Pagi itu semua warga gempar setelah di temukan mayat seorang wanita dengan luka di sekujur tubuh.
warga melapor kejadian ini ke pihak berwajib,tak berapa lama polisi datang dan segera mengevakuasi korban,pak Adit salah seorang polisi yang menangani kasus ini ikut terseret di dalamnya,karena arwah wanita yang terbunuh selalu datang menghantuinya.
mampukah pak Adit mengungkapkan siapa pelakunya dan apa motif di balik semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Piscok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
tok..tok..tok
"mas adit bangun ini sudah siang"ku dengar suara bibi membangunkan ku,ku lirik jam yang ada di dinding kamar benar saja aku kesiangan tumben sekali aku gak denger suara alarm,aku segera menuju kamar mandi untuk mandi dan setelahnya aku berganti pakaian kemudian bergegas turun
"tumben kesiangan mas"
"ia bi aku kecapean"
ucapku sambil mengoleskan mentega pada roti dan segera ku lahap sambil berjalan menuju mobil karna aku sudah telat kekantor .aku mengendarai mobil sedikit lebih cepat supaya cepat sampai
"selamat pagi pak"aku hanya mengangguk dan meneruskan langkah menuju ruangan di ikuti oleh pak Wisnu.
"apa ada perkembangan pak Wisnu"aku segera bertanya pada pak Wisnu
"ada pak".
"baik silakan duduk"aku pun meminta pak Wisnu untuk duduk dan memintanya untuk segera menjelaskan perkembangan apa saja yang di dapat selama ini tentang kasus pembunuhan berantai
"begini pak menurut tes yang dilakukan oleh ahli forensik rumah sakit, ditemukan kandungan narkoba pada semua korban pak"
"jadi korban pengguna narkoba begitu pak Wisnu"
"selain itu ditemukan juga kandungan obat perangsang dan alkohol pak"
"jadi sebelum di bunuh korban terlebih dulu di beri miras dan obat perangsang"
"kemungkinan seperti itu pak"
"lanjutkan pak wisnu"
"Menurut dokter salah satu korban dinyatakan tengah hamil 3 bulan pak"
"bukankah Meraka semua mahasiswi dan mereka juga belum ada yang menikah"
"benar pak dan ini yang sedang kami selidiki lebih lanjut"
"siapa korban yang tengah hamil itu pak Wisnu"
"dia Indira pak korban pertama yang di temukan di pekarangan kosong milik warga"aku terkejut mendengar berita ini
"baik sekarang kamu kerahkan seluruh anggota untuk mencari tahu di mana korban biasa nongkrong"
"baik pak" pak Wisnu memberi hormat dan segera keluar melaksanan tugas yang aku perintahkan,
"jadi Indira tengah hamil,kasus ini semakin tidak menemukan titik terang"aku bermonolog dengan diriku,karna semakin terkuak fakta baru maka kasus ini bukan bertambah mudah namun justru mendapat kan jalan buntu yang membuat seluruh anggota kepolisian bekerja ekstra.
tok..tok...tok
"masuk"segera seseorang dibalik pintu masuk dan memberi hormat padaku
"siap lapor pak"
"ia ada apa"
"kami menemukan barang bukti berupa dompet yang ada di TKP korban yang bernama Indira"
"baik bawa kesini"salah satu anggota ku ini maju dan menyerahkan sebuah dompet berwarna coklat yang diduga milik korban bernama Indira,aku pun segera mengambil dompet itu setelah sebelumnya memakai sarung tangan agar tak ada sidik jari yang tertinggal.ku buka dompet itu untuk memeriksa ada apa saja di dalam dompet itu ternyata di dalamnya ada kartu nama,kartu kredit dan sebuah foto keluarga,segera ku ambil satu lembar foto keluarga itu,foto itu mampu membuatku kaget karna yang ada di dalam foto itu adalah Indira dan bu darmi tetangga ibu di kampung,sekarang bagai mana aku harus memberi tahu ibu kalau anak Bu darmi yang selama ini dikira hilang adalah korban pembunuhan berantai,aku kembali membuka dompet itu dan menemukan sebuah kunci, dilihat dari bentuknya ini kunci rumah apa mungkin ini rumah yang ada dalam mimpiku,ku kembalikan dompet itu pada anggota ku dan meminta dia menyelidiki alamat yang ada disitu.