Bunga Qisyal wanita cantik, diusianya yang masih muda 22 tahun sudah menjadi CEO ternama di perusahaan papanya.
Mencintai teman kecilnya yang bernama Jasson Anggara Utama, keduanya begitu dekat. Suatu hari, keluarga Jasson mengalami kebangkrutan.
Bunga ingin menolongnya dengan catatan Jasson harus menikah dengannya. Tentu saja pria itu menolak dan marah besar namun keluarga Jasson memaksanya hingga membuat Jasson tidak memiliki pilihan.
Kejadian itu membuat Jasson membenci Bunga, karena Jasson sudah memiliki kekasih hati pilihannya dan berencana akan menikah.
Jasson menganggap jika Bunga adalah wanita egois yang hanya bisa mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Rasa sayangnya kepada Bunga sebagai teman berubah menjadi sebuah kebencian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lihat Aku, Jasson! Bab 20
Saat Bunga sudah pasrah dan akan meminta cerai dengan Jasson. Di sisi lain, Ade membuat rencana besar untuk menghancurkan Bunga.
Ia begitu dendam dengan Bunga dan menganggap Bunga sebagai perusak kebahagiaannya!
"Aku tidak akan tinggal diam! Aku akan menghancurkan mu, Bunga!"
Ha-Ha-Ha
Terdengar suara tawa dari seorang wanita yang begitu cantik dan seksi. Ia menoleh kearah suara itu berasal.
Wanita cantik, berkulit mulus dan putih. Usia 19 tahun, adik dari Ade Pertiwi. Mengikuti kakaknya yang berprofesi sebagai model, wanita itu bernama Ratu.
Ratu mendekati kakaknya, ia pun merasa geli dan heran dengan kakaknya yang begitu bodoh!
"Kak, kau sangat bodoh! Kau ini cantik, dan bisa melakukan apapun yang kau mau. Namun mengapa kau masih saja menginginkan cinta pria tidak berguna itu? Dia sudah mengkhianati mu dan menikah dengan wanita lain!"
"Diam! Kau tidak tahu apapun tentang aku!"
Ratu kembali tertawa, duduk di samping kakaknya, memandangi kukunya yang begitu indah. "Bahkan aku tahu siapa ayah dari anak yang kau kandung!"
Ade terdiam, ia menoleh kearah adiknya "Apa yang kau tahu?"
Ratu tersenyum licik menatap kakaknya, ternyata adiknya jauh lebih licik dan jahat daripada Ade.
"Jangan mengira aku bodoh! Aku tahu anak itu bukan anaknya Jasson!"
Ade menutup mulut adiknya, ia takut jika Jasson tiba-tiba datang dan mendengar segalanya.
"Tutup mulutmu! Jangan bicara sembarangan, anak ini anaknya Jasson!"
Ratu bahkan tidak menoleh kearah kakaknya, dunia permodelan baginya keras dan ia tahu jika kakaknya menjalani hubungan gelap dengan salah satu Agency ternama.
"Tuan Eyden, ayah dari anak yang kau kandung!"
Sial! Mengapa Ratu bisa mengetahui tentang Eyden! Bahkan Ade tidak pernah memberitahu siapapun. Termaksud sahabatnya sendiri yang bernama Sahara.
Ade sedikit gemetar takut, Ratu menoleh ke arah kakaknya. Membelai rambut sang kakak dengan lembut, Ade merasa risih dan menganggap adiknya sangat gila!
"Jangan khawatir kakak ku, Sayang! Aku tidak akan memberitahu pria mu!" Ratu mengecup kening kakaknya, ia pun berlaku pergi meninggalkan Ade.
Ade terlihat sangat kesal, Ratu begitu berbahaya baginya. Ia pun tak mengerti, ia mengira jika adiknya itu begitu lugu dan polos. Ternyata adiknya begitu cerdik.
Ratu berjalan ke arah kamar dengan langkah kaki yang begitu anggun, jika dipandang. Ratu jauh lebih cantik dan seksi, daripada Ade.
Ade mengejar adiknya, "Kakak minta, kamu jangan memberitahunya! Kakak sudah sangat menderita karena istrinya itu."
Ade menangis, Ratu menghentikan langkah kakinya, menoleh kearah sang kakak yang menangis.
Walau Ratu terkenal sangat licik dan juga kejam, namun ia begitu menyayangi kakaknya.
"Jangan khawatir! Aku akan merahasiakan semuanya, dan aku akan membantu mu untuk membalaskan dendam mu kepada wanita itu!"
Setelah mengatakan itu, Ratu meninggalkan kakaknya. Ade tersenyum senang, akhirnya ia akan membalaskan dendam nya kepada Bunga.
Bel pintu berbunyi, Ade melihat siapa yang datang. Ia membuka pintu dan melihat Jasson yang berdiri di depan
Ade sedikit gugup, apakah Jasson mendengarkan percakapannya dengan Ratu? Jasson langsung menghapus air mata kekasihnya "Maafkan aku, karena aku kau menangis!"
Ade yakin jika Jasson tidak mendengarkan apapun, ia pun mengajak Jasson untuk masuk kedalam kamarnya. Jasson mengikuti kekasihnya itu, sesampai di kamar.
Jasson pun memeluk Ade, membuat Ade terpojok di dinding. Keduanya saling menatap begitu dekat "Aku merindukanmu!"
Jasson mengatakan itu dengan nafas yang menggebu-gebu. Keduanya pun menghabiskan waktu berdua.
*******
Ratu yang mendengar suara ******* yang begitu berisik dari kamar kakaknya hanya menggeleng.
"Aku tidak akan mengatakan kepada Jasson siapa anak yang kau kandung, Kak. Karena aku tidak akan rela jika Eyden ku bersamamu!" Ratu tersenyum licik, ia menikmati suara yang begitu berisik terdengar dari kamar kakaknya.
Bahkan Ratu, membayangkan jika dirinya menghabiskan waktu bersama dengan Eyden. Pasti begitu indah.