa.
tok tok tok
"Asalamu'alaikum." ucap salam ku
"Wa'alaikum salam." jawab salam dari Lisa
"Eh kak Aldi dan kak Roni sudah dateng,ayo silah kan masuk kak." ucap Lisa
Roni pun langsung bergegas masuk duluan.
"Iya dek ayo." ucap Roni buru buru masuk
Aku melihat Lisa sedikit tidak senang dengan sikap Roni.
"Ron sabar napa,jangan malu malu in gitu." ucap ku
"Lah kan udah di persilah kan masuk Al." ucap Roni
"Enggak apa apa kok kak,ayo silah kan masuk." ucap Lisa
"Ibu bapak kamu enggak di rumah dek." ucap ku
"Lagi ke sawah kak,kata nya mau memupuk padi." ucap Lisa
Aku di sini bimbang antara senang dan takut,senang nya karna ibu dan bapak Lisa tidak di rumah,takut nya adalah,kalau sampai Lisa menolak Roni dan menyakiti hati nya.
Setelah kami masuk ke rumah Lisa,Lisa pun langsung membuat kan Minuman buat kami,saat Lisa ke dapur membuat kan Minuman,Roni pun becara kepada ku.
"Al gimana cara nya nembak cewek." bisik Roni
"Lah aku aja enggak pernah kok nembak cewek,jadi nya aku juga enggak tau Ron." ucap ku
"Kata kata apa yang cocok buat menyatakan perasa'an ke cewek." ucap Roni
"Aku juga enggak tau Ron,coba kamu buka Google aja lah biar nemu jawaban nya." ucap ku
"Oh iya ya aku Lupa." ucap Roni
Roni pun Langsung membuka Google dan mencari kata kata buat nembak Lisa.
"Gimana Ron,ketemu enggak." ucap ku
"Ketemu Al,ini yang cocok buat Lisa yang mana Al." ucap Roni sambil mengulur kan Hp nya kepada ku
"Semua nya bagus Ron,coba aja yang ini Ron." ucap ku sambil menunjuk kan jari ku ke Hp Roni
"Ok Al,bagus banget kata kata nya." ucap Roni
"Kata nya kamu bawa bunga,Trus mana bunga nya Ron." ucap ku
"Astaga,ketinggalan di meja rumah ku Al." ucap Roni sambil memukul jidat nya
"Gimana sih kamu Ron,masak bunga sampai lupa,apa sih yang kamu inget inget Ron." ucap ku
"Sumpah Al,aku lupa,padahal udah aku siapin di meja lho,kamu kok enggak ngingetin aku sih pas di rumah kamu tadi." ucap Roni
"Lah aku juga enggak tau Ron,aku kira udah kamu bawa dan kamu umpetin,jadi ya aku nggak nanya." ucap ku
"Trus gimana ini Al." ucap Roni
"Mana aku tau Ron,ya udah lah nggak usah pake bunga,yang penting perasa'an kamu itu Ron." ucap ku sambil meyakin kan Roni
"Ya udah lah,udah terlanjur juga." ucap Roni
Lisa pun keluar dari dapur membawa tiga gelas es jeruk.
Next time
like like like rate love vote,itulah cara paling mudah untuk menghargai author nya,karna itu semua mudah gratis dan gk di pungut biaya sedikit pun,semoga kalian suka dengan novel saya ini.dan terima kasih yg sudah mampir kak,ikutin terus alur cerita nya ya kak
dtnggu slanjutx..