Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.
Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburunya Alvin
***
Mansion Darran :
Braaaakk!
Alvin membanting ponselnya ke lantai.
Kini, ponsel seharga puluhan juta itu, ludes menjadi pecahan-pecahan yang tidak lagi bernilai.
"Apa yang aku lakukan. Ada apa denganku?" Tanyanya heran pada dirinya sendiri. Kenapa hatinya begitu tidak tenang saat mendengar ucapan terakhir sahabatnya Anan.
"Shit! Apa kalian semua aku bayar untuk meyajikan sampah-sampah ini!" Bentak Alvin pada 5 orang chef yang kini menundukkan kepala mereka ketakutan.
Braaaaak! Duarrr! Klontang!
Semua yang ada di meja hancur lebur saat Alvin menarik alas meja menjatuhkan semua yang ada di atas meja. Kelima chef itu bergetar kakinya. Tidak ada satupun yang berani mengangkat kepala mereka untuk menjawab tuannya.
"Apa kalian semua bisu!" Bentak Alvin lagi.
"Maaf, Tuan. Kami hanya me ....
"Apa aku memintamu berbicara, Ha!" Bentaknya lagi.
"Tuanlah yang memintaku untuk bicara. Tapi, setelah aku membuka suara, Tuan malah memarahiku." Ucap Seorang pelayan yang pasti hanya didalam hatinya. Bisa-bisa kepalanya dipenggal hari itu juga, bila dia menjawab seperti itu.
"Kalian tidak pernah becus saat bekerja. Bibi Musti," panggil Alvin pada kepala pelayan yang bernama Bibi Musti.
"Iya, Tuan." Jawabnya.
"Pecat mereka semua, dan Carikan chef yang benar-benar chef. Jangan yang abal-abal seperti mereka semua!" Bentak Alvin, lalu segera keluar dari Mansionnya menuju hotel tempat Anan berada.
Sedangkan di hotel, Anan mendekat kepada Miya lalu memberikan Miya segelas anggur yang pastinya sudah dia campur dengan obat, karena itulah kebiasaannya.
Braaaaak!
Suara pintu kamar yang ditendang seseorang, siapa lagi orang itu kalau bukan Alvin Darran.
"Alvin, kamu kesini?" Tanya Anan pura-pura terkejut. Jelas dia tau bagaimana sifat sahabatnya itu. "Pasti pelayan di Mansion sudah habis dia marahi." Batin Anan menebak begitu tepat.
Dengan kasar Alvin manarik pergelangan tangan Miya, hingga Miya terjerambab kedalam pelukannya.
"Ikut aku sekarang," ajak Alvin menggenggam erat pergelangan tangan Miya membuat Miya meringis menahan sakit.
Setelah kepergian Alvin dan Miya. Anan pun tersenyum bahagia melepas kepergian sahabat tercintanya.
"Seperti dulu, Alvin. Seperti dulu aku bisa membuatmu jatuh cinta kepada Miya. Hari ini, aku juga akan membuatmu kembali mencintai Miya. Ini saatnya kau berubah, dan kembali pada dirimu yang dulu. Aku harap kali ini Miya juga akan berhasil membuatmu bahagia.
"Hallo Dokter Kelvin. Aku akan memberikan hadiah besar kepadamu dan juga Dokter Nita, karena kau dan Dokter Nita, berhasil menjalankan rencana dengan baik." Ucap Anan pada Dokter Kelvin yang merawat Naumi Patrisia. Setelahnya, dia langsung memutuskan panggilan itu. Ya, sebenarnya Naumi tidaklah menderita Leukemia seperti yang Miya tau. Itu hanyalah cara yang Anan lakukan untuk menyatukan Miya dan Alvin kembali. Sebenarnya, Naumi hanya mangalami kurang darah. Karena itulah Naumi sering merasa lemah Dan mudah lelah. Saat ini, kondisi Naumi juga sudah membaik. Dokter Kelvin hanya memberikan sebuah pil yang akan membuat Miya merasa lelah dan terus mengantuk. Tapi, tenang saja, karena pil yang diberikan oleh Dokter Kelvin tidak akan berakibat buruk pada gadis kecil itu.
"Aku akan membuat kalian bertiga kembali berkumpul. Dan aku akan membuat kalian bahagia, seperti janjiku kepada Tante Rena." Ucap Anan lalu meneguk anggurnya.
"Shit! Senjata makan Tuan." Teriak Anan saat baru menyadari dirinya telah meminum anggur, yang sebelumnya telah dia campurkan dengan obat.
Bersambung ....
Thor Encum (suci dan polos)😌 : Cieeeee ... Yang kena Prank😗😆😆Kasih Othor hadiah Dong👉👈, kan Othor udah kasih Reader Prank yang indah😍
Reader : Kepedean Lo Thor💃💃💃
Thor Encum (suci dan polos)😌 : Kumenangis ... membayangkan, betapa kejamnya reader kepada diriku. Kau tak berikanku hadiah, tapi kau berikan padanya ... Ooooooo ....😭😭😭💃
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???
oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰