NovelToon NovelToon
Anyelir

Anyelir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lahs

perempuan cantik itu bernama Anyelir, dia biasa dipanggil Anya. Anya wanita dewasa dengan usia sekitar 26 tahun. karena di fikiranya hanya bekerja dan bekerja sehingga di usia yang yang sudah tidak muda ini Anya sama sekali tidak memikirkan pernikahan. Dalam otaknya dia hanya berfikir bagaimana cara membalas budi pada ibunya yang merawatnya dari kecil hingga dewasa ini. Ia ingin membahagiakan ibunya, ia ingin melihat ibunya selalu tersenyum, baginya itu sudah cukup. Dia tidak menginginkan yang lainya.

Anya tidak sadar keinginan membahagiakan ibunya itu berbanding terbalik dengan keinginan ibu. Ibu Anya ingin melihat Anya segera menikah dan memberikanya cucu yang lucu. biarlah dia hidup dengan mengandalkan warung kecil yang ia miliki untuk hidup, baginya itu sudah cukup.

Di perusahaan itu Anya kerja sebagai staf, walaupun hanya sebagai staf tapi dia merupakan staf eksekutif yang berhubungan langsung dengan presiden direktur. Anya pekerja yang sangat disiplin, kerjanya tidak pernah bertele tele. apa yang ditugaskan kepadanya secepatnya dibereskan tidak pernah melewatkan tenggat waktu, sehingga Pak Broto yang merupakan presdir selalu puas dengan cara kerja Anya. Presdir tahu betul latar belakang Anya, bagaimana kehidupanya, dan bagaimana Anya sangat menghormati orang yang lebih tua.

Bukanya tidak ada yang jatuh cinta dengan Anya, tapi wanita satu ini sangat menjaga martabatnya sebagai wanita, dia membatasi diri bergaul dengan lawan jenis. sehingga banyak yg sungkan bila ingin lebih dekat denganya. Anya berwajah sangat manis, kulitnya sawo matang tapi mulus terjaga, bodynya tinggi padat beris i, rambutnya lurus sebahu, dia paling suka menguncir rambutnya tinggi. penampilanya selalu modis, senyumnya bikin semua orang klepek-klepek, senyum itulah yang paling disukai oleh semua orang, pembawaanya sangat ramah, sehingga teman-teman sangat menyukainya, dengan yang lebih senior dia hormat dengan yang lebih muda dia mengayomi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lahs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leiden kota kecil yang romantis 2

Melihat itu Rico dan Anya panas dingin. Mereka lupa bahwa yang mereka tonton televisi barat yang tanpa sensor.

Dengan cepat Rico meraih dagu Anya, dia ..... bibir Anya dengan sangat ganas. Awalnya Anya menolak karena yang ia rasakan Rico dipenuhi nafsu bukan cinta.

Melihat reaksi Anya, Rico mengendurkan semangatnya. Dia ..... bibir Anya dengan lembut. dia disitu lamaaa sekali, dan dengan pelan ia mengarah ke bawah menuju leher jenjang Anya.

Anya hanya bisa diam dan terpejam menikmati....... dari Rico.

Dia terlena, dia lupa segalanya.

Senakin turun ke bawah, satu demi satu ia buka kancing baju Anya, dengan pelan dan lembut.

Anya pasrah sepenuhnya di bawah kekuasaan Rico.

Tangan Rico mulai ..... dada Anya, dengan pelan dia memilin ....... ........ Anya, mukanya semakin ke bawah. Ia ...... dada Anya.

Anya benar-benar terlena. Berbeda debgan Rico,

sampai pada saatnya sekilas wajah Anya yang polos muncul dari otak bawah sadarnya.

Dan Rico menghentikan perbuatanya yang akan merusak Anya. Dia sadar, dia mencintai Anya,dia tidak akan merusaknya sampai waktunya tiba.

Anya diam, dia tidak tahu kenapa Rico menjadi diam dan tidak melanjutkan .... tadi.

Justru dengan kesadaran penuh Rico, mengancingkan kembali kemeja yang tadi dia sendiri yang membuka.

" Maaf Nya, ini salah, aku tidak mau merusakmu, aku aku tidak akan melakukan ini padamu, sebelum kita sah menikah".

Anya malu pada diri sendiri, apalagi pada Rico. Bagaimana mungkin dia begitu hanyut dengan permainan Rico, dia lupa segalanya.

Anya tidak menjawab apa-apa, sebab dia bingung apa yang bisa ia jawab, antara malu dan lupa diri, justru kesadaran dimulai dari Rico.

Ia memeluk Rico, dan mengecup pipi Rico sekilas.

" Terima kasih sayang, kamu menyadarkanku dan menjaga kehormatanku".

" Tidurlah, aku akan menghubungi Dimas kalau kamu tidur disini"

Rico memeluk Anya, sampai Anya tertidur pulas. Barulah ia menghubungi Dimas.

" ......... jangan khawatir brooo, Anya aku jaga, dia sudah tidur pulas, mungkin dia kecapekan seharian jalan-jalan". ucapan terakhir Rico

" Ok brooo trims, awas jangan macam-macam, Anya adikku yang harus kamu jaga"

" Siap temaaan". Rico tidur di samping Anya, sambil memandang Anya yang tidur sangat pulas dan cantik, tak bosan-bosanya Rico memandang Anya, sampai dia merasa mengantuk dan tanpa sadar tertidur dengan memeluk erat tubuh sintal Anya.

Keesokan harinya mereka bangun jam sembilan siang. Jam sembilan di Leiden tampak seperti jam enam pagi di Indonesia.

Anya terbangun terkebih dahulu, dengan hati-hati ia melepaskan pelukan Rico. Rico hanya bergerak sebentar dan tidur lagi.

Anya mengenakan pakaian dalam dan masih mengenakan kemeja Rico lagi. Sebenarnya pakaian Anya sudah kering tapi karena Anya hanya bawa satu baju saja, sehingga apa boleh buat ia mengenakan kemeja Rico lagi.

Ada ketukan pintu dari luar kamar mereka, terdengar teriakan dari luar

" service room !!" Anya membuka pintu, saat dibuka di depanya sudah berdiri pelayan hotel sambil membawa meja berisi penuh makanan.

" Breakfast", Anya baru faham

" Ooh thanks" Anya segera berlari untuk mencari uang kecil untuk tips si pelayan.

Anya menerima meja dorong kecil itu, dan tak lupa memberikan tips pada pelayan.

Ia dorong meja menuju balkon yang mulai terang, Matahari disini memang tidak panas. Saat kembali ke ruang kamar ia kaget melihat Rico sudah bangun dan memperhatikan apa yang dilakukanya.

Rico tersenyum, sambil memperhatikan Anya, dengan badan bersandar di ranjang, dan menyilangkan tangan di dada.

"Sini Nya", dia menyuruh Anya supaya duduk di sampingnya, sambil menepuk tempat tidur yang tersisa di sebelahnya.

Anya mendekat, dengan lembut Rico mendaratkan ciuman ke bibir Anya.

"Rasanya aku malas kembali ke Indonesia kalau saja lusa tidak ada pertemuan..."

Anya tersenyum dan menjawab

" Suatu saat kita pasti kesini lagi, saat musim semi, saat tulip-tulip bermekaran, aku suka disini, begitu tenang, jauh dari kebisingan" Anya tersenyum sambil melihat keluar.

" Sarapan yuk, mumpung kopinya masih panas" Sambil berdiri dan menggandeng tangan Rico.

Mereka menuju ke balkon untuk menikmati sarapan pagi yang berupa kopi pahit dan dilengkapi gula berbentuk kotak di tempat tersendiri, dengan beberapa lembar roti tawar dan selai kacang.

Mereka sarapan sambil ngobrol, ngobrol apa saja, bahkan hal-hal yang tidak penting sekalipun. Itulah cinta, dia selalu menemukan caranya untuk menyatukan.

Mereka keluar dari hotel setelah jam menunjukkan pukul sebelas siang, kali ini mereka akan berjalan-jalan ke pasar yang ada di setiap hari rabu dan sabtu. Disana dijajakan berbagai macam kebutuhan.

Ternyata di pasar tersebut disediakan bunga juga, Rico membeli sebuket bunga mawar putih untuk Anya.

Sorenya mereka berpamitan pulang pada Dimas dan keluarga untuk kembali ke Amsterdam. Dimas mengantar mereka sampai ke stasiun kereta api yang mengantarkan nereka ke Amsterdam.

Dengan menumpang kereta perjalanan mereka sangat singkat yaitu setengah jam saja. Untung kereta sepi, sehingga mereka bebas mencari tempat duduk.

Sampai di Amsterdam Rico akan menginap semalam lagi, sebab dia harus kembali ke Indonesia besok.

Ayah dan Ibu Anya melarang Rico untuk menginap di hotel, sebab masih ada satu kamar kosong lagi milik Andhika kakak Dimas, yang sekarang tinggal di Jerman.

Mereka berempat ngobrol sampai malam, suasana tampak akrab dan menyenangkan.

Kelihatanya ibu sangat menyukai Rico, dilihat dari seringnya dia tertawa mendengar lelucon Rico.

Yang tidak diketahui ayah dan ibu Anya bahwa Rico adalah boss Anya. Menurut Rico nggak perlu dijelaskan. Takutnya terjadi sekat sehingga mereka tak bebas bersikap dan ngobrol.

Keesokan harinya Rico harus berangkat ke Indonesia dengan diantar ke bandara oleh Pak Bowo.

Diperjalanan menuju bandara Pak Bowo bertanya pada Rico tentang pekerjaan dan lain-lain. Untuk hal semacam ini penting bagi orang yang biasa hidup di negara barat, hal hal-hal yang bersifat riil untuk menunjang masa depan.

Walaupun Anya hanya anak tiri tapi dia sudah menganggap sebagai anak sendiri dan Anya harus dilindungi. Pernikahan tidak melulu masalah cinta, ekonomi juga harus stabil.

Rico mengaku sebagai teman kerja Anya, dan itu sudah cukup bagi Pak Bowo.

Pak Bowo tahu kalau perusahaan dimana Anya bekerja merupakan salah satu perusahaan bonafid di Indonesia yang bertanggung jawab penuh pada pegawainya.

Di tempat lain di rumah Pak Bowo, ibu Anya juga menanyakan hal yang sama pada anaknya. bagaimana hubungan mereka. Yang mereka tahu, Rico dan Anya berkenalan di rumah Dimas.

Dan Anya menceritakan semuanya, bagaimana ia bertemu dengan Rico dan bagaimana hubungan mereka berlanjut.

Beberapa hal yang tidak bisa Anya sampaikan pada ibunya. Bahwa Rico adalah bossnya, Rico masih memiliki kekasih dan hal-hal yang menurutnya memang tidaj perlu untuk diceritakan.

Anya tidak mau ibu mengkhawatirkan dirinya.

1
Rosita Tumbelaka
cocoklah foto2 nya dgn cerita
Rosita Tumbelaka
Bagus juga alur ceritanya...
Rosita Tumbelaka
itulah didikan Belanda penuh disiplin dan tegas...aq ngerti krn pernah merasakan sekolah didikan Belanda SR yg masih ada bau2 Bahasa Belanda..
falea sezi
cerai aja lahh
di wish
ini konsentrasi apa enggak ya penulis...yg betul itu Rebecca apa Rachel sih...bikin bingung aja
Afri
Rachel .. rwbeca .. Roni .. Rico
entah yg mana yg benar namanya ..
haadeehhh
Agustina Ery
bagus lo
Nur Kediri
Lee min ho
Nur Kediri
kasihan
Nur Kediri
bentar lagi konflik ini
Nur Kediri
Anya terlalu lembut
Nur Kediri
masih belum ada konflik
Nur Kediri
setia tp kok pacarnya ganti ganti
Kak Jum
Luar biasa
Lina Lindawati
keren ceritanya
Sri Hayati
jangan jadi murahan dong anya
Sri Hayati
anya kog gitu
Neulis Saja
enjoy reading it 👍👍👍
Elly Watty
jgn sampe bu wulan ikut2an tergiur davie
Elly Watty
Rachel hyper sex deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!