NovelToon NovelToon
Cinta

Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:241.6k
Nilai: 5
Nama Author: ZiOzil

Jangan di baca, novel ini sedang diperbaiki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Teman Kecil

Raja dan Opung pun kembali dari rumah Mellisa, keduanya bergabung bersama yang lain.

Tiba-tiba seorang lelaki hitam manis berteriak mengagetkan semua orang yang sedang menikmati ikan bakar khas Tulang Bonar.

"Horas, Lae! Lama tak jumpa!" Lelaki itu melambaikan tangannya.

"Hey ... Boris." Sahut Raja heboh sembari mengahampiri lelaki itu.

"Apa cerita ini? Kalau ku tengok, sukses nampaknya kau ya kan?" Boris berbicara dengan logat Medan yang kental.

"Apa pula sukses? Masih kaleng-kaleng aku." Jawab Raja. "Kau sendiri cemana? Masih jualan Monza kau di pajak sentral?" Raja balik bertanya.

"Masihlah. Tapi sunyi kali sekarang, sudah kurang peminat Monza ini. Banyak-banyak uang orang sekarang, lebih suka beli baju baru orang itu di Ramayana." Balas Boris.

"Sabarlah, Lae! Kalau rejeki tak kemana nya itu. Tapi kok bisa ada disini kau?"

"Tadi sore aku pulang, sakit Opung ku. Jadi dibilang Mamakku, datang kau. Makanya kesini aku." Jawab Boris. "Eh, siapa mereka?" Boris menunjuk Reino dan rombongannya yang sedang duduk di tepi danau.

"Itu Bos di tempat aku bekerja dan keluarganya. Kalau yang mirip Naruto itu sahabat sekaligus rekan kerjaku. Mereka semua ikut aku liburan kesini." Raja memperkenalkan rombongannya lalu menunjuk Dino.

"Oh ...! Hai ... semuanya, aku teman kecilnya Raja. Nama aku Boris Johnson Sinaga. Salam kenal ya?" Boris beralih menyapa Reino dan rombongannya dengan suara yang keras.

Dan mereka pun membalas sapaan Boris dengan ramah.

"Lae, kalau si butet yang itu, sudah ada pacarnya? Kalau belum biar kumainkan." Bisik Boris sembari menunjuk Ayumi yang duduk sedikit jauh dari rombongan.

"Ah ... jangan, Lae! Belum jinak yang itu, rabies pula kau nanti digigitnya." Raja balik berbisik ke telinga Boris.

"Eleh ... bilang saja kau suka dengan dia. Takut kau kalau ku saingi! Makanya kau bilang kayak gitu." Ledek Boris.

"Uwak kau itu! Bagus-bagus moncong kau ya! Ngapain pula aku suka dengan ratu kelabang." Bantah Raja.

"Gitu cantiknya dia, kau bilang ratu kelabang? Katarak kurasa mata kau!"

"Mata kau yang tak beres!" Sahut Raja.

"Kalau gitu, cak kau apakan dulu! Biar tak apa kali nasib aku ini. Mana tahu ya kan, agak apa sikit keturunan aku kalau jadi sama dia."

"Dasar ulat bulu! Pantang lihat betina, langsung menggatal kau! Kau kalau dapat dia, itu anugerah. Tapi dia kalau dapat kau, malah jadi musibah. Kasihan anak orang." Umpat Raja.

"Recok kali moncong kau pun! Sudah urus sajalah! Kalau jadi aku sama dia, ku kasih gratis lah buat kau baju Monza."

"Ciih ... kau iming-iming pula aku, biawak!"

"Kita kan kedan, Lae. Tolonglah aku!" Boris memohon.

Raja terdiam sejenak, tiba-tiba ada ide yang terlintas di kepalanya.

"Ok, aku bantu. Tapi ada syaratnya." Raja mencoba bernego.

"Bah ... pakai syarat pula?"

"Mau atau tidak?"

"Apa rupanya?" Boris penasaran. Dan Raja membisikkan sesuatu di telinga teman kecilnya itu.

"Oh, kalau itu sih, geleng lah. Nanti aku Carikan untuk kau."

"Sip!" Raja mengacungkan jempol, entah apa rencana lelaki somplak ini.

"Hee ... Boris, sini! Ayok makan ikan bakar kita!" Opung berteriak memanggil Boris.

"Iya, Pung. Aman itu." Jawab Boris. "Gabung lah aku, Lae. Sudah bunyi Opung kau." Boris segera melangkah mendekati semua orang dan Raja pun menyusulnya.

"Hai ... Dek. Namanya siapa?" Boris duduk di samping Ayumi dan mulai melancarkan aksinya mendekati gadis itu.

"Ayumi." Jawab Ayumi tak acuh.

"Cantik kali nama kau, secantik orangnya. Nama Abang Boris Johnson Sinaga atau panggil saja Boris."

"Sudah tahu!" Balas Ayumi ketus.

"Kok bisa tahu?" Boris mengerutkan keningnya.

"Tadikan kamu sudah perkenalkan namamu."

"Oh iya, lupa Abang, Dek. Maklumlah, kecantikan Adek mengalihkan dunia Abang." Boris mulai menggombal. Semua orang yang mendengar ocehannya, berusaha menahan tawa. Tapi Ayumi tidak menanggapinya, gadis itu terlihat sangat cuek.

"Dek, kapan kita kemana?" Tanya Boris.

"Haaa ... maksudnya?" Ayumi bingung.

"Jawab saja, kapan-kapan kita kemana-mana. Biar cepat!" Sela Raja.

"Ssstt ... ikut campur saja kau!" Boris memelototi Raja.

"Boriiiiiiisss ...!!!" Terdengar lengkingan suara seorang wanita berteriak memanggil nama Boris.

"Dipanggil kau, woy!" Raja mengingatkan.

"Alamak Jang! Entah apa-apa saja Mamakku ini lah? Tak bisa dia lihat anaknya senang." Boris mengomel. "Cabutlah aku dulu!" Lanjut Boris.

"Iya, cabut lah kau sana! Bikin semak saja kau!" Usir Raja.

"Bod@t lah kau! Daripada disana, ngapain aku disini?"

"Cakap apa kau? Berselemak!" Ejek Raja.

"Enceng lah! Sakit otak ku lama-lama dekat kau!" Boris melengos. "Semuanya, pulang dulu aku ya?" Boris berpamitan kepada Reino dan rombongan.

"Iya." Balas mereka.

"Tidak makan dulu kau, Boris? Biar ada taik mu besok." Kelakar Opung.

"Hahaha, Opung ini!" Boris tergelak. "Tidak, terimakasih, Pung. Pulang aku ya." Boris pamit sekali lagi dan mendapat anggukan dari semua orang.

"Pulang Abang ya, Dek? Jangan lupa mampir nanti ke mimpi Abang." Boris menyempatkan menggombali Ayumi lagi sambil senyam-senyum.

"Hmmm ..." Ayumi hanya berdehem.

"Aduh ... gemes kali aku!" Boris pun melangkah menuju rumahnya yang hanya berjarak dua puluh meter dari rumah Opung.

"Lucu ya temanmu itu, Ja." Ucap Vie.

"Memang gitu dia, kebanyakan ngelem pakai lem kertas. Jadi agak lengket otaknya." Jawab Raja.

"Bukan otak dia saja yang lengket, otak kami pun ikut terbelit dengar bacotnya." Sahut Dino.

"Lumayan buat hiburan." Balas Andra.

"Iya, anggap saja lagi lihat Babe Cabita." Ujar Vie.

Mereka semua tertawa bersama, melewati malam ini dengan penuh suka cita. Tapi tidak dengan Ayumi, entah mengapa sejak mengetahui perjodohan Raja, gadis cantik nan seksi itu menjadi galau.

***

Karakter Boris memang pemuda Batak yang lama di Medan, jadi harap maklum kalau gaya bicaranya seperti itu ya guys.

Kalau ada yang tidak paham, bisa tanya Author.

Lalu kalau ada yang tidak tahu Monza itu apa?

Monza adalah pakaian bekas yang dijual lagi.

1
Riska Wulandari
udah end ini thor??
sikit kali kutengok,,🤭🤭
makasih cerita kocaknya thorrr..👍👍
Riska Wulandari
elah Jaaaaaa...la masa g ada yg mau ngalah terus..
Riska Wulandari
heleh elunya aja yg keterlaluan gengsi Ja,,
Riska Wulandari
Raja butuh syok terapi buat meyakinksn perasaannya,,kebetulan Ayumi & Sammy datang..
Riska Wulandari
bener kata Dino Susan g bakal mati..🤭🤭
Dino keren,,to the point & tegas meskipun kata-katanya g d saring tapi aku suka karakter laki2 tegas berterus terang gitu..suka bilang suka enggak bilang enggak..👍👍
Riska Wulandari
ya pelan2 dong Yumii,,masa langsung minta d jadiin pacar aja..
Riska Wulandari
khannn bener..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
hahahaaaaaa konyollll...
ahhh cieee Ayumi menang banyak nih..🤭🤭🤭
ternyata kakak othor penggemar naruto sampe hafal nama2 jurusnya..
Riska Wulandari
Aduhh Ayumi ganti baju..gimana nasibmu???
Riska Wulandari
jamur ee**k sapi kali ini...🤭🤭🤭
Riska Wulandari
Ayumi udah mulai kepincut sama Si Raja dari medan..horassss...
Riska Wulandari
ngakak gara2 nenek2 keseleo ketabrak kereta..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Riska Wulandari
seneng banget karakter mereka,,cuek g menye-menye & g baperan..😘👍
Riska Wulandari
baru mampir udah ngakak,,si Raja somplak..🤣
Silvia Karim
lain daripada yg lain👍👍👍
DPuspita
Raja diam2, hhhmmm... 🤔
Aq tunggu bucin nya Raja 🤭
wiwit
😂😂😂😂 dasar duo kecebong
wiwit
aku mampir kak author 😁
Author Gabut.: Hai, kak.🤗
total 1 replies
Herlina Wati
blm baca udh ngasih klik fav,,gara gara dpt peringatan dri othor sebelum ketawa hrs chek kanan kiri dulu🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!