Cerita ini tentang kedua insan manusia yang harus menikah karena dijodohkan oleh orangtua.
Geovandra Gerald Dirgantara merupakan seorang siswa yang berpengaruh di Dirgantara High School ( DHS ), karena ia adalah anak pemilik sekolah dan juga anak yang terkenal badboy di sekolah.
Aletta Viorella Bachtera merupakan seorang siswi baru di DHS. Hiruk piruk kedatangannya ia sudah menjadi sorotan anak anak DHS.
Bagaimana jika mereka berdua disatukan dalam ikatan suci pernikahan?
Apakah mereka berdua akan setuju? atau malah sebaliknya?
Mau tau kelanjutan kisah mereka? Yuk langsung baca aja!!
Up: Hari Senin dan Kamis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amandawp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NMWB-14
...Budayakan pencet tombol like, vote dan comment sebelum membaca, karena satu like dan vote dari kalian sangat berharga buat author 🙏...
...Selamat membaca 📚...
...••••...
Sedangkan ditempat lain, Letta dan Lisa sedang berada di toko sepatu yang ada di mall. Kini mereka berdua tengah memilih milih model sepatu yang akan mereka beli.
"Lis hubungin Citra dong," ucap Letta menyuruh Lisa.
" Iya sebentar, " ucap Lisa yang kemudian menghubungi Citra. Dan tak lama panggilan pun dijawab oleh Citra.
" Halo Cit, " ucap Lisa begitu telponnya dijawab oleh Citra.
" Iya halo apaan? "
" Lo dimana? Kok lama banget, buruan kesini ke toko sepatu langganan. Gue sama Letta disini,"
"Iya oke gue otw, "
" Oke gue tunggu, " setelah itu panggilan diputus secara sepihak oleh Lisa.
Lisa pun kemudian menyimpan kembali handphone nya ke dalam sling bag nya.
" Gimana? " tanya Letta.
" Lagi otw, " jawab Lisa. Kemudian mereka melanjutkan kembali memilih model sepatunya.
Tak butuh waktu lama bagi Citra yang kini ia sudah sampai di parkiran. Dia dengan segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam mall untuk mencari keberadaan Letta dan juga Lisa.
Kini ia telah sampai di toko sepatu yang dimaksud. Ia mulai mencari Letta dan Lisa.
"Woy, " ucap Citra sambil menepuk bahu Lisa.
"Eh elo, bikin kaget aja. " Ucap Lisa dengan kesal.
" Maaf kali Lis, "
"Iya, " kemudian setelah itu mereka memulai lagi mencari sepatu yang akan mereka beli.
Setelah lama memilih, akhirnya mereka telah menemukan sepatu yang mereka inginkan dan langsung saja mereka membayarnya.
" Ke cafe dulu yuk, laper nih, " ajak Citra.
" Iya boleh tuh, gue juga laper, " ucap Letta. Dan akhirnya mereka masuk ke dalam mobil milik Citra dan langsung saja menuju ke cafe yang dimaksud.
Mobil Citra kini telah terparkir manis di depan cafe. Mereka pun langsung masuk ke dalam cafe.
" Duduk dipojok aja tuh di sana, " ucap Lisa sambil menunjuk ke arah pojok yang sangat pas untuk bersantai. Akhirnya mereka pun duduk di sana.
" Mau pesen apa nih? " tanya Letta begitu mereka telah duduk.
" Jus jeruk sama nasi goreng," ucap Citra.
" Gue cappuccino aja, " ucap Lisa.
" Oke, " kemudian Letta memanggil seorang pelayan.
" Mba pesen jus jeruk satu, nasi goreng dua, cappuccino juga dua."
Sang waiters pun langsung segera membuatkan pesanan mereka bertiga.
" Cit katanya lagi jalan sama Marcel? " tanya Letta.
" Iya itu tadi, tapi tadi dia pergi katanya lagi mau ada pertemuan."
Lisa yang sedari tadi diam pun ia sedang mengamati sesuatu dan tak sadar waiters sudah datang untuk mengantarkan makanan pesanan mereka.
" Lis lagi liatin apa sih? " tanya Letta.
Lisa tak menjawab namun ia menunjuk ke arah yang tadi ia lihat. Citra dan Letta pun langsung mengikuti arah tunjuk Lisa dan betapa kaget nya ia melihat Marcel yang sedang duduk bersebelahan dengan seorang perempuan dan yang lebih parahnya lagi mereka entah sedang apa tapi yang jelas Citra melihat mereka sedang saling memegang.
Citra pun yang sudah tersulut emosi lalu membawa jus jeruk miliknya menghampiri Marcel.
" Aduh bahay banget nih Let, " ucap Lisa yang kemudian langsung bangkit dan mengikuti Citra.
Bruk..
Citra menggebrak meja yang membuat semua pengunjung kaget apalagi yang sedang duduk ditempat yang tadi mejanya digebrak oleh Citra.
" Cit-citra, " ucap Marcel tergagap karena terkejut.
"Apa? Ini yang namanya pertemuan, " ucap Citra.
Kemudian Citra melirik jijik ke arah Abel. " Siapa nih cewek? Selingkuhan lo?"
Marcel bangun dari duduknya lalu mendekati Citra. " Cit, ini nggak kayak yang kamu lihat. "
"Apa lagi hah, " ucap Citra melirik Abel kemudian menumpahkan jus jeruk yang tadi ia bawa ke badan Abel yang membuat semua orang terkejut.
" Citra, " panggil Lisa dan Letta bersamaan.
" Lo harusnya tanyain dulu sama Marcel jangan langsung siram kaya gini, " ucap Letta menenangkan Citra.
Geo melihat ke arah Letta yang sepertinya juga sedikit emosi yang terlihat di matanya.
" Lo selesaikan dulu sama Marcel, malu tuh diliatin orang. " Citra pun menarik tangan Marcel menjauh dari keramaian.
Letta melirik ke arah Abel yang sudah basah kuyup, ia ingin menghampiri Abel namun tangannya dicekal lebih dulu oleh Lisa.
" Let kalau Citra pulang duluan kita sama siapa dong, " ucap Lisa.
Letta pun menepuk dahinya. " Lah iya ya, mana gue belum mengambil uang lagi. "
"Geo anterin aku pulang dong, aku malu nih. " Ucap Abel dengan merengek sambil menarik tangan Geo.
" Geo anterin aku pulang dong, aku malu nih. "Ucap Abel dengan merengek sambil menarik tangan Geo.
Apa gue nggak salah dengar kan aku kamu? Gue yang denger itu sedikit nyesek sih pas denger Abel ngomong kaya gitu sama Geo.
Apakah mereka sedekat itu?
Gue lihat Geo melirik ke arah gue seolah olah meminta persetujuan gue. Akhirnya gue cuma melirik lalu melihat ke arah Abel.
" Sama Glen aja ya, " ucap Geo menolak secara halus.
...Tbc...
...Jangan lupa pencet tombol like dan coment yah, supaya aku lebih semangat lagi buat melanjutkan ke episode berikutnya. ...
...Tungguin kelanjutan ceritanya yah!! 😊...
kami sudah menunggu 😭😭