Rindu di kala kita mencintai seseorang akan terasa indah jika berbalas, namun jika rindu di kala mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain Bagaikan pungguk merindukan bulan
kisah wanita yang ingin balas dendam pada ibu dan saudara tirinya yang telah membuat hidupnya menderita
suatu hari wanita itu bertemu dengan mantan kekasinya yang ternyata menjadi suami saudari tirinya
akankan dia mendapatkan jalan untuk balas dendamnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Tetua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
sore hari setelah bekerja Kala pulang kerumah orang tuanya, karna di telpon oleh mamahnya, tidak mudah Rosa membujuk putranya agar mau pulang dan menemui Cinta hingga akhirnya Kala pun mau pulang,
Kehidupan pernikahan Kala dan Cinta memang tidak baik baik saja, mereka menikah karna di jodohkan
awalnya Kala menentang keras perjodohan ini, kedua keluarga melakukan berbagai cara agar Kala mau di jodohkan
"kamu sudah pulang mas?" tanya Cinta yang melihat Kala sedang duduk di sofa ruang Tv, Kala tak langsung masuk ke kamar untuk menemui Cinta
Cinta menghampiri Kala dan meraih tangan Kala untuk mencium punggung tangan Kala sebagai rasa hormat istri pada suami
"mmm" jawab Kala singkat, tanpa memandangnya
"kamu nggak kangen sama aku mas?" tanya Cinta bergelayut manja di tangan Kala, Kala tak menjawabnya, sok sibuk dengan HP nya
"aku capek mau mandi dulu" kata Kala melirik Cinta hanya untuk sekedar basa basi
"yasudah kamu mandi, aku siapin makanan buat kamu" ucap Cinta tersenyum, mengusap lembut punggung suaminya
begitulah Cinta, sejutek apapun Kala ia akan berusaha tetap baik baik saja, karna ia tau ini adalah resiko dirinya mencintai kala seorang diri, seorang diri karna Kala tidak mencintainya
meskipun kadang dia merasa kesal, dan tak jarang Cinta akan di marahi Martha karna terlalu bodoh mencintai orang yang yang tidak mencintainya, tapi Cinta tidak perduli
dia amat sangat mencintai Kala, ia tidak akan melepaskanya begitu saja
Kala pergi ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju, sedang Cinta pergi ke meja makan menyiapkan makan untuk Kala
"sayang udah bangun?" ucap Rosa yang sedang sibuk menyiapkan meja makan
"iya mah, maaf yah mah Cinta nggak bantuin"
"nggak papa sayang, lagian ini udah selesai" Cinta dan Rosa duduk di kursi masing masing menunggu para suami datang
tak lama Bima dan Kala datang,
dengan sigap Cinta mengambilkan nasi untuk semuanya
mereka pun mulai makan makan malam, diselingi obrolan kecil
"Ka, gimana kalau kita liburan ke Lombok minggu depan, kerjaan juga lagi nggak banyak kan?" ucap Bima
"jauh banget pah, makan waktu nggak sih"
"kamis tanggal merah kan, jum'at nanggung bablas weekend, kan lumayan"
"terserah papah aja deh, Kala ikut aja" jawab Kala datar,
"sebenernya papah rencanain ini sama om Alan, dia juga akan ajak Jati dan Rindu"
degh...
Cinta yang sedari tadi hanya mendengarkan mendadak kaget mendengar bima mengucapkan nama Rindu, apa itu Rindu yang dia kenal atau orang lain
"gimana menurut mamah dan Cinta? setuju kan kita liburan bareng?" tanya Bima menatap Cinta dan Rosa bergantian
mereka hanya mengangguk,
Kala terlihat biasa saja, selesai makan Kala langsung pergi ke kamarnya, Rindu di belakang menyusul suaminya
begitu masuk kekamar Rindu langsung bertanya kepada Kala
"mas, apa Rindu yang papah maksud itu Mantan kekasihmu mas?" tanya Cinta to the point, Cinta melihat sekilas Kala tersenyum kecil saat Bima mengatakan nama Rindu di meja makan tadi
Kala yang masih membelakangi Rindu pun langsung menghentikan langkahnya
"Mmm..."jawab Kala enteng melanjutkan langkahnya menuju tempat tidur, merebahkan tubuhnya
Cinta hanya terdiam di tempat mendengar jawaban Kala, ia tak menyangka jika wanita yang dicintai Kala akan kembali lagi pada kehidupan mereka, wanita yang juga saudaranya itu
Dada Cinta terasa sesak, saat Rindu tak ada saja Kala belum bisa mencintainya, apalagi jika Rindu kembali?
matanya sudah memerah, tanganya mengepal kuat, hatinya pun sudah menangis
bersambung....