NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh

Status: tamat
Genre:Sistem / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:156.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Arsen, seorang mafia berdarah dingin, tewas dengan tragis dan bersiap menghadapi hukuman neraka. Namun sebelum ajal menjemput, ia memohon satu kesempatan terakhir—untuk menemukan putra semata wayangnya yang telah hilang sebelas tahun silam.

Doanya terkabul, tapi dengan syarat: Arsen harus hidup kembali… dalam tubuh orang lain.

Ia terbangun sebagai Aziel—seorang remaja miskin, pencuri kecil yang kerap dirundung di sekolah. Takdir mempermainkan Arsen: tubuh barunya adalah anak kandung yang selama ini ia cari.

Dibekali sebuah Sistem, Arsen harus menjalani misi: menjadikan Aziel sebagai pria soleh dan kaya raya, agar dirinya terhindar dari neraka.

Namun menjadi anak sendiri tak semudah yang ia bayangkan. Masa lalu kelam Aziel, trauma, dan lingkungan yang keras menjadi ujian. Apalagi, jiwa mafia dalam diri Arsen terus memberontak setiap kali ia harus berlaku sabar, jujur, dan... bersujud.

Mampukah Arsen mengubah takdir anaknya—atau justru takdir itu akan menelan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Sekolah Aziel

[ Harusnya kau beli dengan uang yang sudah terkumpul di dalam akunmu itu! ]

"Rumah aja bisa? Kenapa itu tidak bisa?"

[ Karena melibatkan banyak hal. ]

[ Lebih baik, kau bangun semuanya dari awal. Tentunya harus mengumpulkan modal terlebih dahulu! ]

Aziel kembali memasang muka datar. Dalam benaknya telah melayang pikiran hendak membuat perusahaan seperti apa. Kakinya melangkah menuju rumah reot yang tampak dari luar. Dengan santai, ia membuka pintu.

"Oh ya, Assalamualaikum," ucapnya.

Dari dalam tak ada jawaban. Aziel mendorong pintu itu dengan kuat, ia langsung disambut dengan rumah yang nyaman. Dari dalam kamar Joki, rekannya itu muncul dengan wajah bingungnya.

"Loh? Kok kandang kita berubah lagi?"

Aziel memasang wajah herannya. "Maksudnya?"

"Tadi ini, semuanya kembali jadi seperti sebelumnya! Lusuh! Saat elu muncul, kok jadi bagus lagi?" Joki membuka matanya dengan lebar.

"Jangan-jangan lu ini punya ilmu-ilmu perdukunan ya?" Joki berlari kecil masuk ke dalam kamarnya yang kembali tampak megah. Ia mencari tumpukan daun yang tadinya mau ia buang. Joki terperangah lagi. Daun-daun itu sudah menjadi uang kembali.

"Aziel? Lu ini beneran dukun ya? Tadi semuanya jadi daun lho?" Joki menyerobot Aziel dengan wajah herannya.

"Apaan? Dukun, dukun? Emangnya saya seperti dukun?" Aziel berlalu menuju kamarnya dan segera membersihkan diri masuk ke dalam kamar mandi.

Tak lama kemudian, ia membuka lemari. Ia membayangkan di sana sudah terdapat seragam rapi yang telah bergantung. Dan benar, ia menemukan seragam bewarna putih abu-abu rapi dan bersih, segera memakainya.

Joki muncul masuk ke kamar Aziel dalam posisi terlilit handung. Wajahnya melongo melihat pakaian Aziel kali ini sungguh tampak sangat rapi. "Lu beli baju baru? Mana buat gue?"

Aziel mendorong Joki keluar dari kamar ini. Bagi seorang Arsen, kamar adalah privasi yang tidak boleh diganggu dan dimasuki oleh orang lain. Joki masih ingin mencoba mengelak dan masuk.

"Pergi!" ucap Aziel dengan nada dinginnya.

Joki tersentak mendengar Aziel yang seolah tampak berbeda dibanding biasa. Setelah keluar dari kamarnya, pintu itu ditutup membuak Joki memasang wajah dongkolnya. "Untung aja banyak duit. Kalo enggak, gue udah cekek lu sejak kemarin!"

Aziel melanjutkan persiapan menuju ke sekolahnya. Ia tak menemukan apa pun mengenai perangkat sekolah anaknya. Pemuda bermata coklat itu sekedar menggelengkan kepala. Secara ajaib, tas dan peralatan lain muncul begitu saja.

"Thanx!" ucapnya pada sesuatu yang membuat benda-benda itu muncul.

[ You're welcome! ]

Aziel sudah siap dan rapi menuju ke sekolah, mendapati Joki yang masih acak-acakan mengenakan seragam dengan lapisan dalam bewarna hitam. "Ganti!" titah Aziel singkat.

"Ah, masa gue ganti? Udah keren ini!" tolak Joki memgernyitkan dahi memperhatikan penampilan Aziel sungguh berbeda dibanding biasanya.

Ia sungguh terlihat sangat rapi, dengan rambut disisir tak seperti biasa, baju masuk ke dalam, dan dasi terpasang laksana murid teladan. Joki menaruh punggung tangannya pada kening rekannya ini.

"Nggak panas," desisnya. Tangan itu pindah ke jidatnya sendiri. "Apa gue yang lagi sakit?"

Aziel tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi pada Joki. Ia melaju keluar dari rumah. Joki mengikuti di belakang tanpa mengenakan tas. Namun, Aziel tidak mempedulikan itu. Ia terus melangkah menuju sekolah mengikuti Joki, agar bocah itu tidak semakin curiga.

"Aah, buruan! Perut gue lapar! Kita sarapan di kantin sekolah!" Joki mempercepat langkah, dan terhenti ketika melihat seorang siswi berkerudung sedang patroli di gerbang.

"Ayo cuiy! Keburu sekolah ditutup!" teriak Joki.

Aziel setengah berlari melewati siswi berkerudung tadi. Wajah siswi tadi terbelalak terus memandangi Aziel. "Itu Aziel? Beneran dia bukan sih?" Ia teringat pada Aziel yang hanya terlihat bengong memandangi pria buta di pinggir jalan.

Semua siswi di sekolah memandangi Aziel. Mereka saling bertanya, apa benar itu Aziel, yang baru saja ketahuan mencuri dompet Gisel, pacar Dandy, si anak kepala yayasan di sekolah ini.

"Sejak kapan Aziel se ganteng itu?" bisik salah satu siswi.

"Dan, tumben sekali dia berjalan dengan percaya diri. Biasanya dia kayak selalu ketakutan mulu." tambah yang lain.

"Entah lah, pokonya dia hari ini terlihat tampan." seloroh yang lain.

Kabar kedatangan Aziel yang tampak berbeda menggemparkan seluruh sekolah. Hal ini langsung terdengar oleh sang pemilik yayasan, orang tua Dandy. Anaknya melaporkan bahwa tangannya dipatahkan oleh Aziel, sang pencuri yang bersekolah di sini.

"Panggil dia dengan segera menghadap saya!" titahnya pada kepala sekolah, orang yang dipekerjakannya.

Dengan rasa hormat, sang kepala sekolah yang biasa dipanggil Pak Zal, kini memerintahkan wali kelas Aziel untuk segera memanggil anak itu, berbicara dengannya langsung. Bu Intan, sang wali kelas menghela napas memijit keningnya.

"Seperti biasa, dia selalu membuatku pusing."

Setelah menaruh tas di dalam kelas, Aziel tidak melirik apa pun di sana. Ia langsung menuju kantin, seperti ajakan Joki.

"Lihat ini! Si pencuri akan menggunakan hasil curiannya untuk makanannya hari ini!" Seorang berjalan mendekat. Dia adalah Rainold, kaki tangan Dandy. Tubuhnya besar dan tegap, ia bagai bodyguard yang begitu patuh pada Dandy. Tanpa aba-aba, lengan besar milik Rainold menarik pakaian Aziel.

Aziel membesarkan mata mendapat perlakuan tak terduga dari seseorang yang tidak ia kenal. Dengan tenang, jiwa mafia yang bersarang dalam tubuh itu ******* belulang Rainold hingga terdengar suara gemeletuk dari tulang siswa bertubuh besar itu, lalu membantingnya. Sialnya tubuh Rainold malah jatuh pada area penjual bakso.

1
Muhammad Rahman
dandy teriak dg sombong karena terkenal dg kebangaan kekayaan orangtuanya
Safira Aurora
lnjut
IKKY RAHMADANI
kak ini novel kapan end nya
SoVay: iya, tnggu ya, soalnya lagi hilang ide. mungkin bisa bagi ide? hehehe 🙈
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
aku gak suka sama dandy karna rese k banget
Aku Rajin Membaca
othornya lupa nih bikin bln ramadhan 🤣
SoVay
authornya lupa sedang bulan ramadhan. mau edit, tp lg susah signal 🤣🤣 nanti malam atau esok aja edit inj
IKKY RAHMADANI
sepertinya aziel punya calon istri nih😏
SoVay: tadi baru inget, suasananya dibikin bukan ramadhan 🤣 udah aku edit lg
total 2 replies
IKKY RAHMADANI
kecewa 1 bab
SoVay: sabar ya kak, ini baru update. moga bisa lebih dari 1 bab hari ini 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kasihan juga ya anak sekecil itu di suruh mencuri
IKKY RAHMADANI
yahh sedikit banget update nya😔
SoVay: soalnya kalau udah hari kerja ini agak susah up bnyak2 kak, tnggu lbur lagi ya 🤣
total 1 replies
goresan curahan keluh kesah
lanjut ga ini novel👉👈😅
SoVay: mau segera ditamatkan. setelah 100 hari arsen jd soleh 😇
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
kok bisa ya kak punya ide untuk buat novel gini🤔
SoVay: dulu sempat kehilangan ide gara2 level anjlok dr 7 ke 3. makanya ga lanjut. tp kayak ada hutang, makanya selagi ada waktu luang dilanjut
total 3 replies
goresan curahan keluh kesah
udah baca sampai tamat bacot sistem
SoVay: lanjutin baca ini ya kak
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
sedih banget ceritanya sampai nangis aku
SoVay: brati apa yang aku harapkan sampai pd kakak 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kak ini bapak nya aziel beneran mati ya
SoVay: kan sejak awal misinya hanya 100 hari d tubuh aziel
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak, sedih kali ceritanya😭
SoVay: yuk lanjutkan, udah ada eps baru
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak membacanya
Safira Aurora
makanannya bisa diteleport dari warung ayam aja ga si?
Safira Aurora
edisi penuh bawang
Moertini
kok berhenti Thor kan belum tamat penasaran niiiii bagaimana nasib Zein asli setelah daddy nya meninggalkan raganya semangat Thor ditunggu
SoVay: halo bunda, ceritanya udah disambung lagi. ayo dilanjutkan baca. biar ga penasaran
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!