NovelToon NovelToon
Holy Girl Kiss 12 Zodiac Otome No Kissu 12 Zodiac

Holy Girl Kiss 12 Zodiac Otome No Kissu 12 Zodiac

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ren Chan~

Seorang putri kerajaan yang memiliki segel dewa naga merah pergi berpetualang mencari 12 zodiak lainnya untuk membantunya dalam merebut kembali tahta kerajaannya.

Mampukah sang putri menemukan 12 zodiak itu? untuk meminjamkan kekuatannya dalam merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ren Chan~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Kepiting Cancer

Rin dan yang lainnya akhirnya di persilahkan masuk dan menunggu Cancer yang akan menemui mereka.

Di sisi lain Kai masih menyangkal perasaan ini, benarkah kuilnya kedatangan dewa? selain itu ia juga merasa bahwa Aries, Taurus dan Gemini sudah berada disini.

Jika itu kedatangan dewa dan zodiak lainnya, Kai benar-benar merasa bersyukur bahwa harapan leluhurnya terpenuhi dan ia juga bisa segera meninggalkan kuil ini dan berpetualang bersama dewa mereka. Namun sebaliknya jika perasaan itu salah, Kai akan membuat orang-orang itu menyesal telah berani memasuki kediaman kuil mereka. Dadanya mulai panas, darah mulai mendidih seperti inikaha rasanya perasaan takut akan dewa?

Sementara itu Rin, Ryou, Ruki, Sakuya dan Takuya duduk bersandar di pohon rindang karena kelelahan berjalan sejak tadi pagi.

"Aneh sekali mereka menjadi ramah," ujar Takuya.

"Saat mereka melihat nona kecil, mereka langsung menjadi ramah," timpal Ruki.

"Hahaha itu karena rambut merah tuan putri, aslinya mereka tidak takut," ujar Ryou bercanda.

"Huh Ryou, kenapa dari tadu kau selalu membuatku kesal, kau benar-benar menyebalkan," ujar Rin kesal menggembungkan pipinya dengan gemas.

"Bagaimana pelajaran memanahmu tuan?" tanya Sakuya.

Rin mengambil panahnya yang ada di punggungnya, lalu mengarahkan panahnya dengan memasang kuda-kuda memperagakan kepada mereka semua.

"Jangan sembarangan mengarahkannya tuan putri, kau bisa mengenai jantungku dan mati," ujar Ryou dengan santainya.

"Huh Ryou kau pasti telah terkontaminasi dari Ruki," ujar Rin masih kesal.

"Kenapa aku?" ujar Ruki yang tertawa kecil sambil menunjuk dirinya.

"Kuda-kudamu sudah bagus tuan selanjutnya kau hanya lebih fokus lagi, ingat! untuk tidak mengasihani sasaranmu," ujar Takuya.

Di kejauhan Kai melihat ada seorang gadis yang sedang menghadang empat pria itu dengan panahnya. Kai semakin kesal dan ingin sekali melempar gadis yang tidak sopan itu menurutnya.

"Hei gadis yang tidak sopan, singkirkan panahmu itu jika kau tidak ingin tubuhmu tercabik-cabik di sini!" sorak Kai dengan lantang.

Gadis itu menatap Kai, ia menyingkirkan poninya yang terjatuh dan melihat Kai.

Tidak hanya gadis itu keempat pria yang di hadang oleh sang gadis juga menatapnya tajam.

Dag, Dig, Dug.

Jantung Kai langsung berdebar seperti terkena panah cinta, wajahnya langsung merona merah ketika ia melihat pantulan cahaya matahari mengenai rambut merah menyala gadis itu, matanya yang besar berwarna biru yang cantik seperti langit biru yang cerah. Tatapan matanya yang berubah menjadi tajam membuat Kai ketakutan, tatapan apa itu? Tidak peduli jika ia mati terkena tatapan itu ia rela karena ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu. Tidak! itu... Itu adalah tuan.

Rin yang di tatap dan di soraki seperti itu lalu mendekati Kai. Kai yang di dekati wajahnya semakin memerah jantungnya semakin tak terkendali. Gadis itu benar-bebar cantik seperti dewi dari surga.

"Kau, Cancer?" Rin menatap pemuda yang di depannya ini dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Umm, umm," Kai hanya mengangguk malu menahan perasaannya, wajahnya semakin merah dan degupan jantungnya masih tidak mau berhenti.

"Wajahmu sedikit memerah apakah kau sakit?" tanya Rin menempelkan tangannya di kepala Kai merasakan kalau pemuda ini panas atau tidak.

Kai yang di pegang seperti itu, sudah tidak kuat menahan. Tangan mungil gadis itu meraba-raba keningnya sekarang.

"Hei," Rin pun tersenyum manis.

Di level ini Kai sudah tidak kuat menahannya lagi, bunga-bunga di hatinya ikut bermekaran, wajahnya sudah sangat merah dan akhirnya pingsan seperti orang mabuk.

"Heh! bertahanlah," ujar Rin yang panik.

Orang-orang yang hanya sedari tadi menikmati wajah merah Kai hanya tertawa pelan, ternyata akhirnya tuan penghuni kuil tidak bisa menolak kehadiran si gadis berambut merah.

"Nona kecil, tanganmu sungguh beracun," ujar Ruki bercanda.

"Heh, tidak, tidak kok. Lihat ini tanganku bersih kok," ujar Rin memperlihatkan sepuluh jarinya.

"Kesinikan tanganmu," ujar Sakuya.

Rin memberikan tangannya pada Sakuya dan tiba-tiba Sakuya menjikat tangannya. Rin merasa merinding dan menarik kembali tangannya.

"Hei apa yang kau lakukan dasar mesum," ujar Ryou yang melindungi Rin di belakangnya.

"Sudah daripada ribut, bawa Cancer istirahat," ujar Takuya menghentikan suasana.

***

Kai pun perlahan membuka matanya dan ternyata ia sudah kembali di kamarnya. Kai langsung turun dari ranjangnga dan mulai mencari-cari sang gadis. Bodoh sekali, karena ia tidak pernah di sentuh wanita makanya ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

"Tuan Kai kau mau kemana?" tanya penasihatnya yang baru memasuki ruangannya.

"Gadis... Gadis dan para zodiak tadi?" tanya Kai.

"Oh mereka sedang di sambut oleh perayaan yang kita laksanakan,"

"Perayaan?" tanya Kai bingung.

"Tuan Kai kau sudah menemukannya kan? maka kau juga akan meninggalkan kuil kita," ujar si penasihat terlihat raut wajah sedih.

"Dia adalah tuan yang ku nanti-nanti, aku tidak percaya kalau dia seorang gadis cantik yang memiliki rambut merah dan tanda dewa, akhirnya aku bisa memenuhi harapan ayah dan para leluhur terdahulu yang menanti-nanti dua ribu tahun penantian sang dewa,"

"Jika kau merasa beruntung aku harap kau bisa mencintai dan melindunginya di setiap perjalanannya yang mungkin dari sekarang akan banyak kesulitan yang kau temui untuk melindunginya," ujar sang penasihat.

Kai merasa senang tapi sebaliknya ia juga merasa sedih karena ia akan meninggalkan kuil ini, selama 22 tahun ini ia hidup di sini tanpa pernah melihat dunia luar seperti apa, ia hidup di manja di sini, semua kebutuhannya cukup, makanan mewah. Dan itu akan ia tinggalkan demi sang tuan yang telah datang menemuinya dan harapan-harapan para leluhur terdahulu.

Kai pun pergi keperayaan, dan di sana ia melihat Rin yang tersenyum manis hatinya kembali berdebar dan keempat pria zodiak itu saudaranya.

"Silahkan nikmati perayaannya, aku Cancer Kai penghuni kuil kepiting dan aku adalah prajurit zodiak Cancer," ujar Kai memperkenalkan dirinya.

"Aku Gemini Takuya,"

"Gemini Sakuya,"

"Aku Taurus Ruki,"

"Aku Aries Ryou,"

"Dan aku adalah Rin, Hikari Rin salam kenal dan aku harap kau mau ikut dengan kami meminjamkan kekuatanmu padaku, apa kau mau?" tanya Rin mendekati Kai.

Wajah Kai kembali memerah tapi kali ini ia bisa mengontrol perasaanya. "Yah... Tentu saja apa kau mau berciuman denganku?"

"Heh!" wajah Rin memerah.

"Heeehhh!" Ryou, Ruki, Sakuya dan Takuya terkejut mendengarnya.

Karena merasa suasana mulai menegangkan dan memalukan. Kai pun panik lalu menarik Rin dan mencium pipinya.

Rin terdiam pipinya memerah begitupun Kai wajahnya juga memerah seolah-olah ia baru saja terkena sengatan listrik namun membuat hatinya juga berbunga-bunga.

Semua orang bertepuk tangan dan terharu karena melihat momen manis itu.

"Selamat tuan kai selamat anda sudah dewasa," ujar sang penasihat menangis sesegukan.

"Pe... Penasihat," ujar Kai kebingungan dengan reaksinya sendiri.

"Bawa ini, bawa selimut ini karena kau akan tidur di luar jangan sampau sakit lindungi tuan putri, bawa obat ini, beras ini, uang, ini, ini mungkin berguna, ini,ini," Penasihat dengan semangat memberikan barang-barang keperluan Kai.

Kai hanya menerima dan merasa keberatan dengan semua barang yang ada di tangannya, ternyata ia meskipun sudah dewasa masih dianggap anak bayi oleh penasihatnya ini yang mengurusnya sejak bayi.

"Ini... Ini tidak terlalu perlu penasihat," ujar Kai tidak kuat menahan semua barang lalu terjatuh bersama dengan barang-barang yang telah di berikan.

"Dan setelah itu cepatlah kembali kesini dan menikahhhhh,"

"Heeeee,"

Rin dan yang lainnya hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu Cancer bersama anggota keluarganya yang begitu terlihat akrab.

Next.

1
Jeniver Manik
nextt
Jeniver Manik
Nextt. thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!