Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#20 SIAPA?
Sang mentari pagi sudah menampakkan sinarnya. Hari yang cerah.
Tampak para Pegawai di rumah Tuan Elzel mulai sibuk dengan aktivitas harian mereka. Mery dan Sari menyiapkan sarapan, Sumi menyapu halaman belakang yang dipenuhi daun-daun kering pohon yang berjatuhan. Cindy mengelap-elap guci yang sedikit berdebu, Yana dan Maya menyapu dan mengepel lantai. Tuan Elzel orang yang pembersih, dia tidak suka melihat ada debu atau kotoran sedikit saja melekat pada barang-barang dan rumahnya. Semua pekerjaan di rumah ini harus Perfect!
TIIIIINNN!
Suara klakson mobil dari luar pagar rumah Tuan Elzel, membuat Pak Dirga dan Pak Karman yang sedang ngobrol di Pos, kaget.
"Siapa ya, pagi-pagi sudah bertamu?" Tanya Pak Dirga pada Pak Karman.
"Entah, mungkin sudah janjian sama Tuan Muda."
TIN! TIN! TIN! Klakson sengaja dibunyikan berulang-ulang oleh orang yang berada di dalam mobil, karena belum mendapat respon dari penjaga gerbang.
"Buruan bukain gerbangnya, gih!" Perintah Pak Karman pada Pak Dirga,
Pak Dirga membukakan gerbang, mobil yang di luar tadi masuk, Kemudian berhenti.
Turunlah seorang wanita cantik, bertubuh tinggi langsing, rambut ikal bergelombang, bertambah sempurna dengan baju ketat bertali yang melingkar di leher dan panjang selutut yang dikenakannya. Persis seperti model-model yang ada di Majalah-majalah.
"Eh! Nona Diandra, apa kabar?" Sapa Pak Dirga.
Pak Karman yang sedari tadi berdiri di Pos, menghampiri.
"Wah! Nona, semakin cantik saja" Puji Pak Karman.
"Kalian ini! Kemana saja? Lama banget buka pagarnya, kalau aku jadi Elzel, udah aku pecat kalian!" Diandra terlihat kesal dengan kedua pegawai itu.
"Parkir kan mobilku! Aku mau masuk! Dan ingat, jangan sampai lecet!" Perintah Diandra, pada Pak Dirga.
Diandra berlalu.
"Huh! Sabar... Sabar..." Pak Dirga mengelus dadanya, diikuti Pak Karman.
"Cantik-cantik, gak ada akhlak!" Celetuk Pak Karman
"Hus! Nanti Nona Diandra dengar!"
__________
Diandra masuk ke rumah Tuan Elzel, berjalan berlenggak lenggok khas seperti seorang model. Para pegawai yang melihat kedatangan Diandra menundukkan kepala, menghormatinya.
"Selamat pagi, Nona."
Diandra menuju kamar Tuan Elzel, dan mendapati Yuki baru saja tiba di sana.
"Eh? Mau ngapain?" Tanya Diandra pada Yuki.
"Hah?! Kakak siapa?" Yuki kaget melihat Diandra,
"Hello? Kakak? Jangan sembarangan, ya!"
Mendengar ada keributan di luar membangunkan Tuan Elzel, Tuan Elzel membuka pintu kamarnya dengan mata yang masih setengah mengantuk.
"Ada apa ini?" Tanya Tuan Elzel.
"Sayaaaaanggggg!!!" Diandra langsung menghambur memeluk.
Yuki yang melihat adegan pelukan Diandra dan Tuan Elzel menjadi merah wajahnya.
Tuan Elzel sendiri kelagapan atas tindakan Diandra yang tiba-tiba.
"Hei! Kau boleh pergi." Tuan Elzel memberi isyarat pada Yuki.
"Iya Tuan, saya permisi."
Yuki berlalu dari dari hadapan Tuan Elzel yang masih menggantung Diandra di pelukannya.
"Ya ampun, apa tidak malu mereka itu?"
__________
"Sayang aku kangen." Diandra mencium-cium wajah Tuan Elzel, membuat Tuan Elzel sedikit risih.
"Kapan kamu pulang kesini? Kenapa tidak mengabari ku?"
"Aku mau kasih kamu kejutan sayang, kamu gak kangen sama aku? Aku sengaja loh kesini pagi-pagi, buat ketemu kamu."
Tuan Elzel hanya tersenyum kecil.
"Ayolah!" Diandra menggoda, ******* pelan bibir Tuan Elzel, Pria itu hanya terdiam, sesaat kemudian dia membalas ciuman Diandra, terjadilah adegan ciuman panas di kamar itu. Kucing dikasih ikan? Ya gak bakal nolak, pikir Tuan Elzel.
Tuan Elzel menutup pintu kamar dengan menggunakan kakinya, bibir mereka masih bermain. Kemudian keduanya menjatuhkan tubuh ke kasur. Dan terjadilah adegan melepas rindu di atas ranjang.
__________
Yuki menghampiri Mery yang sedang membantu sari menyiapkan sarapan. Wajah Yuki masih terlihat bingung, bertanya-tanya siapa perempuan bersama Tuan Elzel tadi.
"Lha? Yuki, kok kamu di sini?" Mery heran,
"Iya Mbak, Tuan Elzel yang suruh aku pergi."
"Oh, pasti karena ada Nona Diandra, ya?"
"Nona Diandra itu perempuan yang dateng tadi ya, Mbak? Dia itu siapa?"
"Dia itu pacarnya Tuan Elzel. Diandra Jellita, Selebriti sekaligus model ternama, masa kamu gak tau?"
"Di Desa kami gak punya TV Mbak, hehe. Makanya gak tau,"
"Nona Diandra juga anaknya rekan bisnis Tuan Elzel, katanya mereka itu mau dijodohkan. Sesuai kan, sama-sama orang kaya, cantik dan ganteng."
"Wah!" Yuki hanya bisa menganga terkagum-kagum.
"Sudah, ayo bantu sini siapkan sarapan. Mungkin Nona Diandra akan makan di sini."
"Baik, mbak."
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""