NovelToon NovelToon
Dua Mata Hati

Dua Mata Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:156.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Sekuel Istrinya Ustadz?

Ustadz Afkha atau Adzraffa Khayru Al-jaris tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, apalagi memiliki niat berpoligami. Terlebih usia pernikahannya dengan Shanum atau Rhaishanum Almahyra Qurby baru beberapa bulan saja.

Akan tetapi suatu insiden, membuat Ustadz Afkha di minta bertanggung jawab oleh sang Istri untuk menikahi Zeeta Alghiz atau Zeetasha Umaiza Alghiz. seorang model cantik. Namun, seusai insiden tersebut, kehidupannya menjadi tak memiliki arti. Ia buta dan juga mengalami kelumpuhan pada kakinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Wanita yang mirip laki-laki.

"Takdir seseorang dapat berubah dengan cepat. Dimana sesuatu tersebut terjadi pada waktu yang telah ditentukan dan dikehendaki oleh-Nya. Sebagaimana takdir mubram dan takdir muallaq, dimana takdir yang mutlak tak dapat di rubah atas ketentuan Allah dan takdir yang masih dapat di rubah manusia dengan ketentuan Allah melalui doa dan usaha."

...-Adzraffa Khayru-...

Aftha dan Afsha merasa terkejut mendengar teriakan sang Art dari arah dapur. Aftha bergegas ke dapur dan benar saja Onet sedang mengacau di atas meja makan. "Astaghfirullah, Onet! aku 'kan tadi bilang. Diam dulu di taman, nanti aku ambilkan makan. Turun dari sana! atau aku kembalikan kamu ke bukit!"

Onet yang mendengar Aftha berbicara tegas. Dia mengerti dan dia segera turun dari atas meja. Lalu duduk dilantai dengan menundukkan kepalanya.

"Monyet, siapa sih Dik?" tanya Afsha, dari sejak mengikuti Aftha kearah dapur, ia malah mematung memperhatikan interaksi Aftha pada monyet kecil di dapurnya.

"Onet ini yang telah menunjukkan keberadaan Kyra semalam. kalau tidak ada Onet, mungkin sampai pagi Kyra tidak ditemukan. Posisi Kyra jatuh terpeleset ke arah jurang dan tertahan akar pepohonan yang merambat." Terang Aftha.

"Masya Allah ... oh namanya Onet." Afsha berjalan menghampiri Onet, lalu ia berjongkok dihadapan Onet.

"Assalamualaikum Onet. Perkenalkan aku Afsha, kakaknya Aftha, orang yang tadi marahin kamu. O yah, kamu boleh kok makan buah yang ada diatas meja. Kamu naik kesana karena buah-buahan itu 'kan?" tanya Afsha, ia berbicara kepada Onet, layaknya sedang berbicara kepada manusia.

Onet mendongak lalu nyengir, menampilkan deretan gigi kecilnya. "Kok kamu bawa pulang Dik? nanti kalau induknya nyariin, bagaimana?" tanya Afsha. Onet yang disentuh kepalanya hanya diam.

"Nah itu dia Kak, tadi aku memintanya untuk kembali ke bukit. Tapi Onet malah nangis dan meragain kayak mati gitu, kesimpulanku induknya sudah mati. Mungkin Onet memang tinggal sendiri di bukit maka dari itu ketika melihat Ky celaka, dia begitu antusias untuk mencari pertolongan." terang Aftha.

"Sini Net!" panggil Aftha, si Onet langsung berjingkrak ria dan loncat ke pangkuan Aftha, "untuk sementara kita tinggal di sini, kamu jangan mengganggu penghuni rumah ini. Nanti akan ada seorang anak kecil yang pulang ke rumah ini, sekarang dia lagi sekolah. kamu jangan ganggu dia ya! di dekat kolam renang, ada taman. Kamu bisa bermain di sana, nanti aku sediakan buah-buahan, setiap Kamu lapar tidak perlu masuk kedalam rumah. para Art ketakutan melihat kamu naik turun di meja, di sana ada gazebo juga, kalau kamu mau berteduh, bisa." pesan Aftha dan Onet menatap Aftha dengan nyengir.

Afsha geleng kepala. "Ya sudah, kamu bawa Onet ke taman. Segeralah ganti pakaian dan bersihkan dirimu, setelahnya istirahat, masih ada waktu Kok sebelum Salat zuhur. Nanti kakak bangunkan saat waktu Salat tiba," ujar Afsha.

"Baiklah, Kak! Koko sama Gean pulang jam berapa?" tanya Aftha.

"Gean, paling sebentar lagi pulang. Kalau Koko mungkin malam, katanya sih sedang ke Jakarta. Ada kepentingan di maskapai."

"Oh, baiklah Kak! aku bawa Onet ke taman dulu ya," ucap Aftha dengan membawa beberapa buah-buahan dari atas meja makan.

Afsha kembali ke kamarnya. Hendak bertanya keadaan Kyra ia urungkan. Sepertinya ia akan bertanya nanti ketika Aftha sudah ber-istirahat.

Di rumah Arsya.

"Alhamdulillah, sudah sampai Dik!" ujar Arsya yang sudah menghentikan mobilnya. Tidak ada jawaban dari sang adik. Arsya menoleh dan Arsya tersenyum, ternyata sang Adik tidur dengan lelapnya.

Disaat bersamaan, sebuah mobil masuk ke pelataran parkir rumah tersebut dan dari dalam pun keluar seorang wanita paruh baya sepertinya bekerja rumah tersebut.

Arsya turun dari mobil. Ia menyambut kedatangan mobil yang baru saja masuk, ternyata itu mobil orang tuanya. "Imom's, Iddad's?" sapanya setelah mengucapkan salam dan dijawab.

"Bang, mana Adik? dia baik-baik saja 'kan?" cecar Lintang.

"Mom's sabar dulu ya. Ky baik-baik saja kok!" ujar Arsya, memenangkan sang ibu dari kepanikan.

"Lalu, sekarang dimana Dik, Ky?" tanya Ubaydillah.

"Ada didalam mobil. Tadi sih tidur."

"Baiklah, kamu bawa Imom's masuk kedalam. Iddad's gendong dik Ky masuk kedalam rumah juga."

"Iya Dad's!"

"Ambu, tolong siapkan kami minuman bangat ya." Pinta Arsya kepada sang Art yang dari setadi berdiri di depan pintu, menunggunya masuk.

"Baik Den!" sahut sang Art. Di rumah tersebut memang dihuni satu pasang suami istri yang kebetulan pada awalnya tunawisma. Arsya membawanya pulang dan menempatkannya untuk bekerja di rumah tersebut.

Karena ketika Arsya sedang di Jakarta, rumah itu akan kosong. Maka dari itu, ia memiliki ide dengan membawa kedua tuna wisma yang nampak jujur itu ke rumahnya. Menolong orang sekaligus rumah ada yang menempati dan Arsya juga memberikan upah tiap bulannya, untuk biaya hidup mereka.

Ubaydillah menggendong putrinya kedalam rumah, Kyra nampak tak terganggu. Ia masih terlelap dan Ubaydillah membawanya ke kamar tamu.

"Ky, kamu baik-baik saja 'kan, Sayang?" Lintang duduk di sisi Kyra, ia mengelus lembut pipi sang Putri.

"Mom's Dik Ky baik-baik saja. Hanya kakinya yang terkilir. Biarkan ia istirahat, tadi sempat menangis karena Dik Aaf." terang Arsya.

"Ada apa lagi dengan mereka?" Tanya Ubaydillah.

"Biasa Dad's ABG!" Arsya mengekeh.

"Hem, Dik Aaf ini lucu. Bisa bergerak cepat menolong Kyra. Setelahnya malah di buat nangis, kapan sih mereka bisa damai?" ujar Lintang.

"Katanya setelah mereka nanti menikah, suatu saat nanti," ucap Arsya.

"Astaghfirullah, ada-ada saja." Ubaydillah dan Lintang geleng kepala, merasa tak habis pikir dengan cara pemikiran Aftha.

Di rumah sakit tempat Afkha dirawat.

Mereka sudah bersiap untuk pulang. Dokter yang menangani Afkha sudah memberikan izin untuk pulang, segala berkas kepulangan Afkha pun sudah rapi. Kini sore hari dan Afkha nampak tidak bersemangat.

Shanum sedang membantu Hasna merapikan pakaian kedalam tas. Afnan yang melihat putranya kurang bersemangat, ia menghampirinya.

"Ada apa? kita sudah mau pulang, tapi Aa nampak tidak bersemangat?" tanya Afnan.

"Hem, aku bersyukur bisa pulang Biy. Tapi ... bagaimana dengan Nona Zeetasha? tadi kak Ola sempat mengatakan, seluruh tabungan mereka habis untuk membayar penalti pada beberapa agensi yang tidak mau tahu, dengan musibah yang dialami Nona Zeetasha. Kini mereka bangkrut Biy! kata Kak Ola, yang mereka miliki saat ini tinggal aset-aset yang belum terjual. untuk tabungan Nona Zeetasha sudah habis," ujar Aftha dengan segala kesedihan.

Mereka berbicara sepelan mungkin. Agar Shanum tidak mendengarnya. Berat rasanya bagi Afnan untuk menyembunyikan hal ini dari Shanum, ia tidak terbiasa dengan ketidakjujuran. akan tetapi ia pun memikirkan kondisi shanum yang baru saja kehilangan calon bayi mereka.

Rencananya Afnan, akan membongkar tentang Zeetasha di hadapan keluarga besarnya, saat nanti orang tuanya pulang dari umroh. Untuk saat ini, ia terpaksa menyembunyikannya dari Shanum untuk sementara, sembari menunggu Shanum pulih dan siap.

"Biar nanti Biyya diskusikan dengan Om Ubay, untuk kedepannya. Insya Allah, Nona Zeetasha dalam tanggung jawab Biyya. Baik nanti ada asuransi yang mengcover ataupun tidak."

"Baik Biy, pamit dulu pada kak Ola. Katakan tidak perlu khawatir dengan segala hutang, Aa akan menanggungnya," ujar Afkha membuat Afnan mengangguk miris.

Kini Afnan dan Hasna sudah berpamitan kepada Ola dengan mengatakan agar tidak khawatir dengan apapun. Karena Afnan dan Afkha akan bertanggung jawab sampai Zeetasha pulih, kecuali untuk hal yang terjadi kedepannya, misal hal buruknya kematian, mereka mereka tidak dapat merubah takdir Allah.

Didalam mobil.

"Maaf Mimma, Biyya. Tadi Anum melihat Mimma dan Biyya berbicara dengan seorang wanita yang mirip laki-laki? apa Mimma dan Biyya mengenalnya?" tanya Shanum.

"Astaghfirullahal'azim!"

Afnan terkejut dan tanpa sadar, ia menekan pedal gas dengan kuat dan mendadak.

Ckiiiit!

Brugh!

1
ulpah sayidah
kapan update lagi
Tinie Ndutz
KK, kapan up nya 🙏
Sefri Lubis
kapan lanjutnya tour?
Sefri Lubis
kelanjutannya ada g?
Maulana Akbar
good
Maulana Akbar
lanjuut
alnino
buku ini dr thn 22 sampek thn 25 g kelar"/Frown//Frown//Frown/
Tinie Ndutz
kpn up lagi, pleaseeee
نور✨
seru,lucu, menghibur, ada pelajaran dan ilmunya juga...
Nazwaputri Salmani
Ada ada aja deh ah.. kelakuan para bapak ini
نور✨
🤣🤣🤣
نور✨
Masya Allah rinduuuu nya, suasana keluarga Afnan & Hasna bikin heboh🤩
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
bakalan heboh ama duo ganteng 🤣🤣🤣
Nazwaputri Salmani
Apa bakalan selamanya begitu atau nanti shanum meninggal ya
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
firasat Zeta benar klu shanum menyembunyiin sesuatu.

ah coba Afka dengar
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kangen dengan cerita mereka
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Aamiin ya rabbal alamiin 🤲
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
betul banget 😁
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sebenarnya Zethasa ini siapa, seperti nya mereka pernah bertemu
Nazwaputri Salmani
Alhamdulillah akhirnya up juga kak rose
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!