NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Balas Dendam / Cintamanis / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 5
Nama Author: violla

Bukan novel Plagiat! Kalau ditemukan isi(Alur, nama tokoh, seting tempat, waktu, sudut pandang) cerita sama dengan yang lain, silahkan report karya ini, namun kalau tuduhan itu tidak terbukti, saya yang akan balik mereport anda, seperti itu😊

Berdasarkan kisah seorang teman ditambah dengan bumbu-bumbu halu. Nama dan profesi disamarkan. Sebut saja namanya Lia, dia datang ke kota untuk mencari kerja, sampailah dia bertemu dengan Sera, yang menawarkannya untuk bekerja menjadi pengasuh anaknya, dan inilah kisahnya.

Awalnya kupikir rumah tangga yang aku jalani dengan Mas Haris selama tiga tahun ini baik-baik saja. Tapi ternyata aku salah, saat itu aku tidak sengaja membuka pesan mesra yang dikirimkan suamiku untuk wanita lain, aku bertanya-tanya, siapa wanita itu? Mungkinkah Mas Haris cuma bercanda dengan rekan kerjanya?

Tapi ternyata orang ketiga itu adalah orang terdekatku, orang yang tinggal satu atap denganku, orang yang aku perlakukan dengan baik, ternyata dia orang ketiga di dalam rumah tanggaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hakim, Kamu Ada Di Mana?

Aku bisa bernapas dengan lega saat Dokter menyatakan kalau Bima hanya mengalami demam biasa. Malam itu kuputuskan untuk kembali membawa Bima pulang ke rumah, Hakim yang mengurus semua administrasinya, dia benar-benar berperan layaknya seperti seorang ayah.

Hakim kembali mengantarkan aku ke butik, biasanya dia banyak bicara, dia selalu mengajakku tukar pikiran, tapi malam ini terasa berbeda, sepanjang perjalanan Hakim tidak membuka suara, aku merasa semakin bersalah, mungkinkah dia merasa bosan karena terus-terusan membantuku? Aku sadar selama berbulan-bulan ini Hakim yang selalu ada untukku dan Bima.

Disaat seperti ini aku melihat ada yang aneh pada dirinya, wajah Hakim terlihat sangat pucat, keningnya di penuhi keringat, napasnya seperti tidak teratur, tapi dia masih fokus mengemudiakan mobilnya, benar dia seperti menyembunyikn rasa sakitnya dariku.

"Hakim ... kamu sakit ya? Kok pucet gitu?" ku coba beranikan diri untuk bertanya.

"Oh, gak apa-apa Sera, aku baik-baik aja." Hakim tersenyum kepadaku.

"Hakim jangan bohong, kita kembali ke rumah sakit, ya."

"Tidak perlu Sera, kita sudah sampai. Kamu tidak perlu khawatir."

Hakim tidak mau melihatku, dia keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku.

"Boleh aku menggendong Bima?" pinta Hakim, dia sudah mengangkat tangannya, perlahan aku memberikan Bima yang masih tidur kepadanya.

"Biar aku yang bawa ke kamar ya? Aku tahu ini tidak sopan, tapi aku mohon kali ini saja, biarkan aku masuk."

Aku tidak tahu harus menjawab apa, tapi bukankah tidak baik jika aku menolak Hakim? Dia sudah banyak membantu aku.

"Boleh, masuklah!"

Aku mengajak Hakim masuk, sebenarnya butik ini tidak terlalu besar, hanya ruko kecil dengan satu kamar dan dapur, Hakim merebahkan Bima di atas tempat tidurku, ntahlah ku rasa dia begitu menyayangi Bima, Hakim mencium kening Bima sebelum keluar dari kamar.

"Aku buatkan teh untuk kamu, ya?"

"Sebenarnya aku tidak mau merepotkanmu, tapi tidak sopan jika aku menolaknya 'kan?"

Hakim selalu seperti ini, dia selalu bisa buat aku tersenyum, aku menuju dapur, sementara Hakim duduk di kursi yang ada di teras depan.

"Terima kasih karena kamu selalu ada untuk aku dan Bima," ucapku meletakkan segelas teh hangat di atas meja.

"Jangan pernah mengucapkan terima kasih, kita bukan orang asing."

"Tolong Hakim, jangan buat aku semakin menumpuk hutang kepadamu, sejak kamu menjadi pengacaraku, kamu tidak mau aku bayar sepersen pun, bahkan semua sikap kamu selama ini sepertinya berlebihan, jangan buat aku terus merasa tergantung kepadamu."

"Sera ... sudah aku bilang, buka hatimu untuk aku, kenali aku maka kamu akan tahu apa maksudku yang sebenarnya. Sera aku sudah bilang, aku gak mau menjanjikan apapun kepadamu, kalau kamu gak keberatan, tunggulah aku, bersabarlah, nanti aku akan kembali lagi."

"Kembali? Memangnya kamu mau pergi ke mana?"

Hakim melihat jam di tangannya, kemudian meminum teh dengan perlahan. Aku merasa dia menghindari pertanyaanku, aku semakin tidak mengerti apa maunya.

"Sudah jam 10 malam. Aku harus pulang."

Dia berdiri, tapi menatapku sangat lekat, aku terkejut saat Hakim membelai rambutku.

"Sera ... tunggu aku!" ucap Hakim, lalu dia pergi tanpa melihat kebelakang lagi.

****

Pagi itu perasaanku tidak enak, aku terus saja gelisah, seperti telah terjadi sesuatu, tapi aku sendiri tidak tau apa yang sudah mengganggu pikiranku. Bima sudah kembali pulih, tapi kenapa aku seperti ini?

Aku mengambil ponselku, ku coba untuk menghubungi Mas Haris, apa dia sedang dalam masalah?

(Sera...?)

Belum sempat aku bicara, Mas Haris sudah menyebut namaku, padahal aku sudah mengganti no ponselku, kenapa dia tahu aku yang menelpon?"

"Ak-aku mau bicara sama, mama."

("Mama tidak di rumah, Sera aku senang mendengar suaramu lagi, di mana Bima? Kalau boleh aku mau lihat wajahnya.")

"Tidak sekarang, Mas. Bima masih tidur."

("Kalau begitu, ijinkan aku melihat wajahmu. Sera ... aku merindukanmu.")

"Mas---

("Kali ini saja dengarkan Mas bicara, Sera sudah cukup kamu menyiksaku, kamu sudah berhasil membuatku hidup dalam penyesalan, Sera aku semakin sadar, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa kamu, setiap waktu aku selalu memikirkanmu. Sera coba katakan apa yang harus aku lakukan, agar bisa memilikimu lagi.")

Suara Mas Haris terdengar lirih, aku tahu dia tidak sedang berbohong, tapi semua ini sudah terjadi, tapi setidaknya aku tahu kalau dia baik-baik saja. Kenapa aku masih mengkhawatirkan Mas Haris?

("Sera ...apa tidak sedikitpun, kamu merindukan Mas? Seperti Mas merindukan kamu")

"Mas ... cerita kita sudah usai, rindu itu sudah terlarang, aku lega karena kamu baik-baik saja, maaf Mas. Aku harus pergi."

Aku mengakhiri panggilan tersebut, setelah bicara dengan Mas Haris pun, pikiranku masih saja gelisah, lalu aku mencoba menghubungi ponsel Hakim, berulang kali aku mencobanya, namun ponsel Hakim tidak bisa dihubungi. Ada apa dengan dia? Kemana aku harus mencarinya?

Siang itu aku putuskan untuk mendatangi Firma hukum, dengan perasaan yang semakin gelisah, aku berusaha mencari Hakim, tapi tidak ada seorang pun yang tahu Hakim ada di mana. Lebih tepatnya mereka seperti menyembunyikan sesuatu dariku.

Sudah tiga bulan berlalu, malam itu adalah malam terakhir aku bertemu dengan Hakim, ntah kenapa setiap hari aku selalu berharap kabar darinya, namun semua sia-sia. Aku teringat malam itu, saat Hakim memintaku untuk menunggunya, sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Semakin aku melupakannya, semakin aku merindukannya, ya tanpa aku sadari kehadiran Hakim yang hanya sesaat sudah berhasil masuk ke dalam hatiku.

***

"Sera ... Amar sudah datang, dia mau ambil gaun ulang tahun anaknya yang sudah dipesan kemarin."

"Aku hampir lupa, aku bahkan belum mencari kado untuk anaknya."

"Acaranya besok, kita masih ada waktu mencarinya, sudahlah temui Amar di depan," ucap Rosa.

Amar tetangga lamaku sewaktu aku masih bersama Mas Haris, istrinya sudah meninggal satu tahun yang lalu, anaknya sudah kelas satu SD.

"Tante, Sera!" Winda berlari begitu melihatku, anak kecil ini sudah sangat dekat denganku. Bahkan saat Amar harus ke luar kota, dia menitipkan Winda kepadaku.

"Sayang, kamu sudah lama nunguin Tante, ya? Kenapa gak masuk aja ke dalam?"

"Winda suka lihat baju-baju di sini, semua cantik Tante, oh iya mana baju ulang tahun Winda?"

"Tenang sayang, ini baju yang kamu mau," aku memberikan gaun ini pada Winda, dia berlari ke ruang ganti bersama Rosa.

"Sera, aku harap kamu sudah mengubah keputusanmu," ucap Amar, ya sudah sering kali dia memintaku untuk menjadi istrinya.

"Maaf Amar, aku tetap tidak bisa, untuk sekarang aku belum kepikiran untuk menikah lagi."

"Apa lagi yang kamu tunggu, Sera? Masa iddah-mu sudah selesai, kita sama-sama sendiri, mantan suamimu juga sudah bahagia dengan istrinya, bahkan sebentar lagi Lia akan melahirkan, jadi apa yang membuatmu terus menolak lamaranku?"

"Amar tolong jangan paksa aku, aku butuh waktu untuk kembali menata hidupku, aku tidak mau gagal untuk yang kedua kalinya, lagipula aku gak cinta sama kamu."

"Tapi aku cinta sama kamu Sera, kamu gak perlu ragu. Aku gak akan khianati kamu seperti Haris itu, menikahlah denganku, Sera. Jadilah istriku!"

Kenapa di saat seperti ini aku tetingat Hakim? Aku masih belum bisa melupakan dia, seharusnya Hakim yang mengatakan ini. Hakim, kamu ada di mana?

****

ORANG KETIGA 🏃🏃🤗

Belum bisa sebar undangan, kita harus patuhi aturan Pemerintah✌ Nanti kita cari si Hakim, ya🏃🏃🏃

Jangan lupa Like dan komentar ya, biar semangat nulisnya.

1
echa purin
/Drool//Drool//Drool/keren dah
Saras Aussie
Luar biasa
kimiatie
Haris sama Hana di isteri ketiga
kimiatie
betul juga apa kata Thor...biar aja eko yang meninggal...walau bagaimana pun kejahatan Haris di masa lalu yang penting ada niat di hati untuk berubah...pasti dia jodoh Hana👏👏
kimiatie
Haris kah pendonor nya?
kimiatie
semangat thor...semoga perjalanan Thor di bidang penulisan dipermudahkan...aamennn²🤲🤲
Vera Anzani
selalu suka dengan novel author yang satu ini,,love sebanyak2 nya buat author Violla❤️❤️❤️
Adinda
Mampus kau haris
Nur Hayati
Alur cerita nya bagus aku suka 👍👍
altanum
terus semangat berkarya thor.sangat suka dengan kemasan cerita sehari hari author yang ada di RT,tapi tidak membosankan membacanya.
scarlet
bgs
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Arif Hidayatullah
..
Adelia ZahrotusShifa
ok
Jur fans ccg
lanjut terus
Syauqi Perkasa
Haris yg harusnya donorin jantung, biar dia tetap memiliki Sera dan jg anaknya.
Gamers Alay
aku udah pernah baca ini blom sihh.. prasaan udh loh tp lupa.. haaha
momOf3AdorableKiddos
dah ga apa²...bikin haris pingsan jga ga pa² kok ...kejang² atau apalah😃😃😃
Nani Hasan
jgn mau memaafkan Haris ya Sera Krn klo sdh ular tdk akan pernah bisa menjadi kelinci....lbh baik hdp menjadi janda tp bahagia drpd punya suami tp makan hati & sll di sakiti 😡😡
Tiara Tari
visual nya dong 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!