NovelToon NovelToon
You Are My Star

You Are My Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Fanfic
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Far Choinice

Sang Superstar, Jason harus berurusan degan gadis biasa yang merepotkan, Han Se Na. Ini adalah kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Far Choinice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Going Crazy

Kang Jae Jin (Jason)

 

            Sekarang, aku paham kenapa setan kecil di bahuku terus merecokiku saat pikiranku tentang Han Se Na melenceng dari kata ‘normal’. Jadi, memang beginilah. Setan kecil itu berusaha memperingatkanku tentang perasaan aneh ini. Perasaan yang kusadari sejak detik ini. Tentang mengapa aku berdebar-debar dan tentang kenapa dia cantik bagiku. Sikap kasar, sikap konyol dan tiga lesung pipinya. Nyatanya, semua itu membentuk kolabirasi manis yang membuatku menyukainya. Yah, aku menyukainya. Han Se Na. Aku bergelut hebat dengan setan kecilku. Tapi, aku tetap meyakininya. Aku menyukai Han Se Na.

            Kulirik setan kecil di bahu kiriku kini terlihat melipir sambil tertunduk. Sepertinya, dia menyerah dan tahu kalau hasil akhirnya akan seperti ini. Yah, baik aku atau si setan kecil ini, kita sama-sama tidak tahu jika hasilnya akan seperti ini.

      Kurebahkan tubuhku di atas ranjang dan menatap langit-langit kamarku. Bayanganku mengalir, mengingat apa yang telah kulakukan di Namsan Tower petang tadi. Aku menciumnya. Aku melakukan hal tergila setelah memutuskan hal yang gila juga.

            Perlahan, aku menyentuh permukaan bibirku dan mengingat betapa lembutnya bibir Se Na. Aku mungkin pernah melakukan akting berciuman, tapi rasanya jauh berbeda dengan Se Na. Hatiku ikut memanas seiring bibir kami yang saling *******.

        Hmmm, meski akhirnya aku mendapat ribuan pukulan di kepala. Aku masih bisa merasakan kepalaku berdenyut nyeri karena serangannya. Han Se Na menyerangku secara brutal, menghajar kepalaku dengan tasnya yang berat secara brutal berkali-kali. Sangat kejam. Sadis. Tapi, itu tidak menyakitkan bagiku. Aku masih menyukainya. Mungkin... aku memang sudah gila.

            “Kau belum tidur?”

            Aku menoleh ke arah pintu dan melihat Min Hyuk sudah berdiri bersandar pada pintu kamarku. Aku terduduk memandangnya. “Kau juga belum, hyung?”

            “Hanya ingin memeriksa keadaanmu... ,”ujarnya sembari melangkah masuk kamar dan duduk di kursi yang bertengger di sudut ruangan.

            Kutelisik pakaian Min Hyuk masih sama seperti saat ia berangkat kerja tadi pagi. Dia pasti baru saja pulang. Tapi, tidak biasanya dia mendatangi kamarku seperti ini. Kami jarang mengobrol kecuali di kantor. Mungkin, bertemu sapa di rumah, bisa kuhitung dengan jari. Apa ada sesuatu yang tidak beres?

            “Ada apa?” tanyaku yang akhirnya menyuarakan rasa penasaran.

            “Hmmm,” Min Hyuk menatapku sejenak. “Kau pernah mendengar cerita tentang cinta pertamaku, khan?” tanya Min Hyuk.

            Aku menggedik bahu sekilas lalu mengangguk, “Sedikit banyak. Kisah cinta pertama yang tersembunyi di balik nama senioritas. Kau menyukai juniormu. Sangat menyukainya.” Aku menerawang kecil, mengingat detail cerita lagunya, “Tsk. Pokoknya, kisahmu, menggelikan, hyung. Waeyo? Kenapa kau tiba-tiba mengambil topik ini?”

            Min Hyuk terkekeh. “Gomawo... ,” ujarnya sembari menarik napas panjang, “Aku memutuskan untuk meraihnya,” lanjutnya. “Aku ingin mengejar cinta pertamaku.”

            “Kau bertemu dengannya lagi?” tanyaku semakin penasaran.

     Hening sejenak. Aku melihat Min Hyuk terdiam sebelum kemudian tersenyum teduh. Wajahnya nampak sumringah dengan senyum lebar. Dia sudah bertemu lagi dengan cinta pertamanya itu. Kapan? Auh, aku penasaran.

     “Yyaa! Cepat katakan. Apa yang sedang aku lewatkan.”

            “Han Se Na. Dia cinta pertamaku.” Ujar Min Hyuk dengan tenang dan diakhiri senyum lebar yang begitu menawan.

            Tanganku terkepal di sisi ranjang. Harusnya, aku bisa menduga hal ini. Sejak awal, aku bisa melihat pandangan Min Hyuk pada Se Na. Pun, demikian Se Na, pandangannya pada Min Hyuk berbeda dan penuh cinta. Sial. Apa yang aku yakini sejak awal, lolos dari perhatianku begitu saja.

       Jika Se Na mendengar pernyataan ini, aku yakin dia sudah melompat kegirangan.

            “Arrasoe... aku bisa melihatnya,” lirihku dengan nada tertahan.

            “Kau tahu? Kau sungguh bisa tahu tentang perasaanku padanya?” Min Hyuk menggaruk kepala belakangnya dengan kikuk, “Pasti terlihat jelas... ,” keluhnya dengan nada malu-malu yang kian membuatku mencelos.

            Aku tersenyum geli sekaligus sinis. Sungguh konyol. Ya, aku tahu perasaan kalian! Tapi, Aku mencium cinta pertamamu, hyung. Dan, aku juga menyukainya. Jadi, menurutmu kita harus bagaimana, eoh? Ah, ini membuatku gila. Aku menggila!

            Min Hyuk menarik napas panjang, “Aku akan mengatakan perasaanku padanya.” Min Hyuk menerawang kecil, "Kupikir, perasaanku sudah pudar, nyatanya, aku masih menyimpan perasaan sebesar ini padanya. Dia masih sosok yang menggemaskan dan menarik. Terlepas dari kekonyolan dan skandalnya denganmu. Aku... masih menyukainya."

            Aku tahu! Tidak perlu kau ucapkan berkali-kali! Tidak perlu mengubahnya di depanku! Sesaat, aku terpana. Aku kembali mencerna ucapannya dan menelaahnya lagi. Tunggu! Dia mau... mau apa? Entah kenapa, perasaanku menjadi tidak nyaman. “Kau... akan mengatakan perasaanmu? Kau akan mengatakan perasaanmu sejelas-jelasnya pada Se Na? Besok?" Oke. Aku mulai panik. Aku tidak tahu jika dia bergerak secepat ini. "Kapan?"

            Min Hyuk mengangguk mantap. “Besok. Menurutmu bagaimana?” tanya Min Hyuk sembari menatap lurus padaku.

            Aku terdiam kembali. Cengkeraman sprei di tanganku semakin mengerat bersama keringat dingin yang hadir. Aku tidak menyukainya. Ini bukan ide bagus. Aku juga menyukai Han Se Na. Jadi, menurutmu sendiri bagaimana, hyung? Aku tidak bisa memikirkan apapun saat ini.

            Tanpa sadar, bibirku kaku. Namun, aku mengatakannya dengan lirih. “Semoga berhasil, hyung.” ujarju dengan sangat berat hati.

            Aku tersenyum simpul sambil sesaat mengalihkan pada jendela kamarku yang masih terbuka. Butiran salju di tengah malam ini sudah berakhir. Mereka tak lagi turun. Hanya menyisakan hawa dingin. Sedingin tubuhku. Seolah, mereka tahu jika aku harus bertempur dengan perasaanku. Seolah mereka mengabaikan kebahagian sesaat yang tadi tengah kunikmati. Kembali, aku menelaah pembicaraan kami malam ini. Aku dan Min Hyuk menyukai satu orang gadis yang sama. Kebetulan macam apa ini?

        Min Hyuk meninggalkan kamarku dengan wajah sumringah dan tubuh tegap. Dia sudah puas dengan ucapanku yang menyemangatinya. Dengan palsu. Dengan perasaan berat yang menempa hatiku. "Sungguh... semoga berhasil, hyung... ." Sial! Apa hanya ini yang bisa kuucapkan?

       Aku terdiam di atas ranjang nyaris tanpa minat. Segala kebahagiaan yang tadi terukir, perlahan lenyap dan menguap. Bahkan, setan kecil yang tadi menyingkir dari pundakku, perlahan kembali hadir. Meski belum sepenuhnya merasa menang, tapi setan kecil itu tampak cukup bersemangat untuk mematahkan hatiku. Kembali aku melihat langit malam pekat yang sudah ditinggalkan salju. Butiran putih itu telah menguap sepenuhnya. Tidak menyisakan apapun. Hanya kehampaan.

         Aku mencengkeram kian erat pinggiran ranjang sambil merasakan perihnya hatiku. Aku memejamkan mata dan mengingat semua tentang Han Se Na. Harusnya, aku menyadari semua perasaan Se Na pada Min Hyuk. Aku hanya berusaha menepisnya, tapi ternyata semua memang nyata. Apa yang harus kulakukan?

      ‘Tentu saja... melupakannya.’ Ujar Setan Kecil penuh semangat di pundakku. Dasar setan kecil tidak tahu diri!

 

-oOo-

Bersambung

Jangan Lupa Like. Komentar. Favorit. Rating bintang 5. Vote and Gift ^^

Regards Me

Far Choinice^^

1
ria
lanjut Thor..semangattt💪💪
Aruna Maharani
sudah jadi favorite nih, bakalan sering2 mampir ya 🙏
Radiah Ayarin
lanjutkan thor
Radiah Ayarin
hai kk PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU mampir.
lina
favorit
lina
q dukung diri mu
Aris Pujiono
semangatt kak
Senajudifa
kutukan cinta mampir sdh kumasukan dlm favoritku y
Ufika
kalian berdua memang di takdir kan😁
Ufika
jngan2 jodoh😁
Ufika
semangat kak ceritanya bagus❤
Ufika
beruntung gk bruntung deh🤭
Ufika
aku udah mampir ya kak😊 udh tambah ke fav juga🥰
Aris Pujiono
yuk lanjut
Lee
Up lgi kak..
semangat yaa..
Yukity
seru👍🏻😍
1 mawar+ like mendarat😍
La Mirah
mula bikin baperrr
irul brave
yaaaaa.. ayoo kak thor lanjuttt
irul brave
neneknya gokiilllsss
irul brave
baper. seru. manis. kocak... nano2 deh bacanyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!