Pernikahan yang tak di inginkan hanya akan membuat luka yang amat dalam.
Begitulah yang di rasakan Agitsna, Dia rela mengubur semua harapan dan cita2nya demi membahagiakan kedua Orang tuanya.
Dia harus rela menikah dengan Pria yang bukan ia cintai.
Persoalan hutang yang harus keluarga Agitsna bayar pada keluarga Pria tersebut.
Pria itu bernama Yudha. Dia pewaris tunggal dari keluarga terkaya di kotanya.
Kalo Agits dia terpaksa menikah dengannya karna something.
Lalu Yudha ???
Kita simak yukk..
Moga kalian syukkkaaaa😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rani maryanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Satu minggu kemudian.
Sore ini,,,,
Yudha sudah menyiapkan sesuatu hadiah buat Agits juga dirinya.
"Sayang..." panggil Yudha.
Yudha sudah mengganti panggilannya, Agits juga gak mempermasalahkannya.
"Ya..." Jawab Agits dari atas.
Agits langsung turun menemui Suaminya yang baru pulang kerja.
Dia meraih tangan Suaminya dan menciumnya.
Agits juga mengambil tas juga membukakan jas yang di pakai Yudha.
"Lelah.." tanya Agits sambil menggandeng tangan Yudha.
Agits berusaha membuka hatinya dengan Orang yang tepat, Yaitu Suaminya sediri.
Kejadaian waktu itu, Membuat Agits sedikit demi sedikit merubah sikapnya.
Meski Dia belum bisa membicarakan nya pada Yudha. Tapi Agits berusaha mengubur semuanya tanpa melibatkan Orang Orang di dekatnya.
^^^^
Mereka duduk Di kursi Ruang tamu. Yudha senyum senyum sejak tadi.
"Bahagia banget kayaknya ?" tebak Agits.
"Banget sayang." jawab Yudha antusias.
"Alasannya ?"
"Yang pertama, Aku berhasil menangin tender besar itu."
"Selamat ya."
"Makasih sayang."
"Sama sama, Terus yang kedua ?"
Yudha membalikan posisinya menghadap Agits.
Agits menopang dagu nya penasaran dengan apa yang membuat Yudha sampai sebahagia ini.
"Opik punya pacar."
Agits mengernyitkan dahinya. Dia gak mengerti dengan yang ini.
"Gini sayang, Waktu itu..."
Yudha menceritakan dari awal kejadian pada waktu Agits mengalami hal aneh itu.
Dia menceritakan semuanya tanpa terlewat sedikitpun. Dan Agits diam mendengarkan penjelasan Suaminya.
"Teruuuussss. Kenapa kamu yang bahagia."
"Kamu gak ngerti Sayang ?"
Agits menggeleng.
"Lemot ternyata." batin Yudha.
Yudha meraih pinggang Agits dan memeluknya.
"Aku pikir Opik tuh Cinta sama Aku."
Agits langsung menjauhkan badannya dari Yudha.
Agits menatap aneh pada Yudha.
"Ja.. Ja..Jadi kalian pacaran." tanya Agits gugup sambil menyatukan kedua tangannya mempraktikan berciuman.
"Eh bukan Sayang, Masa pacaran. Kalo aku ada hubungan sama Opik. Pasti sekarang aku sedih."
"Ya juga ya. Terus yang buat kamu bahagia bagian mana nya sih."
"Sudahlah aku pusing."
"Pleassse Yudh, Aku udah penasaran banget."
"Sudah ah, Gak bermanfaat juga." jawab Yudha sambil menengadahkan kepalanya ke atas.
Satu tangannya Dia gunakan memijit pelipisnya.
"Ok lah." jawab Agits singkat.
Yudha berbalik menatap Agits. Mungkin kah Dia marah.
"Sayang kamu marah."
"Enggak, Kamu mandi sana. Aku tunggu di Ruang makan."
Yudha langsung bangkit dan berjalan keatas.
Dia langsung membersihkan badannya.
^^^^
Malam hari...
"Sayang.."
"Hm..."
"Besok kan Weekand."
"Ya..."
"Kita jalan jalan yuk."
Agits membalikan posisinya mengahadap Yudha. Yudha juga begitu, Mereka saling hadapan.
"Gimana ? Kamu mau ?"
"Kemana ?"
"Kamu mau nya kemana ?"
"Terserah kamu aja."
"Ok. Besok kita berangkat pagi."
"Kemana ?"
"Kejutan."
"Kemana Yudh ?"
"Lihat aja besok."
Agits merengut, Dia memonyongkan bibirnya.
Yudha lansung mencium Bibir Agits yang monyong.
"Sudah jangan cemberut. Kita tidur aja, Besok juga kamu tahu."
Agits mengangguk dan memeluk Yudha. Seperti biasa, Dia menelusupkan kepalanya ke ketiak Yudha.
Yudha mulai terpejam dan Agits pura pura merem.
Setelah kedengar napas yang teratur dari Yudha.
Agits mengendurkan pelukannya dan menatap Yudha sedih.
Agits sedih karna belum bisa membalas semua kebaikan dan perhatian Yudha selama ini.
Dia belum bisa mencintai Suaminya.
"Semoga kamu bisa bersabar menungguku Mas. Semoga masih ada kesabaran di dalam hatimu." gumam Agits lirih.
Agits terus memandang wajah tenang Suaminya.
Sesekali dia mengusap dan mencium tangan Yudha.
Agits kembali memeluk Yudha. Dan memejamkan matanya.
Hari demi hari,Mulailah tumbuh rasa sayang di hati Agits.
Dia selalu berusaha merancangkan hatinya yang sudah hancur.
Dengan adanya perhatian dan kebaikan dari Yudha. Memudahkan Agits untuk menyatukan kembali Hatinya yang sudah hancur berkeping keping.
Kesabaran dan ketenangan Yudha menfhadapi sikapnya yang masih labil.
Pemikiran yang dewasa yang di miliki Yudha. Membuatnya yakin, Jika Yudha gak akan menyakitinya seperti Orang yang pernah Agits kasihani.
.
.
.
Semoga Agits bisa ya Gaesss...
Haha...
aku bukan tidak suka baca novel sad ending tapi tidak sanggup karena bisa galau berhari2,
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑