Alex patah hati karena wanita yang ia incar ternyata lebih memilih rival bisnisnya. Membuat pria ini putus asa dan memilih melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman keras.
Dalam keadaan terpuruk, tak sengaja Alex bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan wanita yang ia sukai.
Sayangnya kesalahpahaman sering terjadi di antara mereka. Meski begitu, tak dipungkiri bahwa Alex sebenarnya juga menyukai gadis itu.
Akankah Alex mampu merebut hati si gadis penolong? Ataukah malah menghindarinya gara-gara gadis itu berwajah mirip dengan wanita yang dia suka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diintai Masalah
Oma Asri tak tinggal diam, sebelum wanita jahat itu datang menemui Alex, alangkah baiknya jika ia mencuri start. Menceritakan terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tua pemuda itu.
Tak ingin menunda waktu lagi, ia pun segera melangkah menuju kamar Alex.
Namun, saat ia masuk ke dalam kamar Alex, Oma Asri terkejut melihat pemandangan yang sangat tidak ia sangka. Ia melihat Emma duduk bersimpuh di sebalah ranjang Alex. Tidak melakukan apapun. Hanya menatap pria itu
"Ngapaim kamu lihatin dia begitu?" tanya Oma Asri.
"Anu, Oma... ini Pak Alex nggak mau bangun. Saya bingung mesti gimana?" jawab Emma yang saat ini sedang duduk bersimpuh di samping Alex.
"Kalo kau bangunkan dia dengan cara seperti itu, sampai kiamat juga nggak bakalan bangun Emma. Astaga! Awas minggir, sini biar Oma saja yang bangunin!" ucap Oma Asri sembari melangkah mendekati ranjang Alex.
Oma Asri geram, katanya membangunkan. Kenapa malah cuma dilihatin doang. Astaga!
Emma langsung beranjak dari tempatnya bersimpuh. Mundur beberapa langkah. Lalu digantikan oleh Oma Asri yang terlihat geram dengan cucu manjanya ini.
"Alex... bangun!" ucap Oma Asri sembari menggoyang-goyangkan dada Alex. Namun sayang, pemuda itu tetap bergeming.
"Lex, bangun! ini sudah jam tujuh. Apa kamu nggak kerja?" tanya Oma Asri lagi. Masih berusaha membangunkan Alex yang terlihat sangat bandel itu.
"Lex... cepat bangun. Jangan menguji kesabaran Oma!" ucap wanita tua itu lagi.
Sayangnya, Alex masih asik bermain di alam mimpi. Sampai Oma Asri putus asa di buatnya.
"Ahhh, serah kau saja lah Em. Dia susah sekali dibangunkan!" ucap Oma Asri sembari melangkah pergi meninggalkan Alex yang sama sekali tidak mau bergerak itu.
Kesal dengan kelakuan bandel Alex, Oma Asri akhirnya lupa dengan tujuan utamanya mencari Alex.
Kini, tinggallah Emma dengan kebingungan mencari cara untuk membangunkan pria itu. Sedangkan pria yang kini sedang berusaha Emma bangunkan malah tersenyum senang melihat kehebohan dua wanita yang sangat ia sayangi itu.
Kesal karena Alex tak kunjung bangun, Emma pun nekat. Dengan berani ia langsung membuka selimut dan menarik tangan Alex. Menariknya paksa. Sayangnya tubuh Alex sama sekali tidak bergerak. Justru tubuh mungilnya yang ambruk di atas pria gagah itu. Spontan, Alex pun memeluk Emma dan membawa gadis itu ke dalam dekapannya.
"Pak Alex, ish... jangan seperti ini. Kalo Oma masuk lagi gimana?" tanya Emma sembari mendorong tubuh pria tinggi besar itu.
"Biarkan saja, aku masih ngatuk. Aku butuh guling. Bagus kalo Oma tahu, yakin kita pasti langsung dinikahin... ommaaaa!!!" jawab Alex sebari berteriak memanggil Oma Asri. Dengan cepat Emma pun membekap mulut nakal Alex.
"Isshhh... diam. Ih, jangan membawaku ke dalam masalah oke. Aku sudah cukup pusing. Ayolah, aku mohon!" pinta Emma, pelan.
Alex menatap nakal pada Emma. Tanpa menjawab. Tanpa melakukan apapun. Tapi Emma sadar jika saat ini kekasihnya ini pasti memiliki niat mesum.
"Aku tahu kamu mesum. Aku malas jika begini!" ucap Emma memperingatkan.
Alek malah tersenyum. Dengan nakal ia pun menyingkirkan tanga Emma. Lalu menyerang Emma dengan ciuman yang sulit untuk Emma tolak.
Beberapa detik Emma ikut terhanyut dalam ciuman nakal mereka. Lalu setelah beberapa detik, mereka menghentikan ciuman itu.
"Kami sudah wangi, apa sudah mandi?" tanya Emma.
"Tentu saja, aku sudah bangun sejak tadi. Aku sengaja menunggumu masuk. Sudah kubilang, sarapan wajib ku adalah bibirmu. Paham!" ucap Alex arogan.
"Tidak, kamu jangan nakal. Ayo bangun. Cepat ganti baju. Ini sudah sangat siang!" pinta Emma.
"Biarin, ku bilang aku masih ngantuk."
"Sebentar lagi Pak Vian datang, tolong jangan nakal begini."
"Jawab pertanyaanku, apa kamu mencintaiku?" tanya Alex.
Emma diam. Kenapa harus itu terus yang ditanyakan oleh Alex? bukankah Emma sudah menerima cintanya dengan menerima ciuman darinya.
"Haruskan aku jawab?" tanya Emma.
"Harus, Sayang. Tolong jawab."
"Baiklah, aku jawab. Tapi janji bangun dan pergilah bekerja. Jangan bikin Oma kesal. Nanti beliau darah tinggi lagi. Kasihan!" pinta Emma lembut.
"Baik. Aku akan lakukan apapun untukmu. Oke!" jawab Alex dengan senyum manisnya.
Emma membalas senyuman itu, menatap mesra ke mata pria itu. Lalu dengan keteguhan hatinya, Emma pun menjawab pertanyaan itu. "Ya, aku mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu. Namun, jika boleh jujur, aku takut menjalin hubungan denganMu," jawab Emma jujur.
"Kenapa begitu?"
"Karena status kita, Pak. Apa lagi. Kamu adalah Pangeran dan aku adalah cinderella. Mana mungkin aku berani mendekatimu!" jawab Emma jujur.
"Jangan takutkan itu, Yang. Kita pasti bisa melewati rintangan itu. Aku tidak masalah kok bagaimana kondisi kamu. Yang penting kita bisa saling menerima oke. Jangan pikirkan itu, aku pasti bisa mengatasinya. Jangan takut!" jawab Alex serius.
Emma diam. Namun ia percaya bahwa Alex pasti bisa mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi.
***
Wanita pengancam itu ternyata sudah menunggu Alex di depan perusahaan. Apa yang ia ucapkan ternyata bukan isapan jempol segala.
Wanita ini datang membawa ancaman. Dengan senyum sinis, wanita itu menitipkan sebuah box berisi sesuatu yang pastinya akan membuat Alex goncang. Wanita itu tersenyum, senang.
Bersambung...
kog malah muncul masalah baru,...
lanjut crazy up gtu kak😊