Laiv Alessandra
Seorang gadis cantik serba bisa, pinter, terlahir dari kekuarga kaya membuat hidupnya sempurna. Sampai akhirnya dia berada di titik terendahnya dipertemukan dengan Arjuna yang tampan trempamen dan keluarga baru yang mencintainya.
Apakah Laiv akan bisa mengembalikan kehidupannya yang dulu?
“aku males nonton drama seperti
itu Milly, kamu nonton aku saja. Bukankah dari kemarin hidupku sudah seperti
drama? Entah pa selanjutnya Arjuna membenciku kemudian lambat laun dia akan
mencintaku kemudian kita bahagia kemudian punya anak kemudian ada wanita pengganggu
kemudian kita berantem kemudian baikan”kata Laiv panjang lebar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Rembulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
"Tidak usah seperti itu ekspresimu Laiv. Disini memang banyak orang yang berbeda level denganmu"bisik Angela sementara Laiv hanya tertunduk diam.
“Laiv Alessandra”mendengar suaranya disebut Laiv reflex tertuju kepada asal suara tersebut. Seketika mata Laiv terbelalak dan langsung tersenyum kikuk.
“Sudah lama gak ketemu darling”kata lelaki feminim itu langsung cipika-cipiki membuat Laiv tidak bisa menolak. Angela tertegun kaget bagaimana bisa seorang designer kelas itu bisa mmengenal Laiv.
“Kamu sama siapa kesini nek?”tanya Radit Gunawan. Laiv bingung harus menjawab bagaimana.
“Saya Angela mertua Laiv”kata Angela dengan tidak tau malunya mengulurkan tangannya dan dibalas Radit dengan singkat.
“Yey udah nikah nek?”Laiv hanya tersenyum kikuk. Mereka kembali mengacuhkan Angela.
“Wow bagaimana bisa menantumu bisa kenal dengan designer kenamaan itu?"tanya temannya membuat Angela kesal.
“Ibu Angela, eyke pinjam Laiv sebentar ya”kata Radit lagi membuat Angela mengangguk memakasakan senyumnya.
“Eh by the way yey duduk dimana? Duduk sama eyke yuk didepan kebetulan Ariana yang duduk disebelah eyke gak bisa datang”kata Radit lagi langsung menarik lengan Laiv sedangkan Laiv hanya bisa pamit sebentar kepada Angela dan langsung mengikuti Radit berjalan karena sudah ditarik Radit.
**
“Kamu kenal bagaimana dengan Radit?”tanya Angela dengan nada yang angkuh. Sewaktu didalam mobil menuju rumah.
“Aku pernah kerja sama dia ibu Angela”jawab Laiv singkat sementara Angela menatap Laiv dengan pandangan yang tidak suka. Bagaimana bisa seorang anak yang miskin dan kampungan duduk didepan sementara dia duduk di tengah-tengah walaupun tidak paling belakang.
"Yah memang seperti itu bagaimana lagi caranya kamu mengenal orang terkenal kalau bukan menjadi pembantunya"kata Angela dengan sarkasme.
Sesampainya dirumah Laiv mendapati Arjuna berada dikamarnya dengan tatapan marah membuat Laiv membuang nafasnya dengan kasar. Tadi dia sudah kelelahan menghadapi ibunya kenapa sekarang juga anaknya.
“Kamu dari mana?”tanya Arjuna telinganya sudah memerah. Laiv malas sekali berargumen dengannya saat ini. Dia hanya ingin mandi dan tidur dengan nyaman. Laiv tidak menjawab pertanyaan Arjuna dia langsung melangkah menuju kamar mandi.
“Kamu bisa gak sih kalau aku tanya tuh dijawab”kata Arjuna mencengkram
lengan Laiv membuat Laiv merintih kesakitan karena terlalu cepat, Laiv tidak bisa menahan rintihannya. Melihat Laiv yang kesakitan Arjuna langsung melepas cengkramannya.
“Aku baru dari fashion week bersama Mommymu”jawab Laiv
“Aku dari tadi menelepon”
“Handphone ku ditas tadi sangat berisik”
“Mandilah aku akan menunggumu disini”tanpa sepatah katapun Laiv langsung masuk ke kamar mandi tidak lupa dia mengambil baju ganti dan menggantinya di kamar mandi. Keluar dari kamar mandi Laiv mendapati Arjuna sudah merebahkan diri di ranjangnya membuatnya mengerutkan alisnya.
“Baliklah sekarang kamu bisa ke kamarmu, aku lelah ingin istirahat”
“Biarkan aku menemanimu”kata Arjuna yang sekarang sudah merubah posisinga menjadi duduk di tepi ranjang Laiv.
“Gak, aku gak suka"
“Aku tidak suka dibantah Laiv”Laiv sudah tidak ada kekuatan lagi untuk berdebat dengan Arjuna.
“Sekali kamu menyentuhku lagi. Aku bersumpah akan pergi dari rumah ini. Aku gak peduli dengan perjanjian lagi atau aku masuk penjara nantinya”kata Laiv mengancam.
“Tidak aku hanya ingin tidur denganmu. Aku tidak akan macam-macam. Lagipula kita suami istri dan kita juga sudah malam pertama”kata Arjuna membuat Laiv emosi. Laivpun langsung membuat ancang-ancang untuk pergi dan langsung ditahan oleh Arjuna.
“Maafkan aku”kata Arjuna berdiri dari ranjang Laiv dan langsung memeluknya. Laiv hanya diam tidak membalas pelukan dari Arjuna.
“Balas pelukanku”Laiv masih tidak bergeming.
“Baiklah aku akan memasukan pak Agus kepenjara dengan sangat mudah”secepat
kilat Laiv memeluk Arjuna membuat Arjuna tersenyum puas kemudian membelai rambut Laiv. Arjuna menghirup dalam-dalam wangi rambut Laiv. Bagimana bisa seharum ini baunya?.
“Dasar laki-laki bipolar brengsek. Entah apa maunya”umpat Laiv dalam hatinya.Mereka
tidur bersama dengan Arjuna memeluk Laiv dan tentu saja dengan paksaan dari Arjuna.
"Aku akan keluar negeri besok"kata Arjuna sambil tiduran dengan Laiv dipelukannya Jangan tanya
kenapa Laiv mau? Tentu saja dengan ancaman dari Arjuna. Tidak ada jawaban dari Laiv, membuat Arjuna menatapnya mencari tau apakah Laiv sudah tidur atau belum. Ternyata wanita itu masih bangun dan menatap kosong.
"Laiv kau mendengarku?"
"Mmmm"Laiv bergumam singkat
"Aku mau keluar negeri ada pekerjaan kira-kira satu bulan atau bahkan lebih. Aku ingin kamu mengangkat telponku ketika aku telpon dan jangan berbuat aneh-aneh" kata Arjuna
"Ini orang kenapa sih? Baguslah kalau dia keluar negeri. Pusing aku menghadapinya setiap hari"kata Laiv dalam hatinya. Malam itu kedua kalinya mereka tidur bersama dengan berpelukan.
**
Laiv menjalani hidupnya seperti biasa tanpa Arjuna yang selalu mengganggunya dengan tingkah yang tidak bisa di mengerti Laiv.
Bisnis yang dijalaninya dengan Milly cukup terbilang sukses. Membuat Laiv bersyukur setidaknya mereka tidak rugi apalagi melihat brand mereka yang masih baru. Keputusan untuk menambah Alexander sangat membantu butiknya karena perusahaan Arjuna cukup dikenal. Hari itu Laiv memutuskan untuk belanja menggunakan uang dari hasil balapannya. Dia pergi ke salah satu mall dengan menggunakan celana training berwarna hijau, crop teenya dan tas pundak dengan warna senada.
Sesampainya di toko dia melihat wanita yang sama yang pernah ditemuinya beberapa hari lalu sibuk memilih tas yang ada di tangannya saat ini, Model yang sama tapi warna yang berbeda. Dalam diam wanita itu mengangkat tangan kanan dan kirinya yang memegang tas terbut bergantian.
"Eescuse me i want it"kata seseorang tiba-tiba merebut tas itu dari wanita yang dikenali Laiv.
Wanita yang dikenal Laiv langsung menatap tajam ke arah wanita yang bermata biru itu yang
meengambil tasnya dengan tatapan tidak terima.
"Hey what are you doing?" tanya wanita yang dikenal Laiv dengan marahnya. Adu mulutpun tak terhindarkan untung hanya mereka bertiga yang ada di toko tersebut. Makian dan umpatan pun keluar membuat Laiv meresa muak. Belum lagi dia melihat karyawan toko sudah terlihat kewalahan karena melerai mereka.
"Hey you two stop it"kata Laiv membuat mereka berdua terdiam.
"What?"kata mereka bersamaan melihat ke arah Laiv.
"You are guys not kids anymore, can u please calm down?"wanita bermata biru yang menggunakan pakaian yang kekurangan bahan pun melipat kedua tangannya di dada dan melihat sinis kearah wanita yang dikenal Laiv tidak kalah sinisnya wanita yang dikenal Laivpun
menatap wanita bermata biru itu dengan tatapan tajam.
"Kamu mending yang ini lebih cocok dengan kepribadian kamu"kata Laiv mengambil tas yang dipegang oleh bule itu dan memberikan kepada wanita yang dikenalnya.
Jangan lupa di vote dan like ya. Vote se kecil apapun sangat berarti buatku.
Terimakasih teman-teman
💐💐💐❤️
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
mampir juga kak ke karyaku 'Kay and Say'🥰🌹
jangan lupa untuk mampir yaaa😍😍
semangat terus kak 😊🌹
semakin seru....
🍃 MAHMUD, I Love U 🍃
😂😂