Himawari adalah gadis imut yang berusia 17 tahun, dia mempunyai sahabat bernama Shakira yang sama usianya dengan gadis tersebut mereka pun saling bersahabat.
Suatu hari Himawari bertemu dengan teman sekolahnya seorang pria bernama Bryan dan juga bernama Langit merekapun terjebak di antara cinta segitiga , bagaimanakah kisah kelanjutannya mari kita baca novelku yang ke dua Terimakasih 🙏
Karya ini fiktif dan juga hanya imajiner dari author jika ada kesamaan nama tokoh dan juga setting author minta maaf karena ini hanyalah karya yang benar-benar fiksi dan juga imajinasi saja. 🤗🤗🙏😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 "Tumpah"
"Aku jarang sekalilah , makan jajan ginian, ya cuman heran aja kenapa enak rasanya?"Ujar dari Kak Bryan dengan amat penasaran sekali
"Ya kan makan jajanan ini kita bersama-sama makanya, jadi enak ya kan Shakira?" Ujar dari Himawari sambil tersenyum, dan mengunyah ciloknya dengan manggut-manggut, itu bisa di artikan kalau jajanan itu enak ya.
"Betul sekali, makanya kita makan dulu habis ini bel berbunyi." Ujar dari Shakira dan dia pun melahap semua jajanan yang ia beli di depan gerbang sekolahan saat ini.
Mereka bertiga menikmati istirahat siang dan juga jajanan murah ala anak sekolah, dengan bersama-sama.Harganya pasti pas dikantong para siswa , karena saking murahnya semua siswa pasti membeli karena ngirit di ongkos .
Sebelum bel berbunyi Himawari ingin pergi ke toilet, dia pun berpamitan pada Shakira dan juga Kak Bryan saat ini .
"Kak, Shakira aku ke kamar mandi dulu ya, oh ya kalian masuk kelas saja,sebentar lagi udah masuk kelas nich ." Ujar dari Himawari lalu dia pun berlari karena sudah tak tahan ingin ke kamar mandi .
Bryan dan Shakira hanya menganggukan tanda mereka mengiyakannya .
Saat berlarian menuju toilet dia pun bertemu Yuri di tengah perjalanan . Dan badan mereka saling bertabrakan satu sama lainnya . Maka Yuri pun marah seperti biasanya .
"Heiii, gadis bodoh masih saja kau ini , mau kuhajar , dasar ceroboh sekali." Yuri pun kesal dengan Himawari dan hendak mencekram bajunya itu, namun Himawari tetap tak peduli dengannya, malahan dia pun masuk ke dalam toilet mengacuhkan Yuri yang sedang murka .
" Gadis itu benar-benar ya , apa masih kurang tempo hari ?" Gerutu dari Yuri dia pun ikutan masuk kedalam toilet hendak mengerjainya lagi, Yuri berencana mau memblokade pintu kamar mandi , yang di gunakan Himawari ini .
"Dengan begini kau tak akan bisa keluar dari kamar mandi gadis busuk ." Ujar dari Yuri dia pun pergi setelah dia mengunci pintu kamar mandi yang di gunakan Himawari saat ini .
Beberapa saat kemudian ia pun hendak keluar namun ia tetap tak bisa keluar ,karena pintu itu di blokade .
"Sialan kenapa pintunya tak bisa di buka, ah ini pasti nenek lampir yang kurang kerjaan itu" Gumam Himawari dengan sebal, dan ia pun naik di atas toilet duduk, lalu masuk kedalam lubang angin yang berada tepat di atas pintu kamar mandi, lalu dia masuk dan kebetulan tubuh Himawari kecil jadi muat . Saat ia turun kakinya itu mengenai kepala seseorang yang ada di bawahnya.
"Siapa ini?, beraninya kaki di atas kepalaku." Ujar dari pria itu,ia pun berdiri lalu mendongak kan kepalanya, ternya Himawari gadis bodoh yang biasa di acuhkannya .
"Buuuk." Himawari pun sudah turun dan bisa keluar dari toilet melalui celah angin. Dia pun tersenyum lega dan kemudian menatap wajah dari pria yang ada di depannya itu .
"Kak Langit, kenapa hoby sekali menyendiri?" Tukas dari Himawari lalu ia pun tak sengaja menginjak nasi kotak di bawahnya itu .
"Maafkan aku Kak Langit, apakah ini nasimu?" Tanya dari Himawari ia pun segera merapikan
"Maafkan aku ya kak Langit, apa kau marah? aku akan menggantinya." Ujar dari Himawari
Namun Langit tetap diam tak bersuara, malah dia terlihat murung dan merajuk seperti anak gadis yang sedang marah .
"Hem, apakah kau akan menangis karena nasi ini aku tumpahkan?" Ujar dari Himawari ini dia pun mengamati wajah dan ekspresi dari Kak Langit yang marah dan juga kecewa nasi itu tumpah.
"Apa nasi yang tumpah ini pemberian orang yang penting?" Batin gadis ini berkecamuk .
Namun Langit seperti biasa masih tetap diam seribu bahasa .
Bersambung ...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
coba di persingkat dan perjelas lagi biar bacanya enak