PSM season 1 dan Season 2 (REVISI)
warning ⚠️
SEDANG TAHAP REVISI.
novel ini mengandung tingkat kebaperan dan kesedihan yang luar biasa, jadi siap-siap bermain relorcoaster di novel ini. hehehe
gimana mau kejar cita cita setinggi langit, umur baru 20 tahun aja udah suruh nikah.
kata abi sama umi, Nikah itu ibadah. Jangan di tunda- tunda .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RH mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburu tanda cinta
***Trimakasih banyak buat yang udah nyempetin buat komen and like novel aku. karna jejak kalian bikin aku makin semangat buat terus up .
maaf kalo masih banyak yang gak nyambung tolong di sambungin aja yah hehehe kalo masih banyak yang typo tolong jangan di buli ok...
baca pelan pelan semoga episode ini kalian suka author sengaja episode ini special 1000 kata biasanya paling autor bikin 600 kata.
ditunggu komen and like nya...jangan lupa ❤ nya
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
And happy reading
"mba Intan sebaiknya sarapan dulu takutnya mba malah makin sakit. apa mau biar aku bawakan ke kamar," ucap Khadijah.
"gak usah de biar mba ambil sendiri aja makanan nya ke bawah. udah kaya mba sakit parah aja sampe dibawa ke kamar makanan nya hehe, " saut mba Intan
"Yaudah mba kalo begitu mba sekarang makan yah kalo ada apa-apa mba bisa cari Khadijah."
"iya de ."
"Khadijah pamit keluar dlu mba awas jagan lupa mba makan."
sore harinya Khadijah dan mba Intan bergulat dengan peralatan tempurnya di dapur.
"mba kira-kira kita masak apa yah?" tanya Khadijah yang kebingungan.
"tanya Bunda aja gih. mau masak apa buat makan malam,"ucap mba Intan.
Khadijah melangkahkan kakinya menghampiri Bunda yang sedang bersantai dengan tanaman-tanaman nya.
"Bun Khadijan dan mba Intan mau masak tapi kita bingung mau masak apa. kira-kira masak apa yah bunda? " tanya khadijah.
"hem Bunda berfikir sejenak."
"akh Bunda mah gimana anak-anak aja mau makan apapun jadi gak mau ambil pusing jadi terserah kalian aja oke sayang," jawab Bunda.
"baiklah kalo begitu," saut Khadijah.
"mas mau makan apa hari ini," pesan terkirim.
" terserah adek aja. apapun yang ade masak mas makan, tapi jangan pedes yah sayang."
"oke."
"mba Khadijah udah tanya Bunda dan udh kirim pesan juga sama mas Fahri jawaban mereka sama terserah kita. duh Khadijah pusing mau masak apa," khadijah.
"yaudah kita masak yang ada aja yah de gak usah pusing."
mereka pun masak dengan bahan yang sudah ada.
"akhirnya beres juga masakan ala chef Waffa dan Intan. karna masakan kita udah selesai Khadijah mau mandi dulu yah mba gerah banget ni," Khadijah.
"yaudah sana gih mandi mba juga mau mandi."
Khadijah keluar dari kamar mandi melihat suaminya yang sedang bersadar di kursi.
"mas kamu udah pulang. sejak kapan?" Khadijah menghapiri mas Fahri dan mencium tangan nya.
"baru aja nyampe ni de. oh ia de tadi makanan nya enak banget mas makan sampe habis tapi."
"tapi apa mas," membuat Khadijah penasaran.
"tapi kurang banyak de heheh."
"ikh mas iseng banget sih de kira keasinan."
"oh iya sayang habis magrib mas harus berangkat lagi mas ada jadwal malam di kampus B. de gak apa-apa kan mas tinggal lagi," ucap mas fahri sembari menatap wajah cantik istrinya.
"yah gak apa-apa dong mas. masa de ngelarang meski hati de menolak sebenernya," ucap Khadijah dengan wajah malu malunya.
"cie istri mas sekarang diem-diem udah mulai merindukan suaminya," mas Fahri menggoda dan menyubit hidung Khadijah.
"is apaan sih mas sakit tau," pipi Khadijah seketika memerah.
"yaudah mas mandi dulu habis itu kita makan yah sayang."
tidak butuh lama untuk mas Fahri mandi sholat magrib dan makan malam. setalah itu bersiap siap untuk berangkat ke kampus tempat dia mengajar.
"sayang tungguin mas pulang kerja yah mas gak lama ko cuma 1 kelas aja. de disini baik baik yah."
Khadijah hanya bisa menganggukan kepalanya .
mas Fahri memeluk istrinya. lalu berangkat dengan motor vespanya.
Khadijah menatap suaminya yang semakin menjauh dengan kendaraan nya.
"ini udah jam 9 malam mas Fahri belum sampai juga. aku sangat menghawatirkan nya. sebaiknya Khadijah telp mas Fahri."
"nomer yang anda tuju sedang tidak aktif," suara operator.
"udah beberapa kali telpon mas Fahri kenapa gak aktif juga."
Khadijah semakin gak bisa tenang dan bulak balik ke balkon yang di atas karna jarak kamar dan balkon sangat dekat. Khadijah terus saja memandangi jalanan depan rumah tapi tetap saja tidak melihat mas fahri. tak lama ada mobil jazz merah yang berhenti depan rumah.
yah aku melihat mas Fahri turun dari mobil jazz merah itu. tapi siapa? siapa perempuan yang keluar dari mobil tersebut. aku tidak begitu jelas melihat wajahnya. hanya terlihat wanita itu dengan rambut terurai dan mini dress nya perawakan sexi.
"Masya Allah mas kamu pulang sama siapa. dan siapa perempuan itu gumam Khadijah. hatiku sakit melihat wanita itu mendekat dihadapanmu entah apa yang kalian bicarakan sangat lama."
dan akhirnya perempuan itu pun melajukan
kendaraan nya kembali setelah menurunkan Fahri.
Khadijah pun berlari ke kamar dan naik ke atas ranjang menyelimuti semua tubuhnya tak butuh waktu lama suara pintu di buka dan suara salam terdengar di mulut mas Fahri. Khadijah menjawab salam itu namu hanya di hati saja. langkah itu mendekati Khadijah.
"de. de Khadijah udah tidur yah," Fahri mengusap kepala Khadijah dan mencium nya.
aku mendengar mas Fahri masuk ke kamar mandi mungkin untuk membersikan badan dan berganti baju aku. masih pura-pura terpejam. tapi hatiku meronta-ronta ingin meluapkan amarah ini untuk menanyakan dia pulang dengan siapa. kemana motor nya, dan siapa perempuan itu.
tak lama dia menaiki tempat tidur yang aku tiduri dan memeluku dari belakang. hatiku semakin kacau. dan akhirnya aku tidak bisa menahan amarahku.
"Mas lepasin pelukan kamu ngapain si kamu meluk-meluk Khadijah. kalo mau tidur yah tidur aja" nada ketus terucap dari mulut Khadijah
"ya Allah de salah mas apa sama de Khadijah kenapa seperti marah begitu. lagian mas kan cuma meluk de," saut Fahri
"uda akh aku ngantuk," khadijah.
"de bukan ngantuk tapi de marah sama mas iyakan?" Fahri menggengam kedua tangan Khadijah tapi ditepis nya lalu Khadijah menjatuhkan kembali badanya dan membelakangi suaminya.
"de kalo mas punya salah ade ngomong jangan marah-marah. perasan tadi sore masih baik-baik aja. apa karna mas pulang malam jadi de marah sama mas. tapi kan tadi mas udah jelasin sma ade kalo mah ada jadwal ngajar malam. letak salah mas dimana de," ucap Fahri yang duduk di samping Khadijah.
Khadijah hanya diam tidak membalas satu katapun perkataan Fahri.
Fahri.memeluk kembali istrinya dari belakang dengan posisi yang masih duduk.
"de maafin mas kalo punya salah mas gak suka kalo de diemin mas begini. mas sayang sama Khadijah."
"berangkat bawa motor dan pulang di anter sama cewe. apa itu namanya kalo bukan keganjenan. kalo mas sayang sama aku ngapain juga pulang sama cewe sexi berduaan di mobil pake ngobrol lama pula," ucap Khadijah yang masih bernada ketus.
novel tp aq lupa judulnya ...Allah seneng bgett
pertama aq BacA karya langsung syuka di tuhn 2020-2021 Klw gx salah aq lupa, ganti hp jd susah ,dn sibuk, baru ini aq download lagi ..makasih kak