NovelToon NovelToon
Never Say Good Bye

Never Say Good Bye

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / TimeTravel / Mafia / Tamat
Popularitas:485.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

Li Zeyan adalah seorang aktor dan model besar yang sangat dikenal oleh semua orang. Hidupnya sangat sempurna dan bergelimang harta.

Dianugrahi wajah tampan, karir yang cemerlang, harta melimpah, dan dikelilingi bidadari membuat hidupnya sangat sempurna.

Namun, suatu ketika bereda sebuah video masa lalunya saat dia dibully di sekolah sangat membuatnya begitu depresi hingga melakukan bunuh diri.

Namun, jiwa Kagami Jiro si pemimpin Yakuza terbesar di Jepang kini malah terjebak di dalam tubuh Li Zeyan.

Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kagami Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan seseorang.

Bagaimana Kagami Jiro akan mencari orang yang telah berusaha untuk membunuhnya dengan memakai raga Li Zeyan?

Berhasilkah mereka bertukar tubuh kembali?
Apakah Kagami Jiro akan hidup kembali dengan raganya?

Ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zhang Wei Menyerang Kembali

Setelah mendapatkan beberapa botol baijiu dan rokok, Zen memutuskan untuk segera kembali ke appartementnya. Dia melenggang santai dengan mententeng sebuah kantong plastik yang berisi barang belanjaannya.

Namun, di pertengahan jalan tak sengaja Zen melihat sebuah ferrary merah yang sedang dikendarai kak Kai terparkir di depan sebuah cafe. Belum sempat meninggalkan tempat itu, kini Zen malah melihat kak Kai yang sedang keluar dari cafe itu bersama seorang gadis. Gadis muda yang mungkin saja berusia 20 tahun dan terlihat sangat manis.

Gadis itu memakai dress selutut berwarna sweet lilac dan dibalut dengan coat sweet caramel. Sepatu boothnya yang kecoklatan menghiasi kaki jenjangnya yang begitu indah.

Zen segera bersembunyi di balik sebuah bangunan agar mereka tidak melihatnya. Dan tanpa sengaja Zen mendengarkan percakapan mereka. Sepertinya kak Kai dan gadis itu sedang dalam sebuah pertikaian.

"Sebenarnya kakak menganggap aku ini apa?" ujar gadis cantik berambut panjang bergelombang kecoklatan itu. Rambutnya yang indah dibiarkannya tergerai begitu saja, terkadang mereka menari karena hembusan angin malam yang sudah sedikit lebih kencang dan tentunya terasa begitu dingin.

"Memang kakak sudah membuat kesalahan apa padamu? Bukankah selama ini kakak selalu berusaha untuk selalu memperhatikanmu?" sahut kak Kai dengan raut wajah yang sudah terlihat begitu lelah.

"Selama ini aku selalu menuruti kemauan kakak! Bahkan aku sampai tidak diijinkan oleh kakak untuk menjenguk Zen!"

"Apa kau masih mengharapkan Zen, Amee?!" ucap kak Kai sedikit meninggikan intonasinya satu oktaf.

Gadis cantik yang bernama Xiang Mee yang sering dipanggil Amee oleh kebanyakan orang, kini sudah hampir menangis di hadapan kak Kai. Amee menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya, dan matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis.

Amee menggelengkan kepalanya perlahan dan terlihat sedikit ragu, " Tidak, Kak ..."

"Sudah cukup hanya aku yang selalu menemanimu!" ucap kak Kai dengan sedikit tegas. "Lagian kau tentu pasti tau bagaimana kehidupan Zen di dunia entertaiment. Zen tidak akan diijinkan menjalin ikatan dengan gadis manapun! Atau karirnya akan hancur! Kau tentu paham itu bukan?" imbuh kak Kai begitu serius.

Amee hanya menunduk dan mengangguk saja pelan.

"Tiga hari ke depan kakak tidak akan berada di Beijing. Kakak akan pergi ke Jepang bersama Zen."

Kini Amee mendongak dan menatap kak Kai kembali.

"Kak ... Ijinkan aku mengantar kalian saat di bandara besok!" pinta Amee dengan mata memohon.

"Apa kau begitu ingin bertemu dengan Zen?!" hardik kak Kai yang terlihat sedikit tidak suka.

"Aku hanya ingin mengantar kakak saja kok."

"Hhm. Baiklah. Sekarang kakak akan mengantarmu pulang dulu. Karena kakak harus segera pulang."

Amee hanya mengangguk pelan lalu dia segera memasuki ferrary merah menyala itu bersama kak Kai.

"Sebenarnya siapa gadis bernama Xiang Mee itu? Apa dia kekasih kak Kai? Tapi mengapa dia terlihat begitu tertekan? Dan lagi ... Kenapa sepertinya kak Kai berusaha menjauhkan Amee dari Zen? Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka bertiga?" gumam Zen pelan.

Netranya masih menatap Ferrary itu hingga mobil mewah itu mulai menghilang dari pandangannya. Sepasang alis tampannya berkerut saling berdekatan, terlihat begitu tegas dan tajam.

"Hhm ... Sebaiknya aku pulang saja." gumam Zen cuek dan menggelengkan kepalanya, lalu dia segera melenggang kembali. Namun tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang memanggilnya.

"Zen ..." terdengar suara panggilan pelan dari seorang gadis hingga akhirnya Zen menghentikkan langkahnya untuk sesaat. Lalu dia menarik topinya untuk menutup wajahnya. Selanjutnya dia mulai melenggang lagi dan berpura-pura tidak mendengar suara yang telah memanggilnya.

Pura-pura tidak dengar saja deh. Dan pura-pura aku ini bukan Zen! Lah! Kan aku memang bukan Zen! Aku kan Kagami Jiro! Ahahaha ...

Batin Zen tersenyum sendiri dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku tau itu kamu, Zen!" ucap gadis itu kembali lalu terdengar langkah kakinya yang berjalan semakin cepat mendekati Zen.

"Kenapa kau meladeni Zhang Wei dan teman-temannya?" kini gadis itu sudah berdiri tepat di samping Zen. Dan Zen menghentikkan langkah kakinya. "Mereka hanya suka membuat masalah di kampus. Lain kali jangan kau ladeni mereka lagi. Itu hanya akan menguras tenagamu dan membuang-buang waktumu saja."

Zen melirik sedikit ke arah gadis itu, dan ternyata dia adalah Li Lian, gadis yang telah menyelamatkan Zen saat di kampus tadi.

"Terima kasih atas sudah memperingatkanku. Dan terima kasih sudah berusaha melindungiku. Tapi lain kali jangan pernah lakukan itu lagi, atau kau benar-benar akan kehilangan nyawamu karena berbuat sembrono!" ucap Zen dengan tegas. "Aku bisa mengatasi hidupku sendiri! Jadi jangan pernah lagi ikut campur seperti tadi!"

"Zen?" gadis itu menatap Zen kebingungan. "Maaf jika itu malah membuatmu lebih berat. Aku hanya tidak suka mereka selalu mengganggumu ..."

"Mulai sekarang jangan khawatirkan itu! Tak lama lagi mereka tidak akan berani mendekatiku lagi! Atau mereka akan benar-benar menyesal!" Zen menyauti dengan sinis.

"Apa? Kita menyesal? Apa aku tidak salah dengar?" tiba-tiba dari arah depan terdengar suara seorang pria diikuti tawa dari beberapa temannya.

Zen dan Li Lian segera menatap ke depan, ternyata Zhang Wei dan teman-temannya sudah berada di depan mereka sedang nenunggu mereka.

Kini mereka berempat menghadang Zen di jalan kecil dan sudah sepi itu.

"Zhang Wei! Sudah cukup semuanya! Jangan seperti anak kecil!" ucap Li Lian dengan tegas.

"Li Lian ... Kali ini jangan ikut campur lagi! Aku akan benar-benar menghancurkannya dan juga hidupnya!" Zhang Wei menyeringai menakutkan menatap Zen. Dan tangannya merogoh sesuatu di dalam saku coatnya. "Kalian maju dan serang sampah itu!" perintah Zhang Wei.

Kini ketiga temannya itu mulai berjalan mendekati Zen dan bersiap untuk menyerangnya.

"Li Lian, menjauhlah dulu! Disini akan sangat berbahaya!" perintah Zen pelan namun netranya masih menatap tajam ketiga pria yang sudah semakin dekat dengannya.

"Tapi Zen ... Mereka sangat berbahaya ..." sergah Li Lian yang terlihat begitu mengkhawatirkan Zen.

"Jangan khawatir! Aku akan mengatasinya dengan cepat! Sekarang menjauhlah dulu. Tunggu aku di kios belakang!" perintah Zen lagi.

"Ba-Baiklah ..." Li Lian menyauti dengan begitu terpaksa dan akhirnya dia berjalan menjauh dari mereka.

"Bagus! Ingin menjadi jagoan rupanya ya?!" ucap Sang Yuan Yi yang kini melakukan tendangan putarnya. Zen menunduk untuk menghindarinya.

Lee juga menyerang Zen dengan pisau lipat, namun Zen selalu menghindarinya dan mematahkan serangannya hingga pisau itu terjatuh. Selanjutnya Zen menendang alat vital Lee dan membuatnya terhempas cukup keras menabrak tembok.

"Akkhh ..." erangnya kesakitan.

Mampus kau! Batin Zen menyeringai manis.

Selanjutnya Lin Fang melayangkan bogemnya dan mengarah pada wajah Zen. Tepat berjarak 5 inchi bogem itu dari wajahnya, Zen menangkapnya dengan tangan kirinya, lalu me meninju perut Lin Fang hingga tubuhnya sedikit terhentak ke atas lalu ambruk begitu saja.

BBRRUUGGHH ...

Kini tersisa Sang Yuan Yi dan Zhang Wei. Mereka saling bertatapan dan membuat kontak mata untuk beberapa saat. Kemudian saling mengangguk pelan.

1
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
dapet bonus tunai Zen😅
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk dasar kau Zen, eh bang Kagami
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terdengar familier
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy kabur lagi dia!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bikin betah di kamar ini mah
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
watch nya mahal punya ky nya nih
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Cristal adik yg baik penurut dan cantik jelita
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
akrab sekali mereka ya, sblmnya sedekat apa?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
keliatan seperti idol kpop ya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
baka memang harusnya selalu sial macam kalian
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
rusak sudah masa depan Lee 🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jaga ucapanmu Baka!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Li lian sudah pulih?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah kekuatan mu kembali bang Kagami walau berada di tubuh Zen
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woyy Zen kamu yakin?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wih manteb penjelasannya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
tak ada yg tak mungkin buat Zen sekarang
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
happy bgt pastinya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
konteks "meregangkan otot" versi Kagami jiro amat berbeda dr org kebanyakan. kalau org lain mgkn butuh olahraga atau refreshing sedangkan bang Kagami harus gelud🤣🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy visualnya ga kalah keren dr Jinn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!