NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:894.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: leni septiani

" Meskipun gue sering gonta ganti cewek, tapi lo harus tahu, Cinta dan sayang gue cuma buat lo." Aldo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Aldo menatap kepergian sahabat dan mantan kekasihnya dengan pandangan yang sulit di artikan, kemudian menoleh ke arah Luna sebentar dan mengelus rambut perempuan itu lembut, lalu kembali melanjutkan langkahnya bersama dengan gadis yang kini menjadi kekasihnya. Ada rasa sakit saat melihat Nana mengabaikan keberadaannya bahkan untuk menoleh sedikit pun perempuan itu terlihat enggan.

Sesampainya di kantin Nana dan sahabat-sahabatnya duduk di tempat biasa. Jika biasanya kursi-kursi itu akan penuh di huni, maka sekarang ada satu kursi yang kosong tanpa pemilik. Nana menatap sendu kursi tersebut. Air matanya menetes tanpa diberi aba-aba terlebih dulu, dengan cepat Nana menghapus air matanya itu sebelum semua sahabatnya meliat. Namun ia kalah cepat, sahabatnya lebih dulu melihat air mata itu menetes.

“Lo gak apa-apa kan, Na?” tanya Dava iba. Nana menggelengkan kepalanya kembali menyeka air mata yang terus menetes meski sudah sekuat tenaga ia tahan.

“Gue tahu lo gak sekuat itu, Na, jadi menangis aja keluarkan semua kesedihan dan sakit hati lo. Dengan senang hati pudak gue akan menampung air mata yang lo keluarkan,” ucap Alvin menepuk-nepuk dada kirinya dan tentu saja setelah mendapat izin dari kekasihnya, Sisil.

Nana menatap ke arah Sisil lalu setelah mendapat anggukan, Nana langsung berhambur dalam pelukan Alvin mencurahkan semua kesedihan dan sakit hatinya lewat air mata. Alvin mengelus lembut puncak kepala sahabat kecilnya itu untuk menenangkannya sekaligus memberikan sedikit kekuatan kepada sahabat tersayangnya.

Rizki bangkit dari duduknya dan berjalan cepat meninggalkan kantin, Dava yang berada disampingnya bahkan tidak dapat mencegah kepergian Rizki yang sudah bisa mereka tebak tujuan kepergian sahabatnya itu. Dava yang hendak akan menyusul Rizki di tahan oleh Dino.

“Lo tunggu disini aja, Dav biar gue yang susulin Rizki,” ucap Dino lalu melenggang pergi meningagalkan kantin. Nana tidak mencegah, ia tetap menangis dalam rengkuhan Alvin.

Rizki sampai di kelas, di mana ada Aldo dan Luna di dalamnya, dengan amarah yang sudah tidak bisa di kendalikan, Rizki menghampiri Aldo dan langsung melayangkan satu pukulan tepat diwajahnya, membuat Luna dan beberapa orang yang ada di kelas itu menjerit. Dino yang baru saja sampai, langsung menarik Rizki yang akan melayangkan pukulan keduanya pada Aldo.

“Lepasin gue, No biar gue habisin cowok berengsek ini.” Marah Rizki mencoba melepaskan diri dari Dino.

“Udah Ki, lo gak usah kotorin tangan lo buat ngehajar orang ini, biar dia dapatin karmanya sendiri nanti. Nana juga gak akan suka kalau tahu lo ngelakuin ini. Mending sekarang kita pergi aja,” bujuk Dino pada Rizki.

“Gak! No, gue gak terima dia nyakitin Nana!” murka Rizki sambil menunjuk wajah Aldo dengan wajah yang memerah karena marah. Aldo yang mendapat pukulan tiba-tiba hingga terjerembab kebelakang dari sahabatnya tersebut bangkit berdiri lalu menyeka ujung bibirnya yang terasa perih dan mengeluarkan sedikit darah.

“Lo apa-apa sih, Ki datang-datang langsung mukul Aldo!" marah Luna pada Rizki.

“Diem lo cewek perusak, gak usah ikut campur!” tunjuk Rizki pada Luna lalu kembali melayangkan pukulan pada wajah Aldo yang sedari tadi tidak membuka suara. Baru saja tinjuan Rizki kembali akan melayang, suara teriakan Nana dengan cepat menghentikan gerakannya.

“Rizki stop!” teriak Nana yag sudah berada di depan pintu bersama sahabatnya yang lain. Nana berjalan menghampiri rizki dan Dino, melewati kerumunan siswa-siswa yang menyaksikan amukan Rizki.

Rizki tak mempedulikan ucapan Nana dan kembali melayangkan pukulannya berkali-kali pada wajah dan juga perut Aldo hingga membuat Aldo kembali terjerembab kebelakang. Saat akan kembali melayangkan pukulannya, Nana segera memeluk Rizki dari depan.

“Berenti, Ki gue mohon, jangan lakuin ini lagi.” Pinta Nana masih memeluk tubuh Rizki dengan air mata yang terus mengalir. Nana mengangkat wajahnya menatap Rizki memohon. Hingga akhirnya Rizki menghela napasnya pasrah lalu merengkuh erat tubuh gadis di depannya itu.

“Bubar kalian semuanya!” titah Alvin pada murid-murid yang masih berkerumun.

Dino menepuk pundak Rizki sekali, mengajaknya untuk pergi, kemudian melayangkan tatapan tajamnya pada Aldo dan juga Luna sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan kelas Aldo begitupun juga dengan Rizki dan Nana, di ikuti Dava, Ridho, Alvin dan Sisil yang sebelumnya memandang rendah Luna dari atas hingga bawah.

“Pelakor.” Desis Sisil sinis lalu pergi meninggalkan Aldo yang sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun.

“Kamu gak kenapa-napa kan? Kita ke UKS, yuk biar luka kamu di obatin.” Ajak Luna pada Aldo.

“Gue gak apa-apa kok. Nanti juga sembuh sendiri.”Jawab Aldo kemudian duduk di kursinya.

“Tapi Al...”

“Gue gak apa-apa, Lun. Luka ini belum apa-apa di banding luka hati Nana,” ucap Aldo memotong ucapan kekasih barunya itu.

Aldo termenung, lalu tersenyum miris, hatinya terasa sesak saat tadi melihat Nana menangis, dadanya semakin sesak saat melihat mantan kekasihnya itu memeluk Rizki dihadapannya. Dan rasa sakit itu semakin bertambah saat gadis yang sangat disayanginya itu tidak memperdulikan dirinya. Bahkan hanya menengok sedikitpun saja tidak. Ingin sekali ia marah dan menghajar sahabatnya itu karena sudah berani memeluk gadisnya, tapi ia sadar bahwa dirinya tidak lagi mempunyai hak atas gadis itu. Statusnya kini sudah menjadi mantan.

Beberapa minggu lalu dirinya memang tengah berada dalam fase bosan dengan hubungannya bersama Nana. Hingga ia menemukan kenyaman yang baru bersama Luna, teman satu kelasnya. Luna adalah perempuan yang baik dan menyenangkan, dia tidak termasuk dalam perempuan centil lain yang sering mendekatinya. Luna adalah gadis yang agak pendiam, tapi jika sudah kenal dekat dia akan menjadi sosok yang menyenangkan, hingga tanpa disadari membuat dirinya nyaman.

Aldo dan Luna sebenarnya sudah lumayan dekat dari beberapa bulan lalu, namun keduanya baru menjalin kasih selama seminggu ini. Awalnya Luna menolak karena ia tahu bahwa Aldo adalah kekasih Nana, tapi Aldo mengatakan bahwa dirinya telah berpisah dengan Nana meski kenyataannya tidak seperti itu.

Aldo terus meyakinkan Luna hingga akhirnya ia menerima Aldo. Dan Aldo baru mengakhiri hubungannya dengan Nana pada hari ini tepat saat hubungan Aldo dan Luna menginjak satu minggu.

Awalnya Aldo mengira keputusannya ini sudah tepat, tapi belum juga genap sehari Aldo memutuskan hubungannya dengan Nana penyesalan itu sudah ia rasakan. Aldo menatap wajah Luna yang sedang mengobati luka di wajahnya, kini dirinya tengah berdua di UKS atas paksaan Luna. Aldo merasa bersalah pada gadis dihadapannya itu, ia juga tidak tahu perasaan yang sesungguhnya untuk Luna apa, karena yaang ia tahu, ia nyaman bersamanya, tapi tidak senyaman dan sebahagia saat bersama Nana.

“Maafin gue,” ucap Aldo. Luna yang sedang mengobati luka diwajah Aldo tiba-tiba berhenti saat mendengar permintaan maaf dari laki-laki dihadapannya itu.

“Maaf untuk apa?” tanya Luna menatap Aldo dengan raut wajah bingung.

“Karena gue, lo jadi di tuduh perusak sama mereka,” ucap Aldo lirih. Luna menundukan kepalanya., menghela napas terlebih dulu lalu kembali menatap Aldo.

“Emang kenyataanya gitu 'kan? Hubungan kalian rusak memang gara-gara gue,” ucap Luna menahan tangis.

“Lo gak salah, dan lo bukan perusak. Justru gue yang salah,” ucap Aldo merasa bersalah.

“Gue emang bodoh percaya gitu aja sama lo. Gue kira lo emang bener-bener udah putus sama Nana sebelum lo nembak gue, tapi ternyata, lo baru mutusin Nana tadi siang ..." Luna menunduk lalu tersenyum miris.

“Awalnya gue gak sengaja liat lo duduk di bangku taman, dan gue berniat mau nyamperin lo, tapi ternyata lo di sana memang udah janjian sama Nana. Tadinya gue mau langsung pergi, tapi gue penasaran hingga akhirnya mutusin buat nguping obrolan kalian berdua. Dan akhirnya gue sadar bahwa selama seminggu ini gue menjadi orang ketiga di hubungan kalian,” lirihnya lalu kembali tersenyum miris. “Aldo, ayo kita akhiri hubungan ini,” lanjut Luna menatap Aldo serius.

“Tapi Lun…”

“Dari awal hubungan kita memang udah salah, dan seharusnya memang gak ada ‘kita’ diantara lo dan gue.” Potong Luna cepat sebelum Aldo menyelesaikan ucapannya.

“Gue nyaman sama lo, Lun. Kita juga baru aja memulainya, kenapa harus berakhir secepat ini?” tanya Aldo meminta penjelasan.

“Karena lo hanya merasa nyaman sama gue, sedangkan sayang dan cinta lo cuma untuk Nana, lo bahkan lebih nyaman bersama Nana. Kalau enggak, gak akan lo pacaran sama dia selama ini. Kenyamanan gue dan Nana itu beda di hati lo, Al. Lo nyaman sama gue hanya rasa nyaman sebagai teman, sedangan bersama Nana rasa nyaman itu karana didasari rasa sayang dan cinta lo untuk dia.” Jelas Luna.

“Lebih baik kita akhiri dari sekarang, selagi luka gue masih segaris. Sebelum gue terlalu dalam mencintai lo dan itu nantinya malah akan membuat luka gue bertambah besar. Ayok kita akhiri Al. Dan kembali pada pemilik hati lo yang sebenarnya jangan saling menyakiti seperti ini. Mari kita berteman,” lanjut Luna tersenyum manis, lalu mengulurkan tangannya ke arah Aldo yang beberapa menit kemudian disambut juga oleh uluran tangan Aldo dan keduanya tersenyum.

Disisi lain Nana dan sahabat-sahabatnya kembali kekelas, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, banyak juga yang bisik-bisik menebak-nebak apa yang terjadi pada Nana yang hingga kini masih belum juga menghentikan air matanya.

Rizki yang baru saja masuk ke kelas itu langsung menendang meja yang ada dihadapannya dengan kuat sambil beberapa kali mengucapkan sumpah serapahnya, membuat beberapa siswa yang ada disana terlonjak kaget. Dava menepuk pelan bahu sahabatnya itu lalu membawanya untuk duduk diikuti oleh yang lainnya.

“Kenapa lo semarah ini, Ki?” Tanya Dino memulai sesi introgasinya yang diangguki oleh yang lain.

“Karena dia udah nyakitin, Nana! Sampai ngebuat Nana nangis kayak tadi.” Jawab Rizki masih dengan emosi.

“Oke gue terima alasan lo. Tapi apa ada alasan lain?” tanya Alvin curiga.

“Gue juga marah karena sepupu gue di sakitin dan dibuat nangis sama dia, tapi gak sampai bertindak seperti itu juga, Ki! Apa lo suka sama Nana sampai ngebuat lo gak terima Nana disakiti cowok itu?” tanya Dino menebak, membuat yang lainnya penasaran.

“Alasan keduanya karena gue yang selama ini suka sama Luna, dan dengan brengseknya si Aldo malah macarin Luna dan mutusin Nana yang gak lain adalah sahabat gue. Apa gue harus diam aja?” kata Rizki yang kembali tersulut amarah. Semua yang mendengar itu akhirnya mangangguk mengerti.

“Apa harus gue pacarin juga si Nana biar si brengsek Aldo juga ngerasain sakitnya gue?!” Rizki menatap satu persatu sahabat-sahabatnya lalu berakhir menatap Nana yang kini sudah membulatkan matanya kaget dengan yang diucapkan sahabtnya itu.

1
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Lienda nasution
Nana...Nana...sudah tau cowok sering jalan sama cewek berganti ganti cewek kok malah cowok itu yang ditangisi cepat move on cuekin dia kasih pelajaran yang menyakitkan buat Aldo...pinginnya begitu Thor alurnya he....
Lienda nasution
Nana kamu gak takut di masa masa selanjutnya bisa saja Aldo pindah ke lain hati
Tsalis Fuadah
bibit bibit lelaki buaya darat,,,,,g bisa diarepin setia jklo kek gitu
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Lienda nasution
gak seru lah Na kalau balik lagi sama mantan baru hot bulan gak takut penyakit selingkuh bakal muncul lagi
♊4th
Lumayan
Rini Haryati
ceritanya keren
suksses
semangat
mksh
Fitri Yani
apa kha aku bisa mengasih kasempatan kadua
Anna Hasbiah
semangat terus berkarya nya thor 💪 Terima kasih sudah membuat bacaan asyik dan oke
Fa Rel
cwek begoo buang lah cwok g guna lemah
Fa Rel
semua novelmu kayaknya isinya cwek bodoh semua y thor😂🙄 aduh baru kali ne dr sekian ratusan novel q baca cweknya semua bodoh
Noli loliii
laki kayak gitu, suatu saat pasti akan mengulangi kesalahan yg sama. tobatnya tobat sambel
Lely Purwanti
kok pingin nampool kepala aldo yaa..greget aku.
Hello_Clo
lisna widyasmoro
dua2nya ga punya perasaan..robot jangan2
ibu raida
cerita nya bagus...aku suka...bahasanya jga santai khas anak remaja SMA...persahabatannya jga aku suka...saling dukung...saling bela...saling ejek...tpi ttp saling sayang...sehat" yaa, thor...biar bisa menghasilkn karya" bagus lain nya😘
ambu anken
kok sikap nana mirip sama aku dulu wktu gadis.. dan pemikiran nya.. aku ga prnh cemburu sekalipun cwo aku bwa cwe dpn aku. hihi...
Keyvania Eleanor
KIRAIN HAX ADA CEWEK MURAHAN,TRXATA COWOK MURAHAN MCEM BGINI JG ADA
Keyvania Eleanor
UHHH SANGAT SANGAT SUKA CARA NANA,TDK LEBAI,TDK CENGENG,DEWASA,TDK AROGAN & EMOSIAN MNGHADAPI MSALHX....KU SUKA WNITA YG TEGAT KUAT & PUX PRINSIP
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!