Keyla Salsabila, rela mengorbankan dirinya dalam sebuah pernikahan kontrak. Demi mendapatkan biaya untuk pengobatan sang Ibunda yang tengah sakit keras.
Hubungan pernikahannya dengan Edgar, pria yang menawarkan pertolongan dengan sebuah perjanjian kontrak awalnya jelas terasa hambar. Hingga berjalannya waktu, benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Namun, ego mereka lebih besar menutupi cinta yang sudah lama bersemi.
Lantas, akankah mereka memilih tetap bersama atau malah memutuskan untuk berpisah sesuai surat perjanjian pernikahan?
Mari sama-sama kita simak perjalanan cinta mereka dalam cerita author amatir berikut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iing Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia istriku
Dengan langkah lebar Olivia mengikuti mereka berdua, meraih tangan Edgar hingga langkah nya pun terhenti.
"Kamu panggil dia apa? " tanya Olivia. menunjuk Keyla dengan dagu nya dengan mata menyorot tajam pada Keyla.
"Bee!" jawab Edgar santai, Keyla memilih diam membiarkan Edgar tetap menggenggam tangan nya.
"Jadi ini pacar Edgar? cantik. " Keyla membatin.
"Ini maksud nya apa? " lagi Olivia bertanya, mengangkat tautan tangan Keyla dan Edgar.
"Aku tidak perlu menjelaskan apa pun pada mu, kamu bisa berfikir sendiri! " sela Edgar tegas, menatap wajah cantik yang dulu sangat ia puja.
Edgar merangkul pinggang Keyla dan kembali berjalan.
"Hei.. Kau wanita ******! berani nya kau merebut kekasih ku! " teriak nya menarik kuat rambut Keyla.
"Jaga bicara anda, Nona! " bentak Edgar menggelegar, menepis kuat tangan Olivia yang menarik rambut Keyla.
"Ed, kau membela nya? seharusnya aku yang kamu bela, aku kekasih mu! " sanggah nya, menatap Edgar dengan tatapan tidak percaya.
Keyla bergidik ngeri menatap wajah sangar Edgar yang sedang tertawa, tawa yang terdengar menyeramkan.
"Kau bilang kekasih? " tanya Edgar tersenyum mengejek.
Olivia mengangguk mengulas senyum manis.
"Dia istriku! " lanjut nya dengan suara meninggi penuh penekanan.
Ada rasa bahagia menelusup di hati Keyla saat Edgar sengaja mengatakan kata istriku.
Tapi dengan cepat Keyla menepis rasa itu saat menyadari situasi yang terjadi.
"Mulai sekarang, kau bukan lagi kekasih ku. " Lanjut nya lagi.
Tangan Olivia terkepal dengan muka memerah menatap kepergian Edgar dan Keyla.
"Tidak, ini tidak mungkin. " Jerit nya histeris, berjalan ke arah pintu keluar.
"Aku pergi dulu! " pamit Edgar, mengulurkan tangan membuat Keyla kebingungan.
"Salim sama suami, Olivia masih memperhatikan kita! " beritahu Edgar, menunjuk Olivia dengan mata nya.
Dengan malas Keyla menyambut uluran tangan Edgar dan mencium nya, kemudian Edgar sedikit menunduk mencium lembut kening istrinya.
Keyla melambaikan tangan nya saat mobil Edgar mulai melaju.
Nafas Olivia memburu berjalan menghampiri Keyla yang berjalan masuk rumah.
"Hei, wanita ******! kau pasti menjebak Edgar supaya mau menikahi mu. " Tuduh nya mencengkram bahu Keyla.
Keyla tersenyum lembut, dengan gerakan pelan menepis bahu nya bekas sentuhan Olivia.
"Kau penasaran? tanyakan pada suami ku! biar kamu paham. " Tutur nya lembut, sengaja menekankan kata suami. Menepuk pelan bahu Olivia kemudian melangkah menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Dengan perasaan hancur Olivia pergi meninggalkan mansion Addison.
"Sialan! ini tidak boleh di biarkan. Aku tidak boleh kehilangan Edgar, " sungut nya memukul stir mobil.
"Pasti perempuan kampung itu yang menjebak Edgar, tidak mungkin Edgar berpaling dari ku secepat ini. Aku harus memberi pelajaran pada perempuan itu. " Gerutu nya lagi.
****
"Maaf! saya telat, Dok! " ujar Keyla menundukkan kepala berdiri di hadapan dokter Evan.
"Kenapa bisa telat? " tanya Evan, melirik arloji di tangan nya menunjukkan pukul 08:05. Itu arti nya Keyla hanya telat 5 menit.
"Mmm.. Anu, Dok! Macet, " Cicit nya pelan, meremas tangan nya yang sudah dingin.
"Angkat wajah nya! " pinta nya dingin, berdiri di depan Keyla dengan tatapan tajam nya.
Dengan ragu Keyla mengangkat wajah nya, menatap wajah dingin Evan yang baru kali ini ia lihat.
"Ngeri juga wajah dokter Evan lagi marah. " gumam nya dalam hati. Mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.
"Hahahaaa... " Evan tidak sanggup lagi menahan tawa melihat Keyla yang ketakutan.
"Gimana akting nya? keren ngak kalau kakak cool gini? " tanya Edgar, menaik turun kan alis nya menatap Keyla.
Keyla mendengus memukul kuat punggung Evan yang kembali tertawa lepas.
"Iihh, menyebalkan! " pekik nya kesal, dengan menghentakkan kaki berjalan menuju meja kerja nya yang ada di dalam ruangan Evan.
"Sorry, Key! Kakak cuma becanda. Lagian cuma telat lima menit, ngak mungkin lah kakak marah sama kamu. " Rengek nya lembut, mengikuti langkah Keyla dari belakang.
"Sebagai permintaan maaf, gimana kalau kita makan siang di luar? kakak traktir deh. " Bujuk nya, membungkuk di meja Keyla dengan kedua tangan menopang dagu nya.
Keyla membisu enggan membuka mulut nya bersuara, mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.
"Key, Ayo dong. Kakak traktir ke mall mau? " tanya nya menatap Keyla penuh harap.
"Kakak pikir aku cewek matre? " tanya nya meninggi.
"Ah eh, bukan. Bukan gitu maksud nya! " jawab nya ikut bingung, bukan itu maksud Evan. Biasa nya kalau cewek ngambek kalau di ajak belanja pasti langsung senang pikir nya, lah ini Keyla malah tambah marah.
"Jangan salah faham, Key. Kakak cuma mau bikin kamu senang, maaf ya! " imbuh nya lesu dengan raut wajah menyesal.
Dengan langkah gontai Evan menjauh dari meja Keyla.
"Aku maafkan, jangan di ulangi lagi! " seru Keyla ketus. Evan memutar badan nya, menatap wajah cemberut itu yang terlihat semakin cantik.
"Serius? " tanyanya mengerjapkan mata lucu.
"Iya!" seru Keyla dengan anggukan semangat serta senyum lebarnya.
Bola mata Evan melebar namun berbinar, ia menatap Keyla tak percaya.
"Beneran nih?" tanyanya sekali lagi, kemudian setelah mendapat anggukan dari Keyla, pria itu tanpa sadar menggoyangkan tubuhnya sembari berseru keras. "Yes! Yes!"
Keyla yang melihat ekspresi Evan hanya bisa menutup wajah dengan kedua tangannya. Selain menutupi rasa malu, ia juga ikut menyembunyikan senyuman kecilnya.
****
"Silahkan di pesan Tuan putri! " kelakar Evan tersenyum lembut, menyerahkan buku menu pada Keyla.
Sesuai yang di katakan Evan tadi pagi, sekarang mereka berdua berada di salah satu restoran jepang yang ada di dalam mall.
"Terima kasih, " seru Keyla lembut dengan mengulas senyum manis.
Sejenak suasana hening setelah pelayan pergi meninggalkan mereka berdua. Evan menatap lekat wajah cantik gadis di hadapan nya yang sibuk dengan ponsel di tangan.
"Key! " seru nya tanpa mengalihkan pandangan mata nya dari wajah Keyla. Keyla mendongak melirik Evan seperti nya ingin mengatakan sesuatu.
"Iya, Kak? " sahut nya dengan mengulas senyum. Keningnya berkerut menatap Evan tak kunjung bicara.
Evan meraih sebelah tangan Keyla yang di atas meja.
"Kakak suka sama kamu, Key! "
"Silahkan Tuan, Nona! "
"Sorry, Kakak ngomong apa tadi? " tanya Keyla, perkataan Evan tidak terdengar jelas di telinganya karena bersamaan dengan pelayan datang mengantarkan makanan mereka.
" Kenapa pelayan datang di waktu yang tidak tepat sih! " gerutu nya di dalam hati. Menatap kesal pada pelayan yang sedang menata makanan.
"Lupakan saja, ayo makan! " seru Evan, tanpa memperdulikan wajah penasaran Keyla, Evan langsung menyantap makanannya.
"Ayo pulang! "
Baru saja Keyla bangun dari duduk nya seseorang datang menarik tangan Keyla dengan kasar.
****
Siapa yang datang???
Komen ya dan jangan lupa kasih like💕
Tbc