Azura seorang gadis cantik yang hidup dalam sangkaan buruk semua keluarganya kurang lebih 13tahun. Ia di sangka telah membunuh mamanya rasa sakit yang ia alami kerap membuat nya salah dalam mengambil tindakan.
Semua rasa sakit dan kekecewaan hampir semuanya ia alami, namun di sisi itu dia di temani oleh seorang pria yang senantiasa bersabar dalam memberikannya arahan.
Cinta pertamanya yang entah akan berakhir seperti apa kisah mereka, akankah hidup Azura berakhir dengan bahagia dan berdamai dengan keluarganya? Atau justru malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Merawat Anver
Azura bangun pukul 03:03 dan langsung pergi ke dapur.
"Ckk, pagi-pagi gini kebangun gegara pengen seblak,ckkk ini semua gara-gara Arsi,coba aja Arsi nga ngasih foto seblak yang lagi viral kan kejadian nya ga bakalan kaya gini" ucap Azura dengan mengerutu kesal.
Azura memanaskan air untuk membuat seblak setelah menghaluskan bumbu-bumbunya. Saat akan memasukkan kerupuknya sebuah tangan melingkar ke perut Azura.
"Deg,deg,deg. Rumah sebesar ini ga mungkin ada hantu nya kan" batin Azura dengan panik.
Tes,tes,tes suara air menetes dari kran di dekat Azura,tak,tak,tak suara sesuatu yang mengetuk pintu, sunyi hanya terdengar suara air yang mendidih. Azura menelan ludahnya kasar.
Saat ada sesuatu yang menyentuh pundaknya. Azura melihat ke sampingnya dengan jantung yang berdetak sangat kencang, Azura melihat sebuah kepala terletak di pundak nya.
"Ka Anver?" Tanya Azura dengan pelan sambil bernafas lega.
"Ngagetin aja, jantung Azura kan baperan. Dengar suara-suara yang kaya tadi aja bikin jantung berdebar kencang" batin Azura.
"Ummm" Anver memeluk Azura lumayan kencang.
"Ka Anver ko panas?" Tanya Azura saat menyentuh dahi Anver, Azura membawa Anver untuk duduk di meja makan kecil yang terdapat di dapur.
"Semalem mandi hampir dua jam" jawab Anver dengan pelan.
"Haaaa? Apa karena kena rambut ketek bang Calvin? Haisss Azura kira nga bakalan kaya gini dampaknya" batin Azura.
Ya setelah Anver terlepas dari Calvin, Anver memasuki kamarnya dan langsung mandi dengan air dingin hampir dua jam, semata-mata untuk menghilangkan rasa jijiknya.
"Udah minum obat?" Tanya Azura pelan, Anver menggelengkan kepalanya.
"Ka Anver istirahat aja di kamar nanti Azura bawain obatnya" ucap Azura.
"Nga mau,di sini aja" ucap Anver.
Azura pun hanya mengangguk singkat, Azura membuat bubur untuk Anver dan seblak pedas manis untuknya.
"Ayo makan bubur dulu, setelah itu minum obat" ucap Azura setelah selesai membuat bubur dan seblak untuknya.
Anver diam saja tak berucap apapun, Azura mendekat ke arah Anver, Anver pun langsung memeluknya.
"Dingin" ucap Anver.
"Ayo makan dulu,Azura suapin yah. Nanti setelah makan istirahat lagi" ucap Azura.
Disinilah Azura berada di kamar Anver setelah memberinya makan dan minum obat. Azura menaikan selimut sampai ke dada Anver yang kira-kira nya sebentar lagi akan tertidur.
"Jangan pergi" ucap Anver sambil menahan tangan Azura saat melihat Azura akan pergi keluar.
"Azura bakalan disini sampai ka Anver tidur" ucap Azura sambil mengusap-usap rambut Anver sampai tertidur, Azura melihat ke arah Anver yang sedang tertidur dengan pandangan dinginnya.
"Aku pernah denger kata-kata kamu boleh tidak memaafkannya tetapi kamu tidak boleh melupakannya menurutku itu hanyalah kata-kata penyangkalan"
"Orang yang berbicara seperti itu menurutku sangat egois, disaat aku tidak memaafkannya,seseorang datang lalu berkata tidak boleh melupakannya?Benar aku tidak boleh melupakannya, melupakan kenangan-kenangan buruk yang aku dapatkan darinya!" Batin Azura.
Azura turun dan kembali ke meja makan untuk memakan seblaknya yang mulai mengembang, setelah selesai Azura kembali ke kamarnya.
Di sisi lain, tepatnya di rumah sakit santara, terlihat seorang gadis yang tengah ketakutan duduk di pojok ruangan rumah sakit,gadis itu tak lain adalah Bella yang masih di rawat di rumah sakit akibat tendangan Azura yang tak main-main.
"Tolong" ucap Bella pelan.
Di ruangannya tidak ada orang lain hanya terdapat Bella sendirian. Bella berwajah pucat dan pakaiannya acak-acakan entah apa yang terjadi akhir-akhir ini banyak hal yang membuatnya selalu ketakutan.
Baru beberapa jam lalu Bella mendapatkan paket berisi satu botol darah dengan boneka kecil di dalamnya, sekarang Bella mendapatkan ketukkan dari jendela kamar tempatnya di rawat.
Bella membukanya dan melihat dua kepala tikus dengan mata yang melotot di tusuk dengan tusukkan besi yang terdapat duri-duri yang sangat tajam.
Bella pun terkejut dan langsung berlari ke arah pojok ruangannya dengan menangis ketakutan,entah berapa orang yang ingin membuatnya takut.
"Siapa sebenarnya yang ngelakuin ini semua?" Tanya Bella pelan kepada dirinya sendiri,jujur saja ia sangat tertekan dan nyaris membuatnya gila.
Bella menatap ke arah depan dengan kosong,Bella hanya memiliki ibu dan neneknya saja saat ini,tapi sore tadi ia mendengar bahwa ibunya terkena begal setelah membawa uang ke atm untuk membayar biaya rumah sakitnya.
Bella juga mendengar bahwa neneknya shock saat mendengar ibunya Bella di begal,yang mana mengakibatkan neneknya struk.
"Ibu,nenek hiks,Bella takut" ucap Bella sambil memegang kedua lututnya.
Kreitt,suara jendela yang di buka dari luar,Bella melihat ke arah jendela yang mana ada sebuah tangan yang berlumuran darah akan masuk melalui jendelanya.
"Aaaaa, tolong" jerit Bella sambil menangis. Tangan itu kembali keluar setelah mendengar jeritan Bella.
Tok,tok,tok suara ketukan kaca yang terdapat di pintu masuk ruang rawat Bella, Bella melihat ke arah pintu dengan jantung berdetak kencang.
Pintu di buka secara perlahan-lahan dari luar, Bella membulatkan matanya saat melihat kaki yang terdapat sayatan dan darah yang keluar hampir mengenai lantai ruang rawatnya.
"Aaaa,pergi,pergi. Jangan mendekatiku mahluk hina" ucap Bella dengan berteriak,kaki berdarah itu mulai memasuki ruangan rawat Bella.
"Aaaa,haha. Masuk- masuk saja haha aku tidak takut padaku, lihatlah aku akan membuatmu semakin jelek hahah,haha" ucap Bella dengan tersenyum aneh,kaki itu kembali keluar setelah mendengar tawa aneh Bella.
"Haha,pecundang. Datang lah kehadapanku hahaha,akan ku buat kau menderita hahaha" ucap Bella.
Pada jam,detik dan waktu itu juga Bella dinyatakan gila. Hal itu diketahui pertama kali oleh perawat yang selalu merawat Bella.
Perawat itu menemukan Bella dengan keadaan berantakan,baju serta rambut yang kusut,luka bekas kuku di tangannya mengeluarkan darah dan yang paling parah Bella terus meracau.
Berita itu telah sampai ke sekolah Azura,dan menjadi berita utama yang sangat populer.
"Apakah itu karma? Selama ini ia selalu berpura-pura polos untuk menutupi semua kejahatannya" ucap Nanda.
"Mungkin,aku tidak merasakan kesedihan apapun saat mendengar dia menjadi gila" ucap Antara.
"Eum,dari kejadian ini dapat kita ambil beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya" ucap Maya.
"Kamu benar" ucap Silva.
"Dengar-dengar neneknya mengalami stroke dan ibunya terkena begal, katanya ibunya Bella itu mengalami pendarahan yang cukup hebat akibat tusukan di perut dan juga dadanya" ucap Sinta.
"Wah, benarkah? Itu sangat mengerikan semoga saja kita dapat terlindung dari kejahatan seperti itu" ucap Zakia.
"Iya semoga saja" ucap Sinta.
Para siswa siswi terus menerus membicarakan berita tentang Bella yang menjadi gila.Sedangkan di sisi lain seorang pria tengah melihat video seorang korbannya menjadi gila.
"Itulah balasannya karena sudah berani menyakiti fisik dan batin cinta pertamaku"