Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Di tengah perjalanan pulang,Hana terus saja termenung memikirkan ucapan David yang meninggalkan tanda tanya.
Apa yang sebenarnya di ketahui oleh David?
Hari terus berlalu sampai Pada hari dimana Hana melahirkan anak pertamanya.Di rumah sakit Hana masih nampak terbujur lemah.Sedang Danu di sisi nya sangat merasa bahagia karena anak pertamanya sudah lahir.Tapi seminggu yang lalu,Mirna sudah melahirkan anak nya terlebih dahulu dibandingkan Hana.
bunyi ponsel berdering,Danu segera keluar dari ruangan untuk mengangkat telepon dari Mirna.
"*Ada apa kau menelpon ku,aku sedang di rumah sakit menemani Hana!"bisik Danu.
"Anak kita sejak tadi menangis terus dan tubuh nya semakin hangat.Sepertinya dia demam!bagaimana ini cepatlah kemari."pinta Mirna berbohong.
"Apa?"kaget Danu."Tapi sekarang aku..."
"Aku tidak mau tahu,cepatlah kembali."potong Mirna mematikan telepon nya*.
"Haduh,bagaimana ini,Hana baru saja melahirkan anak ku bagaiman bisa aku langsung meninggalkan nya!"keluh Danu.
Dari siang sampai sore Mirna menunggu namun Danu tak kunjung datang,membuat diri nya sangat marah.Ia mencoba menghubungi Danu,tapi telepon Danu sedang tidak aktif.
Malam nya Hana sedang terbaring di tempat tidur bersama anak nya karena masih terasa lemas.Danu yang masuk kamar melihat Hana dan anak nya,langsung merangkul dan mencium .Lalu pria itu berkesempatan untuk meminta izin kepada Hana.
"Aku pergi dulu ya,sebentar saja karena ada sedikit urusan."bisik Danu.
"Malam-malam begini kau ingin keluar?kenapa tidak besok saja?"tanya Hana.
"Sayang,kau beristirahat saja dulu.Aku sudah memerintahkan seluruh pembantu untuk menjagamu tadi.Dan kalau kenapa-kenapa segera hubungi aku."jelas Danu mencium kening istri nya lalu pergi begitu saja.
Sesampainya di rumah Mirna,Danu menghela nafas terlebih dahulu sebelum masuk,karena ia tahu bahwa Mirna akan marah kepadanya.
"Mirna...."sapa Danu pada Mirna yang duduk di sofa.
Mirna sontak berdiri dan langsung menampar Danu.
"Kemana kau?kenapa baru kemari?bukan kah aku menghubungi mu dari tadi?"tanya Mirna emosi.
"Mirna...tenang lah dulu.Kau tahu hari ini Hana sedang melahirkan bagaimana bisa aku meninggalkan nya?"tanya Danu.
"Oh jadi kau lebih mementingkan dia ketimbang diriku?"tanya Mirna."Kau tahu anak mu sedang demam tinggi tadi!"ucap Mirna menghela nafas.
Danu yang menghadapi Mirna merasa semakin pusing dan salah satu cara untuk menghadapi sikap Mirna yang egois dan keras kepala adalah Danu harus membujuk nya.
Sejam kemudian,Mirna mulai tenang dan emosi nya sudah memudar.Pria itu sangat pandai dalam situasi ini,cukup berikan janji manis wanita langsung mempercayai nya.Dirinya juga harus pintar-pintar membagi waktu untuk keduanya.
"Sayang,untuk malam ini aku tidak bisa menemanimu dulu.Tapi aku berjanji besok lusa aku akan menghabiskan waktu ku untuk mu."lontar Danu.
"Apakah aku harus mempercayai ucapan mu?"tanya Mirna yang di peluk dari belakang.
"Tenang saja sayang,kau hanya butuh waktu bersabar untuk mendapatkan segalanya!"lirih Danu.
"Di saat kau sudah bercerai dengan Hana,aku akan mengambil Erik dari orang tua ku dan kita akan hidup bahagia bersama Erik dan Tasya nanti."tutur Mirna tersenyum.
"Bagaiman dengan nasib anak ku nanti?"batin Danu.
Pria itu pun kemudian berpamitan kepada Mirna untuk pulang.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah