NovelToon NovelToon
Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cintapertama
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aruna Maharani

Masa lalu yang membuat kehidupan Shirena Indira, wanita yang saat ini ingin melupakan trauma berat yang dialaminya.

Namun siapa sangka, dirinya malah dikejutkan dengan perjodohan yang dilakukan keluarganya.

Dan yang membuat dirinya lebih terkejut lagi, ketika ia mulai mampu menjalani kehidupan pernikahannya, selalu saja ada persoalan kecil maupun besar yang terjadi tepatnya di satu tahun pernikahannya, hingga beban yang harus ia rasakan sangat begitu besar sudah mulai tak bisa ia bendung lagi. Dan masalah demi masalah yang terjadi kembali mengingatkannya akan semua trauma masa lalunya.

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu Shirena?
Dan apakah kebahagiaan akan datang setelah pernikahannya atau malah kembali terjebak dengan masa lalunya?

Cerita ini sedikit mengandung bawang, dimohonkan kepada readers untuk selalu menyiapkan tisu yaa :')
Happy reading and enjoy it!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aruna Maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

"Ren .. Renn , kamu kenapa Ren?"

"Sadar Irena!" teriak Dika yang melihat Irena terus memanggil nama Ayahnya sembari menangis histeris.

"Ee-aku a..kuuu ..." Irena berdiri dan menangis diperlukan Dika.

"Aku teringat ayahku Dik, apa yang terjadi dengan Ayahku terjadi juga dengan Rudi. Kenapa semua orang yang aku sayangi harus seperti ini"

"KENAPA HARUS RUDI, DIK? Hiks..hikss..hikss"

Dika pun kembali menyuruh Irena duduk, mencoba menenangkan.

"Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. Kita berdoa saja semoga Rudi nggak kenapa-kenapa. Semua ini ujian dari Allah, kamu jangan menyesali sesuatu yang sudah terjadi" ucap Dika.

Saat pintu IGD terbuka, mata Irena langsung tertuju ke Dokter Herman yang keluar dari ruangan. Mereka berdua langsung berdiri dan beranjak menanyakan keadaan Rudi.

"Bagaimana dengan Rudi, dok?" tanya Irena.

Dokter itu menghela napas sejenak kemudian berkata "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi nyawa pasien tidak bisa tertolong. Terlalu banyak pendarahan di dalam otak pasien, kami sudah berusaha, tapi Allah berkehendak lain. Saya turut berduka atas kejadian yang menimpa pasien"

"Tidak, tidak, dokter berbohong kan. Gak mungkin, Rudi masih hidup kan, dok!"

"Rudiii .. Rudii... " teriak Irena sembari berlari melihat Rudi di ruang IGD yang sekujur tubuhnya telah ditutup kain.

Irena membuka kain penutup, melihat wajah Rudi yang tampak manis dan tampan tersenyum tipis seperti saat mereka bersama.

"Kenapa harus kamu Rud? Kenapa ini terjadi lagi? Kamu sudah janji sama aku terus di sampingku, aku juga belum sempat membuka kotak kecil hadiah dari kamu. Saya bilang jangan pergi Rudi Chaniago, JANGAN PERGI!!"

Dika langsung menarik tubuh Irena untuk keluar dari IGD, ia mencoba menenangkan nya.

"Sadarlah Ren, ikhlaskan! Kamu harus kuat, Rudi udah mencoba bertahan sebisanya, tapi Allah lebih sayang kepadanya. Dia sudah bahagia bersama-Nya"

Irena hanya tertunduk menangis sesenggukan. Hatinya sangat hancur, dadanya begitu sesak. Kemudian ia jatuh pingsan.

Irena yang baru saja sadar, terbangun dan sudah berada di ruang inap pasien. Dika yang duduk disampingnya tertunduk menahan lelah karena menunggu Irena sadarkan diri.

"Dik, Dika ... Rudi.. Dik. Dimana dia? Aku mau ketemu dia Dik " ucap Irena.

"Jenazah Rudi udah dibawa kerumahnya Ren, kami tadi pingsan jadi dibawa kesini dulu"

"Aku mau pulang Dik, aku harus menemuinya" ucap Irena sembari menggalakan infus yang ada ditangannya.

"REN! KAMU HARUS SADAR! JANGAN SEPERTI INI, KAMU HARUS KUAT!" gerutu Dika dengan nada keras.

"Maafkan aku Ren, aku refleks. Aku juga sakit dan terluka melihat kamu seperti ini. Semua juga sedih kehilangan Rudi. Tapi mau sampai kapan kamu seperti ini, kamu harus ikhlas dengan takdir Allah yang sudah terjadi" ucap Dika.

"Lihat tuh tangan kamu, berdarah gitu. Bagaimana Rudi bisa tenang disana, sementara kamu menyiksa diri kamu seperti ini"

Dika menelpon Suster untuk datang keruangan mengobati tangan Irena yang berdarah karena melepas infusnya.

"Mmm-maafkan aku juga Dik, aku juga nggak tau kenapa aku seperti ini, kejadian ini seperti yang aku alami saat ayahku meninggal dulu. Tolong maafkan aku kalau aku menyakiti hatimu"

"Itu karna kamu mencintainya Ren, aku coba untuk mengerti. Aku juga gak boleh egois kan. Pernikahan kita sebaiknya kita batalkan saja Ren, aku nggak papa kok. Aku nggak mau menjadi beban dalam hidupmu" ucap Dika sembari memberikan senyuman diwajahnya.

"BATAL? TIDAK DIK, TIDAK!! Kamu jangan konyol, kamu gak mikirin gimana perasaan kedua keluarga kita. Mereka sudah menyiapkan ini semu, maafkan aku yang belum bisa mencintaimu. Semua juga butuh waktu. Kalau kamu begini, itu artinya kamu egois. Maafkan aku" ucap Irena sembari memegang tangan Dika.

"Sudahlah nanti kita bicarakan lagi, untuk sekarang aku izin ke dokter dulu biar kamu bisa pulang dan kerumah Rudi secepatnya, karna jenazah nya akan dikubur besok pagi"

"Baiklah" ucap Irena masih terlihat lemas.

Dika pergi meninggalkan Irena untuk menemui Dokter.

"Dik ...." ucap Irena.

"Ya ..."

"Terima kasih ya"

"Maafkan aku"

Dika hanya menganggukkan kepala sembari memberikan senyuman manisnya.

****

"Rud, aku datang nih. Lihat kamu untuk yang terakhir kalinya. Terima kasih ya untuk beberapa tahun kebersamaan kita selama ini. Aku harap kamu jauh lebih bahagia disana"

"O-iya, hadiah ini. Terima kasih juga ya. Seharusnya kamu loh yang memakaikannya, aku baru buka saat perjalanan kesini, dan langsung aku pakai. Akan aku jaga pemberian kamu ini. Kamu yang tenang ya disana, aku coba untuk lebih ikhlas" ucap Irena sembari menahan tangis yang mulai keluar dari pelupuk matanya sembari menunjukkan kalung pemberian Rudi.

"Rasanya saat ini aku belum siap kehilanganmu Rud, kehidupanku seperti hancur kembali. Apa sebegitu cintanya aku sama kamu? Lebih baik aku yang pergi deluan Rud, biar aku gak ngerasain sakit lagi seperti dulu dan saat ini"

Isak tangis terus terdengar dari keluarga, kerabat dan orang-orang yang begitu menyayangi Rudi. Tapi Irena mencoba lebih tegar sekarang, ia sadar dengan tangisan pun tidak akan merubah semua yang telah terjadi, biarlah semuanya menjadi kenangan yang akan selalu diingat dan cinta yang akan selalu tersimpan di hati .

"Ternyata benar yang kamu bilang, Allah mentakdirkan kita bertemu untuk menjadi cerita yang berakhir dengan cara yang tidak bisa kita duga. Aku akan selalu merindukanmu Rud. Selamat jalan Bos, partner hidup sekaligus cinta terbaikku. I love you, Rudi Chaniago"

"

1
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Keputusan Nesh sudah tepat
DinDut itu Pacarku Mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Nah lebih lanjut lah nulis krn
nulis novel salah satu cara utk mengungkapkan isi hati
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Lanjut lah
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Sama-sama Kk
total 2 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hidup adalah pilih
Apapun yg kk pilih maka pertanggungjawaban lah pilihan itu kak
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Udh 2 tahun Hiatus
Lanjut lah
Kyk jemuran aja di gantung
Selesai kan lah karya yg udh kk buat
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: InsyaAllah Ry dukung Kk
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳: your welcome kak othor 😊
total 2 replies
ayu nuraini maulina
jarang q liat hubungan yg awet klo cari sndr ujung2 nya pasti perjodohan
Aruna Maharani: hehe bener kak, mencari pilihan yg bener bener terbaik itu susah banget ya kan hehe
total 1 replies
Dehan
irena kenapa kau tidak tergoda dengan dika, buat aku aja deh dikanya 😁😁
Aruna Maharani: boleh boleh kak, tapi kita mengahaluuu duluu dalam dunia mimpi ya hehehe 🤭🤭
total 1 replies
Dehan
duh.. bukan hanya tampan, tetapi juga humoris.. lelaki idaman aneeeettt
Dehan
sebenernya gemes akutuh sama pak chan
Dehan
hallo author,,, penjahit cantik mampir ya, yuk mampir balik😁
wndanaomi
Semangat ngetiknya
wndanaomi
Mampir nih kak, udh ku kasih daftar faf yah🙏😊
rifah
ceritanya seru kak mksh udh d ksh tau hehe
inimamm
mass syaa Allah, kak aku suka novel ini. alurnya sedih namun, setiap alur tentu saja mengandung hikmah🥺🤗
Aruna Maharani: terimakasih kak, lanjut dong pantengin terus hehe 🥰
total 1 replies
RiRiSKA
oh pak chan kok gitu sih sama sherina
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak
"Rasa yang terpendam"
Nenie desu
aq mampir lagi kak
Dede Dewi
yah... yg sabar ya ren...dika jangan putus asa ya
Dede Dewi
ikut sakit ni hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!