Mencintai secara sepihak dalam rumah tangga tidak akan membuat pernikahan mu bahagia. Seperti yang dirasakan Tiara Aulia.
Masih banyak kesalahan dalam penulisan, saya mohon maaf akan saya perbaiki nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yoshiputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Disini lah sekarang Tiara berada. Atau lebih tepatnya di kediaman Atmaja.
Semenjak kembali dari rumah orangtuanya dia tidak bisa tenang.
Semalaman dia memikirkan berbagai macam cara membujuk agar Arsenio mau pergi ke pesta perayaan Selena. Itu memang terdengar sangat mustahil.
Arsenio merupakan Presdir dari perusahaan paling bergengsi di negara ini, sedangkan perusahaan keluarganya hanya se butir debu dihadapan Arsenio.
Bagaimana caranya dia mengundang Arsenio?
Hingga entah angin apa yang membawanya untuk datang ke kediaman Atmaja.
" Huufh, tenang Tiara. kau harus bisa" Tiara menyemangati dirinya
Dia masuk kedalam rumah tersebut dan seperti biasa akan ada pelayan yang menyambut nya. Mungkin karena tahu kedekatan Tiara dan Sinta membuat para pelayan di rumah tersebut ikut hormat pada Tiara.
" Sebentar ya nona, saya akan panggil kan nyonya" Ucap pelayan yang menyambut kedatangan Tiara.
Tiara hanya mengangguk.
"Ya ampun Tia datang. Kamu datang mengunjungi mama ya?" Sinta menuruni tangga menghampiri Tiara.
" Iya ma"
" Ayo duduk" Tiara ikut duduk di samping Sinta.
" Ada apa sayang?" Tanya Sinta yang membuat Tiara ragu untuk mengatakannya.
" Mama sendiri ya disini?" pasalnya Tiara tidak melihat Arsenio dan suami Sinta.
" Arsenio lagi kerja Tia. kalau suami mama dia lagi mantau perusahaan yang baru"
" Kenapa Tia?" tanya Sinta lagi membuat
Tiara terdiam sebentar.
" Kalau kamu punya masalah cerita sama mama. Mama pasti bakal bantu" Sinta mengelus rambut Tiara.
Tiara menceritakan kejadian kemarin.
" Jadi keluarga kamu suruh Arsenio datang ke pesta perayaan adik kamu?" Simpul Sinta setelah mendengar cerita Tiara.
" Iya ma, aku bingung. Gimana kalau tuan Arsenio gak mau, keluarga aku pasti bakal salah paham"
"Kamu tenang saja, mama bakal bantu bujuk Arsenio" Sinta menenangkan Tiara.
" Tapi dia lagi kerja. Sembari nungguin dia temani mama yuk" Tiara hanya ikut saja. Banyak kegiatan yang mereka lakukan. Mulai dari masak bersama, menonton bersama. Sinta memberi Tiara barang-barang branded yang tentu saja awalnya di tolak Tiara, tapi memang Sinta yang keras kepala selalu hanya bisa membuat Tiara mengiyakan.
" Kalian udah pulang" Sinta menyambut kedatangan mereka berdua. Arsenio dan Antonio. Tiara hanya ikut di belakang sambil meremas tangan nya takut.
" Loh Tiara datang" Senyum Antonio melihat Tiara.
Arsenio memandang Tiara, dia heran kenapa Tiara seringkali datang ke rumah nya.
" Iya pa, Tiara ada urusan"
" Urusan apa?" Tanya Arsenio yang membuat nyali Tiara semakin menciut.
" Itu.."
" Udah nanti aja, kita makan malam dulu" potong Sinta.
" Ini dimakan Tia" Tiara memandang kagum, makanan yang didepannya terlihat sangat enak dan mewah.
" Kamu gak usah malu" Tiara tersenyum membalas perkataan Antonio.
Sedangkan Arsenio hanya diam, dia tidak ingin bergabung dalam pembicaraan mereka.
....
" Minggu depan aku bakal mempermalukan kamu Tiara" Ucap Selena menyeringai.
" Andai kamu gak lahir di dunia ini, hidupku pasti sempurna"
Dia sangat membenci Tiara. Saat pertama kali dia menginjakkan kaki di rumah ini, perbandingan dia dan Tiara bagaikan langit dan bumi. Tiara memakai gaun-gaun yang indah sedangkan dia memakai baju yang lusuh.
Tapi itu hanya sebentar, dia membuat semua orang membenci Tiara. Dengan berbagai macam cara mulai dari memfitnah, mempermalukan Tiara dan masih banyak cara lagi. Selena juga pandai mengambil hati orang-orang makanya dari dulu reputasi dia bagus. Tentu saja dengan bantuan ibunya, sedangkan ayah Tiara juga tidak peduli pada Tiara. Dia benar-benar tidak ada yang memihak.
Dia merasa sangat puas setiap melihat Tiara menangis.
" Aku akan menghancurkan hidupmu, sampai kau merasa bahwa kelahiran mu adalah kesalahan" Selena tersenyum licik.